Dropbox, Masih Perlu FlashDisk?

Beberapa hari yang lalu di timeline twitter, dua orang teman saya Riyogarta dan Ndableg memperbincangkan tentang masih relevankah keberadaan media penyimpan file portable seperti flashdisk ditengah era layanan  penyimpanan dalam jaringan (cloud storage) dan semakin luasnya jangkauan jaringan internet wireless. Kelak katanya cloud storage akan menghilangkan pusing – pusing saya bila kejadian flash disk tercecer atau mati tiba – tiba.

Seketika bincang – bincang itu berlangsung, saya mencoba registrasi ke dropbox.com yang fitur – fitur canggih dan gratisan dengan quota sebesar  2 giga mempesona mas Riyogarta. Tentu saja dropbox menerapkan charge untuk storage space yang lebih gede. Mengagetkanya, email dan password yang saya masukan pada form registrasi mengarahkan saya ke folder dan file – file yang sudah saya upload ke dropbox yang ditera 2 tahun yang lalu. Berarti sudah sejak lama saya punya account dropbox tapi terlupakan. (doh)

Apa yang baru saya lihat dari website dropbox, barangkali dulu saya kelewatan tidak membacanya, adalah dropbox client agent yang mendukung sistem operasi windows, mac, linux, dan beberapa third party apps untuk gadget. Pikir saya, dropbox ini keren sekali.

Pertanyaannya: Cukup amankah dropbox dipakai untuk menyimpan file – file penting kita. Jangan – jangan dropbox men-scan file – file yang kita taruh di sana untuk digunakan sesuai kepentingan mereka. Jangan – jangan dropbox tidak mempunyai fitur security yang bagus sehingga akan banyak intruder yang tanpa ketahuan siapa – siapa mendapatkan akses pada file file di storage mereka. Bahkan bagi seseorang yang paranoid tidak akan percaya begitu saja dengan ISP dan network dari end node kita ke setiap server di internet.

Kalau ada, barangkali cloud storage yang mempunyai server di IIX akan jadi pertimbangan penting, asal mempunyai fitur kurang lebih sama dengan dropbox dan ubuntu one, karena ISP saya sering mencekik bandwidth internasional. 😦

Bahkan saya yang selama ini mengandalkan quota mailbox gmail yang cukup lumayan untuk menyimpan file – file yang akan saya gunakan saat mobile-pun merekomendasikan untuk menggunakan dropbox. Asal hati – hati untuk tidak menaruh file – file yang classified very confidential. 😀

6 komentar di “Dropbox, Masih Perlu FlashDisk?

  1. Kalau untuk perangkat mobile saya sih setuju saja. Tapi kalau untuk PC, hmm…, kecuali mereka menggratiskan 1 – 2 TB, maka berkas saya tidak akan bisa ditampung :D.

  2. Hoooo begitu ya…

    Kalo di luar negeri yang satu kota dapet lingkup wi-fi gratis, saya yakin fungsi dropbox ini sangat berguna sekali. Tapi, di Indonesia… gimana kalo dalam satu spot wi-fi banyak yang pakai? Lambat banget…

  3. tentu masih perlu flashdisk, karena bukan backup namanya kalau cuma mengandalkan satu media/ tempat saja kan? Lagipula cloud juga tidak berarti bebas masalah kan?
    *uhukAWSfailureuhuk*

  4. Banyak yang merekomendasikan dropbox ini sebagai media alternatif untuk menyimpan file/data. Saya malah belum mencobanya. Oke, saya coba inguk dulu, Mas 🙂

    Eh, saya cari-cari mana link menuju kesana?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s