Kiraku sampeyan ki sopo Mas, kok potongane elik temen, opo salah ngomong ro tukang salon mu
Mba Ratri, gimana seh kamu. Masa gaya rambut keren begini dibilang jelek
Kiraku sampeyan ki sopo Mas, kok potongane elik temen, opo salah ngomong ro tukang salon mu
Mba Ratri, gimana seh kamu. Masa gaya rambut keren begini dibilang jelek
Jogging berkorelasi positif terhadap kesehatan. Bukan kesehatan otot saja, karena dengan jogging otak kita juga mendapatkan nutrisi yang penting untuk menjaga stamina sehingga ia bisa bersinergi dengan dengkul untuk memunculkan karya – karya kreatif dan memecahkan permasalahan yang tidak pernah diketahui dengan pasti ujung habisnya.
[Jujur saya lebih banyak menggunakan dengkul saya untuk berpikir ketimbang yang didalam tulang kepala, mungkin itu yang membuat wajah saya terlehat baby face –karena otak jarang terpakai]
Landscape dalam foto merupakan snap shoot dari jogging track saya pagi tadi. Itu merupakan bonus yang tidak mungkin saya dapatkan bila saya berlatih di sport center indoor.
Pemandangan dikiri kanan sepanjang jogging track, pasti merupakan jaminan kalau udara disini pasti lebih sehat dari Sudirman atau Gatot Subroto Downtown.
Ternyata kaki ini sudah melintas sejauh lebih dari 4 km, dan saya sudah sampai pada ujung lintasan jogging
Selain pemandangan segar dikiri kanan jalan, ada sesuatu yang sama pentingnya. Sound track. Musik ber beat cepat yang mengalir ke telinga melalui head set dari ponsel, beresonansi dengan detak jantung yang berderap cepat. Dan play list pagi tadi didominasi oleh Simple Plan dan Limp Biskit.
Sepertinya foto ini cocok sebagai penutup posting ini.
PS : Semua gambar diambil dengan Sony Ericsson K810i dengan bantuan Photoshop untuk resizing dan retouching ringan
berita lelayu Telah meningal dunia dgn tenang pakde paham sidikan pada pkl 12san
SMS yang mengagetkan saya yang dikirim oleh Mas Sarwi, Innalilahi wa inna ilaihi raji un. Orang penting dalam hidup saya telah ditimbali untuk berpulang ke rahmatullah dengan tenang. Semoga Allah menganugerahkan maaf dan pengampunan terhadap semua khilaf beliau dan semua jejaknya di dunia diperhitungkan sebagai amal shaleh, serta ketabahan dan keikhlasan teruntuk keluarga besar beliau Bapak Paham
Jenazah akan dikebumikan pada hari ini pada sekitar pukul 13:00 WIB
PS : Rumah duka beralamat di : Sidikan, Umbulharjo, Yogyakarta
Kemarin siang, saya chating dengan teman daring (baca : on line) saya, mbak Darmala Majid, dia bercerita kalau beliau sedang di Jakarta untuk mengikuti konggres Bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia. Saya untuk sejenak mengambil nafas dalam. Ada sebuah momentum yang digelar bersamaan dengan peringatan hari Sumpah Pemuda. Sebuah Momentum dimana 80 tahun yang lalu, anak bangsa ini menemukan bentuknya dan terkristalisasi dalam bait bait Sumpah Pemuda.
PERTAMA.
KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH-DARAH JANG SATOE, TANAH INDONESIA.KEDOEA.
KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA.KETIGA.
KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA MENDJOENDJOENG BAHASA PERSATUAN, BAHASA INDONESIA.
Pada saat itu Pemuda Bangsa ini menyadari arti penting suatu Bahasa sehingga mereka menuangkan dalam butir sumpah ketiga. Bahasa sebagai kekuatan perekat untuk mengintegrasikan banyak ragam etnis dan suku dengan sumbang sih berupa adat, budaya dan tentu saja bahasa masing – masing. Sehingga berbahasa Indonesia adalah identik dengan menyatakan keindonesiaan diri.
Ketika perjalanan waktu sudah menginjak pada suatu tempat yang disebut sekarang, banyak orang termasuk saya yang tidak benar – benar merasakan ruh perjuangan dalam Bahasa Indonesia. Seorang saya lebih banyak menonjolkan egoisme dan berbahasa dalam arti yang sempit. Kekuatan Persatuan dan integrasi kerap kali tidak muncul sebagai nilai yang dibawa oleh sebuah Bahasa Nasional.
