Teh Javana Candi ke Candi 10 K: Ambil Race Pack Collection

Rencananya saya akan mengambil Race Pack Collection Lomba lari Teh Javana Candi ke Candi 10 K saya pada besok sore atau malam. Namun karena hari ini saya ada 2 meeting di Jogja, satu meeting selesai jam 11.00 WIB dan meeting berikutnya dimulai jam 13:30 WIB, saya pun memanfaatkan jam makan siang untuk mengambil RPC. Ini saya pikir lebih hemat tenaga daripada saya besok malam kembali ke kota Jogja lagi.

P_20151126_114420.resized

Pengambilan RPC Teh Javana Candi ke Candi 10 K bertempat di Lobby Mall Lippo Jalan Laksda Adisucipto (Jalan Solo). Bagi yang belum tahu Lippo Mall, Mall ini bisa dituju dari Jembatan layang Janti ke barat kira-kira 2 km atau dari Tugu Yogyakarta tinggal mengikuti arah ke timur kira-kira juga 2 Km. Bila masih bingung bisa bertanya kepada Google Map atau mas-mas tukang becak.

P_20151126_122920.resized

Hari ini adalah hari pertama dari dua hari waktu yang disediakan oleh panitia untuk pengambilan racepack. Pukul 12 -an siang suasa pengambilan Racepack berjalan lancar dan tidak ada antrian yang cukup berarti. Ketika saya menyodorkan email pendaftaran dan identitas, Mas Anggata Rismata dan teman-teman dari komunitas lari Playon Jogja melayani dengan cepat. Cukup ditambah menunjukkan kartu identitas dan membubuhkan tanda tangan pada berkas penerimaan, tas berisi Paket Lomba diserahkan kepada saya.

P_20151126_120206.resized

Paket Lomba yang saya terima berisi: sebuah Topi, sebuah Jersey, BIB number yang dilengkapi RFID dan sebotol Teh Javana. Saya memeriksa isi paket lomba dan beberapa menit kemudian menenggak Teh Botol dalam paket lomba. Siang tadi saya cukup haus.

P_20151126_115420.resized

Ini No BIB saya, kalau besok bertemu seseorang yang ber-BIB ini, awas kalau tidak menegur. 😀

Sebenarnya pada bulan ini saya tidak pernah merencanakan untuk mengikuti suatu lomba lari. Maklum beberapa bulan belakangan ada beberapa pekerjaan saya yang memaksa saya begadang. Terlalu sering begadang membuat saya tidak memungkinkan untuk berlatih lari secara rutin dan baik. Kawan sayalah yang beberapa waktu lalu mengajak saya ikut. Meski akhirnya teman saya itu malah tidak jadi ikut. Tidak apa-apa. Anggap saja ini sebagai mula bagi saya untuk turun mengukur jalan aspal lagi. Lari! Baca lebih lanjut

Seru-Seruan Belanja di Jogja City Mall, Gandakan Keberuntunganmu dan Tuai Mimpimu

Seminggu kemarin adalah tiap hari yang banyak cape bagi saya. Jum’at siang sepulang beberapa hari di Jakarta mengikuti ASUS Zen Festival, saya tidak langsung pulang ke rumah. Saya pulang ke tempat kerja. Akhir pekan jangan menyisakan kerjaan yang tidak kelar.

Bukan itu saja yang tetap menyisakan cape di akhir pekan. Pakaian ganti saya, terutama celana ternyata tinggal sedikit yang layak pakai. Kalau tidak kotor ya memang sudah jelek.

Saya termasuk susah bila terlalu lama memilih-milih barang-barang seperti kemeja dan celana. Beda banget dengan karakter saya ketika memilih gadget. hihi. Teman saya bilang, saya tidak tahu kualitas celana. Iya, saya tahunya brand. Jadi mau membeli brand apa celana?

Hitung-hitung refreshing melepas penat, Minggu siang kemarin saya menuju Jogja City Mall di Jalan Magelang – kota Yogyakarta. Kemeja terakhir saya membelinya di sana. Dan saya ingat di merchant-merchant yang sama ada beberapa brand celana jins yang saya cocoki.

Mungkin nanti setelah membeli celana, saya bisa ke Nike outlet untuk melihat-lihat running apharell atau ke Planet Station. Kali aja di sana ada yang saya pingini. Halaaah. Kalau engga ya nongkrong-nongkrong saja sih. Biasanya akan ada banyak acara Minggu di JCM. Bila tidak nonton Spectre yang memang belum saya tonton.

