Geo-tagging pada Photo kini Penting

Me?

Me?

Saya mempunyai ribuan, atau puluhan ribu koleksi foto yang saya simpan dalam beberapa harddisk. Koleksi  yang saya kumpulkan dari sekitar tahun 2002 itu terus bertambah sampai sekarang. Foto – foto yang saya jepret dengan bermacam – macam camera, baik camera pinjaman maupun camera saya sendiri. Ada foto – foto yang saya jepret dengan Camera DSLR, Pocket Camera dan kebanyakan memang dijepret dengan Camera pada ponsel. Tahu sendiri, saya sangat suka dengan foto – foto candid.

Bagi saya, foto – foto merupakan rekaman hidup. Kehidupan narsisme saya sendiri, kehidupan sosial dimana saya tinggal dan berinteraksi, dan sebenarnya adalah kehidupan dari ide – ide saya. Karena apapun foto yang saya jepret, pasti ada ide dibelakang kenapa suatu obyek harus difoto. Foto yang saya ambil adalah gambaran dari angel seperti apa pikiran saya memahami sebuah peristiwa. Seberapa miring pikiran saya dibanding standard orang kebanyakan. Baca lebih lanjut

Selamat Hari Pendidikan Nasional

Beberapa waktu yang lalu, barangkali sudah beberapa tahun berselang, seorang teman saya dengan berapi – api mangatakan kalau kita bisa kaya tanpa perlu sekolah. Sekolah tidak membawa ke suatu tempat yang berlimpah uang. Dia menunjuk kejelekan dan kekurangan sistem pendidikan dan sekolah yang bagai sampah yang terus menggunung. Teman saya yang berprofesi sebagai guru kewirausahaan di suatu SMK itu rupanya baru selesai membaca buku If You Want to be Rich and Happy: Don’t Go to School yang ditulis Robert T Kiyosaki. Entah seperti apa isi buku itu. Saya pun belum pernah membaca meski telah lama dengar tentang buku itu.

“Memang tujuan Pendidikan dan Sekolah kita itu untuk menjadi kaya?” tanya saya. Padahal saya juga tidak tahu tujuan Pendidikan Nasional itu apa. hihihi. Memang apa sih? Rasanya hanya aneh saja kalau manjadi tajir itu sangat penting sekali bagi kebesaran, kewibawaan dan kebanggaan berbangsa Indonesia. Sehingga keberhasilan pendidikan diukur dari kemampuan sekolah menghasilkan alumni yang kaya raya.

Posting saya kali ini karena tergelitik tadi dari dalam angkot saya melihat spanduk di depan Sekolah Dasar Plembutan bertuliskan “Pendidikan Karakter sebagai Pilar Kebangkitan Bangsa” Setelah googling, rupanya inilah tema Hari Pendidikan Nasional tahun ini. Sedangkan tujuan pendidikan nasional bisa dibaca di sini

Dan pada tanggal 2 Mei 2011 ini adalah untuk pertama kali saya membaca Tujuan Pendidikan Nasional 😉 yah! Tujuan Pendidikan adalah character building. Selamat Hari Pendidikan Nasional 2011.

Berinternet Ala Orang Aneh

Apakah beberapa tahun belakangan ini internet Indonesia lebih sepi pada akhir pekan dan hari libur. Kalau dilihat dari seberapa banyak teman saya yang online baik di Yahoo Messenger, Gtalk, Facebook memang benar. Orang – orang yang kelihatan online hanya beberapa saja. Itu pun kebanyakan online dari perangkat bergerak mereka. Trafik blog saya ini pun menurun tajam pada akhir pekan. Terlebih pada long weekend.

