Pemilihan di TPS Grogol VI Karangmojo b

tps4

tps5

tps21

Ini adalah sedikit screen shoot suasana TPS Grogol VI, Karangmojo B, Grogol, Paliyan, Gunungkidul Yogyakarta.

Jalan aspal sampai di depan rumah p dukuh

Nah ini dia perpanjangan jalan aspal di dusun Karangmojo b. Singkat cerita kalau kita akan berurusan dengan bapak dukuh untuk mengurus KTP atau C1 atau sekedar beranjang tandang sana saja tidak lagi perlu khawatir jempol kaki kita terluka karena terantuk batu atau terkena jeblok jeblok lumpur bila sedang musim hujan seperti sekarang. Semoga dengan teraspalnya jalanan setiap kita tidak enggan untuk bertamu ke rumah pak Dukuh.

Peng aspal an dilanjutkan …

Pembangunan peningkatan kualitas sarana jalan desa yang telah dinikmati Masyarakat ds Karangmojo A dan B dan penduduk dusun dusun sekitarnya selama kurang lebih setahun, pembangunan jalanan aspal dari pertigaan Bp Waryadi ke barat yang saat ini sepanjang sampai depan rumah Bp Jodo dalam waktu dekat dipastikan dilanjutkan. Menurut keterangan dari pejabat setempat, jalan beraspal akan diperpanjang untuk sementara sejarak 200 m sampai di depan kediaman Bp Adiwono untuk kemudian di masa pembangunan selanjutnya diteruskan melingkar melalui ds Senedi dan ds Tungu.

Tumpukan material berupa batuan keras, koral dan pasir saat ini telah memenuhi sisi kanan kiri jalan dan untuk sementara lalu lintas menuju ds Senedi di alihkan melalui jalur selatan.

Pembangunan yang menelan anggaran sebanyak Rp 47 juta, dengan rincian Rp 45 juta dana bantuan dan Rp 2 juta merupakan swadaya masyarakat yang didapat dengan iuran sejumlah Rp 25.ooo,-/KK angka kira kira.

Semoga pembangunan jalan ini mengantarkan semua masyarakat menuju masa depan yang lebih baik.

Listrik mati bikin gatal gatal dan pusing pusing

Bagaimana terasa kehidupan tanpa cukup pasokan listrik? Ya seperti baru saja terjadi power down sejak hari menjelang siang sampai jam sembilan malam ini. Tubuh terasa gatal gatal karena tanpa perlindungan alat pengusir nyamuk. Mood tidak mendapatkan cukup pemacu dari alunan suara musik. Makan takut kalau kalau keselek dan semua ruangan terasa pengap dengan lampu minyak yang tidak handal.

Sebenarnya seharian ini saya berniat untuk membaca buku, tapi karena buku dan dokumen dokumen tersebut dalam format e book, maka ya apa daya selain menunda. Kemudahan teknologi telah memanjakan. Dan karena kemanjaan kenalah batunya.

Kemajuan teknologi telah terbukti membawa perubahan kebiasaan. Dan kadang membuat efek sampingan berupa gatal gatal gigitan nyamuk dan pusing kepala karena pencapaian sasaran tidak menemukan saluran ketika listrik sedang down.

Karena ini musim aliran listrik tidak handal karena banyak gangguan karena musim penghujan dan keterbatasan teknisi PLN dalam penanganan gangguan teknis ya mesti secara pribadi melakukan pencegahan dan alternatif pengurangan dampak gangguan. Seperti charging batt setiap saat tidak boleh kelupaan dan menggunakan krim pengusir nyamuk semacam soffel dan autan. Juga jangan lupa bahwa minyak tanah itu susah didapat di warung Pak Tukir dan kadang berharga mahal.

Gempa Bumi

Siang ini, ketika jam di Laptop saya menunjukan pukul 14:06 WIB, saya dan bapak dikagetkan oleh goncangan gempa bumi dengan intensitas cukup kuat. Bukan hanya kami saja yang sedikit kaget dan panik, orang orang tetangga juga. Bahkan ada beberapa orang yang menabuh kentongan sebagai peringatan untuk mewaspadai datangnya bencana alam.

