Yang Membosankan Dari Mengedit Video

Ada dua tahapan yang menurut saya membosankan yang harus dilalui saat melakukan video editing.

Pertama adalah capturing. Mentranfer footage video dari camcorder yang bermedia tape. Katakanlah bermedia rekam kaset miniDV atau DVC pro. Waktu yang diperlukan kira – kira sama dengan durasi dari video yang ingin kita capture. Biasanya pada tahap ini saya tidak melulu menunggu saja, tetapi juga mengamati apakah terjadi drop frame. Drop frame memang susah untuk dihindari karena kondisi di medan shooting tidak pernah ideal. hehe

Lhooo bukannya banyak camcorder sekarang yang menggunakan hard disk dan memory card sebagai media penyimpan rekaman. Betul. Tetapi tidak sedikit format video yang dibuat camcorder menggunakan format file video yang compressed. Tidak semua format file video ini bisa langsung dibaca oleh Software video editing. Ada pula yang bisa dibaca tetapi sangat memboroskan tenaga komputasi. Bila ini kejadiannya, biasanya Editor perlu mengkonversi file video itu ke dalam format file yang lebih ramah untuk di-edit. Katakanlah uncompressed avi. Mengkonversi/ mentranscode file perlu waktu lagi. Menunggu … Baca lebih lanjut

Orang Ingin Dimengerti Melulu

I wish I had more patience for this certain category of people: those who want to be understood badly but never learn to understand others. –mpok Sari Safitri Mohan

Indeed, they are everywhere …

Saya kira saya doang yang sering apes dimana – mana ketemu tipe orang macam beginian. Ternyata sampai di Amerika pun mpok Fitri masih ketemu dengan specimen macam begini.

Kenapa sih di dunia ini ada orang yang maunya dimengerti melulu, tapi ogah berusaha mengerti orang lain? Kenapa sih ada orang yang sukanya minta dibantu, tapi pelit buat berderma membantu orang lain.

Kenapa sih orang suka menipu, tetapi ia tidak mau mengizinkan dirinya ditipu orang lain … Lhooooo? hehehe

Presensi Sidik Jari

Presensi sidik jari sejak beberapa tahun belakangan marak ditemui di berbagai instansi, perkantoran dan pabrik. Tujuan penggunaan presensi sidik jari itu jelas. Untuk mendisiplinkan orang-orang kantoran dan orang-orang pabrikan. Setidaknya untuk mendisiplinkan waktu kedatangan dan waktu kepulangan. Biasanya pengambil kebijakan tidak melulu memasang mesin presensi sidik jari. Mereka kemudian memberikan insentif bagi kehadiran dan kepulangan tepat waktu. Dan memberikan sanksi bagi yang tidak disiplin?

Beberapa waktu yang lalu saya merasa geli melihat perjuangan seorang kawan agar tidak di-ban oleh sistem insentif karena terlambat absen. Memasuki komplek dia berjalan setengah berlari. Dia mengabaikan salam dari kawan-kawannya. Menolak jabat tangan. Dan segera ke tempat diletakannya finger print sensor. Kayaknya dia seheboh itu karena terjebak macet di jalan, kalau tidak karena ban motor yang ia kendarai kempes karena bocor.

Menempelkan jempol di finger print sensor, dijawab silakan mengulang lagi oleh mesin penjawab. Dia mencoba untuk yang kedua kali dengan jari telunjuknya. Sampai ia mencoba untuk yang kesekian kalinya. Kali ini mesin sidik jari memberi ucapan terimakasih. Tapi wajah kawan saya ini memerah. Rupanya ia telah beberapa detik terlambat dan dikategorikan oleh sistem dalam kelompok yang tidak berhak menerima insentif kehadiran.

Ia terlihat geram seakan ingin meremas-remas mesin presensi sidik jari.

Bagi penyusun kebijakan peristiwa semacam ini bukan perkara mudah. Baca lebih lanjut

Terdengar Do’a Khotmil Qur’an …

Dua petang yang lalu, bakda shalat Maghrib, beberapa saat menjelang shalat Isya’, aku sayup – sayup mendengar dari pengeras suara di Masjid desa sebelah,  alunan doa Khotmil Qur’an. Doa yang biasanya dibacakan setelah khatam membaca Al Qur’an 30 juz.

Jlep. Aku tidak tahu apa persisnya yang aku rasakan. Ada ingin protes pada diriku, Ramadhan bentar lagi, sepekan lagi, apa yang sudah aku siapin, kenapa buka – buka mushaf Al Qur’an saja males malesan.