IMG_8107.resized

Baca lebih lanjut

Zenfone 2 Laser: Never Missed Your Focus

 

Mulanya saya tidak mengira kalau foto yang di-tweetpic oleh Erick di atas adalah foto yang dipotret dengan sebuah smartphone. Foto bunga Jengger Ayam dengan warna yang tampil cantik dan dipermanis dengan efek bokeh. Terus men-scroll timeline Erick saya terkejut karena foto-foto  bunga yang menghiasi timeline itu ternyata diambil dengan smartphone Zenfone 2 Laser.

Zenfone 2 Laser?

Pikir saya saat itu, Zenfone 2 Laser pasti sebuah update dari generasi Zenfone 2 yang sangat populer sejak awal tahun 2015 ini dan memang sudah mempunyai performa fotografi bagus. Dengan pengayaan berupa penambahan fitur-fitur baru pada kamera yang digunakannya. Kata Laser yang ditambahkan bagi saya ingin mengungkapkan sesuatu,”kecepatan dan ketepatan” yang dibawa oleh sebuah ponsel.

Di deretan kursi media di Ball room Ritz Carlton Pacific Place, saya merasa beruntung bertemu dengan Erick,  Tekno Blogger tersohor asal Bogor. Sedikit basa-basi mendahului, saya tidak menyiakan kesempatan ini untuk mencoba Zenfone 2 Laser yang dibawa Erick.

asus laser stage

Foto diambil oleh Mas Taufiq Hasan

Dalam genggaman tangan saya, ini adalah sebuah smartphone 5,0″  yang solid. Menegaskan identitas Zen desain yang dibawa ASUS selama ini. Setelah memegang beberapa saat apa yang saya langsung coba apalagi bila bukan fitur fotografinya. Ballroom Ritz Carlton yang ditata dengan ornamen warna-warni cahaya soft light rupanya tidak menghalangi saya memotret wajah Erick dengan smartphone ini. Luar biasanya, fokus bisa didapatkan dengan sangat baik dan cepat. Untuk kecepatan fokus, kamera iPhone 5s saya harus mengakui ketertinggalannya.

Belum puas mencoba-coba Zenfone 2 Laser yang dibawa Erick, saya terpaksa harus segera mengembalikannya dengan hati kurang ikhlas. Zen Festival siang itu segera dimulai dengan presentasi teknologi-teknologi yang dibawa ASUS ke Jakarta.

Untungnya sesi awal dari presentasi di main stage adalah bedah teknologi fotografi yang dibenamkan di dalam Zenfone 2 Laser. Sebagai penggila mobile photography saya tidak ingin melewatkan bedah teknologi ponsel yang membawa fitur Ultra Fast Laser Autofocus ini.

Ultra Fast Laser Autofocus

Dalam presentasi ini dijelaskan bagaimana Zenfone 2 Laser menggunakan sinar laser beneran untuk mengukur jarak obyek foto untuk kemudian dikalkulasi dengan algoritma tertentu untuk mendapatkan fokus foto yang akurat namun dalam waktu yang sangat singkat. Zenfone 2 Laser  mampu mengunci fokus obyek foto dalam waktu sampai sesingkat 0,03 detik dan bisa digunakan untuk terus memotret dengan menjanjikan zero shutter lag.

Jadi salah bila sebelumnya saya menduga kata Laser yang ditambahkan di belakang kata Zenfone 2 hanya sebatas marketing gimmick atau pemanis belaka.

IMG_8057.asus

Penggunaan laser autofocus saat ini baru digunakan di kamera DSLR dan beberapa jenis kamera portabel tertentu, namun belum lumrah digunakan dalam sebuah kamera smartphone. Setahu saya ASUS -lah yang pertama kali menyematkan teknologi ini untuk smartphone. Jadi tak heran bila ASUS mengklaim autofocus Zenfone 2 Laser lebih baik dari apa yang dipunyai oleh iPhone 6s. Saat ini iPhone 6s masih menggunakan teknologi contrast detect untuk mekanisme autofocus-nya. Dengan laser autofocus saya pun masih menyakini Zenfone 2 laser mempunyai kecepatan lebih baik dibanding Samsung Galaxy s6 meskipun S6 telah mengembangkan phase detect untuk sistem fokus kameranya.

