Ikatlah Ide Sebelum Mereka Pergi Untuk Selamanya :)

Saya setuju dengan orang – orang yang pernah menasehati agar segera ┬ámencatat ide ide begitu makhluk gaib bin ajaib itu nongol dari balik kegelapan. Ide memang sering datang tak diundang, pergi pun tidak pakai kata pamit. Minggat. Spontan, tiba – tiba, atau dengan saya bilang tergesa – gesa gak pakai lama. Serombongan ide yang pada beberapa malam yang lalu saya persilakan dengan suka cita itu sekarang telah pergi hanya dengan meninggalkan sisa sisa.

Terlalu sibuk mempersilakan sampai saya tidak ingat untuk menawan pimpinan rombongan. Ya sudahlah. Tidak apa apa. Toh, sekarang masih tersisa waktu kurang dua minggu untuk presentasi yang akan saya poles itu. Waktu dua minggu untuk mengumpulkan serpihan – serpihan berceceran dan bercak jejak yang tersisa. ­čśÇ

Berburu dan meramu ide – ide di dalam belantara kegelapan ternyata lebih melelahkan dari pada menangkap makhluk – makhluk itu ketika atas kehendak mereka sendiri turun gunung dan tersesat di perkampungan. Hambatan terbesar yang mungkin adalah satu satunya memang adalah ┬áKEMALASAN dan MENYEPELEKAN. Malas untuk menuliskan. Menganggap menuliskan itu remeh temeh ┬átak penting.

Rombongan ide yang sudah minggat itu bisa jadi sekarang tertawa – tawa dari kejauhan melihat saya memunguti sisa sisa yang masih tercecer mengumpulkannya ke dalam plastik kantong kresek Freemind. ­čśÇ

Selamat Hari Minggu kawan. Mari segera mandi, macak, dan kita njagong manten ke Pernikahan sahabat kita yang paling trendy, Kang Slamet Cumik. Jam 09:00 WIB harus sudah bersiap di ndalemnya lhooo …