Review Running Shoes: League Volans Evo

23733974_8890278504391700_4957203226718896128_n

Merupakan produk sepatu lari flagship dari League, Volans mendapat prioritas untuk mendapatkan pembaruan-pembaruan. Tak heran pada generasi ke-4 Volans ini, Evo nampak amat berbeda dibanding pendahulunya, yaitu League Volan 2.5 maupun League Volans 2.0. Perbedaan itu bisa dilihat dari desainnya yang menonjol serta teknologi yang digunakan.

Secara teknologi Volans Evo saat ini merupakan satu-satunya sepatu pabrikan dalam negeri yang telah menggunakan re-enginered mesh untuk komponen upper -nya. Di sisi desain, Volans Evo mudah dikenali dari pilihan-pilihan warna yang digunakan sebagai dasar. Sebut saja kombinasi warna hijau – abu-abu, warna kuning – abu-abu dan merah maroon – cokelat yang menurut saya memberikan kesan stand out ketika berada dalam keramaian sepatu-sepatu lari dalam sebuah lomba.

volans evo yellow

Saya sebagai pengguna seri Volans sejak Volans 2.0 dan Volans 2.5 saat ini memilih untuk menjatuhkan pilihan League Volans Evo warna Kuning. Untuk pembaca ketahui saya menggunakan League  Volans 2.0 warna biru dan League Volans 2.5 warna merah yang memberikan kesan garang. Menurut saya tiap generasi harus mempunyai karakternya sendiri. Biru, Merah dan Kuning bagi saya adalah perbedaan yang tegas.

Bagi pembaca yang baru mengetahui dan mengenal sepatu lari League seri Volans saya sarankan untuk membaca tulisan saya sebelumnya:

Review League Volans 2.0
Review League Volans 2.5

Secara singkat bisa saya jelaskan, seri Volans merupakan sepatu lari yang dirancang oleh League untuk digunakan berlari lebih cepat.  League Volans Evo ditujukan untuk memenuhi kebutuhan para pelari untuk faster daily training sampai pada hari lomba (race day).

League Volans Evo merupakan sepatu yang ideal digunakan untuk menyelesaikan lomba 5K sampai 10K. Menurut Asep Hadian (Senior Manager, League Sports Marketing) Evo akan tetap bagus digunakan untuk berlari sampai satu setengah jam (90 menit). Jadi bagi pelari yang mampu berlari Half Marathon dengan catatan waktu sub 1:30 akan cocok menggunakan Evo. Bagi pelari yang lebih berpengalaman bahkan League Volans Evo sangat mampu digunakan untuk menyelesaikan lomba Full Marathon. Chaidir Akbar, salah satu pelari League Running Buddies sekaligus penggiat olah raga triathlon di Indonesia menggunakan Volans Evo untuk mengukir personal best di ajang Berlin Marathon dengan catatan waktu 3:10.

Sebagai sepatu yang ditujukan untuk berlari lebih cepat, Evo mempunyai karakter dan peruntukan yang berbeda dengan jenis sepatu pabrikan League yang lain. Volans Evo tentu berbeda dengan Ghost Runner dan Regulus. League Ghost Runner merupakan sepatu dengan karakter lebih soft yang ditujukan untuk mengumpulkan mileage, easy paced daily training sampai recovery run. League Regulus mempunyai karakter yang lebih firm dibanding Ghost Runner, diperuntukkan untuk meningkatkan kecepatan ketika berlatih menempuh jarak yang lebih jauh sampai berlomba di ajang Marathon. Mengenai League Regulus kelak mudah-mudahan saya bisa menuliskan dalam artikel review tersendiri.

