Komitmen Belajar Menulis

Fungsi utama blog ini adalah untuk belajar. Untuk belajar menulis. Lebih tepatnya mencari, mendokumentasikan dan menyampaikan ide dalam bentuk tulisan. Sebagai sarana untuk belajar, tentu saja tulisan-tulisan saya ini belum baik. Masih jauh dari baik. Masih membosankan untuk konsumsi publik.

Saya memulai menulis di blog ini pada kira-kira 4 tahun yang lalu. Sudah cukup lama juga ya. Apalagi kalau dihitung dari blog-blog saya sebelum yang ini. Lebih lama lagi. 🙂 Saya tidak akan bilang “seharusnya“. Kalau menggunakan ukuran “seharusnya”, seharusnya tulisan saya sudah tidak terlalu jelek bila melihat kembali kapan saya mulai belajar membuat posting di blog. Tapi sekali lagi saya tegaskan “tidak apa-apa“. Baca lebih lanjut

Pengetahuan di kepala; Keterampilan di ujung jari

Teman – teman saya mungkin menganggap saya aneh. Atau bahkan sombong, ketika mereka menanyai saya tentang fungsi atau pemanfaatan fitur – fitur tertentu dari Aplikasi komputer yang sering sama – sama kami pakai. Memang, saya sering kali tidak dapat menjawab pertanyaan pertanyaan mereka secara lisan langsung ketika mereka bertanya disaat saya tidak sedang didepan Komputer. Permasalahanya bukan berarti saya enggan atau sombong tidak mau berbagi keterampilan.

Dalam banyak hal saya memang benar benar tidak bisa. Atau lebih tepatnya saya tidak berusaha mengingat keterampilan keterampilan penggunaan aplikasi di dalam kepala saya. Dan demi teman – teman yang perlu bantuan tersebut biasanya saya mencari komputer terdekat dan mengajak sang sahabat untuk duduk bersama menyelesaikan permasalahan. Saya berusaha mengenalkan diri saya, lebih tepatnya pendekatan yang saya gunakan untuk memecahkan suatu permasalahan.

Biasanya, di dalam kepala saya, saya hanya menyimpan ide dasar dari setiap permasalahan dan untuk kemudian baru mencari dan mengembangkan solusi praktisnya. Untuk permasalahan yang  perlu diselesaikan berulang ulang, biasanya juga solusi praktis itu ber evolusi menjadi keterampilan. Berbeda dengan pengetahuan, keterampilan itu tersimpan secara tidak sengaja di jari jari atau di organ tubuh lain yang terlibat selama proses pengerjaan sehingga dalam hal ini malah saya kurang bisa dengan baik men visualisasi dan mengkomunikasikan kepada orang lain ketika dibutuhkan. Untuk hal ini saya meminta pengertian teman – teman untuk bisa memahami dan sama sama mengembangkan prosedurnya.

Untuk menyelesaikan permasalahan yang semakin komplek dan berubah ubah dengan media memori yang terbatas. Bagi saya lebih masuk akal untuk mengingat di otak untuk hal hal mendasarnya, serta melatih ide ide kreatif. Sedangkan di lapisan praktisnya semua saya serahkan kepada konteksnya.

Saya cukup tahu diri tentang diri ini yang pelupa dan mudah melupakan keterampilan keterampilan yang pernah dipelajari.

Photo : Senja dan Alam dan sawah

Minggu Sore, Indah, Alam, Hijau, Sawah, Pak Tani, Langit Senja … Aku tak mau melupakan ….

dsc00109-743397.jpg

dsc00110-743983.jpg

dsc00111-744471.jpg

dsc00108-742283.jpg

Foto Foto diambil dari Buk, depan gardu ronda, depan (pojok rumah), sore hari menjelang shalat maghrib. Menerjang keterbatasan dengan camera VGA pada HandPhone.

Bukankan imajinasi itu tanpa batas, pikiran kamu saja yang sering membuat batasan batasan (membatasi) sehingga kreatifitas tidak muncul.

Every creative ideas always find it way to the surface

Photo di posting ke blogspot karena bisa seketika dari POP mail di HP, menyusul yang di wordpress ini dan Selamat Pagi,

Gutten Morgan

Bounjour

[ Mengalir di belakang lagu lagunya Om Chrise ]