Theme Mistylook Jelek pada Tulisan Panjang?

Saya suka theme/tema Mistylook yang saat ini sedang saya pakai pada blog ini. Mistylook telah lama saya pakai dan saya pakai dalam rentang waktu paling lama. Saya kembali lagi ke Mistylook meskipun sudah mencoba – coba beberapa theme.

Tampilan Mistylook menurut saya enak di mata untuk posting tulisan – tulisan yang pendek – pendek. Dua atau tida paragraf. Maksimal empat. Cocok pula untuk satu dua foto ditambahi sedikit narasi. Barangkali ini alasan kenapa saya suka Mistylook. Karena saya memang jelek kalau menulis panjang. Selain tidak enak dibaca, pula tidak enak dilihat.

Saya sendiri merasa tidak nyaman melihat posting saya beberapa waktu yang terbilang panjang (dan tidak mutu), tapi sayang kalau sudah cape cape mengetik tidak jadi diposting. 😀 Barangkali besok – besok lagi kalau saya mau berlama lama panjang bercurhat akan lebih memilih outlet yang agak lama teranggurkan di http://jarwadiku.multiply.com . Sekaligus untuk mengurangi rasa malu karena di sana akan dibaca oleh sedikit orang.

Theme Mistylook jelek bila tulisan saya panjang – panjang? BENAR. Karena kualitas menulisnya yang membuat jelek. 😀 Atau ada saran Theme WordPress yang bagus kira – kira cocok untuk style saya?

Gunakan SIM Sesuai Dengan Fungsinya

Memang, tidak ada doktrin “Gunakan SIM sesuai dengan fungsinya”. Orang – orang yang menghuni Lab dan Bengkel secara turun temurun hanya mengenal kata mantra “Gunakan Alat Sesuai Dengan Fungsinya”. Nasihat ini untuklah diri saya sendiri. SIM (Surat Ijin Mengemudi) milik saya memang tidak saya biarkan nganggur. Saya memberdayakanya. Agar duit yang saya bayarkan untuk membuat SIM tidak mubadzir. Karena saya jarang mengemudikan kendaraan sendiri di jalan raya, karena saya tidak punya kendaraan bermotor, maka saya menggunakanya dalam arti luas. Misalnya saya menggunakan SIM untuk jaminan menyewa DVD di rental rental.

Razia, Cegatan, Operasi Lalu Lintas pagi tadi, di Jalan arah ke Semanu, dekat POM Bensin Baleharjo, Wonosari, Gunungkidul, adalah kali pertama saya menggunakan SIM, sesuai dengan fungsinya. Dari sana saya jadi tahu, menggunakan SIM sesuai dengan fungsinya tidaklah semudah menggunakan SIM dalam arti luas.

Polisi Lalu Lintas, dengan gaya formalitas mengucapkan “Selamat Pagi, maaf perjalanan anda terganggu … , dst dst” Entah apa seterusnya yang diucapkan itu tidak jelas. Jadi benar kan bila saya menganggapnya sebagai formalitas belaka. Petugas polisi itu, kemudian, sambil memeriksa SIM dan STNK, menanyakan tanggal lahir saya, saya menjawabnya, kemudian ia menanyakan alamat. Apa – apaan ini? “Loh bukannya yang kamu tanyakan itu sudah ada di SIM? Bisa baca ngga sih?” Bentak saya. Polisi yang bertugas di Lantas Polres Gunungkidul itu menjawab “Bukan gitu, kok foto di SIM beda sama orangnya?” Baca lebih lanjut

Komik Review: Hidup itu Indah, Bila Memelihara Kambing Hitam

Di lingkungan desa agraris dimana saya tinggal, sampai saat ini masih ada ratusan keluarga penerima bantuan Raskin, Beras untuk Rakyat Miskin. Keluarga – keluarga petani tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan makan mereka sendiri di tengah – tengah sawah ladang pertanian dan lumbung makanan. Raskin yang telah diterima selama bertahun – tahun sampai saat ini belum terbukti dapat membebaskan mereka dari belenggu kemiskinan.

