Sate Kambing Ledoksari, Kenyal dan Gurih

Salah sendiri bila selama ini sebagai penikmat sate saya terlalu fanatik dengan Sate Kambing Pak Turut. Saya akui dengan sesubyektif yang saya bisa, sate kambing Pak Turut memang enak. Rasanya gurih di atas pengecapan saya, daging kambingnya empuk dan sate-sate tersebut dibakar dengan tingkat kematangan yang menurut saya pas. Lebih dari itu, Pak Turut di semua cabangnya menyediakan Ruang Makan yang luas dan nampak bersih.

IMG_8457

Sate Kambing Ledoksari

Sampai beberapa waktu yang lalu ketika saya mengantre service motor di Yamaha Sumber Baru Motor Wonosari. Merasa antrean saya masih terlalu lama, saya merasa akan sia-sia bila hanya duduk di ruang tunggu. Saat itu sebenarnya belum memasuki jam makan siang ketika saya akan mencoba mencicipi Sate Kambing yang terletak tidak jauh dari service center Yamaha SBM Wonosari. Tepatnya persis di depan SMK N 2 Wonosari.

Kepada pelayan saya segera memesan seporsi Sate Kambing. Saya secara khusus memesan Sate Kambing yang tidak terlalu pedas.

Meski belum jam makan siang, rupanya di Sate Kambing Ledoksari pun saya juga harus mengantre. Antrean di depan saya pun tidak sedikit. Saya harus menunggu pesanan saya beberapa lama di sini.

Bedanya, apa yang tidak membuat saya tidak begitu bosan menunggu pesanan sate di sini adalah interior ruang tempat makan yang nampak klasik. Sate Kambing Ledoksari menggunakan sebuah Rumah Limasan (rumah adat Jawa) yang nampak gagah dengan kaso-kaso kayu yang nampak kokoh. Di ruang makan ini meja-meja dan kursi-kursi kayu di tata dengan rapi dan bagi saya nampak artistik. Kebersihan pun nampak dijaga baik di sini. Ini seolah berusaha menegaskan kepada saya bahwa makanan di sini pun dioleh secara higienis.  Baca lebih lanjut