Penyebaran Virus Lewat Kebiasaan Jabat Tangan?

Apabila sedang sedang sakit, terutama sakit yang saya ketahui disebabkan oleh bakteri dan virus seperti flu, saya merasa risih/enggan bila harus bersalaman dengan teman – teman saya dan orang – orang disekitar saya. Saya meyakini bahwa kontak langsung adalah media penularan yang bagus. Saya tidak ingin jadi penebar petaka. Semua orang memang tahu kalau dengan rajin mencuci tangan setelah kontak dengan banyak orang akan mengurangi resiko penularan penyakit karena bakteri dan virus, tetapi siapa yang mau peduli untuk repot – repot mencuci tangan. Jarang ada orang serajin itu. Termasuk saya. Sayapun sering merasa  agak ngeri untuk bersalaman dengan banyak – banyak orang terutama ketika sedang wabah flu dan wabah virus. Tempat mencuci tangan tidak selalu tersedia di banyak tempat.

Karena berjabat tangan adalah adab etika di daerah dimana saya tinggal dan di tempat saya biasanya berinteraksi maka tidaklah mudah bagi saya untuk tidak bersalaman. Apalagi bersalaman dengan tangan – tangan seperti pada foto ilustrasi di atas. 😀 Juga ketika saya sedang mengidap virus penyakit. Menjelaskan tentang salaman dan penyebaran penyakit kepada orang – orang belumlah mudah. Barangkali apa yang bisa saya lakukan untuk mengurangi penyebaran penyakit melalui kontak jabat tangan adalah dengan tetap di rumah ketika sedang tidak sehat, menjaga tubuh tetap bugar agar tidak mudah terserang virus. Apa lagi? Bisakah menulis posting ini agar menjadi bahan diskusi bisa dianggap usaha mengurangi penyebaran virus melalui kontak fisik? 🙂

Gambar saya pungut dari http://edukasi.kompasiana.com/2010/05/09/indahnya-berjabat-tangan/

4 thoughts on “Penyebaran Virus Lewat Kebiasaan Jabat Tangan?

  1. Mungkin dengan membawa dan memanfaatkan hand sanitizer saat beraktivitas bisa membantu mencegah penularan. Hanya saja belum banyak orang yang memiliki kebiasaan ini.

  2. Makanya sangat perlu ada wastafel di semua tempat seperti di rumah, kantor dan tempat-tempat umum untuk cuci tangan sesering mungkin. Dan jika tidak ada solusi yang ditawarkan Mas Cahya di atas bisa dipakai atau yang paling baik, benar, ya istirahat berdiam diri di rumah.

    Oh ya, sekarang budayanya malah nggak hanya sekedar jabat tangan, lho tapi sudah cipika-cipiki kalau di komunitas orang kantor saya. Ini malah lebih berbahaya dari jabat tangan. Betul?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s