Tips Survive Hadapi Musim Pancaroba

Beberapa minggu ini di desa dimana saya tinggal hujan sudah mulai berhenti turun. Hawa dingin menusuk tulang mulai turun pada malam sampai pagi hari. Terik menyengat pada siang harinya. Debu-debu jalanan mulai beterbangan dihembus angin awal kemarau. Pancaroba tiba.

Tidak semua orang bisa mudah beradaptasi tiap kali perubahan musim ini tiba. Flu, pilek, batuk, radang tenggorokan, kulit mengering dan sejenisnya mudah menjangkiti siapa saja. Saya sendiri harus menaruh ekstra waspada dan perhatian lebih mengingat biasanya ini adalah masa-masa yang tidak begitu mudah untuk dilalui tanpa cedera.

Berikut ini adalah beberapa tips yang biasanya saya praktikan yang mungkin bisa dicoba siapa saja agar sehat selamat melewati musim pancaroba:

Hindari minuman ber-es. Udara yang kering dan panas yang menyengat pada siang hari adalah godaan yang sering kali tak tertahankan untuk menikmati minuman dingin ber-es, es krim, dan sejenisnya. Minuman sangat dingin bukan meredakan rasa haus alih-alih malah menjadikannya menjadi-jadi. Saya sendiri sudah lama jarang tidak minum minuman ber-es kecuali sport drink pada saat dan setelah latihan lari. Untuk mengelola minuman dingin tubuh memerlukan usaha berlebih yang bisa berakibat menurunnya daya tahan tubuh.

Perbanyak minum air putih (maksud saya air jernih). Dingin pada malam hari membuat kita malas minum padahal tubuh kita tetap memerlukan cairan seperti biasanya. Sedangkan pada siang hari cuaca yang panas membuat tubuh berkeringat lebih. Selalu siapkan minuman yang sehat, kalau perlu bawa botol minuman agar kita mudah untuk sewaktu-waktu minum. Minumlah bahkan ketika belum merasa haus. Setidaknya selalu jaga tenggorokan kita basah.

Perbaiki pola makan dengan nutrisi seimbang. Bila Anda seperti saya tidak sedang menjalani diet khusus, maka jangan terlewat sarapan dan jangan sampai terlambat makan siang. Kebanyakan orang makan malam tidak sering menjadi masalah, karena biasanya adalah waktu terbaik bersama keluarga.

Apa yang perlu diperhatikan adalah kualitas apa yang kita makan. Pastikan apa yang menjadi menu makan kita mengandung nutrisi yang seimbang. Perhatikan apa sumber protein sehat dan jangan lupakan sayur, buah dan sumber serat yang penting bagi tubuh. Bila makan siang atau makan malam di luar rumah, pastikan memilih tempat makan yang higienis. Tidak kalah penting adalah hindari ngemil junk food. Terakhir ini susah. Ketika saya mengetik posting ini di meja saya sudah terhidang sepiring gorengan yang sangat berminyak. 😀

Kenakan Masker bila bepergian. Ini terutama yang bepergian mengandalkan moda transportasi angkutan umum seperti saya dan mereka yang mengendarai sepeda motor. Masker sangat penting untuk mencegah debu masuk mengotori paru-paru dan melukai saluran pernafasan kita. Penting juga untuk menghambat sebaran virus dan bakteri yang mungkin tersebar di tengah kerumuman.

Hindari kontak langsung maupun tak langsung dengan orang lain. Ini terkesan arogan dan egois, susah untuk dilakukan. Tapi saya sendiri meski sulit berusaha melakukannya. Pacaroba adalah musim banyak orang menderita flu, batuk, pilek dan banyak penyakit saluran nafas lainnya. Itu semua mudah sekali menular baik melalui kontak langsung maupun tak langsung. Apalagi virus flu.

Jaga kebersihan tubuh terutama tangan, mulut dan hidung. Telapak tangan adalah bagian tubuh yang sangat mungkin menjadi media bagi virus dan bakteri untuk menyebar. Sering-seringlah cuci tangan. Saya berusaha menjaga kebersihan mulut dengan lebih menyikat gigi pada pagi dan malam menjelang tidur, ditambah dengan mensterilkan rongga mulut dengan berkumur. Berkumur bisa menggunakan mouth wash yang banyak dijual maupun dengan membuat sendiri dengan garam dan daun sirih yang direndam dengan air panas. Tentu menggunakannya berkumur ketika air rendaman itu sudah dingin atau hangat saja.

Olah raga lebih banyak. Pada dasarnya saya sendiri adalah orang yang malas berolah raga. Saya baru mencoba rutin berolah raga selama kurang lebih 8 bulan dengan olah raga lari/jogging. Alhamdulillah selama saya rajin berolah raga 8 bulan terakhir ini, flu dan radang tenggorokan menjai lebih jarang menjangkiti.

Tidur yang cukup. Konon rata-rata manusia butuh tidur sekitar 8 jam per hari atau mulailah dengan tidur yang berkualitas. Apa yang saya alami olah raga dan tidur cukup berkaitan. Olah raga yang baik membuat tidur saya lebih nyenyak, lebih berkualitas

Ternyata sudah cukup banyak kata yang saya tuliskan pada pagi ini. Sampai saya haus. :-D. Silakan tips yang saya tuliskan ini ditambahkan seperlunya. 🙂

Iklan

8 thoughts on “Tips Survive Hadapi Musim Pancaroba

  1. Selama ini yang banyak pakai masker cuma pengendara motor. Yah sebenarnya memang pengguna transportasi umum juga perlu ya. Saya nggak tahan kalau ada yang cuek merokok di dalam angkot. Btw salam kenal dan terima kasih tipsnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s