Bakso. Sikat Ngga, Sikat Ngga?

Ini adalah bakso pertama yang menyusup ke dalam perut saya dalam beberapa tahun terakhir. Bukan bakso yang saya beli dengan uang sendiri. Traktiran ibu – ibu yang merupakan teman – teman saya itu merupakan godaan yang terbukti meruntuhkan iman dan taqwa saya. Meski hati kecil saya, dan teman saya yang lain, Matheo terus – terusan menakut nakuti saya dengan cerita yang didapat dari saudaranya yang jualan bakso.

Menurut saudara Matheo itu, sedikitnya ada 4 zat kimia berbahaya yang sering terdapat dalam bakso, yaitu zat pengenyal (1), zat pewarna (2), zat pengawet (3), dan zat perasa penyedap berupa MSG dan lain lain (4). Pokoknya ngeri deh. Tapi rasa syukur tetap saya panjatkan, Tuhan masih memberi untuk saya toleransi sehingga sampai hari ini, kurang lebih seminggu sesudahnya, saya tidak merasakan siksaan akibat zat kimia berbahaya dalam bakso. Matheo -lah yang terkapar selama dua hari setelah Hari Bakso yang penuh aroma nafsu itu.

Berbuat dosa memang terasa mudah dan nikmat. Buktinya:

Baca lebih lanjut

Browsing Tanpa Flash

Seperti yang saya tulis beberapa hari yang lalu. Bahwa Firefox dan Google Chrome di Ubuntu 64 bit saya sering crash karena kira – kira flash player plugin yang terpasang secara native memang merupakan aplikasi yang dirancang untuk berjalan pada Operating System 32 bit, bukan untuk Ubuntu 64 bit. Adobe memang sudah melakukan sesuatu. Yaitu, meskipun saat ini masih versi alpha, membuat flash player plugin yang native untuk OS 64 bit. Dan tersedia untuk OS Windows, Mac dan Linux.

Flash Player 64 bit yang oleh Adobe disebut Flash Player Square ini, sampai sekarang memang belum saya temukan berulah di Mozilla Firefox 3.6. Sedangkan Google Chrome malah menganggap plugin ini sebagai plugin yang telah out of date. Heran. Sehingga daripada sering memunculkan pop up yang mengganggu, plugin ini terpaksa saya disable. Jadinya saya mempunyai experience browsing dengan Google Chrome sama sekali bebas dari konten flash. Dan saya jadi banyak tahu kalau sebagian sangat besar dari web yang saya kunjungi mengandung konten flash.

Saya jadi heran kenapa Adobe begitu malas/terlambat untuk menghadirkan pengalaman Flash ke dalam sistem operasi 64 bit. Padahal OS 64 bit sudah bertahun tahun yang lalu hadir di muka bumi. Padahal menurut saya masih susah untuk memisahkan web dari konten flash. Namun saya juga tidak tahu sesulit apa bagi Adobe untuk menyelesaikan masalah ini. Atau bisa jadi Adobe mempertimbangkan kalau kedepan kehadiran HTML 5 akan bakal sepenuhnya menggantikan Flash sehingga perbaikan Flash saat sekarang hanya menghamburkan duit. Entahlah.

Pastinya link ini http://www.fastcompany.com/1737377/firefox-vp-flash-is-going-away menjadi menarik. Mozilla Firefox akan mengikuti jejak Apple yang telah mencampakan Flash sejak beberapa tahun yang lalu.

Stop Kontak di Jepang dan di Indonesia

Gambar di atas saya comot dari sini. Memperlihatkan bagaimana orang – orang Jepang mengikuti standar keselamatan dalam situasi gempa. Berlindung di bawah meja dan berusaha tidak panik.