Kulineran Bakmi di Pasar Trowono

Tidak seperti biasanya yang mana saya mencoba – coba makanan dan “wedangan” yang ada di kota Wonosari dan sekitarnya, malam ini saya mengajak Maryanto untuk menjajal kulineran yang ada di daerah. Saya memutar arah tujuan 180 derajat dari biasanya. Mengajak Maryanto meluncur ke arah Pasar Trowono.

Kira – kira 15 menit perjalanan mengendarai motor melewati hamparan ladang yang ditanami singkong, hutan plecing, bukit sodong, telaga Namberan maka sampailah kami di Pasar Trowono.

Di sana Desymiuung sudah menunggu di tempat lesehan Bakmi Jawa. Desymiiung -lah yang ngasih tahu kuliner malam apa saja yang ada di Trowono. Secara dia adalah si embok yang sehari – hari jualan di sini.

Teh Nasgitel ala Pasar Trowono

Teh Nasgitel ala Pasar Trowono

Kami memesan wedang teh nasgitel dan bakmi jawa godog. Tidak perlu saya berpanjang lebar. Saya hanya bisa bilang Bakmi Jawa Godog di sini enak dan enak. Porsinya melebihi ekspektasi saya. Alias super banyak melebihi kapasitas tanki bahan bakar saya. Wedang teh nasgitel nya mantap dan mantap.

Bakmi Godog versi Pasar Trowono

Bakmi Godog versi Pasar Trowono

Baca lebih lanjut

Nyiapin Belajar Bareng Video Editing Sederhana

Rencananya pada Minggu depan saya diminta untuk bareng dengan adik – adik belajar video editing. Goal nya adalah untuk merapikan footage – footage video yang diambil dari beragam camcorder (mulai camera ponsel sampai handycam) dan menyusunnya  menjadi sebuah cerita yang enak dimengerti maksudnya. Syukur – syukur bisa dipercantik biar enak ditonton.

Untuk software video editing, saya memilih Windows Movie Maker. Karena komputer – komputer yang bisa dipinjam untuk latihan ini ber OS Windows 7. Saya kira Windows Movie Maker yang bisa diunduh secara gratis ini cukup untuk keperluan video editing sederhana. Cukup nati ditambahkan codec pack agar format video yang beragam, karena diambil dari camera yang beragam pula, bisa dibaca oleh Movie Maker.

windows movie maker

Ini adalah pertama kali saya mencoba Windows Movie Maker pada beberapa tahun terakhir. Seingat saya, saya pernah memakai program ini ketika jaman itu saya masih memakai Windows XP

Windows Movie Maker, pada bagian yang saya lingkari merah, menawarkan banyak pilihan sharing. Memudahkan untuk meng-upload ke social media sekaligus tanpa mengurangi pilihan untuk ke format media player portable. Nampaknya Movie Maker versi baru ini menawarkan lebih banyak fitur.

Sebenarnya saya pengin menunjukan pada adik – adik bagaimana menyunting video dengan iMovie (pada Mac) dan Pitivi Video Editor (pada Linux Ubuntu) yang tidak kalah asyiknya, tapi ngga apa – apa mungkin besok ada waktu buat menunjukan demo-nya.

Oh, iya. Posting ini saya buat dengan Windows Live Writer. Untuk mencoba client blogging bikinan Mircrosoft. Untuk anda tahu, ternyata Windows Live Writer dipaket bersama – sama dengan Windows Movie Maker, Windows Photo Gallery, Windows Live Messenger, Windows Live Mail dan Windows DVD Maker dalam Windows Live Essential.

Bagi yang pengin menjajalnya bisa mengunduh Windows Essential Offline Installer di http://g.live.com/1rewlive4-all/en/wlsetup-all.exe

Ikut – ikutan Ngomong Jingle Sari Roti

Padahal sudah basi. Biarlah. Bagi yang alergi sama roti yang sudah basi lebih baik memeriksa tanggal kadaluwarsa yang seharusnya tercantum dalam kemasan makanan.

Kebetulan saat itu saya juga bisa ikut menyaksikan Metro TV menyiarkan secara langsung wawancara dengan Muhamad Nazarudin. Terus terang saya kurang memperhatikan noise dari wawancara itu kecuali tele wicara itu sempat terjadi suara patah – patah. Baru kemudian di time line twitter banyak dikicaukan tentang jingle Sari Roti yang tersohor itu ada dibelakang suara Nazar.

