Web Browser Mendadak Crash dan Mendadak Sembuh

Pada hari Sabtu pagi kemarin saya mulai mempunyai masalah dengan browser Google Chrome dan FireFox yang terinstall pada laptop Ubuntu 11.04. Firefox dan Google Chrome, kedua web browser andalan itu berulangkali tiba – tiba crash hanya untuk membuka beberapa tab saja. Padahal pada Jum’at malam tidak terjadi masalah apapun. Saya juga tidak melakukan setting atau update apapun pada sebelum masalah itu terjad.

Saat itu saya belum berniat untuk mencari tahu masalah yang menimpa browser pada ubuntu 11.04 itu karena sedang tidak mood.

Anehnya, sejak hari Minggu pagi kemarin sampai sekarang, masalah yang timbul dengan tiba – tiba itu telah sembuh dengan tiba – tiba pula. Membuat penasaran saja. Sebenarnya apa yang sedang terjadi.

Browsing Tanpa Flash

Seperti yang saya tulis beberapa hari yang lalu. Bahwa Firefox dan Google Chrome di Ubuntu 64 bit saya sering crash karena kira – kira flash player plugin yang terpasang secara native memang merupakan aplikasi yang dirancang untuk berjalan pada Operating System 32 bit, bukan untuk Ubuntu 64 bit. Adobe memang sudah melakukan sesuatu. Yaitu, meskipun saat ini masih versi alpha, membuat flash player plugin yang native untuk OS 64 bit. Dan tersedia untuk OS Windows, Mac dan Linux.

Flash Player 64 bit yang oleh Adobe disebut Flash Player Square ini, sampai sekarang memang belum saya temukan berulah di Mozilla Firefox 3.6. Sedangkan Google Chrome malah menganggap plugin ini sebagai plugin yang telah out of date. Heran. Sehingga daripada sering memunculkan pop up yang mengganggu, plugin ini terpaksa saya disable. Jadinya saya mempunyai experience browsing dengan Google Chrome sama sekali bebas dari konten flash. Dan saya jadi banyak tahu kalau sebagian sangat besar dari web yang saya kunjungi mengandung konten flash.

Saya jadi heran kenapa Adobe begitu malas/terlambat untuk menghadirkan pengalaman Flash ke dalam sistem operasi 64 bit. Padahal OS 64 bit sudah bertahun tahun yang lalu hadir di muka bumi. Padahal menurut saya masih susah untuk memisahkan web dari konten flash. Namun saya juga tidak tahu sesulit apa bagi Adobe untuk menyelesaikan masalah ini. Atau bisa jadi Adobe mempertimbangkan kalau kedepan kehadiran HTML 5 akan bakal sepenuhnya menggantikan Flash sehingga perbaikan Flash saat sekarang hanya menghamburkan duit. Entahlah.

Pastinya link ini http://www.fastcompany.com/1737377/firefox-vp-flash-is-going-away menjadi menarik. Mozilla Firefox akan mengikuti jejak Apple yang telah mencampakan Flash sejak beberapa tahun yang lalu.

Firefox dan Chrome Sering Crash di Ubuntu 10.10 64 bit

Belakangan ini saya sering dibuat tidak sabar oleh Mozilla Firefox dan Google Chrome yang sering crash, terutama di Ubuntu 10.10 64 bit. Kenapa Firefox dan Chrome? Karena keduanyalah browser yang paling sering saya pakai untuk menyelancari internet.

Saya tidak tahu pasti sebab dari kedua browser itu sering crash, tetapi karena biasanya Firefox dan Chrome menjadi kalang kabut pada saat membuka halaman web yang banyak berisi animasi dan video flash maka rasanya tidak berlebihan kalau saya menuding flash plugin sebagai biang kerusuhan. Fitnah-an saya ini semakin beralasan setelah saya ingat, bahwa beberapa tahun yang lalu, pada saat menginstall flash plugin, flash memang belum me release versi untuk 64 bit. Saya memaksakan aplikasi yang didesain untuk sistem 32 bit ke system 64 bit yang saya pakai. -force –architecture.

Kehadiran versi alpha dari flash plugin native 64 bit baru tadi saya ketahui membuat saya penasaran apakah kehadiran flash plugin 64 bit native bisa membuat pengalaman browsing saya dengan Mozilla Firefox 3.6 dan Google Chrome 10 bisa terbebaskan dari crash yang terkutuk. Flash player ini oleh Adobe disebut sebagai ” Flash Player Square ” Baca lebih lanjut