13 MP Camera Sensor

Saya sendiri berpendapat bahwa pixel count (jumlah mega pixel) tidak selalu berbanding lurus terhadap kualitas kamera. Baca lebih lanjut

New Veloz dan Avanza di GIIAS 2015

Ajang pameran mobil dan otomotif yang diselenggarakan di jantung ibu kota, di Jakarta,  membuat saya dan mungkin orang-orang yang tinggal di daerah malas untuk datang melihat-lihat. Bagi orang daerah menembus kemacetan Jakarta adalah petaka yang menakutkan. Untungnya GIIAS 2015 (Gaikindo Indonesia International Auto Show) suatu ajang pameran mobil dan otomotif terbesar di Asia Tenggara kali ini dihelat di Tangerang. Tepatnya di ICE (International Convention Exibhition) BSD yang beralamat di Jalan BSD Green Boulevard, BSD City, Tangerang Selatan, Banten.

Bagi saya tidak sulit untuk menuju venue GIIAS 2015 kali ini. Dari tempat tinggal saya di Yogyakarta, saya naik pesawat dan turun di Bandara Sukarno-Hatta. Atas panduan kawan-kawan blogger Tangerang, yaitu Mas Chandra Iman Winata dan Mas Rosid, saya disarankan untuk menuju Tangerang Selatan dengan menggunakan Xtrans yang lebih ekonomis, kemudian turun di ICT BSD dan dilanjutkan malam ini saya naik angkot sekali menuju penginapan saya di Hotel CitiSmart yang terletak bersebelahan dengan Eka Hospital.

Pagi harinya, perjalanan saya menuju International Convention of Exibhition BSD menjadi lebih menyenangkan karena saya berkesempatan berangkat bareng Mas Chandra Iman Winata. Menyenangkan karena perjalanan saya diperlengkap dengan kunjungan ke kantornya di Sinarmas Land Building. Suatu kantor perkantoran yang merupakan salah satu green building yang ada di BSD city. Jarak ke ICE BSD dari Sinarmas Land building cukup ditempuh dengan berkendara dalam belasan menit saja. Yah, pagi  20 Agustus 2015  yang hangat itu jalanan di Bumi Serpong Damai city padat namun tetap lancar.

IMG_6340.resized

Saya masuk melalui pintu utama berbekal tiket VIP & Press Day Invitation. Kira-kira pukul 08:30 pagi gelaran GIIAS 2015 di ICE BSD city belum ramai, masih sepi. Nampak di sana sini panitia dan exhibitor masih sibuk merampungkan persiapan pameran yang sebentar lagi digelar. Penyambutan kedatangan Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta para menteri kabinet kerja yang akan membuka perhelatan internasional itu menjadi bagian lain dari kesibukan.

Tiba di arena pameran mobil dan otomotif ketika perhelatan itu belum diriuhkan oleh pengunjung yang dipastikan akan membanjir merupakan keuntungan tersendiri bagi saya. Saya dengan santai berjalan dari stand pameran brand satu ke brand berikutnya. Mengulik detil tiap mobil yang dipamerkan. Membandingkan dan memastikan mobil-mobil tersebut dengan spec sheet yang tercantum baik di website maupun di brosur yang dibagikan oleh Exhibitor pun mudah saya lakukan tanpa perasaan terburu-buru. Meski hanya berbekal sebuah iPhone saya merasa senang leluasa memotret mobil-mobil tersebut dari berbagai angel. Ini mungkin tidak akan anda dapatkan bila Anda baru akan datang menonton GIIAS yang tinggal beberapa hari lagi. SPG di tiap brand mobil pada Kamis pagi itu masih terlihat bugar dan cantik dengan make up dan dandan sempurna. Seorang SPG rate A dengan sedikit isyarat saya akan dengan senang hati memberikan banyak pose untuk menambah kesan bagi mobil-mobil yang sudah  wah dan tampil wah.

IMG_7867_1280_853

Arena GIASS 2015 membuat berjalan kaki tidak terasa melelahkan. Untuk diketahui jarak antara satu ujung ICE dengan ujung lainnya kira-kira 1 kilometer. Ini menurut aplikasi Health di iPhone saya. Bila tidak percaya silakan membawa fitness tracker sendiri bila akan ke sana (lagi). Kira-kira setelah berjalan sejauh itu saya sampai ke hall 10 dan menghabiskan waktu paling lama di sana.

