Yang Membosankan Dari Mengedit Video

Ada dua tahapan yang menurut saya membosankan yang harus dilalui saat melakukan video editing.

Pertama adalah capturing. Mentranfer footage video dari camcorder yang bermedia tape. Katakanlah bermedia rekam kaset miniDV atau DVC pro. Waktu yang diperlukan kira – kira sama dengan durasi dari video yang ingin kita capture. Biasanya pada tahap ini saya tidak melulu menunggu saja, tetapi juga mengamati apakah terjadi drop frame. Drop frame memang susah untuk dihindari karena kondisi di medan shooting tidak pernah ideal. hehe

Lhooo bukannya banyak camcorder sekarang yang menggunakan hard disk dan memory card sebagai media penyimpan rekaman. Betul. Tetapi tidak sedikit format video yang dibuat camcorder menggunakan format file video yang compressed. Tidak semua format file video ini bisa langsung dibaca oleh Software video editing. Ada pula yang bisa dibaca tetapi sangat memboroskan tenaga komputasi. Bila ini kejadiannya, biasanya Editor perlu mengkonversi file video itu ke dalam format file yang lebih ramah untuk di-edit. Katakanlah uncompressed avi. Mengkonversi/ mentranscode file perlu waktu lagi. Menunggu …

Kedua adalah rendering. Apa ya bahasa yang mudah dimengerti untuk rendering? hehe Singkatnya rendering adalah menyatukan semua elemen, footage, material, pengaturan dalam editing menjadi satu file video yang utuh. Ada yang mau melengkapi pengertian ini?

Rendering memerlukan waktu. Semakin ragam jenis materi yang diedit, semakin rumit adjustment dan effect yang diterapkan akan berbanding dengan lama waktu yang diperlukan rendering. Menunggu lagi … Celakanya di tengah – tengah proses rendering ini listrik padam. Kayaknya rendering tidak bisa di-resume ya. Kecuali kita punya UPS tertenaga raksasa, daya UPS tidak akan cukup menopang sebuah PC full load selama beberapa jam. Saya pernah pusing – pusing karena listrik mati pada saat rendering mencapai 90 %. Padahal saat itu tenaga komputer editing video saya belum seperkasa sekarang dalam arti memerlukan waktu menyamai Bandung Bandawasa menyelesaikan seribu candi hanya untuk rendering satu jam video. 😀

Posting ini saya buat sebagai pengurang bete menunggu proses rendering video …

Iklan

5 thoughts on “Yang Membosankan Dari Mengedit Video

  1. Saya pernah menyunting video beberapa tahun yang lalu, akhirnya saya menyerah, ini pekerjaan untuk komputer high-end dengan sistem 64-bit. Menunggu rending itu kadang bikin sebel :D.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s