Samsung Galaxy S7: Apa Saja Bedanya dengan Galaxy S6?

samsung galaxy s7

Samsung Galaxy S7 (foto diambil dari arstechnica)

 

Setelah sebelumnya ada banyak sekali rumor dan bocoran yang bertebaran di internet akan seperti apa wujud Samsung Galaxy S7 dan Samsung Galaxy S7 Edge, akhirnya kemarin, di Barcelona, Samsung telah secara resmi mengumumkan perwujudan yang sebenarnya dari flagship yang banyak mata tertuju kepadanya.

Sebagai mantan pengguna Samsung Galaxy, Samsung Galaxy terakhir saya hilang tercecer beberapa tahun lalu ketika saya sedang memotret di hutan sebelah barat desa, saya pun turut kepo terhadap kehadiran penerus S6 yang terbukti merupakan smartphone android high end terlaris tahun lalu.

Saya dalam tulisan ini akan menulis perubahan apa saja yang diberikan Samsung kepada Galaxy S7, dibandingkan dengan yang telah dilakukan Samsung kepada Galaxy S6. Di sini saya tidak akan banyak menyinggung tentang S7 edge. Entah kenapa saya kurang menyukai Edge. Baca lebih lanjut

(Ingin) Memotret Kabut di Turunan (Watu Payung) Geoforest

Jam setengah enam pagi waktu desa dimana saya tinggal nampak di sekitar rumah saya berkabut tebal. Ini langsung mengingatkan saya dengan Turunan Geoforest atau yang dulu dikenal dengan Watu Payung. Beberapa waktu yang lalu ketika saya ke Turunan Geoforest, oleh petugas parkir di sana, saya diberi tahu: waktu terbaik untuk menikmati pemandangan alam di Turunan Geoforest adalah pada pagi hari. Pemandangannya adalah tebing, bukit, hutan dan sungai oya yang diselimuti oleh kabut.

 

Ketika saya tanya apakah pemandangannya seperti di Kebun Buah Mangunan? Mas, petugas parkir itu menjawab: menurut beberapa pengunjung pemandangannya lebih bagus di sini, di Turunan Geoforest.

Saya pun langsung berkemas dengan cepat. Sekitar pukul 6 saya meluncur menembus kabut dan melawan kedinginan dengan berkendara sepeda motor menuju Watu Payung (Turunan Geoforest) yang terletak kira-kira setengah perjalanan dari rumahnya. Watu Payung/Turunan Geoforest tepatnya terletak di Dusun Turunan, Desa Girisuko, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul sebelah barat. Berbatasan dengan kecamatan Imogiri kabupaten bantul.

Rute yang saya lalui kemarin pagi adalah: dari rumah saya, kantor kecamatan Paliyan ke Barat, melewati Ketangi dan Balai Desa Bayusoca, kemudian keselatan melewati jembatan besi Gedad dan belok kiri menanjak melewati dusun Klepu sampai akhirnya saya sampai di Geoforest.

Kalau kamu juga ingin ke ke sana, berikut ini adalah Peta Google Rute Menuju Turunang Geoforest/Wisata Alam Watu Payung. Silakan diikuti dengan gadget kamu:

 

Pagi itu saya tidak bisa memacu sepeda motor lebih cepat. Kabut yang tebal di sepanjang jalan menghalangi pandangan mata saya. Jarak pandang sangat pendek. Saya harus berhati-hati mengingat jalanan yang saya lalu banyak turunan, tanjakan, tikungan tajam dan bermacam kelokan. Lampu sepeda motor saya yang menggunakan lampu LED warna putih ternyata punya kelemahan tidak bisa menembus kabut. Nah, mungkin saya harus menggantinya dengan lampu warna kuning atau halogen. Atau menambahkan lampu kabut tersendiri.

12328475_1039019376162445_1344988753_n

Turunan Geoforest, Girisuko, Panggang, Gunungkidul

Sesampai di Geoforest, saya langsung bergegas ke Gardu Pandang, ke Gardu Pandang 1 yang terletak di sisi barat. Kabut yang tebal menyelimuti apa saja sudah turun menyambut saya.

