Iklan Antibiotik di Apotek

Saya bingung sendiri untuk memberikan judul yang komunikatif untuk tulisan saya kali ini. Intinya saya ingin menceritakan apa yang saya lihat terjadi pada kemarin sore di  Apotek Bang*n. Salah satu Apotek di kota kecamatan Playen.

Apa yang membuat saya heran sekaligus tidak habis mengerti adalah si mbak – mbak apoteker menawarkan Antibiotik pada seorang ibu – ibu setengah baya yang sedang membeli suatu obat. Mendapatkan tawaran antibiotik, si Ibu setengah baya itu nampak bingung. Lalu si mbak apoteker menanyai ibu itu apakah tubuhnya terasa “gembreges“. Si ibu setengah baya menjawab “iya”. Apoteker bilang itu artinya ibu perlu Antibiotik. Baca lebih lanjut

“Aq” Kata Baru Dalam Bahasa Indonesia

Pernah dapat SMS atau email yang didalamnya ada kata “Aq”? Saya tidak ingat persis kapan persisnya pertama kali membaca kata “Aq” dalam kalimat berbahasa Indonesia. Akhir-akhir ini saya semakin sering mendapatkan kata “Aq” dalam setiap pesan elektronik yang saya terima.

Saya tahu maksud kata “Aq” bisa dipandankan dengan kata baku “Aku” dalam bahasa Indonesia yang telah saya kenal sejak duduk di bangku Sekolah Dasar. Tetapi perubahan kata “Aku” menjadi “aq” bagi saya yang bukan ahli bahasa bukan sesuatu yang mudah dimengerti. Yang saya tahu beberapa tahun belakangan ini nampaknya (hampir) semua orang bisa mengerti maksud dan menerima kata “Aq”. Baca lebih lanjut

Ramadhan, Jalan – Jalan Sehabis Subuh

Orang – orang di desa dimana aku tinggal tidak mengenal Ngabuburit. Kalaupun mereka tahu apa itu Ngabuburit , aku kira mereka tahu dari televisi. Bukan kebiasaan para tetangga dan muda – mudi di sini untuk jalan – jalan menghabiskan waktu menjelang buka puasa.

Yang ada, biasanya, anak – anak dan remaja di sini, seusai  berjamaah shalat Subuh di Masjid, mereka menikmati udara segar dengan berjalan kaki. Biasanya ada pula yang sambil iseng menyulut petasan. Biasanya pula komplek sekitar Puslatpur Paliyan sampai Kawasan Konservasi Sumber Daya Alam  Paliyan Bukit Sodong -lah yang paling ramai dengan penikmat pagi Ramadhan itu. Perlu kamu tahu pula komplek ini adalah tempat favorit yang mempertemukan anak – anak dari Desa Grogol, Desa Tahunan, Desa Karang Asem dan Desa Mulusan.

Jam lima lebih, aku tadi bersama Harmanto langsung menuju ke komplek Puslatpur. Bukan berjalan kaki. Aku dan Harmanto membawa motor. Dan membawa Kamera dan Camcorder. Seperti yang aku tulis pada posting terdahulu, aku ingin membuat suatu video tentang Ramadhan. Aku pikir orang – orang yang berjalan – jalan menikmati kesegaran udara di komplek Puslatpur sampai KSDA Paliyan merupakan sesuatu yang tidak boleh dilewatkan dari video Ramadhan yang ingin aku buat.

Semangat hunting footage video ini adalah tekadku yang menyisihkan hawa dingin menggigil di musim kering pagi tadi. Sayang, aku tidak mendapatkan apa yang aku cari. Banyak orang jalan – jalan yang ingin aku rekam tidak terlihat. Aku hanya melihat satu atau dua orang. Paling banyak ada empat orang jalan bareng. itu tentu bukan yang aku inginkan. Sudahlah. Barangkali kali ini mereka lebih menikmati menarik selimut lagi setelah menunaikan shalat Subuh. Udara sedingin pagi tadi mungkin tidak baik bagi kesehatan kebanyakan orang.

Berusaha menghibur diri, aku tadi mengajak Harmanto untuk meneruskan perjalanan menuju ke Kawasan Konservasi Sumber Daya Alam Paliyan, ke Hutan di bukit Sodong. Kalau aku beruntung, di sana aku akan melihat gerombolan kera – kera ekor panjang liar.