Di depan mereka nampak stop kontak. Colokan listrik yang tidak dipasang permanen beserta charger yang terpasang. Ini juga tidak kalah menarik. Karena saya kira colokan listrik, kabel dan charger yang dipasang seperti itu hanya ada di Indonesia dan tidak ada di negara maju. Saya sendiri sering menggelengkan kepala dengan ruwet kabel listrik. Seperti yang pernah saya posting di sini. 😀

Dan sekarang gambar itu saya tempel lagi di bawah ini :

 

Meringkas Pendidikan Kita

 

Melihat gambar ini sekilas barangkali anda  menduga kalau saya akan menceritakan kebandelan yang saya tekuni di Sekolah Dasar SD Negeri Karangmojo II atau SMP N 1 Playen. Betapa tidak. Perintah Guru agar siswa meringkas pelajaran dari Buku. Di tulis dengan kapur pada papan tulis berwarna hitam. Dikukuhkan oleh Garuda Pancasila disaksikan oleh Presiden dan Wakil Presiden.

Tetapi, silakan lihat lebih lama. Itu BUKAN gambar Bapak Suharto dan Bapak Sudharmono. Bukan pula Bapak Suharto dan Bapak Try Sutrisno. Melainkan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono dan Bapak Budiono. Presiden dan Wakil Presiden Indonesia yang dipilih secara langsung oleh segenap rakyat Indonesia pada Pilpres 2009 yang lalu.

Hadeuh! Ternyata Presiden dan Wakil Presiden yang baru yang dipilih secara langsung oleh rakyat belum terasakan pada perbaikan pendidikan yang dikenyam oleh sebagian rakyat Indonesia. Mudah – mudahan siswa siswi yang masih mendapatkan tugas meringkas buku pelajaran dari guru – guru mereka hanyalah sebagian kecil putra putri Indonesia. Atau masih banyak?

Firefox dan Chrome Sering Crash di Ubuntu 10.10 64 bit

Belakangan ini saya sering dibuat tidak sabar oleh Mozilla Firefox dan Google Chrome yang sering crash, terutama di Ubuntu 10.10 64 bit. Kenapa Firefox dan Chrome? Karena keduanyalah browser yang paling sering saya pakai untuk menyelancari internet.

Saya tidak tahu pasti sebab dari kedua browser itu sering crash, tetapi karena biasanya Firefox dan Chrome menjadi kalang kabut pada saat membuka halaman web yang banyak berisi animasi dan video flash maka rasanya tidak berlebihan kalau saya menuding flash plugin sebagai biang kerusuhan. Fitnah-an saya ini semakin beralasan setelah saya ingat, bahwa beberapa tahun yang lalu, pada saat menginstall flash plugin, flash memang belum me release versi untuk 64 bit. Saya memaksakan aplikasi yang didesain untuk sistem 32 bit ke system 64 bit yang saya pakai. -force –architecture.

Kehadiran versi alpha dari flash plugin native 64 bit baru tadi saya ketahui membuat saya penasaran apakah kehadiran flash plugin 64 bit native bisa membuat pengalaman browsing saya dengan Mozilla Firefox 3.6 dan Google Chrome 10 bisa terbebaskan dari crash yang terkutuk. Flash player ini oleh Adobe disebut sebagai ” Flash Player Square ” Baca lebih lanjut

Trotoar Bermetamorfose (jadi Pasar)

Gerobak Nasi Uduk

Saya tidak sedang ingin membeli Nasi Uduk. Melainkan saya terpaksa berjalanan di aspalan karena jatah  trotoar buat pejalan kaki diserobot oleh ulah pedagang nasi uduk. Jadinya saya juga tanpa permisi mengurangi jatah bagi pengendara mobil dan motor.

Penjual Nasi Uduk dengan gerobak biru itu bukanlah satu satunya yang nekad semena – mena terhadap fasititas umum. Foto – foto berikut ini adalah bentuk kekerasan terhadap trotoar yang saya temua sepanjang perjalanan  kaki saya dari makan siang. 😀 Baca lebih lanjut

Tempat Parkir Semrawut di RSUP Sarjito

Bepergian dengan sopir yang kurang pengalaman memang tidak enak. Kurang pengalaman bukan berarti kemampuan menyetir yang buruk. Melainkan pengalaman akan tempat – tempat yang mau saya kunjungi. Dan jalanan ke arah tempat itu.

Peta jalanan mudah kita dapatkan dengan beberapa kali pencet di gadget  yang berkelengkapan google maps. Sayangnya google map tidak dilengkapi dengan informasi jalanan, mana yang semrawut, mana yang macet, jalanan mana yang sedang direnovasi. Mengandalkan rambu rambu penunjuk jalan? Ini Indonesia bung.

