Mengering

Mengering

Mengering

Bukan perlambang, tetapi ini adalah gambaran sebenarnya tentang tanah pekarangan yang dulu pernah selama puluhan tahun berdiri rumah yang menaungi hidup manusia sampai akhir hayatnya. Rerumputan kering ini kini menghuni pekarangan. Menggantikan rumah yang  telah dirobohkan beberapa tahun lalu. Pasangan kakek nenek bahagia telah menyelesaikan pengarungan samudra hidup dan berpamit pada senja.

Untuk tiba di tempat peristirahat yang mana hanya ia yang kini tahu …

Iklan

7 thoughts on “Mengering

  1. Seorang nenek yang tetap cantik walau telah usia senja. Masih terngiang di telinga saya, beliau pasti akan bilang “trembelane” sambil menitikkan butiran air mata dari kelopak matanya yang telah keriput, ketika saya mengatakan “siwo kok mirip banget sama simbok ya”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s