Penyebaran Virus Lewat Kebiasaan Jabat Tangan?

Apabila sedang sedang sakit, terutama sakit yang saya ketahui disebabkan oleh bakteri dan virus seperti flu, saya merasa risih/enggan bila harus bersalaman dengan teman – teman saya dan orang – orang disekitar saya. Saya meyakini bahwa kontak langsung adalah media penularan yang bagus. Saya tidak ingin jadi penebar petaka. Semua orang memang tahu kalau dengan rajin mencuci tangan setelah kontak dengan banyak orang akan mengurangi resiko penularan penyakit karena bakteri dan virus, tetapi siapa yang mau peduli untuk repot – repot mencuci tangan. Jarang ada orang serajin itu. Termasuk saya. Sayapun sering merasa  agak ngeri untuk bersalaman dengan banyak – banyak orang terutama ketika sedang wabah flu dan wabah virus. Tempat mencuci tangan tidak selalu tersedia di banyak tempat.

Baca lebih lanjut

Bakso. Sikat Ngga, Sikat Ngga?

Ini adalah bakso pertama yang menyusup ke dalam perut saya dalam beberapa tahun terakhir. Bukan bakso yang saya beli dengan uang sendiri. Traktiran ibu – ibu yang merupakan teman – teman saya itu merupakan godaan yang terbukti meruntuhkan iman dan taqwa saya. Meski hati kecil saya, dan teman saya yang lain, Matheo terus – terusan menakut nakuti saya dengan cerita yang didapat dari saudaranya yang jualan bakso.

Menurut saudara Matheo itu, sedikitnya ada 4 zat kimia berbahaya yang sering terdapat dalam bakso, yaitu zat pengenyal (1), zat pewarna (2), zat pengawet (3), dan zat perasa penyedap berupa MSG dan lain lain (4). Pokoknya ngeri deh. Tapi rasa syukur tetap saya panjatkan, Tuhan masih memberi untuk saya toleransi sehingga sampai hari ini, kurang lebih seminggu sesudahnya, saya tidak merasakan siksaan akibat zat kimia berbahaya dalam bakso. Matheo -lah yang terkapar selama dua hari setelah Hari Bakso yang penuh aroma nafsu itu.

Berbuat dosa memang terasa mudah dan nikmat. Buktinya:

Baca lebih lanjut

Tren “batuk”, “pilek”, “radang tenggorokan” versi Paman Google

Derita yang tersering yang saya keluh kesahkan di blog ini adalah flu. Flu memang sering mendera saya. Dalam satu tahun,  gangguan jasmani ini bisa menyerang hingga lebih dari 3 kali. Suatu jumlah yang benar benar tidak mengenakan. Meski gangguan ini tidak sampai merembet ke tingkat gangguan Jiwa, tapi kadang mempengaruhi produktifitas kerja dan kualitas hidup pribadi seorang saya.

Sepanjang pengamatan saya, baik dirumah, di lingkungan tempat saya tinggal, maupun di komunitas tempat saya bekerja, flu dapat dikatakan sebagai penyakit yang sering diderita oleh orang kebanyakan. Flu bisa jadi merupakan derita sejuta umat. Flu merupakan penyakit bangsa.

Benar. Saya tidak sedang bergurau. Paling tidak hal ini disaksikan oleh graphic yang ditunjukan oleh google trend. Silahkan graphic berikut anda pahami dengan cara masing – masing.

 

Anda pun dapat menengok graphic seperti screenshot di atas secara real time di :

http://www.google.com/trends?q=batuk%2C+pilek%2C+%22radang+tenggorokan%22&ctab=0&geo=all&date=all&sort=1

Graphic tersebut memang bukanlah potret  tanpa distorsi akan suatu fenomena yang sedang nge-trend, tetapi berdasarkan sebuah tulisan dari Official Blog nya Paman Gugel disini, bahwa trending keingin tahuan akan sebuah penyakit mempunyai banyak relevansi dengan apa yang sedang terjadi. Google pernah membandingkan dengan dataOfficial yang resmi dikeluarkan oleh Pemerintah Amerika pada suatu saat.