Hal ini dapat saya rasakan ketika saya berkomunikasi menggunakan Bahasa Indonesia dengan teman dan kerabat yang lebih berbhineka (baca : beragam). Ketika saya berbicara dengan teman – teman dari Indonesia Timur atau Indonesia Barat sekalipun, ternyata dalam bahasa yang kami pergunakan, yang konon merupakan sesama berbahasa Indonesia ternyata banyak hal yang tidak terkomunikasikan dengan benar. Muncul banyak perbedaan pemahaman dan persepsi didalam penggunaan bahasa yang konon juga merupakan Bahasa yang sama, Bahasa Indoneia.
Sebuah perenungan untuk menanyakan kembali keindonesiaan saya.
Dalam artikel inipun saya percaya banyak sekali penyimpangan secara tidak sengaja dari aturan baku berbahasa Indonesia walaupun dalam menulisnya sudah berusaha untuk berhati – hati. Pasti tulisan saya yang lain lebih buruk lagi bila dicermati dari sudut pandang pembahasaan. Hal tersebut bukan berarti saya sepenuhnya cuek dengan urusan berbahasa. Karena Bahasa itu sesuatu yang dinamis dan mengikuti jaman, maka saya lebih suka dalam menuturkan sesuatu dengan cara kekinian yang mengalir.
Untuk lebih jauh tentang sejarah Bahasa Indonesia klik disini.
Beberapa hari ini saya menghubungkan Leptop dan ponsel saya secara wireless dengan menggunakan perangkat bluethooth yang tertanam dalam kedua gadget kesayangan. Membalas sms dengan mengetikan pada keyboard leppie terasa lebih efisien ketimbang meraih ponsel dan menekan tombol lebih banyak untuk jumlah teks yang sama. Lebih dari itu, secara wireless pula saya menggunakan ponsel saya sebagai modem untuk stay connected dengan net buddies saya termasuk menyelesaikan banyak pekerjaan secara on line. Tentu saja untuk have fun juga, work while having fun is much more improve my productivity
Pasti akan lebih nyaman juga kalau saya mengenakan bluethooth headset untuk men-sound track-i waktu bekerja dengan koleksi musik dan bertelepon tanpa belitan kabel yang membatasi aktifitas saya.
Ketika saya tadi membaca disini, tentang dikembangkanya teknologi pengisian baterai pada perangkat portable secara wireless yang sedang dikembangkan oleh intel dan MIT. Yah, merupakan kabar baik untuk masa depan dan semua orang. Kalau teknologi ini telah benar benar hadir, maka semua orang akan benar benar wirelessly connected. Saya tidak perlu mencari colokan kabel listrik untuk dapat bekerja ketika baterai saya sedang kritis. Saya tidak perlu jengkel dengan usia baterai leppie saya yang hanya beberapa jam saja.
Dan tentunya kaki saya tidak boleh lagi kesrimpet oleh belitan kabel charger hehehehe …
Terima kasih Nikola Tesla, orang yang dikenal oleh Fisika sebagai penemu gaya gerak listrik dan induksi
PS : Apakah kedepan, terhubung ke jaringan akan masih relevan bila disebut dengan istilah online ?
Sebenarnya saya sadar bahwasanya seorang saya ini bukanlah orang yang secara tepat untuk turut berbicara mengenai penurunan atau kenaikan harga BBM. Pun sedemikian tidak tepatnya, saya tetap merasa berhak untuk angkat bicara sesuai dengan pandangan subyektif saya sebagai kawula bawah, penikmat apa saja yang menjadi kebijakan dan keputusan pemerintah atas.
Polemik tentang harga BBM kembali muncul ke permukaan setelah Harga Minyak dunia mengalami penurunan yang sangat drastis, dari sebelumnya pernah mencapai angka diatas US$ 150 per barel terus menurun sampai kisaran US$ 60 per barel pada saat ini dan diprediksi akan terus turun sampai dikisaran angka 50. Secara hitung hitungan awam seharusnya harga BBM di tingkat pelanggan juga seharusnya mengalami penurunan mengingat penetapan harga BBM oleh pemerintah menggunakan asumsi Harga Minyak Dunia. Jadi logika awamnya pemerintah harus segera menurunkan harga BBM. Banyak pihak yang telah melakukan hitung hitungan seperti ini sampai ada yang menemukan angka Rp 4400 per liter harga bensin di masyarakat. Bahkan seorang anggota DPR dari Fraksi PAN, Zulkifli Hasan menyeru pemerintah untuk menurunkan harga BBM.
Harga BBM turun …. Kedengaranya manis sekali. Baca lebih lanjut
Jaman Bocah saya, binatang seperti diatas sering diburu di pagi hari di awal musim hujan, tibo labuh, seperti itu orang jawa menyebut hujan diawal musim basah. Laron bagi seorang bocah Jarwadi kecil segera menjadi menu sarapan.
