Mengikuti Lomba Lari di Luar Kota, Apa Saja yang Perlu Dipersiapkan?

Bagi pelari hobi, bisa mengikuti race atau lomba lari besar di luar kota merupakan sebuah kebahagiaan tersendiri. Saya sendiri pernah mengalaminya, satu kali, ketika mengikuti lomba Jakarta Marathon 2016 kategori Half Marathon.

Saking bahagianya saya bisa berlomba dan finish HM untuk pertama kalinya di sebuah race event besar saya berkeinginan untuk naik kelas pada tahun berikutnya. Saya ingin mengikuti lomba Jakarta Marathon 2017 kategori Full Marathon.

Keinginan itu kemudian saya bulatkan menjadi sebuah resolusi tahun baru tahun 2017. Resolusi yang dengan jari-jemari yang grogi saya ketikkan di halaman Facebook. Menuliskan resolusi di ruang publik bagi saya merupakan sebuah pertaruhan. Ini akan mempermalukan diri sendiri bila saya main-main.

Saya memang tidak main-main dengan Resolusi 2017 berupa menyelesaikan lomba lari Marathon penuh ini. Saya malah untuk pertama kalinya menentukan target waktu finish. Target saya adalah menyelesaikan Full Marathon dalam waktu kurang dari 4 jam, atau sub 4. Inilah jawaban bila ada yang penasaran dengan posting saya terdahulu yang menampilkan hashtag #Breaking4 Baca lebih lanjut

Iklan
ZenBook Flip UX360UAK, Convertible Ultrabook Bertenagakan Intel Kaby Lake

ZenBook Flip UX360UAK, Convertible Ultrabook Bertenagakan Intel Kaby Lake

skenario-officePada akhir tahun 2016 lalu, saya sudah menuliskan secara panjang lebar sebuah Convertible Ultrabook besutan ASUS, Zenbook UX360UA di sini. Belum lama berselang, tepatnya awal tahun ini Zenbook Flip UX360UAK sudah nampak tersedia di beberapa toko komputer baik offline maupun online.

Zenbook UX360UAK merupakan update terhadap Zenbook UX360UA. Perhatikan kedua convertible ultrabook ini hanya berbeda huruf “K” di belakang.

Mencermati press release yang beberapa waktu lalu saya terima, apa yang saya tangkap sebagai perbedaan dari keduanya adalah penggunaan processor Intel generasi terbaru: Intel core 7th generation yang ber-code name Kaby lake (Intel® Core™ i7-7500U) dan RAM LPDDR 3 sebesar 16 GB untuk seri Zenbook UX360UAK tertentu. Baca lebih lanjut

Menjejaki Badung: Pesona Eksotis Pulau Dewata Tanpa Batas

Kendati semakin banyak wilayah elok di Indonesia yang terekspos setiap harinya dan mendapat banyak atensi wisatawan,  kemasyhuran tanah Bali tidak bisa diruntuhkan begitu saja. Pesona Bali memiliki daya magis tersendiri yang membuatnya tidak pernah redup. Tidak hanya kemolekan pantainya yang menarik minat pelancong, tetapi juga kebudayaan dan berbagai tempat uniknya yang menjadikan Bali selalu dirindukan.

Dari delapan kabupaten dan satu kota yang ada di Pulau Seribu Pura ini, Kabupaten Badung adalah wilayah terluas dengan objek wisata yang melimpah. Menjelajahi wilayah ini tidak akan cukup dalam waktu yang singkat.

Namun jangan khawatir. Jika Anda tidak memiliki kerabat yang bisa untuk disinggahi, Anda bisa menemukan penginapan atau hotel murah di Bali yang sesuai bujet melalui www.traveloka.com. Dengan demikian, Anda tidak perlu terlalu khawatir saat menjelajah dalam waktu yang cukup lama.

Lalu tempat wisata apa saja yang bisa dikunjungi di Kabupaten Badung, Bali? Nah, berikut ini adalah spoiler untuk referensi Anda menjejaki Badung.

