Menilai Uji Kompetensi

Oleh corporate dimana biasanya saya nongkrong, saya dimintai bantuan untuk mewakili mereka memenuhi permintaan beberapa SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) untuk menjadi assessor eksternal (penguji dari industri) untuk Uji Kompetensi Produktif. Uji Kompetensi Produktif itu semacam tugas akhir untuk siswa-siswi kelas 3 SMK sebagai salah satu penentu kelulusan.

Menjadi penguji yang kerjanya menilai dan membubuhkan tanda tangan dan angka-angka itu seolah pekerjaan yang mudah. Menurut saya tidak demikian. Apalagi nilai-nilai yang akan diberikan ini sedikit banyak berpengaruh terhadap masa depan seseorang. Apalagi kali ini yang akan dinilai adalah kompetensi Multimedia. Yang mana sebagian yang dinilai adalah kemampuan seni. Bukan hanya teknik mengoperasikan software multimedia.

Jadi bagian kerja assessor adalah menilai karya seni siswa-siswi SMK? Ini mirip dengan mencicipi makanan. Selera (dan preferensi)  sangat menentukan. Jadi bagaimana bisa memberikan penilaian yang obyektif. 🙂 Ini menjadi beban moral tersendiri.

Nah, beban moral yang sudah terbawa dari rumah itu sedikit terkurangi ketika kemarin saya mulai menguji di suatu SMK Negeri di Gunungkidul. Di sana saya diberikan dokumen Lembar Penilaian Ujian Praktek Kejuruan lengkap dengan standar penilaian. Walaupun menurut penilaian saya standar penilaian yang distempel oleh Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan ini belum memadai. Coba lihat:

Standar Penilaian Ujian Praktek Kejuruan SMK

Standar Penilaian Ujian Praktek Kejuruan SMK

Bila Anda seorang praktisi multimedia, apa yang bisa terbayang ketika membaca standard di atas.

Namun yang membuat saya optimis adalah antusiasme yang bagus siswa-siswi  selama mengikuti ujian praktek ini.

Uji Kompetensi Siswa SMK

Uji Kompetensi Siswa SMK

Berikut ini masih suasana Uji Kompetensi Produktif  di sekolah yang sama. Namun di jurusan yang berbeda. Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan. Kelihatannya kok menilai komptensi jaringan itu lebih mudah dari menilai kompetensi multimedia. Apa yang dinilai seolah lebih kelihatan dan lebih pasti. 🙂

Uji Kompetensi

Uji Kompetensi

Iklan

7 thoughts on “Menilai Uji Kompetensi

  1. Yup sepertinya multimedia rada lebih rumit seperti sik tak alami qkqkqkqkqkq…..salah jurusan intinya karena dari mesin yang semuanya serba pasti sesuai gambar dll nya langsung pindah haluan ke MM yang penuh dengan sentuhan seni, kreatifitas dan imajinasi 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s