Desa Grogol : Pajak Bumi dan Bangunan Bermasalah

Di desa dimana saya tinggal, desa Grogol kecamatan Paliyan kabupaten Gunungkidul , bapak saya mempunyai 5 petak tanah. Kelima petak tanah itu merupakan pemberian dari orang tua bapak dan orangtua simbok. Kelima petak tanah itupun sudah bersertifikat sejak beberapa tahun yang lalu ketika ada pensertifikatan tanah secara masal.

Anehnya dari kelima petak tanah milik dan bersertifikat atas nama bapak saya itu, hanya dua yang keluar “kohir” atau lembar pajaknya. –tentu saja pajak yang lebih sedikit dari yang seharusnya ini bukanlah karena saya mempunyai kedekatan dengan Gayus Tambunan– 😀 Dalam lembar pajak yang dibagikan oleh Pemerintah Desa Grogol melalui ketua RT itupun, nama wajib pajak masih kakek – kakek saya. Bukan atas nama Bapak.

Sebagai orang tua yang ogah ambil pusing, simbok sayapun segera melunasi pembayaran Pajak Bumi itu melalui ketua RT. Dan barangkali karena nominal pajaknya kecil, pak RT yang sekaligus pakdhe saya itu tidak dibekali oleh tanda terima oleh pejabat diatasnya yang memberikan tugas pengumpulan uang Pajak Bumi dan Bangunan. Baca lebih lanjut