Mencatat Masalah-Masalah Simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2016

Masalah-masalah pada software Ujian Nasional Berbasis Komputer atau disebut juga dengan UN CBT 2015 yang saya tulis di blog ini pada tahun lalu akhir-akhir ini mendapatkan cukup banyak visitor. Tulisan lama ini kembali dikunjungi orang  saya duga karena saat ini sekolah-sekolah SMA dan SMK di Indonesia yang akan menyelenggarakan UNBK sudah mulai melakukan persiapan dan melakukan simulasi UNBK. Masalah-masalah teknis UNBK di lapanganlah yang mengantar mereka sampai ke tulisan lama saya itu. Ini bisa saya lihat dari kata kunci yang mereka ketikan yang membawa sampai ke blog saya.

Tahun ini saya berkesempatan untuk membantu salah satu SMK di Gunungkidul dalam mempersiapkan penyelenggaran dan simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2016.

Berdasarkan pengalaman saya beberapa pekan terakhir, memang, ada beberapa masalah teknis yang kami hadapi selama mempersiapkan dan menjalankan simulasi UNBK. Tulisan ini saya maksudkan untuk membagikan catatan-catatan kecil dan pengalaman saya sebagai bagian dari tim teknis di tingkat sekolah/tingkat lokal.

Kebanyakan permasalahan yang kali ini kami hadapi sebenarnya tidak jauh berbeda dengan masalah-masalah yang kami temui pada tahun lalu. Daripada tulisan ini terlalu panjang karena saya menulis-ulangkannya, silakan baca terlebih dahulu tulisan berikut:

Masalah-Masalah di Software Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNCBT/UNBK) 2016

Sekarang saya akan memulai dengan server lokal atau yang disebut CBT SYNC UN Berbasis Komputer. Merupakan paket software server lokal yang harus diunduh oleh teknisi sekolah berupa file image (vdi). File image (vdi) ini berisi OS Windows 2012 Server yang di dalamnya berisi paket-paket aplikasi yang sudah terpasang dan tersesuai agar operator sekolah mudah menjalankannya. Image vdi ini kemudian dijalankan di atas host OS (yang dalam kasus sekolah kami dipasang di atas Windows 10 yang terpasangi Virtual Box.

Host OS ini tidak semata-mata menjalankan paket aplikasi server yang sudah terkemas dalam paket image. Di Host OS ini juga dijalankan aplikasi pendukung seperti Puspendik UNBK Starter, Chrome Browser, Team Viewer dan software-software lain sesuai kebutuhan.

Puspendik UNBK Starter merupakan software/aplikasi baru yang baru ada pada sistem UNBK 2016. Pada UNBK 2015 belum ada. Singkatnya UNBK 2016 menggunakan sistem keamanan dan sistem enkripsi yang lebih baik. Puspendik UNBK Starter inilah yang bertugas memastikan keamanan jaringan dari Server Lokal di Sekolah sampai Server Pusat di Puspendik. Bila Puspendik UNBK Starter belum memberi kode bahwa jaringan aman maka server/CBT SYNC belum akan mendapatkan Serial Number sehingga ujian/simulasi ujian belum bisa dimulai.

Salah satu tips untuk memastikan jaringan kita dianggap aman adalah dengan tidak mengubah-ubah alamat jaringan yang kita gunakan setelah kita pernah menentukan alamat IP komputer server. Misal bila kita telah menggunakan alamat jaringan 192.168.5.0 jangan mencoba-coba mengubahknya dengan menggunakan alamat 192.168.7.0. Apa yang juga perlu dipastikan adalah kualitas koneksi dari komputer server lokal ke router dan ke internet. Untuk memastikan lalu lintas data yang baik dari Komputer Server Lokal ke Internet kami menggunakan kabel yang baik, router board Mikrotik RB 1100 AHx2 dan koneksi internet menggunakan Fiber Optik. Kami menggunakan layanan Telkom Speedy Gold untuk terhubung ke Internet.

