Ingin Bercerita tentang Kambing beranak Empat

Beberapa hari yang lalu, seekor induk dikandang milik simbok saya melahirkan 4 ekor anakan kambing yang mungil – mungil. Dari ke empatnya, salah satu, harus ikhlas rela menerima kenyataan setelah gagal berjuang membujuk nyawa untuk tetap melekat pada jasmani yang mungil. Cacat yang ia bawa sejak lahir  merupakan beban berat yang mesti dipikul sendirian oleh si bayi mungil. Menurut kepercayaan kuno di daerah dimana saya tinggal, ke-naas-an yang menimpa si anak kambing adalah karena seringnya terjadi gempa/lindu saat induk mengandung dan si tuan nya si kambing, simbok, lupa tidak menaburkan abu sebagai tolak bala. Sementara 3 saudaranya wal afiat tidak kurang suatu apa.

Kebanyakan induk kambing mempunyai dua atau satu anak dengan satu kali melahirkan. Mungkin karena secara anatomi, seekor induk kambing mempunyai dua puting susu, dua anakan adalah terbanyak yang bisa dibesarkan si induk dengan baik. Seperti umumnya binatang vertebrata yang lain, kambing – kambing bayi itu mengandalkan sumber nutrisi utama dari ASI (air susu induk) sebelum cukup kuat untuk mencerna jenis makanan berupa dedaunan dan tumbuhan.

Meski saat ini anakan sudah berkurang satu, kapasitas produksi susu si induk masih belum cukup untuk memenuhi demand ketiga belia kambing itu sebagai bekal untuk tumbuh optimal. Andai induk kambing memiliki 4 puting susu. Namun demikian, beruntunglah si anakan anakan kambing itu karena di tuan i oleh simbok saya. Simbok cukup peduli dengan binatang binatang piaraannya. Ia …

Ternyata, mengarang atau menuliskan sesuatu itu tidak mudah. Pantas saja saya sering mendapatkan nilai jelek pada pelajaran Bahasa Indonesia sewaktu studi di Sekolah Menengah.

.

10 ekor kambing 2 lembu

Saya menebak [walau tidak berani bertaruh] bahwa pada hari ini ada deretan panjang antrian sapi dan kambing di pintu kemulyaan milik Allah dimana binatang binatang tersebut adalah berarak arakan hewan hewan kurban yang muncul dari keikhasan yang bersemi di hati muslimin dan muslimah semaya pada. Termasuk dalam antrian,  Insya Allah adalah juga 10 ekor kambing dan 2 ekor lembu yang tadi pagi sisa hidupnya berakhir di tangan Bapak Suradi [dalam foto berikut adalah beliau yang perpose dengan pedang jagal nya]sang  algojo –the butcher– dalam rangkaian penyembelihan hewan korban di Masjid At Taqwa dusun Karangmojo B desa Grogol kecamatan Paliyan. Gema Takbir yang berkumandang mengiringi semangat berkorban niscaya merupakan indikasi keikhlasan itu.

Dari Qurban @ At Taqwa
Dari Qurban @ At Taqwa
Dari Qurban @ At Taqwa

Klik disini untuk Foto Lebih Banyak Qurban @ Karangmojo B

10 ekor kambing dan 2 lembu adalah angka yang besar menurut saya –kami– bagi dusun/ jamaah masjid yang berpenghuni kurang dari 90 KK. Betapa ketika 15 tahun yang lalu saya menyaksikan dengan kecemburuan karena ada dusun lain yang sudah mampu mengorbankan lebih dari 20 ekor kambing sedangkan di Masjid At Taqwa masih dengan cermat membagi daging dari 3 atau 4 ekor kambing. Walaupun terlepas dari sedikit dan banyak daging pembagian tetap harus disyukuri dengan perjuangan dan azham sehingga sampailah pada jaman dimana kitapun bisa berkorban. Semoga di tahun tahun mendatang juga demikian bahkan lebih baik lagi.

Ada kata kata sontoloyo yang saya suka “Budayakan Berkorban tetapi JANGAN menjadikan Mengorbankan Orang Lain sebagai BUDAYA”. Siapa yang tidak setuju kalau daging kambing [gratis] itu NikMaT?

PS :

Yang tidak setuju pasti mereka mereka yang menderita tekanan darah tinggi dan sebangsanya