Baca lebih lanjut

Mengusung “Kebersamaan” dalam Jogja Bike Rendezvous 2015

Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Yogyakarta kembali menggelar Jogja Bike Rendezvouz (JBR) ke-10 2015. JBR kali ini menjadi satu rangkaian dengan kegiatan HDCI pusat yang sifatnya nasional, yang mana ini menjadi etape terakhir dari kegiatan yang mengambil tema Indonesia Bike Week yang telah berlangsung sejak Agustus 2014 dan tahun ini dipusatkan di Jogja City Mall dan Candi Prambanan. Maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah menjalankan amanat dari Gubernur DIY Sri Sultan HB X sebagai Honorary Ambassador of Tourism.

747.resized

Patrick Watemina, salah satu panitia acara sekaligus senior HDCI pada press conference di Hotel Sahid Rich pada hari Minggu, 2 Agustus 2015 menjelaskan bahwa melaksanakan amanah dan acara ini dengan sebaik-baiknya bukanlah pekerjaan yang mudah, namun menurutnya selama niatnya baik dan untuk kebaikan semua masyarakat pasti akan ditemukan kemudahan.

748.resized

Berdasarkan evaluasi dan analisis dari event JBR sebelumnya, mulai dari pencapaian, profit, manfaat dan impact maka pada event JBR ke-10 yang mengambil tema “Kebersamaan” ini panitia telah berusaha mengakomodasi masukan dari berbagai pihak dan berupaya melibatkan masyarakat dan budaya Yogyakarta semaksimal mungkin agar didapatkan multiplyer effect yang lebih baik, terutama mendorong benefit di bidang ekonomi dan pariwisata.

Rangkaian acara Jogja Bike Rendezvous 2015 yang akan diselenggarakan sampai hari Senin, 17 Agustus 2015, diantaranya: Fun Game, Photography, Donor Darah, Malam Amal Jogja Bike Rendezvous (JBR), serta menampilkan Traditional Music Performance (Calung) serta kesenian tari kontemporer yang mengutamakan budaya Yogyakarta.

Dampak Sosial dan Kemacetan dan Rute Konvoi HDCI

Setiap event pasti mempunyai dampak baik dampak positif maupun negatif. Semakin besar dampak positif yang kita harapkan, potensi munculnya dampak negatif pun tak terelakkan. Begitu juga dengan event Jogja Bike Rendezvous 2015 yang akan dihelat akhir pekan ini.

Rute Konvoi HDCI Jogja Bike Rendezvous 2015

Rute Konvoi HDCI Jogja Bike Rendezvous 2015

Dampak negatif yang paling diantisipasi oleh panitia adalah kemacetan mengingat diperkirakan jumlah peserta konvoy yang mencapai 4.000 – 6.000 moge (motor gede). Memang dari keseluruhan rangkaian acara, salah satunya adalah Konvoi Etape Terakhir Rally to Prambanan yang dijadwalkan pada hari Sabtu, 15 Agustus 2015 pukul 14:00 WIB sampai 15:00 WIB. Baca lebih lanjut

Soto Semarang “Pak Slamet Ragil”, Mau Mencicipi?

IMG_5519.resized

Soto Semarang “Pak Slamet Ragil”

Oleh masyarakat Gunungkidul dan sekitarnya, Desa Logandeng dikenal sebagai “Desa Soto”. Ini tidak berlebihan. Di desa yang terletak di kecamatan Playen ini memang surganya penikmat soto seperti saya. Semua soto yang rasanya enak ada di sini. Sebut saja Soto Tan Proyek, Soto Mbah Noto dan Soto Lik Prapto yang tersohor ada di desa ini. Di desa ini tidak hanya ada soto-soto tersohor yang saya sebut di depan. Ada banyak sekali warung soto dengan kekhasan masing-masing berada di Desa Soto, Desa Logandeng ini.

Salah satu rumah makan yang menawarkan varian soto baru yang baru saja buka di Logandeng adalah Soto Semarang “Pak Slamet Ragil”. Beralamat di Jalan Wonosari-Jogja KM 4 Logandeng, Playen, Gunungkidul. Soto “Pak Slamet Ragil” persisnya terletak tak jauh di sebelah barat Tugu Selamat Datang. Sebelah kiri jalan bila Anda dari arah Yogyakarta.

Bingung akan makan siang dimana, Sabtu pekan lalu saya menuju rumah makan ini untuk mencicipi Soto Semarang yang belum pernah saya coba sebelumnya.