Sampai  menulis posting ini, saya belum bisa mengetahui dimana sumber gempa terjadi tetapi ketika saya sempat menghubungi seorang teman di kota Jogja via YM, ternyata disana juga terjadi gempa dengan intensitas yang membuat orang orang berhamburan keluar bangunan rumah. Pun demikian belum terdengar oleh saya adanya korban jiwa atau harta benda. Dan saya memang tidak ingin mendengar kabar yang ini terjadi.

Sebagai orang yang tinggal di daerah yang pernah diluluh lantakan oleh gempa bumi pada beberapa tahun yang lalu, tentu saja langkah waspada dan was was lah yang menjadi tindakan antisipatif semua orang disini termasuk saaya dan keluarga.

Kami semua berdoa semoga Gempa Bumi atau Bencana apapun bukanlah merupakan tabuhan gong penutup tahunan 2008. Amiiim

PS :

Posting ini akan saya update sewaktu waktu …

Arti Penurunan BBM Bersubsidi?

Bertepatan dengan hari ke 11 sejak harga BBM bersubsidi khususnya Bensin secara resmi diturunkan menjadi Rp 5.500,- per liter oleh Pemerintahan Presiden Susilo BAMBANG, pagi ini saya berangkat ke Tempat Kerja menggunakan Jasa Angkutan Umum seperti biasanya ketika Harga Bensin Bersubsidi berharga Rp 6.000,-. Saya membayarkan ongkos yang sama seperti ketika belum ada penurunan Harga BBM. Memang, saya tidak (mungkin belum)  mendengar atau membaca perihal tentang Penurunan Tarif Angkutan khususnya Angkudes sebagai alat transportasi publik utama di Gunungkidul. Merupakan sebuah Fakta yang susah untuk dipahami seorang Jelata seperti saya, ketika dulu, menjelang kenaikan Harga BBM, harga harga sudah lebih dulu naik membumbung termasuk tarif Angkutan Umum tetapi setelah hari ke 11 penurunan Harga BBM tidak serta merta diikuti oleh Penurunan Tarif Angkutan Umum. Kalau Tarif Angkutan Umum saja yang komponen produksi utamanya adalah Bensin tidak terjadi penyesuaian ( –baca : penurunan) tarif maka tentu saja harga harga produk lain.

Menurut gambaran seorang awam, penurunan biaya pada komponen produksi akan mempunyai dampak ikutan terhadapa harga produk di tingkat komsumen. Sebelumnya banyak pihak berharap bahwa dengan penurunan harga bensin akan berefek karambol dengan keterjangkauan harga produk di tingkat masyarakat kebanyakan, inflasi yang terkendali, peningkatan daya pemenuhan kebutuhan masyarakat dan di tingkat paling hilir adalah kehidupan masyarakat Indonesia umumnya menjadi lebih sejahtera. Namun demikian ketika banyak dihadapkan dengan fakta di lapangan, terutama saya, belum mampu merasakan dampak kemudahan karena penurunan Harga Bensin Bersubsidi dan baru kemudian saya mengetahui bahwa hitung hitungan sederhana dan gambaran seorang awam seperti saya tidak bisa segera berlaku.

Penurunan Harga BBM yang baru terjadi pertama kali seumur hidup saya dan konon juga merupakan sebuah catatan baru yang dituliskan oleh Pemerintah dalam buku tek sejarah Negeri Indonesia. Pertama kali, karena mungkin akan ada penurunan ke dua karena menurut Presiden bukan tidak mungkin harga BBM Bersubsidi masih bisa diturunkan lagi dimasa yang akan datang. Mungkin tergantung kePERLUanya juga. Kalau memang Penurunan Harga BBM berkorelasi dan benar benar dapat dirasakan pada tingkat kesejahteraan masyarakat kebanyakan (baca : hamba jelata miskin, seperti saya), pasti sebagian banyak orang akan setuju.