Loh, itukan di Amerika dimana teledensitas penggunaan internet sangat tinggi. Ini Indonesia. Diakui bahwa dari sekitar 237,5 juta penduduk Indonesia, jumlah pengguna Internet nya adalah 10 % saja atau sekitar 25 juta. Yang mana merupakan jumlah terbanyak peringkat tiga di Asia setelah China dan India. Dan angka ini terus berkembang pesat. ( Sumber dari sini ).

Ok … bila kita masih ragu untuk menggunakan google trend untuk menggambar realita yang sebenarnya tentang suatu hal, dalam hal ini saya gunakan untuk membingkai derita flu bagi saya dan lingkungan, maka paling tidak graphic ini dapat kita gunakan dalam konteks yang lebih sempit, untuk melihat  tren flu bagi pengguna Internet Indonesia. Saya kan termasuk pengguna internet aktif dalam beberapa tahun ini. Dan mudah mudahan kedepan saya tidak akan kehilangan akses ke internet.

Old-Fashioned Saltwater Gargle and Sore Throat

rdgargle

Dulu saya pikir suatu perbuatan konyol kalau simbok berkumur kumur dengan air hangat di campur garam dan rendaman daun sirih untuk meringankan gejala – gejala yang timbul karena radang tenggorokan atau sariawan. Tentu saya tidak mau mengikuti rekomendasi beliau. 😀

http://www.readersdigest.com.sg/rd/rdhtml/en/communities/food_recipe.jsp?mccid=66&cid=478

http://www.rd.com/living-healthy/staying-healthy-tips-from-vicks-/article107710.html

Temperatur yang Kontras : Tantangan Kebugaran

Beberapa Minggu ini, cuaca malam di desa saya menjadi sangat dingin. Sementara di siang harinya Temperatur kembali menukik. Ini merupakan tantangan bagi kebugaran tubuh. Terutama tubuh yang kemampuan adaptive nya tidak maksimal seperti tubuh saya.

Bila cuaca boleh dikambing hitamkan, maka paling tidak perubahan temperatur yang kontras antara siang dan malam telah menyakiti kesehatan saya sehingga terpuruk meler selama seminggu. Tetapi, alhamdulillah, mulai saya menulis posting ini, tanda tanda perbaikan kesehatan telah mulai terasa.

Kemudian seiring memasuki lebih jauh musim kemarau, tantangan kesehatan yang tidak kalah ganasnya adalah debu musim kemarau yang menyertai musim kering berangin. Ini merupakan signal intelegen yang harus dapat saya terjemahkan menjadi sesuatu yang kongkrit berupa tindakan antisipasi agar kesehatan dan aktifitas saya tidak sampai terganggu dan melumpuh 😀

Sumber :

http ://bmg.go.id
http ://weather.com

Nyamuk Nyamuk Nakal semakin Pintar

Siapa sih yang betah dengan gigitan gigitan nyamuk. Selain gatalnya yang minta ampun, dan darah segar kita yang secara terpaksa terdonorkan untuk kelangsungan makhluk makhluk penghuni malam penghisap darah. Denging suara denging makhluk laknat ini tidak pernah bosan bosan merusak malam malam istirahat saya. Nyamuk nyamuk laknat ini lah penyebab penurunan kualitas bangsa kita.

Bagaimana tidak?  Bagaimana kita bisa mengendalikan tekanan darah jika tidur kita saja tidak berkualitas. Tanpa  tidur yang nyenyak, kualitas kerja kita akan terganggu. Apa hubunganya dengan kualitas suatu bangsa? Hanya orang orang yang tidak berkualitas saja yang akan menyamuk hitamkan nyamuk nyamuk untuk bangsa yang ditimpa banyak kekacuan dan tidak kunjung bangkit dari keterpurukan dan keterbelakangan kualitas. Yang jelas pemuda pemudi yang sehat dan cerdas, yang cukup tidur dan darahnya tidak disedot nyamuklah yang sedang diperlukan bangsa ini untuk bangkit. Tidak terbanyang jika 10% saja pemudi bangsa ini mengidap malaria atau DBD.