Ini salah siapa? Tidak salah untuk menyalahkan penguasa korup tamak serakah yang menyunat alokasi anggaran untuk bantuan pengadaan benih, pupuk, insektisida, mekanik pertanian, infrastruktur pengairan, pelatihan – pelatihan pola tanam terkini, dll. Punggawa – punggawa negeri kita sedang khilaf. Tidak salah pula bila kemiskinan dan rendahnya produktifitas petani merupakan bikinan dari konspirasi global agar negara kita tidak pernah mandiri dalam segala aspek kehidupan dan selalu hidup ketergantungan terhadap negara – negara kapitalis barat sehingga selamanya kita bisa diperah dan dieksploitasi oleh keserakahan nafsu syaiton mereka. Panen Padi tiap tahun jelek karena indek Hongkong sedang lesu. Baca lebih lanjut

ServiceTrackball – Trackpad Macet pada Blackberry

Kemarin, saya menemani teman saya untuk mengganti track ball dan track pad pada blackberry-nya. Teman saya itu punya dua Blackberry, yang satu masih menggunakan trackball, yaitu Bold 9000 dan yang satunya sudah menggunakan trackpad, Onyx 9700. Saya pikir blackberry yang bisa rusak pada alat navigasinya hanya yang ber-trackball, ternyata trackpad juga bisa rusak.

Atas anjuran teman, kami ke counter tukang – tukang service  yang ada di Lantai I Ramai Mall – Yogyakarta. Biar lebih murah. Karena di tempat service di sini harga bisa ditawar – tawar. Setelah keliling muter – muter tanya sana sini, akhirnya kami mendapatkan tukang service yang memberikan  harga lebih murah. Yaitu di “26 Cell”

Di “26 Cell” harga trackball untuk bold yang ori, Rp 70.000, sudah termasuk ongkos pasang. Sedang trackpad pada Onyx ngga nyampe Rp 200.000 sudah termasuk ongkos pasang. Lupa harga persisnya. Mengganti trackball dan trackpad bisa ditunggu. Paling – paling 15 menit selesai. Asal tidak ada kerusakan lain pada Blackberry. Di sini kita juga bisa membeli trackball dan trackpad untuk dipasang sendiri. Ini cocok bagi yang suka mengoprek seperti saya. Komponen – komponen, suku cadang HP dan Blackberry juga tersedia di sini. Baca lebih lanjut

Sky-wire Connecting to Sometime :)

Sky-wire over Beringharjo

Foto ini siang tadi saya ambil dari jalan kecil di pinggir sebelah utara Pasar Beringharjo – Yogyakarta. Saya tadi memilih berjalan kaki melewati jalan unik yang di kanan kirinya terdapat peristiwa perdagangan barang – barang antik.

Saat saya mengeluarkan kamera dari dalam tas, serta merta disapa oleh salah seorang pedagang, “Bawa barang apa mas? Sini biar saya beli saja” Kata sapaan yang mirip seperti yang disapakan pada saya dan teman teman Sekolah Menengah pada kira – kira 15 tahun yang lalu. Saat itu saya dan teman – teman memang suka main – main ke bagian pojok Timur Laut Pasar Beringharjo Lantai III.

Disana sebenarnya dan sejujur – jujurnya kami belum pernah menjual satu biji barangpun. Kami suka membeli barang – barang elektronik bekas atau klithikan untuk kami oprek lagi atau bila kami mencari komponen komponen elektronik yang sulit didapat di Toko Sinar, Toko 51 atau Audio Plasa. Atau untuk mencari harga komponen yang jauh lebih murah dari komponen baru di toko. Ya itulah riwayat dari Hobby-ist elektronik yang bermodal dengkul pas – pasan.

Loh, kok malah tulisan dalam posting ini semakin melenceng dari Judul dan Gambar yang dipajang. Ya Maaf … 😀

Kang Slamet Cumik Hari Ini Menikah

Turut bersuka cita atas menikahnya sahabat kita, Kang Slamet Cumik, nama aselinya Slamet Haryanto, putra semata wayang dari Bapa Pardi, yang bertempat tinggal di dusun Senedi, Grogol, Paliyan, Gunungkidul.

Pernikahan dilangsungkan pada hari ini bertempat di rumah bahagia Bapak Sumartono, Carik Desa Grogol, pada jam sekitar jam 10:30 WIB Sungguh merupakan kehormatan dan kebahagian yang tidak terkira bagi Bapak Sumartono beserta keluarga yang anak wanitanya, Sri Untari, diperkenankan Kang Slamet untuk dipersunting sebagai istri pertama.

***
Sah? Sah!

***

Akhirnya, saya menghaturkan banyak sekali ucapan selamat dan doa, dari saya sendiri dan para sahabat, Mas Tunjung, Mas Firman, Mas Kothol, Kangmas Istono, Mas Gareng dan sangat banyak teman lain yang mana tidak bisa semuanya saya tuliskan satu demi satu di sini, Semoga menjadi Keluarga Sakinah, Mawadah, Warramah. Tak lupa Ersyad, semoga dia senantiasa damai di negeri di sisi-Nya sana, teman kita Bagong pasti bahagia yang tak terperi mendengar kabar baik ini.

Amiin.

Posted with WordPress for BlackBerry.