 

 

Sayangnya sekitar pukul setengah tujuh pagi itu di sana matahari sudah tinggi. Ini berbeda dengan gambaran yang ingin saya potret. Apa yang ingin saya potret sebenarnya adalah sunrise yang berselimut kabut. Baca lebih lanjut

Pertanyaan Netizen untuk Indihome Fiber

indihome fiber

Melihat-lihat peta jaringan internet fiber Telkom di http://fibermap.indihome.co.id/ membuat saya merasa hampir beruntung. Dan kali ini memang saya belum beruntung.

Titik-titik merah yang menandakan ketersediaan jaringan internet fiber milik Telkom di daerah setelah saya cermati rupanya baru tersedia di titik kecamatan Playen dan kecamatan Paliyan. Sedangkan rumah saya tepat berada di tengah-tengah antara kecamatan Playen dan Paliyan. Harapan saya untuk bisa menikmati kecepatan internet broadband dengan koneksi fiber di rumah berarti masih menunggu. Baca lebih lanjut

Mencatat Masalah-Masalah Simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2016

Masalah-masalah pada software Ujian Nasional Berbasis Komputer atau disebut juga dengan UN CBT 2015 yang saya tulis di blog ini pada tahun lalu akhir-akhir ini mendapatkan cukup banyak visitor. Tulisan lama ini kembali dikunjungi orang  saya duga karena saat ini sekolah-sekolah SMA dan SMK di Indonesia yang akan menyelenggarakan UNBK sudah mulai melakukan persiapan dan melakukan simulasi UNBK. Masalah-masalah teknis UNBK di lapanganlah yang mengantar mereka sampai ke tulisan lama saya itu. Ini bisa saya lihat dari kata kunci yang mereka ketikan yang membawa sampai ke blog saya.

Tahun ini saya berkesempatan untuk membantu salah satu SMK di Gunungkidul dalam mempersiapkan penyelenggaran dan simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2016.

Berdasarkan pengalaman saya beberapa pekan terakhir, memang, ada beberapa masalah teknis yang kami hadapi selama mempersiapkan dan menjalankan simulasi UNBK. Tulisan ini saya maksudkan untuk membagikan catatan-catatan kecil dan pengalaman saya sebagai bagian dari tim teknis di tingkat sekolah/tingkat lokal.

Kebanyakan permasalahan yang kali ini kami hadapi sebenarnya tidak jauh berbeda dengan masalah-masalah yang kami temui pada tahun lalu. Daripada tulisan ini terlalu panjang karena saya menulis-ulangkannya, silakan baca terlebih dahulu tulisan berikut:

Masalah-Masalah di Software Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNCBT/UNBK) 2016

Sekarang saya akan memulai dengan server lokal atau yang disebut CBT SYNC UN Berbasis Komputer. Merupakan paket software server lokal yang harus diunduh oleh teknisi sekolah berupa file image (vdi). File image (vdi) ini berisi OS Windows 2012 Server yang di dalamnya berisi paket-paket aplikasi yang sudah terpasang dan tersesuai agar operator sekolah mudah menjalankannya. Image vdi ini kemudian dijalankan di atas host OS (yang dalam kasus sekolah kami dipasang di atas Windows 10 yang terpasangi Virtual Box.

Host OS ini tidak semata-mata menjalankan paket aplikasi server yang sudah terkemas dalam paket image. Di Host OS ini juga dijalankan aplikasi pendukung seperti Puspendik UNBK Starter, Chrome Browser, Team Viewer dan software-software lain sesuai kebutuhan.

Puspendik UNBK Starter merupakan software/aplikasi baru yang baru ada pada sistem UNBK 2016. Pada UNBK 2015 belum ada. Singkatnya UNBK 2016 menggunakan sistem keamanan dan sistem enkripsi yang lebih baik. Puspendik UNBK Starter inilah yang bertugas memastikan keamanan jaringan dari Server Lokal di Sekolah sampai Server Pusat di Puspendik. Bila Puspendik UNBK Starter belum memberi kode bahwa jaringan aman maka server/CBT SYNC belum akan mendapatkan Serial Number sehingga ujian/simulasi ujian belum bisa dimulai. Baca lebih lanjut

review film: a copy of my mind

a copy of my mindsampai satu jam lebih film berjalan, saya belum merasa kalau saya sedang menonton sebuah film.