Beda banget dengan apa yang saya alami pada sekitar tahun 2000-an. Terlebih tahun 1999-an ke belakang. Saat itu saya sering kali menghabiskan akhir pekan ke warnet. Maklum, internet pada saat itu belum cukup terjangkau bagi pelanggan rumahan. Browsing, Email-ing, Chatting Y!M (atau malah IRC) adalah hiburan yang saya dinikmati pada jamannya. Koneksi lemot dan ruangan warnet yang sumpek belum jadi masalah saya saat itu. Enjoy aja 😀

Kegemaran berinternet pada akhir pekan dan hari liburan saya dulu itu bukan karena saya mengidap kelainan. Online diakhir pekan malah gaya pada jaman itu. Buktinya, saya menemukan banyak teman chating. Tidak sedikit dari mereka yang tetap jadi teman sampai sekarang. Jaman dulu itu kalau chating pada hari kerja malah temannya hanya sedikit.

Kini orang yang duduk seharian di depan internet di akhir pekanlah yang “tidak biasa”. Kalau bukan workaholic, sysadmin, penjaga warnet, apa lagi? Pasti dia adalah “orang aneh”. Termasuk penulis posting ini. hihihi

Posted with WordPress for BlackBerry via Telkomsel Network

Harian Jogja Express Gunungkidul, Semoga Masyarakat Makin Melek Media

Harian Jogja Express Gunungkidul Edisi 28 April 2011

Harian Jogja Express Gunungkidul Edisi 28 April 2011

Koran Harian Jogja Express Gunungkidul yang saya beli kemarinnya kemarin, edisi Kamis 28 April 2011 baru saya baca kemarin. Dan sekarang saya menuliskan review-nya di sini. 😀

Merupakan Koran Harian Jogja Express Gunungkidul kedua yang saya beli. Pertama kali saya membeli edisi 21 April 2011. Tumben – tumbenan saya membeli koran cetak. Biasanya saya mengandalkan media berita online dan sosial media.

Sebenarnya yang menarik bagi saya adalah kata ‘Gunungkidul‘ yang menjadi bagian dari nama koran ini. Harapannya rubrik – rubrik dari koran ini berisi berita – berita seputar kabupaten Gunungkidul. Mengingat, menurut saya, banyak hal yang terjadi di kab. Gunungkidul yang masih kurang tereskpos oleh media. Baca lebih lanjut

Unity vs Gnome 3

Unity on Natty NarwhalSaya merasa canggung dengan Unity Desktop Manager yang dibawa secara default oleh instalasi Ubuntu 11.04 Natty Narwhal. Beberapa hari menggunakan tetaplah belum cukup bagi saya untuk menemukan kepraktisan “to the point” yang dulu dibawa oleh Gnome 2.32 pada Ubuntu 10.10. Memang Unity membawa fitur yang saya impi – impikan, yaitu instant search file dan instant search program untuk bisa lebih cepat menemukan apa yang saya cari daripada satu demi satu menelisik hiearki folder. Baca lebih lanjut

Dropbox, Masih Perlu FlashDisk?

Beberapa hari yang lalu di timeline twitter, dua orang teman saya Riyogarta dan Ndableg memperbincangkan tentang masih relevankah keberadaan media penyimpan file portable seperti flashdisk ditengah era layanan  penyimpanan dalam jaringan (cloud storage) dan semakin luasnya jangkauan jaringan internet wireless. Kelak katanya cloud storage akan menghilangkan pusing – pusing saya bila kejadian flash disk tercecer atau mati tiba – tiba.

Seketika bincang – bincang itu berlangsung, saya mencoba registrasi ke dropbox.com yang fitur – fitur canggih dan gratisan dengan quota sebesar  2 giga mempesona mas Riyogarta. Tentu saja dropbox menerapkan charge untuk storage space yang lebih gede. Mengagetkanya, email dan password yang saya masukan pada form registrasi mengarahkan saya ke folder dan file – file yang sudah saya upload ke dropbox yang ditera 2 tahun yang lalu. Berarti sudah sejak lama saya punya account dropbox tapi terlupakan. (doh) Baca lebih lanjut

Menyembunyikan Comment Activity di Facebook

Apa yang paling menyebalkan buat saya ketika membuka facebook adalah tag – tag ke foto tidak jelas bermaksud menawarkan barang – barang dagangan mereka (1), tag – tag tidak jelas ke foto – foto atau tulisan  lucu/aneh yang mereka copy paste dari internet padahal foto/tulisan lelucon mereka itu sudah kadaluwarsa dan sudah saya baca setahun bahkan 4 tahun yang lalu 😦 (2) dan terakhir adalah comment activity (3). Masa, aktifitas saya mengomentari foto/status/note orang lain pakai dipajang – pajang di wall.