Mengingat sangat fatal akibat yang dibawa oleh nyamuk nyamuk brengsek itu, berbagai elemen bangsa ini telah berlomba lomba untuk membuat alat pembasmi dan pengusir nyamuk untuk dapat digunakan semua orang dengan harga yang masuk akal. Harga terjangkau oleh para  pedagang di pasar pasar, petani di desa dan nelayan di laut dan terjangkau oleh siapapun yang tidak punya darah berlebih untuk dijadikan pakan gratis.

Sebagai sumbang sih saya untuk kemajuan bangsa ini. Sekali lagi saya katakan bahwa bangsa yang berkualitas adalah bangsa yang bisa tidur lelap tanpa keberengsekan nyamuk. Dalam upaya peningkatan kualitas istirahat dan tidur saya telah memasang semacam pengusir nyamuk yang konon bisa dipasang non stop sepanjang 45 hari. Karena ketika menulis posting ini merek yang saya beli tidak menyumbang uang ke saya maka merek tidak saya sebut.

Dalam beberapa hari saya menggunakan produk pengusir non stop tersebut saya lumayan dapat tidur nyenyak dan ngetik ngetik beberapa posting dan blog flying tentunya dengan nyaman dan damai sejahtera tanpa terganggu. dan tanpa ada interupsi ketika dimalam hari sedang bermimpi.

Upaya manusia untuk meningkatkan kualitas bangsanya, rupanya sekemudian diikuti oleh perjuangan bangsa nyamuk untuk mengantisipasi usiran usiran yang saya pasang. Nyamuk nyamuk nakal yang brengsek dan tidak tinggal diam dalam waktu kurang sebulan sudah berhasil mengejar ketertinggalan. Dalam waktu sesingkat bulan departemen kesehatan nyamuk telah menemukan teknologi untuk survive ditengah bom bom kimia yang saya hembuskan sebagai alat pengusir.

Tidak habis pikir ya kita sebagai manusia. Teknologi pengusiran nyamuk yang kita kembangkan selama bertahun tahun ternyata dalam hitungan beberapa minggu telah dengan baik ditemukan cara antisipasinya. Hey Manusia dimana kecerdasanmu. Nyamuk Nyamuk pun berpacu dalam science dan teknologi …

Duhh [sedang] sakit perut

Pagi tadi saya harus melepaskan [lagi] sepatu yang telah terpasang rapi dikaki. Ada sesuatu yang perlu saya selesaikan di^belakang. Beberapa hari belakangan ini  sakit perut memang sedang menimpa orang – orang disekitar saya, termasuk beberapa hari yang lalu saya bisa terbebas dari ^Miss Supervisor sehingga tidak ada yang bertanya ini itu ana. Dia terpaksa terkapar dipembaringan selama beberapa hari karena sakit perut.

Fenomena aneh yang terjadi kira – kira kurang dari 10 cm dari permukaan kulit perut saya, sebenarnya telah terasa sejak kemarin malam. Walaupun hanya terjadi beberapa saat saja. Dan pagi ini rasa sakit harus beradu dengan semangat pagi saya. Semoga rasa sakit ini bukan awal yang buruk untuk hari ini. Anggap saja sebagai alarm untuk menjaga stamina sebaik baiknya dan menjaga pola makan dan makanan.