rasanya saya sedang berjalan-jalan di sudut-sudut kota,di kemacetan, di gang gang sempit, aroma pinggiran dan sisi-sisi gelap jakarta. di kota dimana bisa dengan mudah berbagi bau keringat di dalam bus kopaja yang sesak dan bila lapar datang bisa menemukan makan siang murah di warteg di sudut lain kota. mau beli dvd bajakan sebagai penghibur diri ketika jenuh menghampiri juga ada, tinggal dipilih-pilih.

sebagaimana yang dilakukan sari (tara basro)–seorang gadis desa yang merantau ke kota ini dengan berbekal mimpi-mimpi dan cita-cita besar– untuk menghilangkan kejenuhannya setelah seharian penuh bekerja sebagai tukang facial di salon kecantikan murah bernama “yelo”. sari menikmati menonton dvd bajakan dengan tv usang di kamar kosnya yang sempit dan amat sederhana. ini tidak jarang ia lakukan sambil menikmati semangkuk mie instan.

kegemaran sari menonton dvd kemudian mengantarkannya kepada perkenalannya dengan alex (chicco jerikho). seorang pemuda yang menyambung hidup dengan bekerja sebagai penulis sub title bahasa indonesia untuk sebuah toko dvd bajakan. singkat cerita kisah asmara bermula dari sini. dari suatu kenyataan yang apa adanya.

dalam suatu perbincangan dengan alex, sari tersenyum manis menemukan dirinya sangat bangga. sari mempunyai cita-cita memiliki sebuah home teather. untuk memuaskan kegemarannya menonton dvd film fantasi di kamar. dibandingkan alex yang  sama sekali tidak punya cita-cita.

Baca lebih lanjut

Potret Potensi Wisata di Desa Kanigoro

12568351_1707297469514890_480418782_nSaya tahu banyak orang yang sudah tahu bahwa Pantai Ngobaran adalah salah satu pantai yang memiliki eksotisisme tersendiri di Gunungkidul. Begitu juga dengan Pantai Ngrenehan. Teman-teman saya malah mengenal Pantai Ngrenehan sebagai pantai nelayan yang menghasilkan ikan-ikan paling enak di Gunungkidul. Saya sendiri malah tidak tahu kenapa ikan-ikan di Ngrenehan bagi mereka lebih enak. Setahu saya jenis ikan tangkapan di Ngrenehan tidak berbeda dengan ikan tangkapan di Pantai Baron, Pantai Sadeng dan pantai nelayan lain di Gunungkidul.

Nah, yang jarang diketahui kebanyakan orang adalah bahwa Pantai Ngobaran dan Pantai Ngrenehan terletak di Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul. Bila ditanya, kebanyakan orang, akan menjawab: Pantai Ngrenehan dan Pantai Ngobaran terletak di Gunungkidul.

Kemudian, apa yang amat jarang diketahui oleh orang-orang, terutama wisatawan, adalah bawah Desa Kanigoro mempunyai banyak sekali pontensi wisata yang belum digali dan dikembangkan secara optimal. Untuk itulah, pada hari Senin, 8 Februari 2016, komunitas Gunungkidul Photography mengadakan acara yang tertajuk “Explore Kanigoro”. Yang dimaksudkan agar hobi fotografi mereka memberi manfaat bagi masyarakat. Agar dengan fotografi, potensi-potensi yang selama ini belum terlihat bisa mudah ditemukan dan mengundang benefit bagi masyarakat itu sendiri.

Potret Pengrajin Perak

Salah satu Pengrajin Perak di desa Kanigoro adalah Bapak Riswanto. Pagi itu sambil ditemani oleh istri dan anak semata wayangnya, Pak Riswanto sedang mengrajin perak di rumahnya yang sederhana ketika kami, rombongan dari Gunungkidul Photography bertamu.

12558540_574991312656905_1506779072_nPak Riswanto merupakan pribadi yang bersahaja, santai dan pendiam (atau kontemplatif). Santai dan tidak terganggu ketika teman-teman fotografer dengan lensa masing-masing berusaha membingkai proses mengrajin perak yang ia lakoni dari berbagai sudut.