Tangkapan layar berikut ini mungkin bisa memberi kita gambaran akan seperti apa muka CBT Sync 2016. Maaf saya tidak bisa menampilkan antar muka CBT Sync 2015 karena lupa tidak mendokumentasikannya. :

Permasalahan yang beberapa waktu lalu paling banyak dikeluhkan adalah kegagalan/kesulitan melakukan sinkronisasi antara komputer server lokal dan komputer server pusat di Puspendik. Masalahnya memang ada di sisi Server Pusat. Kemampuan dan sumber daya di sana memang sangat terbatas dibanding jumlah sekolah yang pada tahun 2016 ini mengikuti UNCBT.

Ini penjelasan Pak Chozin Amrullah (Stafsusnya Pak Anis) yang beliau sampaikan di Kompasiana:

Pertama, menyampaikan terima kasih kepada para proktor UNBK 2016 di seluruh tanah air yang selama ini telah mendedikasikan diri untuk mengantarkan putra-putri Indonesia menuju pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer tahun 2016. Kami mengapresiasi segala upaya yang telah dilakukan oleh para proktor selama ini dalam mempersiapkan UNBK 2016, khususnya dalam tahap simulasi I dan simulasi II.

Kedua, kita memaklumi bahwa UNBK adalah salah satu hajat nasional yang melibatkan berbagai unsur dan membutuhkan sumber daya yang luar biasa. Kami menyadari bahwa dalam UNBK tahun ini Puspendik menghadapi tantangan baru yaitu jumlah sekolah yang berpartisipasi untuk ikut UNBK 2016 lebih dari 4000 sekolah (meningkat 8 kali lipat dari tahun sebelumnya). Dengan demikian untuk mensukseskan UNBK 2016 ini dibutuhkan sumber daya yang jauh lebih besar dari tahun sebelumnya. Disamping itu dalam rangka menambahkan fitur-fitur UNBK dan meningkatkan system security dalam program aplikasi juga dibutuhkan kerja yang lebih kompleks dan banyak.

Namun demikian, Puspendik masih memiliki keterbatasan dalam hal kapasitas, kapabilitas, dan setting server pusat yang dimiliki. Sebelumnya Puspendik sudah mengantisipasi dengan menambahkan jumlah dan kapasitas server di pusat data. Namun ternyata penambahan server baru tersebut tidak serta merta dapat berjalan dengan baik. Hari Rabu (10/2/2016) server UNBK mengalami trouble dan diperkirakan sulit untuk melayani sekitar 16.000 server sekolah yang mengakses bersamaan pada saat simulasi UNBK.

Ketiga, kangkah yg kemudian diambil adalah menambah cadangan server sehingga sistem harus di-shutdown sementara. Tapi ternyata setting ulang tidak berjalan dengan cepat sehingga pada saat simulasi para proktor tidak bisa akses. Hal inilah yang menyebabkan banyak sekolah yang gagal sinkron atau gagal simulasi pada waktu yg telah direncanakan. Tidak semua sekolah mengalami hal tersebut, berdasarkan hasil pantaukan kami, sejumlah sekolah tetap dapat melakukan sinkronisasi dan simulasi.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/nikopoleallo/surat-terbuka-untuk-tim-unbk-2016-puspendik_56bc0cc46823bd5205dbc9df

Di sisi klien secara teknis tidak mengalami banyak perubahan dibanding sistem UNCBT 2015. Masih menggunakan XAMBRO/Exam Browser yang pada dasarnya merupakan skrip untuk memanggil Chrome Browser secara full screen sekaligus mencegah pengguna agar tidak menggunakan aplikasi lain di komputer klien. Komputer klien adalah komputer dimana siswa mengerjakan soal ujian nasional.

Perbaikan yang signifikan dilakukan pada User Interface di Komputer Klien yang digunakan para siswa untuk mengerjakan Ujian Nasional. User Interface itu, mulai dari: User Login sampai User Logout didesain secara lebih cantik dan friendly. Di UI baru itu pun muncul banyak tombol dan fitur baru. Diantaranya adalah: tombol ragu-ragu, yang bermanfaat bila ada siswa yang masih ragu dengan pilihan jawaban, tombol yang berwarna-warni, dan kotak konfirmasi begitu siswa akan mengakhiri ujian.

