Berpuasa Selama 24 Jam

Alhamdulillah. Puasa satu hari terlampaui. Tinggal 29 hari lagi kita berpuasa Ramadhan.

Keberhasilan berpuasa meskipun satu hari, apalagi hari pertama Ramadhan, pantas kita syukuri sebagai kemajuan. Sebagai progress. Bagi saya sendiri puasa yang terberat selama sebulan Ramadhan biasanya memang hari pertama sampai hari kedua atau hari ketiga. Hari keempat dan seterusnya terasa lebih enteng. Karena sudah terbiasa.

Puasa pada hari ini tadi memang tidak bisa dibilang mudah. Meski saya yakin, niat dan tekad yang kuatlah yang akan menjaga puasa kita. Di desa dimana saya tinggal, saat ini merupakan puncak musim kemarau. Hawa sangat panas pada siang hari, udara kering, angin kencang membawa debu. Malam harinya super duper dingin. Jadi harus ekstra hati – hati bagi yang tubuhnya tidak sedang cukup prima. Biasanya, alam yang keras seperti ini membuat orang mudah terkena radang tenggorokan dan flu.

Puasa itu sendiri bisa dipahami dengan menahan hawa nafsu. Mengendalikan hawa nafsu. Bukan melulu nafsu untuk makan dan minum di siang hari. Seyogyanya, puasa itu memang 24 jam. Di antaranya, kita masih harus mengendalikan nafsu kita setiba waktu berbuka puasa. Kita harus bisa mengendalikan nafsu kita agar tidak berlebihan dalam makan dan minum selama berbuka. Mencegah agar tidak memakan makanan yang kurang pas kita konsumsi saat berbuka. Misalnya, bagi saya setelah seharian berpuasa ditengah panas terik, nafsu saya akan sangat susah menolak aneka minuman yang mengandung es. Tapi saya harus cukup kuat iman untuk tidak meminum es. Bagi saya es identik dengan mengundang radang tenggorokan, flu dan malah – malah maag kambuh. Anda pun barangkali punya diet tersendiri. Pengendalian kolesterol, lemak, gula dan lain – lain.

Kalau boleh saya lebih ngelantur lagi. Dulu saya pernah dengar ada seorang ustadz berceramah. Konon salah satu manfaat berpuasa itu untuk mengasah kepekaan sosial kita. Dengan berpuasa kita bisa turut merasakan derita saudara kita yang masih kelaparan.

Ini merupakan Ironi. Kalau dengan berpuasa kita bisa berbagi rasa dengan mereka yang kelaparan. Coba kita lihat menu makan kita untuk makan sahur dan berbuka puasa. Apakah kita menyiapkan makanan yang lebih banyak dan lebih mahal dari menu keseharian kita pada hari – hari biasa. Tidak bisa dipungkiri, selama bulan Ramadhan, permintaan akan bahan makanan dan kebutuhan sehari – hari sangat meningkat. Jika permintaan meningkat akan wajar bila harga – harga pun ikut menaik. Siapa yang akan merasakan derita dari kenaikan ini. Tentu saja saudara – saudara kita yang kurang mampu secara ekonomi.

Alih – alih puasa meningkatkan kepekaan sosial kok malah social ignorant yang tercipta. 😦

Saya menuliskan ini bukan berarti saya bisa berpuasa secara ideal. Berpuasa selama 24 jam. Nafsu balas dendam  saya sudah membara sejak sekitar jam 4. Saya sudah bernafsu membeli kolak dan es buah. Alhamdulillah saya tidak jadi beli es buah dan hanya beli kolak pisang. Setelah makan seporsi jumbo nasi dan sop ayam, saya melahap semangkok kolak pisang, Padahal saya tahu kalau makanan yang terlalu banyak mengandung gula tidak baik dijadikan menu utama berbuka puasa. Sistem pencernaan akan memerlukan energi berlebih untuk memproses gula yang terkandung pada kolak itu.

Mudah – mudahan semakin hari Puasa kita bisa semakin berkualitas. Aamiin

Iklan

3 thoughts on “Berpuasa Selama 24 Jam

  1. eh gara2 terbiasa tadi di kantor, kalo tiap beberapa saat minum air putih utk menyela kesibukan kerjaan, eh kali ini terjadi puasa, beberapa kali ada niat mengambil air putih dan tersadar bahwa ini bulan Ramadhan.

    Anyway, kemaren saya belanja kebutuhan sehari2, maklum masih anak kost, Tapi tetap saja kebutuhan saya seperti hari2 biasanya 😀 hehe Ini masih kekenyangan makan takjil yg disediakan di mushalla kantor 😀

  2. Iya, puasa hari pertama itu berat. Tadi aja saya tergoda ingin pecah. Mual, sakit perut melilit, gak kuat deh pokoknya… Untung aja bisa tahan sampe maghrib. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s