Bila pemerintah mempunyai otak otak cerdas dari para ahli ekonomi (dan politik) yang bertugas membuat rekomendasi dan menggambarkan grafik pertumbuhan ekonomi nasional maka jelata seperti saya hanya bisa mengukur dampak penurunan harga BBM Bersubsidi dengan merasakan penurunan Tarif Angkutan, penurunan harga deterjen, penurunan harga daging dan telur,  ketersediaan pupuk di masyarakat petani, dll. Apabila dari hal hal di sekitar tersebut tidak memperlihatkan dampak positif pernurunan BBM Bersubsidi, tentu akan tidak segan segan bertanya, sesungguhnya siapa yang paling diuntungkan dengan penurunan Harga BBM Bersubsidi.

Dan bila semua orang enggan untuk memberi jawaban maka saya akan menunggu sampai waktu yang memberi jawab.

10 ekor kambing 2 lembu

Saya menebak [walau tidak berani bertaruh] bahwa pada hari ini ada deretan panjang antrian sapi dan kambing di pintu kemulyaan milik Allah dimana binatang binatang tersebut adalah berarak arakan hewan hewan kurban yang muncul dari keikhasan yang bersemi di hati muslimin dan muslimah semaya pada. Termasuk dalam antrian,  Insya Allah adalah juga 10 ekor kambing dan 2 ekor lembu yang tadi pagi sisa hidupnya berakhir di tangan Bapak Suradi [dalam foto berikut adalah beliau yang perpose dengan pedang jagal nya]sang  algojo –the butcher– dalam rangkaian penyembelihan hewan korban di Masjid At Taqwa dusun Karangmojo B desa Grogol kecamatan Paliyan. Gema Takbir yang berkumandang mengiringi semangat berkorban niscaya merupakan indikasi keikhlasan itu.

Dari Qurban @ At Taqwa
Dari Qurban @ At Taqwa
Dari Qurban @ At Taqwa

Klik disini untuk Foto Lebih Banyak Qurban @ Karangmojo B

10 ekor kambing dan 2 lembu adalah angka yang besar menurut saya –kami– bagi dusun/ jamaah masjid yang berpenghuni kurang dari 90 KK. Betapa ketika 15 tahun yang lalu saya menyaksikan dengan kecemburuan karena ada dusun lain yang sudah mampu mengorbankan lebih dari 20 ekor kambing sedangkan di Masjid At Taqwa masih dengan cermat membagi daging dari 3 atau 4 ekor kambing. Walaupun terlepas dari sedikit dan banyak daging pembagian tetap harus disyukuri dengan perjuangan dan azham sehingga sampailah pada jaman dimana kitapun bisa berkorban. Semoga di tahun tahun mendatang juga demikian bahkan lebih baik lagi.

Ada kata kata sontoloyo yang saya suka “Budayakan Berkorban tetapi JANGAN menjadikan Mengorbankan Orang Lain sebagai BUDAYA”. Siapa yang tidak setuju kalau daging kambing [gratis] itu NikMaT?

PS :

Yang tidak setuju pasti mereka mereka yang menderita tekanan darah tinggi dan sebangsanya

Photo Trip Gagaan – Plape – Glempeng

Ngagaan

Ngagaan

Nggagaan 02

Nggagaan 02

Baca lebih lanjut

Jalanku tidak becek lagi

Jalan ber^Cor Blok^

Jalan ber^Cor Blok^

Sudah biasa sekali apabila di musim penghujan seperti sekarang, jalan dari gubug kediaman saya ke jalan aspal –jalan raya– becek dan tergenang air berlumpur. Sepatu yang saya pakai pasti merasa terkorbankan demi kenyamanan telapak kaki. Korban kedua tentu adalah penampilan saya. Orang – orang dan teman teman pasti bisa memaafkan apabila terpaksa saya temui dengan style yang natural (baca : serba basah, becek dan sedikit lumpur tersisa) Tapi percayalah semua yang menempel disepatu atau mungkin sedikit dicelana bukanlah limbah non organik berbahaya.

