Pertanyaan Netizen untuk Indihome Fiber

indihome fiber

Melihat-lihat peta jaringan internet fiber Telkom di http://fibermap.indihome.co.id/ membuat saya merasa hampir beruntung. Dan kali ini memang saya belum beruntung.

Titik-titik merah yang menandakan ketersediaan jaringan internet fiber milik Telkom di daerah setelah saya cermati rupanya baru tersedia di titik kecamatan Playen dan kecamatan Paliyan. Sedangkan rumah saya tepat berada di tengah-tengah antara kecamatan Playen dan Paliyan. Harapan saya untuk bisa menikmati kecepatan internet broadband dengan koneksi fiber di rumah berarti masih menunggu.

Kalau di kota Wonosari (Gunungkidul) sendiri, seperti terlihat di peta di atas sudah banyak sekali lokasi yang terjangkau oleh jaringan internet fiber. Beruntunglah mereka yang tinggal di sana dan saat ini sudah bisa menikmati koneksi inernet cepat.

Saya toh selama ini juga sudah menikmati jaringan internet fiber di kantor di pabrik saya yang sudah lama menggunakan koneksi Speedy Gold. Ini kalimat penghiburan bagi saya, karena sebenarnya yang saya inginkan adalah internet cepat berbasis koneksi fiber di rumah. 🙂

Masa iya kalau misalnya malam hari saya ingin download file atau streaming video harus ke kantor dulu.

Nah, harapan saya: semoga perusahaan telekomunikasi merah putih ini bisa secepatnya memperluas jaringan koneksi internet fiber sampai ke pelosok Indonesia. Koneksi internet cepat yang menurut saya saat ini sudah menjadi kebutuhan dasar manusia agar bisa diakses semakin banyak orang. Agar orang-orang yang tinggal di desa dan pinggiran daerah seperti saya tidak merasa dinomor duakan.

Lhoh, kenapa masih mengharapkan koneksi internet fiber? Bukankah selama ini menggunakan koneksi 3G dari beberapa operator pun saya baik-baik saja. Pertanyaan ini tidak perlu saya jawab ulang. Saya sudah menjawabnya dulu ketika pertanyaan ini belum ditanyakan. Ingat tulisan saya beberapa waktu lalu yang ini: Bijak Siasasi Kebutuhan Internet untuk Keluarga

Bila sudah lupa, apalagi kalau belum membaca sebaiknya silakan dibaca dulu sebelum melanjutkan membaca tulisan saya kali ini. Dibaca setelah membaca tulisan ini juga tidak apa-apa. Asal nanti jangan lupa membacanya.

Tapi hitungan-hitungan pada tulisan yang dulu itu sudah tidak relevan. Sekarang Indihome menerapkan FUP (Fair Usage Policy)?

Benar juga sih, sekarang Indihome Fiber menerapkan FUP. FUP ini begitu menakutkan mungkin karena pengalaman kita selama ini menggunakan koneksi unlimited dari operator 3G seluler.

Saya sendiri saat ini menggunakan koneksi internet unlimeted dari XL, Axis dan Telkomsel. Ambil contoh Telkomsel Flash unlimited yang saya gunakan akan dikenakan FUP bila pemakaian saya sudah mencapai 4GB. FUP Telkomsel Flash unlimited akan memangkas kecepatan menjadi tinggal 64 kbps dari sebelumnya sampai 14 Mpbs. Bisa dibayangkan apa yang saat ini bisa dilakukan dengan koneksi sekecil 64 kbps.

Indihome Fiber mempunyai skema FUP yang berbeda. Contohnya adalah Indihome Fiber 10 MB akan mulai dikenakan FUP setelah pemakaian mencapai 300 GB. Kecepatan akan dikurangi kecepatannya sebesar 25% setelah penggunaan mencapai 300 GB, menjadi 7,5 Mbps dan kecepatan akan diturunkan lagi menjadi 4 Mbps setelah penggunaan mencapai 400 GB.

Setelah itu kecepatan tidak akan pernah lagi diturunkan sampai berapa banyak pun volume data yang kita pakai.

Bagi orang yang bertahun-tahun terbiasa kebutuhan internetnya ditopang oleh koneksi seluler, kecepatan walau sudah diturunkan menjadi 4 Mbps pun akan tetap mencukupi. Bahkan bagi saya 400 GB adalah volume yang amat besar. Kira-kira sama dengan saya berlangganan 100 kartu Telkomsel Flash Unlimited Basic yang berkuotakan 4 GB.

Tapi hitungan-hitungan pada tulisan yang dulu itu sudah tidak relevan. Sekarang Indihome menerapkan tarif langganan yang berbeda?

Benar sih, tabel harga yang dulu saya cantumkan merupakan paket promo ketika Indihome baru diluncurkan. Saat ini Telkom sudah menghitung tarif reguler (bukan promo) biaya berlangganan Indihome Fiber.

Silakan pelajari tabel harga paket Indihome Fiber di bawah ini:

tarif dasar

Secara singkat paket Indihome Fiber 10 Mbps saat ini tiap bulan harus dibayar dengan Rp 405.000,- ditambah sewa ONT (Optical Network Terminal) dan STB (Set Top Box) Rp 50.000,- Jadi Rp 455.000,-  Atau kira-kira Rp 100.000,- lebih mahal dari harga promo.

Bila dihitung secara cermat Rp 455.000,- untuk paket berlangganan Indihome Triple Play akan ketemu tidak terlalu mahal. Tapi bagi saya sendiri akan terasa mahal mengeluarkan uang hampir Rp 500.000,- untuk akses internet rumahan.

Nah, kini yang harus kita pelajari adalah kebutuhan kita sendiri. Apakah dari paket Indihome Fiber Triple Play ini kita butuh semuanya. Apakah kita butuh: internet fiber, telpon dan tv kabel? Saya sendiri rasanya tidak butuh telpon-telponan dan nonton tv berlangganan. Bila kenyataanya kita hanya butuh internet dan telpon, atau hanya butuh internet dan tv saja, kenapa tidak menghubungi pihak provider untuk berlangganan sesuai kebutuhan saja?

Memang bisa? lihat tangkapan layar yang saya ambil dari web Indihome:

sesuaikan 3p

Apa yang saya jawab melalui posting saya kali ini baru dua pertanyaan. Pasti masih ada banyak pertanyaan-pertanyaan lain yang butuh  jawaban. Pastinya saya tidak akan bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang akan banyak itu. Meski ada baiknya pertanyaan-pertanyaan yang belum dijawab itu ditanyakan bisa lewat komentar ataupun email.

***

Saya sendiri mempunyai sebuah pertanyaan dan sebuah harapan: kapan koneksi fiber internet broad band bisa menjangkau desa dimana saya tinggal dan banyak keluarga Indonesia lainnya? Saya tegaskan “keluarga Indonesia” karena menurut saya Telkom mempunyai kewajiban untuk turut memenuhi kebutuhan dan hajat hidup semua warga negara Indonesia tidak melulu warga perkotaan saja.

Selamat akhir pekan 🙂

Iklan

10 thoughts on “Pertanyaan Netizen untuk Indihome Fiber

  1. Tadinya saya mau langganann indi, eh tapi keburu keluar kebijakan FUP. Alhamdulillah terselamatkan dr lubang buaya hahahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s