  • Pantai Seminyak, Legian, dan Double Six

traveloka01

Source: Ayo Telusuri Indonesiamu

Tiga pantai ini berada pada garis pantai yang sama dengan Pantai Kuta, sehingga karakter yang dimiliki menyerupai satu sama lain. Keempat pantai ini sama-sama memiliki pasir pantai yang putih, ombak yang bagus untuk berselancar, dan merupakan lokasi yang apik untuk menikmati matahari terbenam. Tiga pantai ini adalah alternatif bagi Anda yang ingin menikmati suasana Sunset Beach alias Pantai Kuta namun dengan kadar keramaian yang lebih sedikit. Baca lebih lanjut

Koneksi Telkomsel 4 G di Gunungkidul

Kecepatan Koneksi Telkomsel 4G di Wonosari (Test dilakukan tanggal 5 Januari 2017)

Kecepatan Koneksi Telkomsel 4G di Wonosari (Test dilakukan tanggal 5 Januari 2017)

Kabar Telkomsel menggelar jaringan 4G di Wonosari – Gunungkidul sudah saya ketahui sejak akhir tahun 2016 yang lalu. Saya mengetahuinya dari social media.

Sebenarnya ini bukan sesuatu yang wow. Menurut saya biasa-biasa saja. Bagaimana saya tidak menganggap biasa saja bila beberapa operator yang lebih kecil dari Telkomsel saja sudah mengelar layanan ini lebih dulu. Sebut saja Smartfren dan XL yang pernah saya coba sejak lama.

Jadi saya pun tidak begitu penasaran meskipun nomer utama di smartphone saya, di iPhone saya, menggunakan operator Telkomsel. Alasan lain selain tidak begitu penasaran adalah jangkauan layanan Telkomsel 4G di Gunungkidul sampai saat ini tidak menjangkau rumah saya di desa dan tidak menjangkau pabrik dimana saya beraktivitas sehari-hari di pinggir kota wonosari.

Semalam ketika saya mencicipi Sate Klathak Pak No di Jalan Baron (sebelah Utara SPBU Baleharjo) kebetulan indikator jaringan di iPhone saya menunjukkan penerimaan sinyal 4G. Saya pun segera memasang aplikasi Open Signal dan melakukan uji kecepatan jaringan 4G Telkomsel.  Baca lebih lanjut

Mencuci Sepatu

Mencuci Nike Zoom Pegasus 33 dan Nike Lunarglide 8

Mencuci Nike Zoom Pegasus 33 dan Nike Lunarglide 8

Beberapa waktu lalu saya mendapat pertanyaan. Kurang lebih begini: adakah tips untuk mencuci sepatu? Sejenak saya berpikir sebelum keluar sebuah jawaban: jangan dicuci bila tidak sangat kotor.

Jawaban yang seolah main-main. Tetapi begitulah prinsip yang saya anut berkaitan dengan kebersihan sepatu-sepatu lari saya.

Bila sepatu lari tidak terlalu kotor, hanya kotor oleh debu dan sedikit kotoran yang menempel menurut saya sebaiknya dilap saja dengan kain. Bisa pula memanfaatkan vacuum cleaner untuk menghisap debu-debu yang menyusup ke rongga-rongga sepatu atau kotoran-kotoran kecil yang terjepit di sela-sela outsole.

Bila sepatu lari sudah sangat kotor, apalagi basah, terkena air dan lumpur menurut saya sebaiknya segera dicuci. Meskipun hari itu sedang mendung, hujan dan tidak ada panas. Ini serius? Bagaimana bila sepatu lari tidak lekas kering? Untuk itulah “mencuci sepatu” saya tulis menjadi artikel blog tersendiri, haha. Saya akan membagikan pengalaman saya mencuci sepatu-sepatu lari saya dari musim durian sampai musim penghujan.  Baca lebih lanjut

Liburan Akhir Tahun Kemana Saja?

Jawaban saya: tidak kemana-mana. Memang benar. Demikian adanya. Saya menghabiskan sekitar dua pekan liburan akhir tahun 2016 dengan tidak kemana-mana.

Banyak orang mengira tinggal di Jogja itu enak. Ini ada benarnya juga. Kalau mau tamasya murah pada musim liburan tidak perlu pergi jauh-jauh. Jogja adalah surganya destinasi wisata. Dari wisata pantai sampai wisata gunung. Dari wisata sejarah sampai wisata kuliner. Dari wisata malam sampai wisata menjelang malam lagi. Komplit.

Masalahnya adalah tiap kali musim liburan, Jogja macet karena diserbu oleh wisatawan dari segala penjuru. Kalau sudah begini mau kemana-mana malas. Menahan tidak kemana-mana dulu adalah ikhtiar kecil untuk mengurangi kemacetan. Memberikan kesempatan wisatawan dari luar Jogja untuk berpiknik di sini.

Kemudian saya ngapain saja? Baca lebih lanjut