Baca lebih lanjut

Mencoba Koneksi Internet AXIS

 

axisworldUntuk salah satu gadget, tepatnya tablet saya, kemarin saya membeli kartu perdana baru agar bisa terhubung ke internet tanpa ketergantungan dengan koneksi wi-fi. Kali ini untuk pertama kalinya saya mencoba menggunakan operator seluler AXIS untuk menggantikan kartu perdana XL yang kuota internetnya sudah habis.

Kenapa saya memilih menggunakan AXIS?

Saya tidak punya alasan yang spesifik selain mencoba-coba saja. Saya tidak punya cukup masalah dengan koneksi internet XL yang bisa dibilang cukup baik. Sesekali koneksi internet XL melambat dan mengalami gangguan memang iya, tapi ini dalam batas yang masih bisa saya terima. Yang agak sedikit susah diterima dari XL adalah harga paket isi ulang kuota internetnya yang lebih mahal dibandingkan dengan membeli perdana baru yang sudah menyertakan paket kuota internet.

AXIS kali ini saya pilih karena kabar-kabarnya menggunakan jaringan yang sama yang digunakan oleh XL. Istilahnya adalah shared BTS. Ini kabar-kabarnya dilakukan sejak AXIS dibeli (atau diakuisisi oleh XL). Harapan saya, karena menggunakan jaringan dan infrastruktur yang sama, maka kualitas koneksi dan kecepatan AXIS akan kurang lebih sama dengan apa yang dipunyai oleh XL.
Baca lebih lanjut

Sate Kambing Ledoksari, Kenyal dan Gurih

Salah sendiri bila selama ini sebagai penikmat sate saya terlalu fanatik dengan Sate Kambing Pak Turut. Saya akui dengan sesubyektif yang saya bisa, sate kambing Pak Turut memang enak. Rasanya gurih di atas pengecapan saya, daging kambingnya empuk dan sate-sate tersebut dibakar dengan tingkat kematangan yang menurut saya pas. Lebih dari itu, Pak Turut di semua cabangnya menyediakan Ruang Makan yang luas dan nampak bersih.

IMG_8457

Sate Kambing Ledoksari

Sampai beberapa waktu yang lalu ketika saya mengantre service motor di Yamaha Sumber Baru Motor Wonosari. Merasa antrean saya masih terlalu lama, saya merasa akan sia-sia bila hanya duduk di ruang tunggu. Saat itu sebenarnya belum memasuki jam makan siang ketika saya akan mencoba mencicipi Sate Kambing yang terletak tidak jauh dari service center Yamaha SBM Wonosari. Tepatnya persis di depan SMK N 2 Wonosari.

Kepada pelayan saya segera memesan seporsi Sate Kambing. Saya secara khusus memesan Sate Kambing yang tidak terlalu pedas.

Meski belum jam makan siang, rupanya di Sate Kambing Ledoksari pun saya juga harus mengantre. Antrean di depan saya pun tidak sedikit. Saya harus menunggu pesanan saya beberapa lama di sini.

Bedanya, apa yang tidak membuat saya tidak begitu bosan menunggu pesanan sate di sini adalah interior ruang tempat makan yang nampak klasik. Sate Kambing Ledoksari menggunakan sebuah Rumah Limasan (rumah adat Jawa) yang nampak gagah dengan kaso-kaso kayu yang nampak kokoh. Di ruang makan ini meja-meja dan kursi-kursi kayu di tata dengan rapi dan bagi saya nampak artistik. Kebersihan pun nampak dijaga baik di sini. Ini seolah berusaha menegaskan kepada saya bahwa makanan di sini pun dioleh secara higienis.  Baca lebih lanjut

ASUS Zenflash, Jangan Takut (Memotret di) Kegelapan

Sebenarnya saya masih belum puas mengeksplorasi fitur-fitur dan keunggulan Asus Zenflash yang diberikan oleh Mba Davina Larissa di Hotel Victoria – Yogyakarta beberapa waktu lalu. Sayangnya saat ini saya tidak bisa lagi bermain-main mengeksplorasi Asus Zenflash lebih lanjut. Asus Zenfone Selfie yang saya pasangkan dengan Zenflash ini, kemarin siang, “disukai” dan diambil orang secara diam-diam.