Tadi pagi pun seorang Jarwadi menikmati sarapan pagi dengan fasilitas macro pada camera ponselnya –berlauk ^Laron. Jarwadi sangat menikmati sampai sampai ia mengorbankan waktu untuk mandi dan berdandan. Jadi jangan heran kalau pagi ini Jarwadi tidak berparas cantik seperti biasa. Waktu untuk merias dan memanjakan diri disunat demi sang Laron. Klik disini untuk foto lebih banyak atau langsung klik ke http://jarwadiku.multiply.com
Google sebagai penguasa bisnis internet sepertinya selalu menemukan cara untuk menusukan kuku kuku tajamnya dalam dalam diranah kehidupan inhabitan planet internet. Ketika kita masih merasa cukup terbantu dengan kehadiran Gmail Mobile 1 — release yang pertama kali diperkenalkan kepada khalayak. Google telah melangkahkan kakinya lebih jauh lagi dengan menghadirkan Gmail Mobile 2.0
Ada banyak hal baru yang melengkapi kekaguman dan kemanjaan pemegang user id dan password account email milik mbah Google ini. Beberapa fitur yang baru saja saya coba antara lain adalah :
Kalau tidak merasa serba kurang namanya bukan manusia. Dari banyak update Gmail Mobile tersebut rasanya ada satu lagi tambahan fitur yang pasti akan disukai semua orang. Yaitu dukungan attachment, fasilitas melampirkan suatu file dalam pengiriman e mail, selama ini Gmail Mobile baru dilengkapi fitur untuk mendownload lampiran dari email yang kita terima. Ini jugalah yang tetap mempertahankan fasilitas POP Mail dalam ponsel saya, walaupun POP Mail client dalam ponsel tidak sebaik Gmail Mobile dalam menampilkan email yang diterima.
PS : Saya meng install Gmail Mobile pada Sony Ericsson type K810i
Ngomong Ngomong tentang tempat nongkrong para Jelata –seperti saya, Warung Ankringan seperti ini adalah bagian dari ke khas an kami. Selain karena alasan harga yang relatif merakyat, karena angkringan seperti ini adalah bisnis kaum jelata dan tentu saja predator^nya (baca : pelanggan^nya) adalah golongan kerakyatan –**yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan**– bener seperti itu ngga ya lima sila dalam kata kata mantra yang kita hafal di sekolah dasar dulu.
”]
Romantis kan foto tersebut, pasti tidak kalah dengan suasana candle light dinner yang pasti doku saya tidak cukup untuk membayar ongkos masuknya saja.
Malam Minggu kemarin saya memang meluangkan waktu beberapa saat untuk ber-romantis-ria- dengan Sigit dan Kumandan.
Jangan khawatir tentang harga kalau pembaca sekalan ingin mencicipi menu ala jelata. Untuk dua gelas jahe susu dan segelas kopi susu + bebera makanan, saya hanya kena billing 11.500 perak
Si Boncel ini, bukan sedang nongkrong. Ia adalah anak yang rajin. Ia sedang menunggu jemputan dari teman sebayanya, si Agung, yang notabene adalah teman satu sekolah, kelasnya saja yang berbeda.
Boleh percaya boleh tidak si Boncel ini tidak tahan untuk berkendara dengan Angkudes seperti saya. Dia harus bertarung melawan perutnya yang bergejolak seolah akan mabok kalau kalau memaksakan diri menaiki angkutan kendaraan mobil. Si Boncel jengkel bukan kepalang kalau jadwal pulang sekolahnya berbeda dengan si Agung, itulah juga alasan mengapa si Boncel paling tidak suka dengan kegiatan ekstra di sekolahnya yang biasanya berbeda hari dengan kegiatan sore si Agung. Karena pasti akan dengan terpaksa tidak mendapatkan fasilitas ojek gratis dari si Agung sore harinya.
Kabar baiknya, merupakan suatu kisah unik prasetya seorang sahabat. Si Boncel selalu mendoakan kesehataan teruntuk si Agung. Terlepas doa tersebut mengalir dari hati setia nya yang paling dalam atau alasan paranoid. Ketakutan kalau kalau si Agung tidak masuk sekolah dan si Boncel sendirian melawan perkelahianya dengan “Maboooook ….
Ok … seberat dan sesulit apa, kalian harus tetep sekolah yaaaa …
… teruslah belajar ‘nak tentu kau dapat
… rajinlah belajar tentu kau bisa
[lupa teks lagu selanjutnya]