Memimpikan Pelayanan Listrik yang tidak Byar Pet

Mau tidak mau saya hanya bisa pasrah kalau listrik tiba tiba mati seperti sekarang ini. Kalau bisa dinikmati saja. Saat ini saya mengetik hanya berpenerangan layar monitor note book. Masih beruntung tadi baterai saya charge penuh.

Akan pelayanan listrik PLN yang tidak handal itu sudah biasa buat orang – orang yang tinggal di pedesaan. Sebentar sebentar ada jatah pemadaman bergilir. Giliran hujan agak deras saja terjadi masalah jaringan yang konslet tertimpa ranting – ranting pohon. Memang memelihara jaringan itu susah ya? Tetapi kasian juga kalau tukang tukang PLN itu malam malam yang hujan seperti ini dipaksa kehujanan untuk bekerja memperbaiki jaringan. Malah malah masuk angin.

Hanya, maksud saya kalau setiap musim penghujan terjadi kerusakan jaringan seperti ini, tidak bisakah di cari pencegahanya. Dengan mencegah dan mengurangi penyebab konslet pada jaringan distribusi ini mungkin juga akan meningkatkan efisiensi operasi dan perawatan jaringan perusahaan negara kita yang satu ini. Makanya PLN banyak dilaporkan merugi. Pelayanan PLN yang memperhatikan kepuasan pelanggan dan dapat memberi kontribusi bagi keuangan negara nampaknya masih hanya dalam mimpi.

Kalau memang seperti itu, tidakah sebaiknya saya tidur. Biar bermimpi yang baik – baik. Gelap tidak apa apa. Toh biasanya juga kalau tidur lampu – lampu dimatikan.

Itu dipojok monitor kok ada gambar baterai yang semakin mengecil. Oh ternyata tinggal kapasitas 39%. Dari pada curhatan ini tidak ter publish lebih baik sekarang saja. Biar saja bila banyak spelling yang salah dan kalimat yang tidak bersambung logis. Siap – siap tekan tombol publish …