Semangat Pagi

Reload : jogging@sunday.morning

Minggu kemarin saya mencoba me reload aplikasi ritual saya yang sempat pause selama hampir dua bulan. Dua bulan itulah saya meninggalkan Sunday Morning Ritual. Sebulan karena bulan Ramadhan dan saya memang sedang berpuasa. Bulan kedua adalah karena infeksi kemalasan yang menyerang tubuh dan jiwa saya. Kemalasan ini yang rasanya perlu penanganan medis secara serius. [ … dan sampai sekarang belum menemukan semacam terapi yang tepat]

Dua bulan meninggalkan dan me restart lagi rasanya seolah memulai sesuatu yang baru. Saya tahu bahwa saya harus memulainya secara bertahab dan memang benar. Berlari sepanjang satu kilo meter lebih sedikit sudah cukup membuat nafas ini ngos ngosan terengah engah walaupun keringat tidak mengucur deras tetapi jantung yang berdetak cepat merupakan indikasi yang perlu didengarkan dan direspon secara cepat

Seperti biasa, kebiasaan lama maksudnya, saya menonton adik adik yang berlatih basket dilapangan SMP Paliyan. Hitung hitung dengan melihat mereka berolah raga dan bermain, akan turut mendongkrak semangat berolah raga saya lagi. Sebagai penyegaran lah ….

Bangun tidur ini dan bersamaan saya mengetik untuk posting ini. Kebugaran saya sedikit ter refresh. Lega dan Nyaman bin Segar. BRAVO Olah Raga … DAN … MAJU TERUS UNTUK MINGGU DEPAN

Menjaga tetap Semangat di cuaca Buruk

Hi Semangat Pagi …

Akhir – akhir ini cuaca buruk lumayan mengganggu kesehatan saya. Mungkin adalah pergantian musim, ke benar benar musim kering. Saya merasakan cuaca yang memburuk dan kesehatan saya sejak Minggu malam. Saya sengaja  menahan diri untuk tidak menuliskanya di awal Pekan. Salah – salah saya dibilang “Jarwadi hates Monday”. Engga lah. Jarwadi sih truely love Monday.

Cuaca memburuk adalah hal yang biasa di sini. Dengan hawa dingin sebenarnya enjoy saja, tetapi ketika ditambah angin kencang dan debu debu batu kapur. Seperti inilah yang tidak diterima oleh sistem kekebalan tubuh saya. Terutama tenggorokan dan Sistem pernafasan. Mencoba survive dengan berbagai cara adalah pilihan saya. Mengurangi waktu diluar ruangan, walaupun sepenuhnya sangat sulit. Tidak begadang, apalagi ini, karena biasanya saya hanya tidur sekitar 4 sampai 5 jam setiap malamnya. Tetap Olah Raga untuk menjada stamina.

Yah, semua yang telah saya lalukan, tetap saja sekarang spa (sistem pernafasan saya terganggu), sedikit serak serak. Mudah mudahan saja bukan gejala ISPA. Untuk tetap menjada stamina kemarin saya sudah mulai memakai Protecal defence, mengurangi minuman yang banyak bergula dan kopi [walaupun sulit], menghindarkan diri dari makanan yang berminyak tinggi dll

Keep Survive Man, There so many datelines deadlines wait a head

Permainan Mencoretkan sesuatu

Saya berusaha konsisten dengan ritual mingguan saya, lari sepanjang 3 km dan melepaskan semua yang menyesaki ruangan dalam dengkul saya, maksud saya dalam otak saya. Sehabis itu, melihat adik adik latihan basket. Kadang kadang saya mencoba juga untuk ikut bermain atau sekedar mencoba untuk melakukan shot shot yang ngga mutu. Maksudnya dari sekian banyak shot yang saya lakukan lebih banyak gagalnya. Mencoba bermain pernah juga. Dalam permainan saya paling banyak memberi kontribusi terhadap kekalahan tim dimana saya ikut atau paling tidak menunda kemenangan tim apabila saya bergabung dengan mereka yang bermain bagus.

[Secara … , maksudnya : ini adalah alasan yang paling diterima mengapa saya lebih memilih olah raga individual seperti jogging atau aerobik]

Biarpun saya tidak bisa bermain bagus tetapi saya mencoretkan beberapa catatan menarik dari (permainan) bola basket

[Makanya banyak foto fot basket di album picasa saya] Baca lebih lanjut