Banyak spekulasi terjadi kalau artinya Nazar melakukan telewicara itu dari Indonesia saja. Bukan dari luar negeri seperti yang ditegaskan oleh Nazar sendiri.

Pro kontra akan spekulasi ini kemudian berkembang. Ada seorang pakar yang cukup rajin berkicau di ranah twitter mempublikasikan analisisnya yang menduga suara jingle Sari Roti itu kemungkinan adalah suara ring tone/ nada panggil dari ponsel atau BB milik Nazar.

Sepintas Analisis ini masuk akal meski kemudian ada analis lain yang men-twit analisis tandingan. Baca lebih lanjut

Butuh Duit 5 Milyard

Beberapa waktu yang lalu, seorang teman bilang kalau dia berdoa untuk orang lain biasanya terkabul, tapi kalau berdoa untuk dirinya sendiri tidak selalu. Saya pun bilang sama dia untuk meminta didoakan agar saya bisa dapat uang sejumlah 3 Milyard.  Gambaran saya saat itu saya butuh duit 3 Milyard. Tapi sekarang saya merasa perlu uang sebanyak 5 Milyard

Dia tercengang. Uang sebanyak itu akan dipakai buat apa.

Saya tidak main – main. Saya memang butuh duit sejumlah itu. Meskipun saya juga tidak punya bayangan apa – apa tentang cara mendapatkan uang sebanyak itu. Makanya saya  berdoa sendiri selain tidak menolak bila teman – teman saya ikhlas mendoakan saya.

Jadi berpikir kenapa orang berdoa. Orang biasanya berdoa untuk hal – hal yang berada di luar kendalinya. Ada orang  yang enggan berdoa untuk mendapatkan uang Rp 50.000,-/hari karena dia sudah biasa mendapat bayaran satu juta rupiah per hari. Sementara saya berdoa untuk sesuatu yang menurut saya di luar batas kemampuan saya.

Social Media kok Bikin Tawuran

REPUBLIKA.CO.ID, PALU–Dua kelompok pemuda di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), terlibat bentrok yang didipicu oleh komentar-komentar provokatif di sebuah situs jejaring sosial facebook. Bentrok yang terjadi di Kelurahan Tatura Utara pada Senin (17/1) malam itu tidak menimbulkan korban luka-luka.

Bentrokan itu merupakan aksi lanjutan dari kejadian serupa pada Sabtu (15/1) dini hari, sekitar pukul 02.30 Wita. Tawuran itu mengakibatkan beberapa bangunan rusak akibat terkena lemparan batu dan benda keras lainnya.

Informasi yang dihimpun di Polsek Palu Selatan, menyebutkan bentrok itu berawal ketika seorang pemuda yang tinggal di Jalan Anoa melakukan perang kata-kata di Facebook dengan seorang pemuda yang tinggal di Jalan Darussalam. Tidak puas perang kata-kata di Facebook, kemudian kedua pemuda itu sepakat bertemu di Jalan Anoa untuk berkelahi. Selengkapnya baca di http://goo.gl/14d2z

Saya sih ngga habis mengerti membaca berita tawuran antar kelompok pemuda di suatu desa di propinsi Sulawesi Tenggara itu gara – gara cekcok di Facebook. Karena mereka saling perang kata – kata di Facebook. Berarti sebelum cecok mereka adalah teman. Kecuali di setting publik bukankah yang bisa saling komentar itu teman? 😀

Pengalaman saya yang dibesarkan di desa yang mana pada jaman saya SD – SMP kerap kali terjadi tawuran antar dusun dalam satu desa, biasanya tawuran terjadi karena saling ejek di lapangan sepak bola atau lapangan bola voli. Tawuran tidak jarang merupakan ending dari pertandingan sepak bola atau bola voli. Kejadian ini dulu umumnya terjadi sehabis pertandingan final. 😀 Baca lebih lanjut

Mudah Download Video dari Youtube

Kadang – kadang saya perlu untuk mendownload video dari youtube. Misalnya saya tertarik dengan suatu video dan akan saya tonton berulang – ulang atau ingin saya putar di pemutar video portable. Menonton secara online video yang sama bagi saya merupakan pemborosan bandwidth.

Dulu untuk men-download video youtube, bila saya malas menginstall aplikasi desktop biasanya menggunakan web service, yaitu: http://zamzar.net atau vixy.net. Nampaknya sekarang Vixy sudah menghentikan layanannya. Kini ada extensi untuk Google Chrome yang sudah saya coba cukup bagus. Yaitu Easy Youtube Downloader. Baca lebih lanjut