Memimpikan Pelayanan Listrik yang tidak Byar Pet

Mau tidak mau saya hanya bisa pasrah kalau listrik tiba tiba mati seperti sekarang ini. Kalau bisa dinikmati saja. Saat ini saya mengetik hanya berpenerangan layar monitor note book. Masih beruntung tadi baterai saya charge penuh.

Akan pelayanan listrik PLN yang tidak handal itu sudah biasa buat orang – orang yang tinggal di pedesaan. Sebentar sebentar ada jatah pemadaman bergilir. Giliran hujan agak deras saja terjadi masalah jaringan yang konslet tertimpa ranting – ranting pohon. Memang memelihara jaringan itu susah ya? Tetapi kasian juga kalau tukang tukang PLN itu malam malam yang hujan seperti ini dipaksa kehujanan untuk bekerja memperbaiki jaringan. Malah malah masuk angin.

Hanya, maksud saya kalau setiap musim penghujan terjadi kerusakan jaringan seperti ini, tidak bisakah di cari pencegahanya. Dengan mencegah dan mengurangi penyebab konslet pada jaringan distribusi ini mungkin juga akan meningkatkan efisiensi operasi dan perawatan jaringan perusahaan negara kita yang satu ini. Makanya PLN banyak dilaporkan merugi. Pelayanan PLN yang memperhatikan kepuasan pelanggan dan dapat memberi kontribusi bagi keuangan negara nampaknya masih hanya dalam mimpi.

Kalau memang seperti itu, tidakah sebaiknya saya tidur. Biar bermimpi yang baik – baik. Gelap tidak apa apa. Toh biasanya juga kalau tidur lampu – lampu dimatikan.

Itu dipojok monitor kok ada gambar baterai yang semakin mengecil. Oh ternyata tinggal kapasitas 39%. Dari pada curhatan ini tidak ter publish lebih baik sekarang saja. Biar saja bila banyak spelling yang salah dan kalimat yang tidak bersambung logis. Siap – siap tekan tombol publish …

Satu Bahasa lagi tiap Generasi …

Berbicara bahasa, saya menjadi teringat akan simbah saya. Beliau berbicara sehari hari dengan bahasa Jawa. Baginya Bahasa Indonesia adalah bahasa untuk orang – orang muda seusia anak – anaknya. Sehingga bila pun lidahnya susah dilipat untuk ngomong Melayu itu bukanlah masalah.

Rasa empati sekaligus geli muncul suatu saat ketika kami sedang bersama – sama menonton TV. Simbah selalu bertanya apa yang sedang terjadi sebagai penjelasan gambar – gambar video yang ditayangkan dalam suatu acara berita. Bagi simbah menonton sinetron itu tidak lebih dari pajangan aktor cakep dan aktris cantik di layar tanpa perlu tahu  cerita yang sedang berjalan. Dari gambar demi  gambar ini sajalah simbah berusaha menebak – nebak  sekenanya dan menterjemahkan dengan caranya sendiri dengan mengabaikan apa yang tertulis dan terucap sebagai aliran informasi. Tentu saja informasi yang diserap tidaklah lengkap.

Dijaman dimana pandangan mata menjadi meluas, dimana dengan sedikit menengok ke kanan dan kuping Paman Sam terlihat, sedikit ke kiri Nigeria, sedikit mendongakan kepala maka gemuruh kebakaran di Aussie kedengaran, nampaknya apa yang terjadi pada simbah itu mirip mirip dengan yang terjadi pada Bapak Ibu saya. Masalah ‘bahasa‘. Bapak Ibu saya perlu alat bantu penterjemahan bahasa untuk memproses informasi dengan layak. Karena sebagian besar terjadinya cerita berlangsung dalam bahasa Inggris, mungkin saya perlu membantu mereka dengan meng install paket bahasa baru itu.

Berdasar cerita saya di atas, apa yang terjadi pada keluarga saya, dapat disederhanakan sebagai :

Simbah hanya berbahasa Jawa dan apa yang dilihat banyak yang perlu diterjemahkan dengan Bahasa Indonesia. Bapak Ibu berbicara baik Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa tetapi dia memerlukan paket aplikasi baru Bahasa Inggris.

Sekarang jatuh pada giliran saya. Saya Berbahasa Jawa, Indonesia, dan Inggris. Walah kemampuan berbahasa itu pas pasan saja. Bila setiap generasi baru biasanya bengong dengan suatu bahasa baru. Maka tools bahasa apakah yang perlu saya install karena itu vital untuk memahami sekeliling?