Spesial untuk Musim ini, ceritanya sudah berbeda. Sepanjang jalan dari Gubug *Bahagia* saya, ke jalan raya sudah bercor blok rapi. Pemerintah desa telah membangun khusus untuk saya , mungkin dengan proyek yang dibiayai oleh PPK -Program Pengembangan Kecamatan- atau PNPM Mandiri -Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat- Mandiri seperti yang diiklankan di TV. Sekarang saatnya saya sey gut bai untuk becek dan lumpur yang pernah menjadi sahabat setia sehidup semati sepatu saya.

Sekarang saatnya kaki dan diri ini melangkah menapaki jalan menuju masa depan yang lebih baik. SEMANGAT PAGI. duuuuniaaaaaa

Internet : Wilayah Politik Baru

Barack Obama

Barack Obama

Peranan Internet bagi kemenangan Barack Obama atas John Mc Chain pada Pemilu di United States yang dilangsungkan kemarin, Rabu, 5 November 2008 waktu Indonesia merupakan tonggak sejarah terbuktinya pergeseran pengaruh politik ke dunia baru. Dunia Maya. Sebuah planet dimana sebagian besar inhabitant nya merupakan kaum muda dan kaum terpelajar. Dan tentu saja diperlukan cara – cara dan bahasa baru untuk berkomunikasi dengan mereka. Silahkan baca disini dan disini. Keseriusan dan Keberhasilan Tim Kampanye Obama dalam menggalang dana, dukungan dan Suara telah mengantarkan si Kulit Hitam ini menjadi Presiden Amerika Pertama non Kulit Putih. Wilayah baru, cara berpolitik baru, cara berkampanye baru dan dilengkapi dengan Presiden Baru. Seorang Barack Obama.

Sepanjang Perjalanan saya dari rumah ke sawah tempat mencari makan, beberapa Minggu belakangan ini sudah berdekorasikan Bendera beraneka warna. Bendera Bendera Parpol kontenstan yang akan berlaga pada Pemilu 2009 mendatang, Pemilihan Wakil Rakyat dan Pemilihan Pemegang Kursi R I SATU. Lebih dari sekedar jalanan yang berhiaskan warna warni Pelangi, banyak Caleg yang sudah mencuri curi start berkampanye dengan memanfaatkan berbagai momen dan event. Dalam bayangan Para Penjual Partai dan Figur Caleg di pasar pasar tradisional ala Indonesia, penggalangan masa dan bagi bagi rejeki masih dianggap cara yang ampuh supaya dagangan mereka laris manis.

Berbeda dengan Calo nya Obama yang menggarap pasar secara intelektual, memperlakukan konstituen sebagai makhluk ber neokorteks, nampaknya para jurkam ala negeri Roro Jonggrang ini lebih melihat pangsa pasar mereka di dominasi primata ber limbik kongkret yang bisa secara emosional memberikan apa yang mereka punya, mengikuti arus mayoritas yang gayeng regeng. Konstituen juga perlakukan tidak lebih dari primata yang butuh makan sehingga perlu dibagi bagikan sembako kepada mereka. Kalau di AS para pendukung menyumbang dana Kampanye kepada Kandidat Pilihan mereka, bukan menjadi rahasia kalau di negeri serba semalam ini, orang atau sekelompok orang lebih suka meminta sejumlah uang sebagai pengganti suara yang akan mereka berikan atau menghendaki jalan ke komplek mereka di aspal atau kompensasi fasilitas lain untuk dipertukarkan.

Berbeda dengan Amerika yang lebih dari 74% masyarakatnya melek dan menggunakan internet, teledensitas masyarakat internet indonesia yang baru 89 per 1000 [ data saya baca dari sini ], memang bukanlah suatu lahan subur untuk digarap. Tetapi berdasarkan grafik pertumbuhan yang menukik serta kecenderungan global, suatu saat nanti Indonesia juga akan memasuki babak dan wilayah baru dalam politik. Atau bisa jadi dalam semalam Bandung Bondowoso bisa memindahkan Panggung Politik Nasional dari pasar dan lapangan ke Gelanggang Media Informasi dan Internet. Sepertinya tidak ada yang tidak mungkin terjadi di Indonesia.

Baca lebih lanjut