Matahari  sudah mulai kelihatan kemerahan ketika aku melewati komplek Pusat Latihan Tempur TNI AD. Lumayan untuk mengurangi gigilan pada tubuhku yang dibawa Harmanto melaju menembus musim dingin dengan motornya. Dari motor yang melaju aku memotret matahari yang nampak mewah kemerahan dengan kamera pada ponsel.

Baca lebih lanjut

Sahur di Social Media, Sepi

Dua atau tiga Ramadhan yang lalu, pada waktu makan sahur sampai menjelang subuh, feed dan timeline social media yang saya ikuti (diantaranya adalah twitter dan facebook) ramai. Bisa dibilang sangat ramai. Apapun, oleh kawan – kawan online saya itu dengan mudah dijadikan bahan update.

Berbeda dengan Ramadhan kali ini, feed dan timeline terlihat sepi. Tinggal ada beberapa kawan saya yang kadang kala masih menyempatkan iseng memposting sesuatu di sela – sela menikmati hidangan santap sahur. Padahal pada Ramadhan kali ini di facebook saya berteman dengan lebih banyak orang. Di twitter -pun saya telah men-follow orang yang berjumlah kira – kira dua kali lipat dibanding yang saya follow pada tahun lalu. Baca lebih lanjut

The Morning Sound

Nah, kalau saya telah berulang kali menceritakan di blog ini, di twitter ataupun di facebook tentang suara – suara yang mengiringi pagi hari di sekitar rumah dimana saya tinggal. Maka untuk membuktikan bahwa cerita saya bukan hoax semata, pada pagi tadi mulai sehabis subuh sampai hampir jam 06:00 wib, dengan peralatan seadanya, saya merekam suara – suara itu.

Dan siang ini saya berhasil membagikan di blog ini. Saya tadi bingung file audio mau di host dimana. Bingung mencoba – coba beberapa layanan, sampai akhirnya oleh mas Ndableg, saya direkomendasikan untuk menggunakan soundcloud. Hitung – hitung sambil menjajal layanan cloud ini.

Baiklah, selamat mendengarkan kicauan burung, suara ayam berkokok, suara sapi melenguh, dan suara jangkrik yang sehari – hari saya dengarkan. 🙂

Pengin Buat Video Ramadhan

Melihat posting foto blog di The Big Picture yang berjudul Ramadhan Begins di http://www.boston.com/bigpicture/2011/08/ramadan_begins.html, saya pun jadi tertarik ingin ikut – ikutan membuatnya. Tapi saya ingin membuatnya dalam versi video. Dan inginnya sih bisa saya upload ke youtube pada pertengahan bulan Ramadhan.

Tapi kemudian saya jadi bertanya – tanya, bukankah bercerita dengan foto itu tidak sama dengan gaya bercerita dengan video. Sampai di sini saya masih sebatas keinginan saja. Saya belum punya ide/gambaran untuk membuat story board nya. Apa saja yang perlu saya tampilkan juga masih bingung untuk menentukan.

Atau begini, saya kemana – mana bawa camcorder. Kemudian saya rekam apa saja yang menurut saya saat itu menarik. Kemudian videonya akan dibuat seperti apa, itu ditentukan pada saat editing. Setelah dirasa mempunyai cukup footage. Nah, kalau kemudian sudah ada ide untuk penambahan adegan yang belum tersedia, baru hunting video. Tanpa Perencanaan seperti ini bukan ide yang baik ya? hehehe

Nah, mumpung juga Ramadhan, akan berlipat – lipat pahala apalagi Anda berkenan untuk bersedekah ide – ide atau barangkali link video di youtube yang menurut anda relevan. Terimakasih

Slamet, Pengusaha Kampung yang Melek Teknologi

Slamet. Saya mengenalnya sebagai pribadi yang tangguh, ulet dan pantang menyerah. Dia adalah salah satu pemuda di desa dimana saya tinggal yang memutuskan untuk tidak merantau. Slamet lebih memilih menjadi juragan bagi dirinya sendiri. Juragan yang memberi manfaat bagi lingkungan tinggalnya.