Anonymous dan Kepengecutan

Beberapa hari yang lalu beberapa teman saya dihebohkan oleh SMS tidak  sopan yang ditujukan pada nomor ponsel mereka. SMS itu bukan hanya tidak sopan dengan kata – kata, bahkan berlampirkan  gambar – gambar animasi porno. Siapa  yang tidak risih mendapatkan SMS SMS semacam itu. Usut punya usut, akhirnya, secara tidak sengaja, ditemukanlah si pengirim SMS tidak sopan.

Semua orang terkejut tidak habis pikir karena si pengirim SMS tidak sopan itu adalah seorang pria yang keseharianya, berperilaku sopan dan bersahabat dengan semua orang. Berpenampilan sederhana dan tidak banyak tingkah. Orang yang secara sosial tidak masuk ‘daftar bermasalah’lah masalahnya.

Mirip dengan cerita saya di atas, adalah pengalaman pribadi saya. Dulu, saya kenal dengan seseorang melalui chating di Y!Messenger. Perkenalan saya itu berlanjut sampai kami bertukar nomor ponsel dan saling bertelepon. Menurut saya, seseorang itu termasuk yang betah bicara bahkan bisa dibilang ceriwis. Lama kelamaan, secara diam diam saya mulai mengenal teman temanya teman chating saya itu. Berbeda dengan apa yang saya kenal di telepon dan chat, oleh teman temanya, teman saya ini dikenal sebagai pribadi yang pendiam.

Pertanyaan saya, mengapa orang – orang begitu pengecut ketika dihadapkan dengan kenyataan dan baru menunjukan watak dasarnya ketika anonymous?

Paragraf Writing : Saya pengin buku ini

Paragraf Writing. Sebuah buku yang menarik perhatian saya ketika kemarin saya sedang jalan jalan di Gramedia untuk sekedar melihat lihat. Buku ini dari desain covernya memang menarik serta ukuran buku yang tidak biasa. Berbeda dengan buku buku lain yang di pajang di rak Gramedia yang umumnya di bungkus plastik. Rupanya, buku ini tidak. Sehingga saya dapat membaca baca bagian isi untuk memastikan apakah isi semanarik covernya. Untuk orang yang suka menulis amatiran di blog curhat ini, ternyata, dari beberapa halaman awal yang saya baca, buku ini menawarkan solusi untuk kesulitan kesulitan saya dalam suatu penulisan yang enak di baca dan logis.

Apa yang saya baca dengan singkat dari buku ‘Paragraf Writing’ di Gramedia dimana saya bisa paham dan ingat sampai sekarang adalah bahwa paragraf yang baik harus memiliki 3 unsur kalimat. Kalimat Topik, suatu kalimat dimana ide utama dari paragraf ditaruh. Kalimat Pendukung, yang bisa berupa kalimat kalimat narasi untuk memperkuat ide ide utama dan terakhir; adalah Kalimat Kesimpulan dimana penulis menunjukan untaian logika dari rangkaian antar kalimat dalam suatu Paragraf. Melalui contoh – contoh yang tertera dalam buku dan penjelasan penjelasan yang mengikuti, saya merasakan seharusnya, memang seperti itulah cara menyampaikan ide melalui bahasa tulisan kepada orang lain.

Seiring dengan keinginan saya untuk membantu diri  memperbaiki kualitas komunikasi melalui bahasa tulisan. Karena selama ini apa yang saya perbuat dalam setiap penulisan belum merupakan cerminan ‘Paragraf Paragraf Logis’, bahkan gagal menyampaikan ide penulisan itu sendiri. Buku ini merupakan buku kedua. Sedangkan yang pertama adalah Sentence Writing. Untuk yang Sentence Writing ini, saya belum sempat men snapshot isinya. Namun demikian saya menduga pasti sebagus buku keduanya. Karena kedua buku ini saling berkaitan dan berseri, sepertinya akan lebih enak membacanya secara berurutan dan bertahap.  Buku Buku ini benar benar dalam wish list saya.

**Karena harga kedua buku ini, ‘Sentence Writing’ dan ‘Paragraf Writing’ mahal untuk ukuran saya, maka saya kemarin memutuskan menunda untuk  membeli buku ini sampai kesehatan dompet membaik. hehehehe

Bendera Partai bagi Pak Tani

Foto ini saya ambil tadi pagi ketika tidak sengaja melintas dipersawahan dekat sawah saya.  Menarik bukan, warna merah eksentrik di tengah tengah komposisi yang di dominasi warna hijau. Tetapi, saat ini saya sedang tidak bernafsu membahas komposisi dalam fotografi. Bisa dilihat mesti tidak jelas, itu adalah seseorang dengan kaos partai dan memegang bendera partai juga. Karena sendirian ditengah sawah maka , walaupun beratribut partai, saya menduga orang ini bukan sedang berkampanye, meski saat ini sedang musim kampanye.

