Internet : Wilayah Politik Baru

Barack Obama

Barack Obama

Peranan Internet bagi kemenangan Barack Obama atas John Mc Chain pada Pemilu di United States yang dilangsungkan kemarin, Rabu, 5 November 2008 waktu Indonesia merupakan tonggak sejarah terbuktinya pergeseran pengaruh politik ke dunia baru. Dunia Maya. Sebuah planet dimana sebagian besar inhabitant nya merupakan kaum muda dan kaum terpelajar. Dan tentu saja diperlukan cara – cara dan bahasa baru untuk berkomunikasi dengan mereka. Silahkan baca disini dan disini. Keseriusan dan Keberhasilan Tim Kampanye Obama dalam menggalang dana, dukungan dan Suara telah mengantarkan si Kulit Hitam ini menjadi Presiden Amerika Pertama non Kulit Putih. Wilayah baru, cara berpolitik baru, cara berkampanye baru dan dilengkapi dengan Presiden Baru. Seorang Barack Obama.

Sepanjang Perjalanan saya dari rumah ke sawah tempat mencari makan, beberapa Minggu belakangan ini sudah berdekorasikan Bendera beraneka warna. Bendera Bendera Parpol kontenstan yang akan berlaga pada Pemilu 2009 mendatang, Pemilihan Wakil Rakyat dan Pemilihan Pemegang Kursi R I SATU. Lebih dari sekedar jalanan yang berhiaskan warna warni Pelangi, banyak Caleg yang sudah mencuri curi start berkampanye dengan memanfaatkan berbagai momen dan event. Dalam bayangan Para Penjual Partai dan Figur Caleg di pasar pasar tradisional ala Indonesia, penggalangan masa dan bagi bagi rejeki masih dianggap cara yang ampuh supaya dagangan mereka laris manis.

Berbeda dengan Calo nya Obama yang menggarap pasar secara intelektual, memperlakukan konstituen sebagai makhluk ber neokorteks, nampaknya para jurkam ala negeri Roro Jonggrang ini lebih melihat pangsa pasar mereka di dominasi primata ber limbik kongkret yang bisa secara emosional memberikan apa yang mereka punya, mengikuti arus mayoritas yang gayeng regeng. Konstituen juga perlakukan tidak lebih dari primata yang butuh makan sehingga perlu dibagi bagikan sembako kepada mereka. Kalau di AS para pendukung menyumbang dana Kampanye kepada Kandidat Pilihan mereka, bukan menjadi rahasia kalau di negeri serba semalam ini, orang atau sekelompok orang lebih suka meminta sejumlah uang sebagai pengganti suara yang akan mereka berikan atau menghendaki jalan ke komplek mereka di aspal atau kompensasi fasilitas lain untuk dipertukarkan.

Berbeda dengan Amerika yang lebih dari 74% masyarakatnya melek dan menggunakan internet, teledensitas masyarakat internet indonesia yang baru 89 per 1000 [ data saya baca dari sini ], memang bukanlah suatu lahan subur untuk digarap. Tetapi berdasarkan grafik pertumbuhan yang menukik serta kecenderungan global, suatu saat nanti Indonesia juga akan memasuki babak dan wilayah baru dalam politik. Atau bisa jadi dalam semalam Bandung Bondowoso bisa memindahkan Panggung Politik Nasional dari pasar dan lapangan ke Gelanggang Media Informasi dan Internet. Sepertinya tidak ada yang tidak mungkin terjadi di Indonesia.

Memindahkan panggung kampanye ke Media Informasi dan Internet dari sebelumnya di pasar pasar, jalanan dan lapangan yang panasnya membuat sakit kepala tentu akan membuat lebih banyak orang yang lebih sehat. Dan pergerakan pola pikir masyarakat yang lebih meninggikan rasio ketimbang secara membuta  mengimani sesuatu [ blind faith ] atau cinta buta atau apapun istilahnya –saya tidak tahu banyak istilah istilah dalam dunia politik karena saya datang secara tidak sengaja dari dunia mimpi. Hanya saja -dalam bayangan saya- dengan pemanfaatan media baik itu internet, media televisi, radio dan media elektronik publik lainya, pasti pemuda pemudi tidak akan lagi harus mengakhiri masa depan mereka karena kecelakaan lalu lintas dalam berkonvoi kampanye, para jelata yang tidak tahu menahu tentang ujung pangkal PEMILU yang terluka atau tewas karena tawuran atas nama Parta Politik.

Kalau selama masa kampanye yang kuno, selama dan selepas masa kampanye, ibu pertiwi ini begitu ternodai dengan polusi berupa kertas dan sampah dan zat polutan lain. Karena konon leaflet, brosur dan bendera dan tiang tiang bambu penyangga bendara merupakan alat pendulang suara. Berapa banyak bumi ini akan kehilangan pohonya untuk ditebang dan dicetak menjadi kertas media tukar suara dan batang bambu yang harus dimutilasi untuk tiang bendera yang kadang berfungsi ganda sebagai pentungan alat tawuran.

Saya tidak tahu persis bagaimana pedagang dan pengais suara ini berusaha mendapatkan dulangan suara emas mereka. Hanya saja Kemenaganan Barack Obama dengan cara – cara modern dan rasional sepantasnya menjadi pelajaran bagi saya [ bukan orang lain]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s