Melawan Lupa Menyelamatkan Kita

Hari ini tanggal 27 Mei 2010. 4 tahun yang lalu, 27 Mei 2006 Jatuh pada hari Sabtu. Saya pun hampir terjatuh berlari cepat dengan ajian langkah seribu untuk menyelamatkan diri, atau lebih tepatnya sangat panik karena terjadi gempa yang terbesar yang pernah saya alami sepanjang usia.

Sejak beberapa hari sebelum gempa, memang dalam pemberitaan media lokal adalah gunung Merapi yang sedang kambuh batuk – batuk yang tak segera reda. Bahkan pemerintah sudah mengambil langkah untuk mengevakuasi warga di sana. Pemberitaan juga terkait Mbah Maridjan yang ngeyel tidak mau dievakuasi dari desa dimana dia tinggal di lereng Merapi.

Maka, pikir saya, gempa pagi ini adalah salah satu bersin besar Gn Merapi. Dugaan itu juga didukung oleh telepon saya yang gagal ke seorang sahabat yang tinggal di Pakem. Dan kabar dari teman yang tinggal di Pantai Baron bahwa di sana gempa tidak dirasakan besar dan tidak ada yang aneh dengan permukaan pantai.

Berita simpang siur selama beberapa jam. Jaringan seluler pada hari itu drop. Listrik PLN padam. Aliran informasi bisa didapat dari radio bertenagai baterai yang mana masih ada beberapa warga yang punya. Twitter? Rasanya saat itu saya belum buat account twitter. Kapan sih twitter menambahkan fitur hashtag untuk melihat trending topic?

Korban yang semakin banyak semakin mengalir dan diketahui pusat gempa ada di sekitar daerah Parang tritis. Korban banyak berjatuhan. Tercatat oleh oleh kita setidaknya 7000 nyawa melayang. Belum korban luka dan kerugian harta benda.

Wah dari pada saya menuliskan secara panjang lebar. Silahkan buka twitter dan amati hashtag #27mei dan #gempajogja2006 . Disana ramai orang berbagi pengalaman dan informasi kaitannya apa yang mereka alami dan rasakan waktu itu.

Gempa 27 Mei 2006 memang menyakitkan. Tetapi bukan untuk dilupakan. Melawan lupa adalah salah satu wujud menyelamatkan peradaban. Apa lagi ini? silahkan cari juga di twitter, hehehe.

9 komentar di “Melawan Lupa Menyelamatkan Kita

  1. Mengenang kembali gempa yogya kadang saya merefleksikan pada diri sendiri,..bagaimana hal itu terjadi pada diri saya…., dengan tetap memiliki semangat mereka pasti mampu berjuang, trims mas mengingatkan

  2. Ping balik: Rise Up Jogja! – Bhyllabus

  3. Saat itu kebetulan saya sedang pulang kampus mas, jadi bisa merasakan betapa dashatnya peristiwa itu dan mungkin sulit untuk di lupakan. Masih ingat betul pagi itu saya sedang sepeda ontelan mencari udara segar di pinggir sawah dan ketika pulang rumah tetangga pada ambruk 😦 tangisan ada dimana-mana.

    Ya sudahlah itu adalah pelajaran yang sangat berharga bagi kita, dan mari kita menyambut masa depan yang lebih baik 🙂

  4. suatu kejadian ,bahkan yg mengerikan sekalipun tetap bisa dijadikan pembelajaran utk kedepannya agar kita bisa mengantisipasinya.
    namun, kadang kejadian alam, walau telah ada teknologi, tetap sukar diprediksi .
    salam

  5. Maaf mas, saya koq belum dong dengan “melawan lupa, menyelamatkan kita”. apa memang saya yang DDR (daya dong rendah) ya? 🙂 Salam kenal mas.. saya juga orang jogja..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s