Pak Tani ini, sedang menunggui tanaman padi yang diserang burung burung pemakan biji. Dia memegang bendera yang digunakan untuk menakut nakuti burung burung pipit. Tidak tau  dia mendapatkan bendera darimana atau mencabutnya dari pinggir jalan. Hanya, sepertinya, bendera itu akan lebih bermanfaat dipakai pak tani daripada menjadi polusi pemandangan di pinggir pinggir jalan.

Ide itu penting, selanjutnya bagaimana mengolahnya

Saya percaya bahwa ide itu penting. Penting sekali. Bahkan semua hal berawal dari sebuah gagasan atau ide. Sering kali kemampuan untuk menelurkan ide digunakan untuk mengukur sebaik mana kreatifitas seseorang.

Ini adalah tulisan blog ke dua saya untuk pagi ini.– Boleh dong sesekala belagu sok rajin — Sebenarnya ide tulisan untuk posting saya sebelum yang ini sudah ada sejak lama. Saya termasuk orang yang mendewakan ide yang mempercayai bahwa sesuatu yang hebat akan terjadi setelah kita mempunyai IDE. Ide yang cerdas tentu saja.

Memang benar. Paling tidak sampai saat ini saya masih berpegang pada keyakinan saya itu. Bahwa IDE yang CERDAS memang ajaib.

Namun demikian pada kenyataanya sering kali itu tidak selalu terjadi. Walaupun memainkan peran penting. Ide CERDAS saja belum cukup. Perlu IDE yang MATANG. Ketika saya asal asalan bermodalkan ide yang sok cerdas itukemudian saya curahkan dalam sebuah tulisan secara spontan. Apa yang terjadi? Setelah membaca ulasan beberapa tulisan, rupanya saya mendapatinya bagaikan ‘curhatan’ atau kalimat kalimat yang tidak tersambung berkoherensi seperti dalam lembaran lembaran brain storming.

Urusan untuk mengelola dan memasak dengan tepat sebuat gagasan ternyata bisa jadi sama pentingnya  dengan ide itu sendiri.

Tidak apa apa. Saya tidak menyesal dengan membuat dan mempublish tulisan seperti itu. Karena dengan demikian saya mengetahui permasalah yang tidak akan pernah terlihat mata tanpa eksperimen, observasi dan feed back.

i-Nteraksi yang memperpanjang usia

Saat itu Selasa pagi. Kalau tidak salah tanggal 2 Maret kemarin.  Kira – kira jam 08:00 pagi saat saya merebahkan tubuh di kursi yang sengaja saya tata berderet rapat cukup untuk seukuran badan. Itu adalah ruang Lab di tempat saya memeras keringat untuk menjaga jalinan hidup berlangsung tak terputus. Tubuh saya yang merebah di deret kursi itu sedang menggigil menderita deman dimana susah tertahankan untuk tetap beraktifitas.

Tidur. Rasanya itu bukan tidur. Melainkan angan angan ini terus melayang layang sengaja untuk sedikit melupakan rasa derita. Dalam berangan angan itu saya membayangkan seperti, seandainya saya hidup dijaman batu atau di jaman berburu dan meramu dimana peradaban belum menjadi serumit –bahasa orang egois jaman sekarang, adalah ‘berperadaban’– sekarang.

Membayangkan suatu waktu dijaman beheula itu saya sedang sakit semenderita sekarang, tidak punya rumah tinggal permanen alias hidup di gua atau tidur di ranting dan dahan dahan pohon, sementara untuk mengurus kebutuhan perut saya harus berlari lebih kencang untuk binatang buruan, mencari minuman dari aliran air bersih atau mungkin tiba tiba saya perlu berkelahi menghadapi binatang buas atau suku – suku bermusuhan tiba tiba juga datang menyerang.

Baca lebih lanjut

Menunggu SMS Cinta dari KPU

Mulai hari ini saya menjaga agat ponsel saya tidak kehabisan baterai. Konon mulai hari ini KPU akan mengirimkan sms sms Cinta kepada semua nomor Warna Negara Indonesia. Mudah mudahan SMS cinta itu juga nongol di ponsel ini. Karena  KTP di dompet ini masih berlaku, walaupun sudah kumel.

Menurut bacaan berita di detikinet, pemerintah dalam hal ini KPU, sekarang ini sudah tidak gaptek lagi dan berkenan mengoptimalkan teknologi untuk mensosialisasikan Pemilu yang akan dilangsungkan pada tanggal 9 April mendatang. Nah itukan artinya saya tahu dengan benar kapan Pemilu dilangsungkan.