Jalanan bukan akhir derita. Menyambut dengan derita berikutnya adalah tempat parkir. Sopir kami yang kurang pengalaman sudah membuat keputusan kurang tepat seketika memasuki area parkir. Dia mengemudi keluar dari tempat parkir serta merta setelah tahu bahwa dia berada di ruang parkir untuk pasien UGD. Padahal tujuan kami ingin menbesuk seorang teman yang sedang di rawat.

Bukan salah si sopir sebenarnya. Karena sekali lagi tidak ada papan informasi yang memadai. Sesampainya di tempat parkir pengunjung pun kesemrawutan masih terus – terusan menambah panas siang yang sudah terik. Tidak ada petugas parkir di RSUP Sarjito yang membantu menunjukan dimana tempat parkir yang masih kosong. Petugas yang tetap bekerja sepertinya hanya petugas tiket dan pemungut uang parkir di pintu gerbang tempat parkir.

Kunci kenyamanan memang sopir yang berpengalaman 😀

Alih – alih. Kami mengucapkan rasa terimakasih kepada mas Ikhsan yang sudah kami paksa untuk menjadi sopir bagi kami – kami, mengantarkan untuk menjenguk sahabat kita juga ,yang tengah mengemban penyelesaian uji kesabaran di RS Sarjito. Kami – kami tahu, ujian kesabaran yang harus kami lalui di sepanjang perjalanan yang panas dan di parkiran semrawut masih tidak ada apa – apanya dibanding yang sedang menimpa seorang sahabat. Hanya Allah yang maha sabar. Allah mengembalikan saudara kita di tengah – tengah keluarga tercinta pada waktu yang Ia kehendaki.

KTP Gratis ? Gorengan Saja Tidak Gratis

Almarhum sahabat saya, Ersad dan sahabat baik saya yang masih berumur panjang, Tunjung, pernah suatu kali menanyai seorang staf desa Grogol kecamatan Paliyan yang sedang membeli jajanan gorengan di warung. “Apakah duit yang dipakai untuk membeli gorengan itu merupakan uang urunan atau uang dari mana?” Jawab staf desa Grogol itu singkat, “Sudah ada anggarannya“. Muka staf desa perempuan itu pucat pasi dicecar dengan pertanyaan tanpa basa basi itu.

Ersad dan Tunjung, ketika menceritakan peristiwa itu pada saya, merasa penasaran  dengan perilaku suka jajan para penghuni Balai Desa Grogol. Staf itu disuruh jajan lagi setelah tidak beberapa lama berselang dari membeli jajan di tempat yang sama.

Menurut saya, Ersad dan Tunjung merupakan muka dari potret  rakyat  yang menginginkan transparansi dari pemerintah yang berkuasa di desa dimana mereka tinggal. Tetapi mereka tidak cukup mempunyai akses untuk menonton transparansi itu. Kalau memang transparansi itu ada. Ada banyak masyarakat kecil di Desa Grogol selain Ersad dan Tunjung yang penasaran ingin tahu untuk apa uang sewa tanah desa untuk tower XL, dana ADD, dan uang dari sumber keuangan lainnya, asbes dan barang-barang bongkaran SD N Karangmojo 1 dan SDN Inpres Karangmojo 3. Dan lain lain, dan lain – lain.

***

Membaca koran harian Kedaulatan Rakyat pagi hari ini  membuat saya menghela nafas panjang. Paguyupan Dukuh se Gunungkidul yang menemui Bupati Gunungkidul, Hj Badingah, S.Sos, meminta peninjauan kembali keputusan Pemda Gunungkidul yang memberlakukan penggratisan biaya KTP terhitung mulai Januari 2011. Mereka beralasan kebijakan itu akan mengurangi pendapatan aseli desa dari sumbangan suka rela pengurusan KTP.

Yang bener saja. Pendapatan Aseli Desa atau Pendapatan pribadi perangkat desa?

***

Apa …, KTP Gratis? Gorengan saja tidak GRATIS.