Siang menjelang Dhuhur, Rumah Makan ini tidak nampak ramai pengunjung. Jadi saya bisa leluasa mengamati daftar menu yang ditempel di dinding. Saya mememasan Soto Semarang. Saya memilih Soto Semarang Nasi Campur, bukan Soto Nasi Pisah, karena alasan kepraktisan. Untuk minum, saya memilih Es Cendol Hitam khas Semarang. Saya pikir minuman dingin cocok dinikmati di siang yang panas seperti.

Baca lebih lanjut

Menemukan Rumah Idaman Dengan Internet

Melanjutkan tulisan saya terdahulu yang berjudul “Memilih Rumah, Tidak Mudah Bagi Pemula“, kali ini saya akan sedikit mengulas bagaimana menemukan sebuah rumah idaman dengan menggunakan bantuan internet. Dengan beberapa pertimbangan saat ini saya menuliskan caranya menggunakan layanan web Urbanindo.

urbanindo 21

Karena saya ingin menemukan rumah dijual di Jakarta, tepatnya di Jakarta Selatan, maka setelah web Urbanindo.com terbuka, saya perlu mengisikan lokasi pencarian rumah adalah: Jakarta Selatan. Dalam contoh di atas saya sedikit mengubah beberapa kolom kriteria pencarian, yaitu kamar tidur min adalah 3 dan harga rumah dengan rentang terendah 500 juta dan tertinggi 1 miliar. Sementara kolom kriteria yang lain untuk sementara saya biarkan apa adanya dulu.

Urbanindo 22

Dari beberapa rumah dijual di Jakarta Selatan yang sesuai dengan kriteria yang saya masukan yang bisa ditemukan oleh sistem pencarian, sebuah rumah yang beralamat di jalan Mohamad Kahfi, Jagakarsa, Jakarta Selatan cukup menarik perhatian saya. Rumah ini tertera dijual oleh seorang Agen Independen bernama Abdullah Munif. Baca lebih lanjut

Memilih Rumah, Tidak Mudah Bagi Pemula

Ditanya bila suatu saat harus tinggal di Jakarta kira-kira lebih memilih membangun sebuah rumah baru atau membeli sebuah rumah yang siap huni? Untuk menjawab pertanyaan ini tidaklah sulit. Saya pasti memilih membeli sebuah rumah baru yang siap huni.

Pertanyaan berikutnya adalah rumah seperti apa persisnya yang saya inginkan untuk saya beli dan kemudian dijadikan tempat tinggal (hunian) bersama keluarga. Ini mulai tidak mudah untuk menjawabnya. Mengingat akan ada banyak sekali faktor yang harus diperhatikan dengan cermat dan seksama.  Dan banyak hal yang harus dikompromikan dipastikan menjadi faktor kenapa memilih sebuah rumah hunian membutuhkan kesabaran dan waktu yang tidak singkat.

urbanesia

Untuk memilih sebuah rumah hunian apa yang pertama kali akan saya pertimbangkan adalah spefisikasi rumah harus memenuhi kebutuhan tinggal nyaman keluarga saya. Rumah hunian harus memiliki setidaknya 3 kamar, satu ruang tamu, sebuah ruang dapur dan kamar mandi di dalam. Sebagai penyuka gaya hidup minimalis, saya tidak mementingkan sebuah rumah yang didesain terlalu rumit, rumah yang dirancang mudah dibersihkan, ditata dan dikonfigurasi ulang akan lebih saya suka. Namun bagi saya apa yang harus ada di sebuah rumah hunian adalah ketersediaan sarana air bersih, listrik yang stabil, dan yang selalu terpenting adalah ketersediaan akses internet. Itulah kenapa rumah yang berada dalam jangkauan jaringan fiber optik akan saya lirik pertama kali demi kelangsungan pekerjaan saya yang tidak bisa lepas dari koneksi internet cepat dan handal.

Lingkungan dimana rumah hunian adalah faktor pertimbangan saya berikutnya. Baca lebih lanjut

Iedul Fitri 1436 H, Merayakan Kemenangan, Menyebarkan Kebahagian

11717482_10206738365765084_8126820530962927721_o

1 Syawal 1436 di Indonesia jatuh serempak bertepatan pada tanggal 17 Juli 2015. Muslim di Indonesia dari Meraoke sampai Sabang, sepanjang yang saya tahu, sudah shalat Ied kemarin pagi. Saya pada Sabtu pagi ini sudah tidak mendengar ada takbir Ied berkumandang. Kabar bahwa Ied di Indonesia yang akan jatuh pada dua hari yang berbeda yang berhembus sejak pertengahan Ramadhan tidak benar-benar terjadi.