Konon, biaya SMS ini telah di gratiskan oleh semua operator domestik.  Dan KPU pun menyerahkan pentahapan pengiriman SMS broad cast ini kepada operator agar tidak membebani kapasitas jaringan.

Jadi bagi anda yang menunggu SMS cinta dari KPU tentang ajakan untuk mencontereng pada tanggal 9 April 2009, silahkan hape nya dijaga agar tidak nge drop baterainya dan tetap stand by serta bagi yang rusak ponsel atau belum punya agar segera membeli yang baru.

Pengetahuan di kepala; Keterampilan di ujung jari

Teman – teman saya mungkin menganggap saya aneh. Atau bahkan sombong, ketika mereka menanyai saya tentang fungsi atau pemanfaatan fitur – fitur tertentu dari Aplikasi komputer yang sering sama – sama kami pakai. Memang, saya sering kali tidak dapat menjawab pertanyaan pertanyaan mereka secara lisan langsung ketika mereka bertanya disaat saya tidak sedang didepan Komputer. Permasalahanya bukan berarti saya enggan atau sombong tidak mau berbagi keterampilan.

Dalam banyak hal saya memang benar benar tidak bisa. Atau lebih tepatnya saya tidak berusaha mengingat keterampilan keterampilan penggunaan aplikasi di dalam kepala saya. Dan demi teman – teman yang perlu bantuan tersebut biasanya saya mencari komputer terdekat dan mengajak sang sahabat untuk duduk bersama menyelesaikan permasalahan. Saya berusaha mengenalkan diri saya, lebih tepatnya pendekatan yang saya gunakan untuk memecahkan suatu permasalahan.

Biasanya, di dalam kepala saya, saya hanya menyimpan ide dasar dari setiap permasalahan dan untuk kemudian baru mencari dan mengembangkan solusi praktisnya. Untuk permasalahan yang  perlu diselesaikan berulang ulang, biasanya juga solusi praktis itu ber evolusi menjadi keterampilan. Berbeda dengan pengetahuan, keterampilan itu tersimpan secara tidak sengaja di jari jari atau di organ tubuh lain yang terlibat selama proses pengerjaan sehingga dalam hal ini malah saya kurang bisa dengan baik men visualisasi dan mengkomunikasikan kepada orang lain ketika dibutuhkan. Untuk hal ini saya meminta pengertian teman – teman untuk bisa memahami dan sama sama mengembangkan prosedurnya.

Untuk menyelesaikan permasalahan yang semakin komplek dan berubah ubah dengan media memori yang terbatas. Bagi saya lebih masuk akal untuk mengingat di otak untuk hal hal mendasarnya, serta melatih ide ide kreatif. Sedangkan di lapisan praktisnya semua saya serahkan kepada konteksnya.

Saya cukup tahu diri tentang diri ini yang pelupa dan mudah melupakan keterampilan keterampilan yang pernah dipelajari.

Kembali ke Operamini 4.0

Pada posting hari ini saya kembali ‘ngrasani’ Operamini. Pasti developer – developer dan semua stake holder Opera merasa ge er bilamana membaca posting saya ini. Dan saya menduga pasti banyak pula orang yang mengetikan posting serupa.

Kalau kemarin saya menulis kaitanya dengan melambatnya browsing menggunakan Operamini 4.2 beta. Yang selain melambat juga sering kali ada tampilan bahwa url yang diketikan mungkin tidak ada. Padahal yang benar saja, masa m.facebook.com itu tidak ada. Pasti ada ya. Karena site mobile itu mudah dibuka dengan browser default ponsel. Dan, kejanggalan lain itu juga seringkali link dari sebuat website ketika di klik malah muncul halaman yang tidak berkaitan atau malah malah bagian dari website lain.

Karena mobile browsing benar benar sesuatu yang susah dipisahkan dari hidup saya. Dan ditengah kejengkelan browsing saya , saya mencoba menggunakan Operamini 4.o yang ternyata masih terinstall di ponsel. Syukurlah Operamini 4.0 belum saya delete. Kemudian saya mendapati ternyata browsing dengan Operamini 4.0 tidak ada masalah. Semua berjalan cepat dan lancar lancar saja.

Wah, kalau memang demikian permasalahanya sudah ditemukan solusinya. Pakai Operamini 4.0 saja. Bukanya Operamini 4.2 itu masih beta. Maklum bahwa mungkin masih banyak bug yang perlu dibereskan. Gitu. Sekian. Terimakasih.