Untuk masalah (1) dan (2), solusinya adalah dengan me-remove satu demi satu dari tag – tag itu. Melelahkan sebenarnya. Kalau tag itu sudah keterlaluan dan berasal dari temannya teman saya. Pasti tukang tag itu akan segera saya block dan report as spam. Kejam, biar saja. Untuk masalah yang ke (3), rupanya Facebook sudah memberi solusi. Solusi ini ditawarkan saya ketika tadi saya iseng removing Comment Activity di Wall saya berupa:

Desa Grogol : Pajak Bumi dan Bangunan Bermasalah

Di desa dimana saya tinggal, desa Grogol kecamatan Paliyan kabupaten Gunungkidul , bapak saya mempunyai 5 petak tanah. Kelima petak tanah itu merupakan pemberian dari orang tua bapak dan orangtua simbok. Kelima petak tanah itupun sudah bersertifikat sejak beberapa tahun yang lalu ketika ada pensertifikatan tanah secara masal.

Anehnya dari kelima petak tanah milik dan bersertifikat atas nama bapak saya itu, hanya dua yang keluar “kohir” atau lembar pajaknya. –tentu saja pajak yang lebih sedikit dari yang seharusnya ini bukanlah karena saya mempunyai kedekatan dengan Gayus Tambunan– 😀 Dalam lembar pajak yang dibagikan oleh Pemerintah Desa Grogol melalui ketua RT itupun, nama wajib pajak masih kakek – kakek saya. Bukan atas nama Bapak.

Sebagai orang tua yang ogah ambil pusing, simbok sayapun segera melunasi pembayaran Pajak Bumi itu melalui ketua RT. Dan barangkali karena nominal pajaknya kecil, pak RT yang sekaligus pakdhe saya itu tidak dibekali oleh tanda terima oleh pejabat diatasnya yang memberikan tugas pengumpulan uang Pajak Bumi dan Bangunan. Baca lebih lanjut

Install Ubuntu 11.04 Natty Narwhal beta 2

Natty Narwhall with Unity Desktop Manager

Natty Narwhall with Unity Desktop Manager

Itulah tampilan Ubuntu 11.04 Natty Narwhal beta 2. Yang final release akan jatuh pada akhir bulan ini. Atau paling lambat pada awal sekali bulan Mei. Saya tidak cukup sabar untuk menunggu versi release yang tinggal beberapa hari. Dan ta da … sekarang saya menulis posting dari Natty Narwhal beta 2. Baca lebih lanjut

RM Padang Siyono – Gunungkidul, Ramah Murah Meriah

Menu Murah Meriah RM Padang Giwangan

Menu Murah Meriah RM Padang Giwangan

“Dimana – mana orang Indonesia pengin makan, yang dicari pasti masakan padang” kata Gayus Tambunan ketika dipulangkan dari pelariannya di Singapura oleh Denny Indrayana dan Mas Ahmad Sentosa.

Saya tidak sedang ingin mengobrol tentang pat gulipat mafia pajak Gayus Tambunan yang penuh kebohongan sulit dipercaya itu. Barangkali satu – satunya ucapan Gayus yang bisa dipercaya hanya yang saya kutip di atas. Susah untuk menyangkal kalau kebanyakan orang Indonesia suka masakan Padang. Termasuk saya yang orang Jawa tulen dan tinggal di pelosok Gunungkidul. Kabupaten yang berjarak, barangkali, lebih 1.000 km dari kota Padang. Termasuk orang – orang di lingkungan dimana saya tinggal pun menyukai cita rasa Padang. Buktinya setiap ada Rumah Makan Padang baik di Wonosari maupun kota – kota kecil sekitarnya, umumnya ramai orang makan. Baca lebih lanjut