Bagi saya sebenarnya tidak masalah apakah Ied dilaksanakan secara serampak atau dilaksanakan pada hari yang berbeda sesuai dengan pendapat dan keyakinan masing-masing. Umat Islam di Indonesia sudah terbiasa dan dewasa menyikapi perbedaan jatuhnya hari raya seperti ini. Bahkan kemarin, ketika wacana hari raya akan jatuh pada hari yang berbeda, saya sudah berencana untuk memotret/mendokumentasikan shalat Ied yang dilaksanakan oleh jamaah yang merayakan berbeda dengan hari saya melaksanakan shalat Ied. Ini yang tidak mungkin bisa saya lakukan ketika lebaran jatuh serempak seperti sekarang. Karena saya akan lebih memilih shalat Ied daripada meninggalkannya demi foto-foto.

Hari Raya Iedul Fitri, atau keluarga kami menyebutnya sebagai Lebaran merupakan momen kebahagiaan. Saya percaya semua muslim merayakan hari kemenangan ini dengan riang gembira. Islam sendiri mengajak menyebarkan kebahagian Iedul Fitri dengan mewajibkan ummatnya membayar zakat fitrah agar fakir miskin pun bisa dan turut merayakan hari bahagia dengan gembira sepenuhnya.

Alhamdulillah, pada tahun ini Allah memberikan kepada kami nikmat hari raya ini sepenuhnya tak kurang suatu apa.  Semua anggota keluarga saya bisa berkumpul di rumah dalam keadaan lengkap dan sehat. Tidak akan pernah kami lupakan bagaimana selama bertahun-tahun kami merayakan lebaran tanpa adik saya, bahkan tanpa kabar darinya. Tahun ini sejak beberapa tahun lalu adik sudah kembali ke pelukan keluarga. Sehat adalah nikmat yang tiada tara. Masih lekat di ingatan keluarga kami bagaimana beberapa tahun lalu keluarga kami mendapatkan ujian berupa merayakan lebaran di rumah sakit. Lebaran kali ini saudara-saudara bapak dan ibuk saya pun, alhamdulillah sehat-sehat. Puji syukur ya Allah atas semua nikmat dan bahagia ini.

Nuansa bahagia lebaran kali nampak terlihat dimana-mana. Baca lebih lanjut

Pantai Ngeden di Desa Krambil Sawit, Apa yang Membuatnya Berbeda?

IMG_4720.ngeden landscape

Memang, Pantai Ngeden di Gunungkidul keberadaannya belum cukup banyak diketahui dan dikenal wisatawan. Pantai yang bisa digolongkan baru dalam destinasi wisata di kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta ini terletak di desa Krambil Sawit, kecamatan Saptosari. Untuk menuju ke Pantai Ngeden dari arah kota Wonosari, pengunjung bisa mengikuti arah jalan Paliyan Panggang. Sesampainya di pertigaan Jetis silakan belok kiri mengikuti petunjuk arah yang sudah manis terpasang. Petunjuk arah ini bertuliskan jarak ke pantai 7 km. Jarak sebenarnya menurut odometer All New Soul GT saya adalah kurang lebih 10 km. Bila melancong ke sana seyogyanya menempuh dengan sepeda motor atau kendaraan off road mengingat beberapa kilo meter jalan menjelang pantai belum lebar dan belum beraspal. Masih berupa jalan berbatu bercor blok.

Minggu (12/07/2015) saya sengaja berangkat ke sana pada pagi cukup awal. Sebagai penyuka keheningan saya berharap menemukan pantai yang belum hiruk pikuk dengan sesedikit pengunjung. Ini tentu menjadi akan susah saya temukan setelah liburan lebaran nanti dimana biasanya semua destinasi wisata di Gunungkidul tumpah ruah oleh wisatawan terutama dari luar daerah.

Ini adalah kunjungan pertama saya ke Pantai Ngeden. Saya menemukan Ngeden adalah tipikal pantai-pantai di Gunungkidul yang mempunyai ciri utama: terletak di antara gugusan-gugusan bukit kapur, mempunyai pasir putih yang halus, berombak besar dan di sekitarnya terdapat banyak bebatuan cadas dan tebing-tebing karang.

IMG_4619.resized landscape 2

Kalau ‘hanya’ seperti itu apa istimewanya ketika untuk sampai ke sana saja harus membayar dengan menempuh jalan berbatu yang tidak begitu ‘ramah’? Baca lebih lanjut