Permasalahan utama di sisi komputer klien bervariasi dari siswa gagal login, gagal memasukkan token, layar blank atau komputer mati di tengah-tengah ujian berlangsung, ter-logout dengan sendirinya sampai peserta ujian gagal mengakhiri sesi ujian.

Ini baik siswa peserta ujian, teknisi, pengawas dan proktor tidak perlu panik. Solusi praktis yang kami coba adalah mereset kesertaan ujian siswa yang dimaksud dari software CBT Sync di Komputer Server => Meminta Siswa Peserta Ujian pindah ke komputer klien yang normal => Suruh Siswa Peserta Ujian Login => Proktor me-release token baru => Suruh Siswa Peserta Ujian memasukan token dan memulai lagi sesi ujian. Pada tahap ini siswa perlu diberi pengertian agar tidak panik karena semua jawaban sudah tersimpan di sisi server. Siswa Peserta Ujian bisa melanjutkan dari posisi yang tadi ditinggalkan.

Kali ini saya menulis posting ini dari ruang simulasi UNBK sambil sesekali membantu siswa yang menemukan masalah selama mengikuti simulasi UNBK. Masalah yang baru saja terjadi adalah seorang siswa peserta UNBK secara tidak sengaja kakinya menendang kabel LAN sehingga akses ke jaringan terputus.

Sampai saat ini sekolah dimana saya membantu pelaksanaan UNBK terus berbenah dan terus melakukan simulasi dan uji coba. Ke depan bila saya menemukan masalah-masalah baru terkait dengan UNBK saya akan menambahkan catatan-catatan sebagai pembaruhan/update terhadap tulisan ini.

Semoga sedikit catatan saya ini bermanfaat bagi rekan-rekan sebangsa dan setanah air yang pada tahun ini turut memberikan sumbang sih terhadap proses dan kelancaran Ujian Nasional Berbasis Komputer. UNBK pada tahun 2016 ini tentu belum sempurna, masih banyak kekurangan di sana sini, tapi menurut saya kita tidak perlu menunggu sempurna untuk maju.

Sebagai tambahan wacana berikut ini saya tambahkan tautan ke tulisan saya terdahulu mengenai permasalahan yang kurang lebih setara yang terjadi pada Sistem Uji Kompetensi Guru Berbasis Komputer:

Membicarakan Kendala Teknis Uji Kompetensi Guru secara Online.

 

 

 

 

 

Iklan

25 thoughts on “Mencatat Masalah-Masalah Simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2016

  1. Ping-balik: Pertanyaan Untuk Indihome Fiber – Menuliskan Sebelum Terlupakan

  2. harusnya tidak masalah dengan windows 10. coba user dan password di komputer yang sering logout tersebut digunakan untuk login di komputer klien yang lain. perhatikan apa juga sering log out sendiri?

  3. Ping-balik: Masalah-Masalah di Software Ujian Nasional CBT 2015 | Menuliskan Sebelum Terlupakan

    • mungkin username dan password nya memang salah. coba diulang lagi dengan lebih teliti atau coba login dengan username dan password yang sama tapi di komputer klien yang lain.

      Sent from my iPhone

      >

  4. Ping-balik: Masalah Masalah Ujian Nasional Berbasis Komputer 2016 di Sekolah | Menuliskan Sebelum Terlupakan

  5. Apakah kalau ragu ragu tetapi sudah di jawab tapi waktu habis terlogout sendiri dan blm dicentang keluar, jawaban akan tersimpan otomatis?

  6. Amiin. Mohon do’anya pak semoga saya dan teman2 yg sedang mengikuti ujian diberi kelancaran dan kemudahan dalam mengerjakan soal 🙂 terimakasih pak

  7. Pak, bagaimana kalau waktu habis tapi terlogout sendiri. Masih ada soal yg sudah dijawab tapi masih dicentang ragu-ragu. Kira-kira masuk tidak pak hasilnya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s