Blokir WordPress.com di Myamar

Apa jadinya kalau di Indonesia juga memblokir WordPress dan layanan blogging lainnya sebagaimana yang dilakukan oleh negara tetangga kita, Myamar. Yang pasti adalah saya tidak perlu pusing – pusing mencari alasan kenapa saya semakin malas menulis posting di blog ini. Alasannya sudah jelas. Blogging adalah sesuatu yang haram menurut kehendak pemerintah.

Blocking terhadap WordPress dan beberapa layanan blogging di Myammar, baru saya ketahui pada pagi ini ketika saya membaca – baca status facebook teman – teman saya. Myammar tidak hanya memblokir layanan blogging. Melainkan termasuk Gmail.com, Yahoo.com. Anehnya Facebook dan twitter malah tidak diapa – apakan. Apa – apaan ini?

Bukankah facebook dan twitter juga mumpuni untuk menyebarkan issue sebagaimana blog. Bahkan jejaring social media ini terbukti ampuh menjungkir balikan pemerintahan seperti yang terjadi di Mesir, Libya, Tunisia dan dalam beberapa kasus yang berbeda, Indonesia.

Memang kebutuhan di masing – masing negara berbeda – beda. Kultur masyarakat antara belahan bumi yang satu berbeda dengan belahan dunia lainnya. Saya belum mempunyai data teledensitas penggunaan social media terutama twitter dan facebook di Burma. Bisa jadi netizen di sana lebih demen nge-blog daripada berkicau di twitter atau bersaling sapa di Facebook. Ada yang tahu?

Catatan penting untuk diri saya sendiri :

Semangat memberontak seseorang akan semakin bergejolak bila mendapatkan tekanan. Orang egois seperti saya cenderung melakukan sesuatu yang dilarang dan melawan arus. Posting ini adalah contoh kongkrit. Saya buru – buru membuat posting wordpress seketika setelah mengetahui ada blocking wordpress oleh negara tetangga.

Apakah bila di negara Indonesya tercinta tiba tiba melarang aktifitas nge-blog maka serta merta semua blogger Indonesia akan bangun dari mati suri. Sebagaimana dulu teman saya yang lugu dan alim tiba – tiba ingin ditemani ke warnet dan diajari cara membuka situs porno ketika pemerintah sedang galak – galaknya mengkampanyekan pemblokiran terhadap situs porno. Entahlah. Wallahualam Bisawab 😀

Bagaimana Download File dengan Aria2

Secara default, linux, ubuntu khususnya telah dilengkapi dengan download manager yang handal, yaitu wget. Tetapi apabila kita menginginkan kecepatan download yang lebih ngebut, kita bisa mencoba Aria2C.

Tentu saja kita harus mengintalnya terlebih dulu, mudah saja, ketikan:

#sudo apt-get update
#sudo apt-get install aria2

Mungkin kita akan dikonfirmasi untuk menyertakan pengintalan dependency, tekan saja y

Nah setelah Aria2C terinstall, bagaimana cara menggunakannya. Aria2C dapat dipanggil langsung dari terminal

aria2c download link

contoh:

#aria2c  http://www46.indowebster.com/5052ec722f032c659ccbdfbd3a2203ef.mkv

Maka secara otomatis file akan terdownload dan tersimpan pada home directory anda. Apabila proses download terputus atau dengan sengaja kita hentikan dengan menekan tombol ctrl+c, kita masih bisa dengan mudah me-resume proses download ini. Caranya:

#aria2c -c  http://www46.indowebster.com/5052ec722f032c659ccbdfbd3a2203ef.mkv

Nah, untuk mengatur ke folder mana file yang didownload akan disimpan sekaligus mengganti nama file sesuai dengan yang kita inginkan dapat digunakan cara sebagai berikut:

#aria2c -d /home/jarwadi/Videos/film/ -o thelordofthering3  
http://www46.indowebster.com/5052ec722f032c659ccbdfbd3a2203ef.mkv

Pada perintah ini kita akan menyimpan file yang kita download pada directory atau folder /home/jarwadi/Videos/film sekaligus mengganti nama file menjadi thelordofthering3

Untuk menengok perintah dan syntax pada aria2c selengkapnya bisa dibaca di sini. Selamat Mendownload