Tambah Khazanah Islam dengan Mengetahui Sejarah Qurban

cara-memilih-hewan-kurban-e1472672801866

Selain Idul Fitri, ada satu perayaan lagi yang cukup besar dirayakan oleh seluruh Umat Muslim – ya, Idul Adha. Idul Adha adalah perayaan dimana seluruh Umat Muslim yang berkemampuan diharapkan memberikan qurban. Qurban sendiri adalah hewan sembelih. Hewan ternak yang disembelih ini dipersembahkan kepada Sang Pencipta.

Peristiwa ini dilaksanakan setiap setahun sekali. Sudah tahu asal-usul atau sejarah Qurban di Hari Raya Idul Adha? Yuk, mari kita kembali belajar dan mengingat. Meski mungkin sudah tahu, taka da salahnya untuk tambah khazanah Islam masing-masing dengan pengetahuan ini. Dengan begitu, kita semakin memaknai Hari Raya Idul Adha tak hanya sebagai perayaan saja tetapi ibadah sepenuh hati dan tulus.

Sejarah Qurban dalam Al Quran

Setidaknya ada dua peristiwa menyembelih hewan qurban yang dituliskan dalam Al Quran:

  1. Habil dan Qabil

Kisah Habil dan Qabil menjadi salah satu contoh bahwa penyembelihan hewan merupakan hal penting. Kedua putera Nabi Adam diberikan perintah untuk memberikan qurban. Namun, ternyata salah satu dari mereka yaitu Qabil tak diterima persembahannya. Ini karena Allah hanya terima qurban dari orang yang bertakwa.

Pelajarannya bagi kita adalah mempersembahkan hewan qurban haruslah didasarkan atas ketulusan hati. Ada baiknya tidak riya ketika memberikan. Tetaplah bersahaja meskipun kita sangat berlimpah dan tidak keberatan untuk mempersembahkan banyak hewan ternak.

  1. Ibrahim dan Ismail

Dalam  catatan Al Quran, ada kisah Nabi Ibrahim yang mendapatkan perintah dari Allah swt. untuk mempersembahkan anaknya sendiri, Ismail. Nabi Ibrahim tidak memberontak dan mempertanyakan. Malahan Ibrahin langsung melakukan tepat seperti yang Allah minta. Akan tetapi, tepat sebelum Nabi Ibrahim akan menyembelih Ismail – Allah menghentikan! Kemudian, Allah menukarnya dengan domba.

Kisah ini memberikan pengingat bagi kita bahwa Allah kadang menguji iman kita. Apakah kita benar-benar percaya pada-Nya ataukah tidak? Apakah kita sepenuh hati dan rela berkorban ketika menjadi seorang Muslim? Nabi Ibrahim menjadi teladan sangat bagus bagi kita. Dia tidak mempertanyakan atau memberontak terhadap perintah Allah. Kita pun bisa menirunya dengan memberikan persembahan terbaik. Sekarang kita tidak lagi dituntut seperti halnya Nabi Ibrahim. Kita sudah diberikan hukum untuk mempersembahkan qurban setiap tahunnya. Jadi, kita seharusnya bisa bersiap-siap untuk menyisihkan sebagian kecil penghasilan kita, bukan?

Sejarah Qurban ini menjadi salah satu perwujudan ketulusan dan juga sikap rela berkorban kita. Setidaknya ada dua hal yang menjadi perwujudan pemberian qurban ini:

  • Wujud taat kepada Allah

Sebagaimana yang sudah dijabarkan dalam Al Quran melalui kisah-kisah di atas, pemberian qurban menjadi wujud ketaatan kita kepada Allah. Apakah kita rela berkorban – yang sebenarnya sangat sedikit – dibandingkan dengan apa yang kita peroleh dari Sang Pencipta. Kehidupan, udara setiap hari dan bahkan kemakmuran materi adalah berkah yang diberikan oleh Allah kepada setiap manusia.

  • Wujud rasa empati kepada sesama

Ya! Tak hanya bagi Pencipta saja, qurban juga menjadi wujud rasa empati kepada sesama. Tak sedikit saudara-saudara kita yang masih berkekurangan secara materi. Bahkan, memakan daging adalah peristiwa langka bagi mereka. Nah, bagi kita yang memang sanggup untuk menyumbangkan – mari sumbangkan sebagian dana kita untuk memberikan mereka kesempatan menikmati daging-dagingan.

Cara mudah untuk beli harga hewan qurban 2016  adalah melalui situs Bukalapak yang bekerja sama dengan ACT Indonesia dan Global Quran. Tak perlu takut harga hewan qurban 2016 naik, nyatanya di sana harganya jauh lebih ringan dan bisa dicicil pula.

Selamat menunaikan ibadah Idul Adha!

Iklan

2 thoughts on “Tambah Khazanah Islam dengan Mengetahui Sejarah Qurban

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s