Kembali membicarakan League Volans Evo menurut saya adalah tentang hal baru apa saja yang dibawa sepatu ini. Berikut ini saya pikir menjadi highlight:

New breathable engineered mesh

Sepatu lari moderen berusaha menjawab permasalahan kaki pelari yang memanas ketika berlatih dalam waktu lama maupun berlomba. Mesh merupakan salah satu jawaban yang ditawarkan. Mesh memungkinkan terjadinya sirkulasi udara panas dari dalam sepatu sehingga dalam berbagai kondisi kaki pelari tetap nyaman dan tidak memanas.

volans evo new feature

Konsep mesh ini sebenarnya telah dihadirkan oleh League sejak seingat saya Volans 2.0. Baik Volans 2.0 maupun 2.5 sudah menggunakan teknologi single layer mesh upper. Apa yang benar-benar baru di Volans Evo adalah mesh yang lebih soft, lebih lentur dan tetap ringan. Teknologi mesh yang ada di Volans Evo bahkan masuk kategori re-engineered mesh. Teknologi yang sampai saat ini belum digunakan oleh sepatu pabrikan Indonesia selain League.

New heel shape with memory foam

Dibandingkan dengan Volans 2.5, kali ini League melakukan perubahan desain yang cukup radikal. Bila di Volans 2.5 League memberikan heel collar yang milimalis, untuk Volans Evo, League berusaha menawarkan kenyamanan berupa tambahan memory foam material yang akan memberikan kesan snug untuk tumit. Memory foam merupakan semacam busa yang akan menyesuikan dengan bentuk tumit pelari yang ternyata unik dan berbeda-beda antara satu pelari dengan pelari lainnya.

New connected tongue

Sesuatu yang jarang mendapat perhatian ketika lidah sepatu bergeser posisi seiring kita perlari. Kali ini Volans Evo mempunyai tongue/lidah yang terhubung di kedua sisinya.

New 8 mm toe to heel drop

Perbedaan setidaknya 2 mm dibandingkan League Volans 2.5. Perbedaan heel drop yang cukup membantu bagi pelari yang ingin bertransisi dari heel strike ke mid foot strike. Transisi ke mid foot strike atau fore foot strike oleh banyak pelari terkini dipercaya bisa membantu pelari lebih cepat dan meminimalisasi cidera selama berlari.

***

Beberapa tahun menggunakan sepatu lari League saya merasa nyaman menggunakan ukuran sepatu 42. Namun seiring waktu, volume kaki saya terasa bertambah, lebih tepatnya memanjang. Saya pun mencoba satu ukuran lebih tinggi. Untuk ukuran di atas 42, League Volans Evo menyediakan ukuran 43. Sayangnya ukuran 43 terasa terlalu longgar ketika saya mencobanya. Jalan tengahnya saya tetap menggunakan ukuran 42, hanya untuk kaos kaki saya memilih menggunakan kaos kaki yang paling tipis. Harapan saya malah ingin menggunakan sepatu lari tanpa kaos kaki alias shockless. Semoga League Volans Evo cukup nyaman digunakan tanpa kaos kaki.

Untuk setiap sepatu baru, apa yang saya lakukan pertama kali adalah menyesuaikan tali sepatu (lacing). Tidak perlu waktu lama bagi saya untuk menyesuaikan kerapatan dan tali sepatu. Dalam beberapa percobaan saya segera mendapatkan lacing yang sesuai.

24845136_332988217180986_2783962363492040704_n

Menggunakan Volans Evo untuk berjalan sebelum melakukan pemanasan, sepatu ini memberikan kesan ringan, lentur dan lembut. Begitu pula ketika saya melakukan beberapa gerakan pemanasan untuk lari. Untuk beberapa gerakan pemanasan yang saya lakukan di lantai sepatu ini cukup memberikan grip dan tidak licin. Untuk melakukan ABC drill Volans Evo bisa digunakan dengan baik. Bahkan ketika saya mencoba heel walk karena Evo memang mempunyai crash pad di bagian belakang/tumit sepatu.