zenflash

Jadi saya pun pagi ini segera menuliskan pengalaman saya selama menggunakan ASUS Zenflash. Tentu saja tulisan saya ini berdasarkan apa yang saya ingat saja. Saya tidak bisa menyertakan foto-foto yang saya jepret dengan alat bantu Zenflash. Foto-foto di Asus Zenfone Selfie belum sempat saya salin ke komputer. Begitu pula dengan screenshot-screenshot di sana. Ini adalah “efek samping” dari smartphone berkapasitas penyimpanan besar. Smartphone yang sekaligus saya gunakan untuk ngeblog secara mobile. (mobile blogging)

Begini …

Biasanya ketika mendapatkan gadget baru, saya segera melalukan unboxing dan mencoba-cobanya secara langsung. Begitu pula terhadap Zenflash ini. Dengan Zenflash di tangan, mengamatinya, dan membolak-balikannya beberapa lama saya tetap bingung bagaimana cara memasang Zenflash ini dengan Zenfone Selfie. Kalau bagaimana merekatkannya ke badan Zenfone saya bisa langsung tahu. Dengan terpaksa akhirnya saya membuka buka buku manual untuk menemukan bagaimana cara mengurai kabel USB yang dilipat di tubuh Zenflash ini. Nah, ingat pepatah lama. RTFM. Read The F*ck Manual. 😀 Baca lebih lanjut

Kehilangan Handphone: Asus Zenfone Selfie

Beberapa hari belakangan ini saya merasa dipertemukan dengan beberapa peristiwa kekurang beruntungan. Puncak kekurang beruntungan saya terjadi pada siang hari tadi. Semoga tidak ada peristiwa kekurang beruntungan yang lebih kurang beruntung dari peristiwa kekurang beruntungan siang ini.

IMG_8601

Peristiwa kekurang beruntungan ini terjadi di Lippo Mall – Yogyakarta. Ceritanya setelah cape karena ingin membeli suatu jenis celana lari tapi gagal mendapatkannya setelah menyisir JCM dan Amplaz, saya pun berhenti di Lippo Mall. Saya duduk duduk di bangku di depan ticketing Cinemaxx sambil dengan Zenfone Selfie saya browsing dan memeriksa social media. Saya di sela-sela menggunakan Zenfone sesekali memeriksa Whatsapp yang ada di iPhone.

Nah, biasanya ketika saya memegang iPhone saya meletakkan Zenfone. Berulang seperti ini. Rasanya saya sudah memasukkan Zenfone ke dalam tas ketika saya berpindah ke bangku lain dan kemudian menuju ke P2 untuk mencari Mushala. Saya bermaksud menunaikan shalat.

Setelah shalat saya kembali ke L1 dan menuju ke ticketing dimana saya tadi duduk-duduk. Nah di situ saya mulai merasa ada yang kurang. Saya pun menggerayangi saku-saku celana dan baju saya untuk mencarinya. Tidak ketemu, saya pun sampai membongkar seisi tas. Hasilnya nihil.

Saya pun menuju ke bangku empuk dimana saya tadi duduk. Ada sepasang remaja yang duduk di sana. Saya dengan sopan menanyakan apakah sudah lama duduk-duduk di bangku ini. Meraka menjawab belum. Saya tanya apakah sebelumnya ada yang duduk di situ. Menurut kedua remaja itu memang ada. Tidak menemukan HP di bangku itu, saya pun menuju ke Mushala di P2 siapa tahu menemukannya di sana. Hasilnya juga nihil.

Karena Zenfone selfie saya isi nomer seluler sekali pakai jadi saya tidak menyimpan nomer itu. Mulanya saya bingung ketika saya mau mencoba menelpon nomer di handphone selfie. Sampai saya ingat kalau kemasan kartu masih ada di dalam tas. Saya pun mencoba menelpon. Dan nada sambung memang terdengar. Sayang dari beberapa kali percobaan menelpon tetap tidak diangkat.  Baca lebih lanjut