Kira – kira sudah 10 tahun ia membuka usaha potong rambut di Desa Grogol. Sebagai pengusaha potong rambut satu satunya di desa, tentu warga desa tidak punya pilihan lain untuk merapikan rambutnya agar tampil ganteng ganteng cakep – cakep. Saya bergurau. Tentu saja Slamet mempunyai banyak pesaing. Di jaman yang mana transportasi tidak jadi masalah sekarang ini, orang bisa memilih jasa potong rambut di desa tetangga atau di kecamatan tetangga. Tentu saja sense dan pelayanan Slamet yang membuat ia bisa mengikat banyak pelanggan setia. 😀 Baca lebih lanjut

[Video] Pantai Gesing

Nah, ini adalah video yang saya janjikan pada hari Minggu kemarin itu. Saya tidak kuasa untuk banyak – banyak menambahkan narasi untuk video konyol ini. 😀 Rasanya hanya ingin tertawa – tawa melulu. Ngga apa apa hitung – hitung dari pada mikirin yang engga – engga selama berpuasa Ramadhan. …

Kalau anda berminat untuk berkunjung ke Pantai ini, ini adalah Pantai Gesing. Alamat: Desa Girikarto, kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul, propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Berpuasa Selama 24 Jam

Alhamdulillah. Puasa satu hari terlampaui. Tinggal 29 hari lagi kita berpuasa Ramadhan.

Keberhasilan berpuasa meskipun satu hari, apalagi hari pertama Ramadhan, pantas kita syukuri sebagai kemajuan. Sebagai progress. Bagi saya sendiri puasa yang terberat selama sebulan Ramadhan biasanya memang hari pertama sampai hari kedua atau hari ketiga. Hari keempat dan seterusnya terasa lebih enteng. Karena sudah terbiasa.

Puasa pada hari ini tadi memang tidak bisa dibilang mudah. Meski saya yakin, niat dan tekad yang kuatlah yang akan menjaga puasa kita. Di desa dimana saya tinggal, saat ini merupakan puncak musim kemarau. Hawa sangat panas pada siang hari, udara kering, angin kencang membawa debu. Malam harinya super duper dingin. Jadi harus ekstra hati – hati bagi yang tubuhnya tidak sedang cukup prima. Biasanya, alam yang keras seperti ini membuat orang mudah terkena radang tenggorokan dan flu.

Puasa itu sendiri bisa dipahami dengan menahan hawa nafsu. Baca lebih lanjut

Lampu Mercu Suar Bertenaga Surya di Pantai Gesing

Saya tadi penasaran dengan Lampu Mercu suar yang ada di Pantai Gesing yang terletak di desa Girikarto kecamatan Panggang, kabupaten Gunungkidul. Di kawasan pantai ini belum terlihat ada jaringan listrik PLN. Saya tidak melihat ada kabel kabel penyulang menuju kawasan pantai nelayan ini. Lalu lampu mercu suar itu bisa menyala dengan listrik apa?

Di kawasan pantai yang dipakai untuk pendaratan kapal – kapal nelayan ini berdiri 3 menara suar. Dua menara suar di kanan kiri pantai pendaratan kapal. Satu lagi ada di bukit di sebelah barat pantai. Saya tadi nekad memanjat menara suar yang ada di puncak bukit ini. Tujuan saya sebenarnya adalah untuk melihat panorama pantai dari ketinggian saja. Saya tadi merekam beberapa menit video pantai Gesing ini dan di antaranya dari atas menara suar ini. Saat ini saya belum sempat menyunting video amatir itu. Kapan – kapan kalau sudah sempat akan saya unggah ke youtube dan saya jadikan posting tersendiri di blog ini.

Nah, tadi di puncak suar, secara tidak sengaja saya bisa tahu tentang asal usul listrik yang menghidupi lampu suar ini. Ternyata menggunakan panel surya (solar cell) Baguslah. Mudah – mudahan tidak ada tangan – tangan vandal yang merusak fasilitas umum yang memberi petunjuk arah bagi nelayan ini. Secara pantai pendaratan ikan Pantai Gesing belum lama dibangun.

Panel Surya ( Solar Cell Panel)

Panel Surya ( Solar Cell Panel)

Suar Lamp at Gesing Beach

Suar Lamp at Gesing Beach