BBM turun := Setujukah anda?

Sebenarnya saya sadar bahwasanya seorang saya ini bukanlah orang yang secara tepat untuk turut berbicara mengenai penurunan atau kenaikan harga BBM. Pun sedemikian tidak tepatnya, saya tetap merasa berhak untuk angkat bicara sesuai dengan pandangan subyektif saya sebagai kawula bawah, penikmat apa saja yang menjadi kebijakan dan keputusan pemerintah atas.

Polemik tentang harga BBM kembali muncul ke permukaan setelah Harga Minyak dunia mengalami penurunan yang sangat drastis, dari sebelumnya pernah mencapai angka diatas US$ 150 per barel terus menurun sampai kisaran US$ 60 per barel pada saat ini dan diprediksi akan terus turun sampai dikisaran angka 50. Secara hitung hitungan awam seharusnya harga BBM di tingkat pelanggan juga seharusnya mengalami penurunan mengingat penetapan harga BBM oleh pemerintah menggunakan asumsi Harga Minyak Dunia. Jadi logika awamnya pemerintah harus segera menurunkan harga BBM. Banyak pihak yang telah melakukan hitung hitungan seperti ini sampai ada yang menemukan angka Rp 4400 per liter harga bensin di masyarakat. Bahkan seorang anggota DPR dari Fraksi PAN, Zulkifli Hasan menyeru pemerintah untuk menurunkan harga BBM.

Harga BBM turun …. Kedengaranya manis sekali. Kita bisa membeli harga Bensin dengan lebih murah. Bepergian lebih jauh dengan kendaraan Pribadi kita. Penurunan Inflasi. Perekonomian yang menggairah, dan lain sebagainya.

Kaitanya dengan Penurunan Harga BBM tersebut, saya sendiri ^Tidak Setuju^ titik.

Pemerintah yang dalam hal ini menggunakan uang Milik Masyarakat [yang dititip kelolakan kepada Pemerintah] untuk mensubsidi harga BBM supaya menjadi seharga rakyat, faktanya lebih banyak dinikmati oleh mereka mereka yang berkecukupan secara ekonomi, penikmat uang rakyat untuk subsidi BBM ini adalah golongan ekonomi menengah ke atas, mereka mereka yang mempunyai kendaraan pribadi dan kehidupan mewah. Di banding jumlah penduduk Indonesia yang saat ini Jumlahnya lebih dari 220 juta jiwa, jumlah mereka mereka ini tidak seberapa. Bahkan pemerintah sendiri mengakui kalau 70% BBM bersubsidi tidak tepat sasaran.

Tertangkapnya pelaku penyelundupan BBM dan Penyalahgunaan alokasi BBM bersubsidi tidak hanya sekali dua kali. Selisih Harga antara bahan bakar bersubsidi dengan BBM non subsidi, deferensia harga bensin bersubsidi dengan harga BBM di negara negara tetangga tentu saja memacu air liur perompak perompak ini.

Kemudian dengan percepatan Penemuan Energi Alternatif (non BBM). Inovasi anak bangsa untuk terus berkarya dan menemukan jalannya ke permukaan tentu akan mendapatkan kompitetor yang tidak sehat dengan harga Bahan Bakar bersubsidi yang murah.

Kemudian bagaimana dengan alokasi dana subsidi yang diamanahkan kepada pemerintah dari rakyat untuk mensubsidi harga BBM supaya merakyat. Menurut saya akan lebih adil dan lebih manusiawi apabila pemerintah memperlakukan masyarakat dan para jelata seperti saya dengan memberdayakanya. Bukan mengatur harga sesuai kemampuan jelata. Melainkan memberdayakan kemampuan para masyarakat dan jelata supaya menjadi masyarakat yang tangguh dan bisa survive, mempunyai daya kompetisi yang tinggi dan tidak cengeng serta merengek setiap kali terjadi fenomena global seperti melonjaknya harga Minyak Global atau Krisis Ekonomi Global yang terjadi saat ini karena ketidak stabilan sistem moneter di United States.

Kalau memang yang terjadi pada Harga Minyak Global benar benar stabil pada angka US$ 50 / 60 — karena tidak ada orang yang benar benar yakin tentang titik stabil harga Minyak Dunia — menurut saya alokasi dana yang ditujukan untuk subsidi BBM dialih fungsikan untuk penguatan Sistem Pendidikan Nasional dan Sistem Kesehatan Nasional, Pemberdayaan UKM, Perbaikan Pelayanan Publik dan kegiatan lain yang relevan yang sejalan dengan pemberdayaan Masyarakat Kerakyatan. Perlu juga saya tekankan bahwa untuk Pendidikan pada saat ini pemerintah belum mampu melaksanakan amanat UU untuk mengalokasi 20% APBN untuk sektor pendidikan.

Skenario menurunkan Harga BBM selama ini saya belum bisa membayangkan akan sebaik apa jadinya. Karena sepanjang sejarah Indonesia penurunan Harga BBM belum pernah terjadi. Dan saya juga belum pernah membaca tentang Negara Lain yang mengambil kebijakan untuk menurunkan harga Minyak.

Sebagai masyarakat kecil, ketika harga Bensin Naik dan serta merta tarif Angkudes mengikuti, Apakah bila harga Bensin turun katakanlah menjadi Rp 4.500 juga serta merta tarif angkutan juga akan turun ke tarif pada kisaran harga Rp 4.500. Saya kira tidak akan semudah itu. Tentu saja gambaran pentarifan ankutan itu bisa berlaku untuk hal hal lain yang merupakan fungsi harga BBM.

Kalau saja saya boleh ber paranoid, berfikir yang ngga ngga atau ber suudzan. Bisa jadi kabar Penyesuaian Harga BBM bisa di gelontorkan sebagai suatu issue politik dimana siapa yang cerdas dan dapat memanfaatkan momentumnya akan menuai keuntungan. Ingat bahwa Pemilu dan Pilpress tinggal dalam hitungan bulan lagi. Bendera Bendera Partai yang banyak terpasang dipinggir jalan sedikit banyak mempunyai korelasi dengan issue ini.

Bagaimana Pendapat Anda tentang Penyesuaian Harga BBM?

4 thoughts on “BBM turun := Setujukah anda?

  1. BBM mw turun???

    kyknya kurang sepakat deh….

    soalnya kalo’ harga BBM turun, org2 jd lebih mudah mw buang2 BBM seenaknya aja!!!

    terus permintaan akan BBM akan bertambah lebih banyak daripada biasanya!!! kalo’ permintaan byk tidak diimbangi dg ketersediaan yg ada, maka BBM akan jadi langka dan kembali naik lagi harganya!!! Bahkan ada kemungkinan bisa naik menjadi 2 atau 3x lipat lebih mahal!!!

    Tapi kalo’ mau tahu lebih detil, monggo tanya sm ahli ekonomi ajjahhhh…. kulo cuman berpendapat mawon… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s