Serius: Akhir Pekan Benar Benar Datang Lebih Cepat

Sekarang sudah Sabtu. Beberapa jam lagi malam Minggu. Rasanya Senin belum lama berselang. Waktu pasti berjalan lebih cepat.

Benar. Saya tidak sedang  guyon. Gempa dan Tsunami yang menimpa Jepang beberapa waktu lalu telah merubah banyak hal. Diantaranya waktu rotasi bumi menjadi 1,8 mikrodetik lebih cepat. Artinya waktu satu minggu akan terpotong  sebanyak 12,6 mikro detik. Kalau tidak percaya silakan baca link :

http://  bit.ly/gKDel0

Pantesan ada beberapa kerjaan saya pekan ini yang belum selesai. 😀

Kalau demikian halnya, artinya, menurut hitungan, usia kita akan bertambah panjang atau pendek?

Stop Kontak di Jepang dan di Indonesia

Gambar di atas saya comot dari sini. Memperlihatkan bagaimana orang – orang Jepang mengikuti standar keselamatan dalam situasi gempa. Berlindung di bawah meja dan berusaha tidak panik.

Di depan mereka nampak stop kontak. Colokan listrik yang tidak dipasang permanen beserta charger yang terpasang. Ini juga tidak kalah menarik. Karena saya kira colokan listrik, kabel dan charger yang dipasang seperti itu hanya ada di Indonesia dan tidak ada di negara maju. Saya sendiri sering menggelengkan kepala dengan ruwet kabel listrik. Seperti yang pernah saya posting di sini. 😀

Dan sekarang gambar itu saya tempel lagi di bawah ini :

 

Melawan Lupa Menyelamatkan Kita

Hari ini tanggal 27 Mei 2010. 4 tahun yang lalu, 27 Mei 2006 Jatuh pada hari Sabtu. Saya pun hampir terjatuh berlari cepat dengan ajian langkah seribu untuk menyelamatkan diri, atau lebih tepatnya sangat panik karena terjadi gempa yang terbesar yang pernah saya alami sepanjang usia.

Sejak beberapa hari sebelum gempa, memang dalam pemberitaan media lokal adalah gunung Merapi yang sedang kambuh batuk – batuk yang tak segera reda. Bahkan pemerintah sudah mengambil langkah untuk mengevakuasi warga di sana. Pemberitaan juga terkait Mbah Maridjan yang ngeyel tidak mau dievakuasi dari desa dimana dia tinggal di lereng Merapi.

Maka, pikir saya, gempa pagi ini adalah salah satu bersin besar Gn Merapi. Dugaan itu juga didukung oleh telepon saya yang gagal ke seorang sahabat yang tinggal di Pakem. Dan kabar dari teman yang tinggal di Pantai Baron bahwa di sana gempa tidak dirasakan besar dan tidak ada yang aneh dengan permukaan pantai.

Berita simpang siur selama beberapa jam. Jaringan seluler pada hari itu drop. Listrik PLN padam. Aliran informasi bisa didapat dari radio bertenagai baterai yang mana masih ada beberapa warga yang punya. Twitter? Rasanya saat itu saya belum buat account twitter. Kapan sih twitter menambahkan fitur hashtag untuk melihat trending topic?

Korban yang semakin banyak semakin mengalir dan diketahui pusat gempa ada di sekitar daerah Parang tritis. Korban banyak berjatuhan. Tercatat oleh oleh kita setidaknya 7000 nyawa melayang. Belum korban luka dan kerugian harta benda.

Wah dari pada saya menuliskan secara panjang lebar. Silahkan buka twitter dan amati hashtag #27mei dan #gempajogja2006 . Disana ramai orang berbagi pengalaman dan informasi kaitannya apa yang mereka alami dan rasakan waktu itu.

Gempa 27 Mei 2006 memang menyakitkan. Tetapi bukan untuk dilupakan. Melawan lupa adalah salah satu wujud menyelamatkan peradaban. Apa lagi ini? silahkan cari juga di twitter, hehehe.

Gempa kecil lagi

Beberapa saat yang lalu, kira kira jam 1:30 wib dini hari terjadi gempa dengan intensitas kecil. Tidak terjadi kerusakan apapun disini. Tetapi cukup membangunkan banyak orang. Sebagai tanda peringatan dini ada beberapa orang yang membunyikan kenthongan.

Intinya sikap waspada adalah pilihan terbaik untuk tiap tiap kemungkinan.