Minggu, 19 November 2017, saya ingin menggunakan sepatu ini untuk memulai berlari easy di kota Wonosari. Di bawah Minggu pagi yang gerimis saya berlari sejauh kurang lebih 6K.  Digunakan untuk berlari santai, kurang lebih pace 6, di jalan aspal yang basah, outsole League Volan Evo bisa memberikan grip yang baik. Saya tidak merasa licin. Hujan memang menjadi momok bagi sepatu yang menggunakan mesh upper, namun gerimis Minggu pagi itu tidak membuat air menembus sampai ke kaki saya. Memang ketika sedang basah oleh air hujan, sebaiknya jangan membawa Volan Evo naik ke trotoar karena akan memberikan kesan licin dan slippery.

Senin, 20 November 2017, saya mencoba menggunakan sepatu ini untuk berlari lebih cepat. Saya memacunya sepanjang 3 KM dengan pace 4:30. League Volans Evo saya rasakan sebagai sepatu cepat dalam arti sebenarnya. Karakternya yang responsif dan firm membuat saya tidak kesulitan memacu sepatu dalam pace 4:30 atau lebih cepat.

24126259_131107820921495_5028464301891911680_n

Minggu, 26 November 2017, saya berlomba di event Malioboro Kulinerun bersenjatakan Evo. Alhamdulillah saya bisa masuk 10 finisher pertama dengan catatan waktu sekitar 46 menit. Berlari dengan pace 4:41 sepanjang 10K di jantung kota Yogyakarta bersama Evo terasa tidak masalah. Andai saat itu saya cukup latihan dan persiapan dengan baik, saya rasa saya bisa berlari dengan pace lebih kencang.

Jum’at, 1 Desember 2017, saya mengikuti 3 Minutes Treadmill Challenge di League Hub Jogja. Menggunakan League Volans Evo saya berhasil mengumpulkan jarak sepanjang 800 m. Di treadmill saya berlari stasioner dengan kecepatan 16.2 (sekitar pace 3:30). Outsole Evo yang lebih firm menurut saya membantu dalam mengontrol foot strike dalam band yang berputar.

Sekitar satu bulan menggunakan League Volans Evo menurut saya sepatu ini memang cukup menjanjikan untuk membantu meningkatkan kecepatan berlari. Bobot Volans Evo yang kurang lebih 220 gram saja membuat saya berlari lebih efisien.

Dibanding League Volans 2.5, Evo lebih memberikan percaya diri dengan collar yang menggunakan material memory foam. Memory foam ini memberikan kesan lebih snut/lebih “trep” tanpa khawatir sepatu menjadi melonggar di bagian tumit ketika berlari lebih jauh dan cepat. Engineered Mesh upper baru, yang lebih lentur, saya rasa membantu kaki mencapai range of motion yang lebih baik pula.

League Volans Evo mempunyai heel to toe drop 8 mm. Dengan kata lain banyak pelari yang perlu beradaptasi. Heel drop yang lebih rendah memang menawarkan foot roll-off yang lebih cepat ketika berlari midfoot atau forefoot. Namun mempunyai konsekuensi calf muscle (otot betis) dan angkle mendapatkan beban lebih. Bila merasa belum memiliki cukup mileage atau belum terbiasa dengan sepatu low heel drop, mencobalah sepatu ini secara bertahab. Misalnya dengan 2 menit berjalan, 2 menit berlari cepat, 2 menit berlari lambat. Tingkatkan intensitas secara bertahap sampai Anda yakin telah cukup beradaptasi.

Karena League Volans Evo memang tidak diperuntukan bagi semua pelari, mungkin sepatu ini sulit ditemukan di dept store semacam Centro atau Matahari. Bila Anda tinggal di Jogja dan sekitarnya, sepatu ini bisa dicoba-coba di League Hub Jogja yang beralamat di: Jl. Laksda Adisucipto No.155D, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281

PS :

Review ini akan saya tambahkan dan atau sesuaikan seiring saya berlari menggunakan League Volans Evo. Silakan cek tulisan ini secara berkala untuk mengetahui opini terbaru saya mengenai sepatu ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s