Harus di-install plugin dulu

Karena tuntutan pekerjaan barunya, seorang teman rupanya ‘terpaksa’ ingin sama – sama saya belajar video editing. Beliau nanya – nanya saya, apa saja yang perlu dipersiapkan untuk mempermudah belajar.

Pembicaraan sampai pada spesifikasi PC untuk editing video. “Wah berarti desktop di rumah perlu di upgrade nih. Kalau ga di upgrade gimana Pak J? ”

Jawab saya, “Bisa sih, tinggal di install plugin”

Plugin itu bernama Sabar. Di install di kepala kita.

Trik Mendownload File Film di enterupload.com

Barangkali kita sebel bila men-download file film yang dipotong – potong menjadi beberapa bagian yang mana file – file itu di upload di server file sharing milik http  ://enterupload.com . Yang mana setelah selesai mendownload satu bagian kita disuruh menunggu dalam jeda sekitar 5 menit. Tentu saja yang saya maksud perlu waktu tunggu menyebalkan ini adalah bagi user gratisan. Bagi premium user pasti lain cerita ya 😀

Misalkan mendownload file film ini yang terbagi menjadi tujuh potong. Saya punya trik untuk mendownloadnya lebih mudah. Saya menggunakan alat bantu OS Ubuntu 10.10, Chrome Browser, dan download manager command line: wget . Download manager ini adalah bawaan ubuntu, jadi kita tidak perlu menginstallnya secara manual.

Caranya adalah, cari: download link dari file film part 1, biasanya berexstensi *.mkv.oo1 Biasanya ketika kita klik download, maka secara otomatis akan terdownload dengan download managernya Chrome. Tekan Ctrl+J dan dari situ akan kelihatan proses download dari file yang sedang kita unduh. Klik tombol Pause, dan copy download link dari file yang kita unduh itu.

Buka terminal dan ketikan: wget kemudian paste link file yang didownload tersebut, misalnya: Baca lebih lanjut

Pura – Pura Jadi Teknisi (1)

Kisah pura – pura jadi teknisi ini sudah berlangsung beberapa minggu yang lalu. Caritanya TV milik pakdhe saya rusak. Maka dipanggilah saya untuk memperbaiki. Saya sih siap – siap saja membongkar TV, tetapi tidak janji bisa membereskan kerusakan.

Tiap kali dinyalakan, dalam beberapa detik mati lagi. Tombol On pada remote ditekan nyala beberapa detik mati lagi. Itulah kerusakan TV. Dalam batin, saya menfitnah circuit power supply, horizontal deflection dan paling fatal adalah micro controller.

Dengan hanya berbekal beberapa obeng dan multitester tua, saya nekad meng-oprek TV merk Sanyo flat 21″ itu. Pertama – tama dan paling utama saya melakukan observasi fisik. Siapa tahu ada komponen – komponen yang nampak terbakar atau kelihatan rusak, jadi instinct menfitnah saya mendapatkan petunjuk. Dan ternyata tidak ada yang kelihatan dengan mata telanjang.

Saya mulai mengukur tegangan B+ 110 V dari main power supply. Hasilnya tidak masalah. Begitu juga dengan tegangan +5V untuk micro controller dan 12V untuk low signal processing. Baca lebih lanjut

Matroska Video Container, MKV

Di komputer saya, lama – kelamaan koleksi video berekstensi mkv semakin banyak. Ini umumnya merupakan file – file video atau video klip berdurasi singkat. File – file ini tanpa masalah dapat diputar dengan VLC Media Player.

Saya mulai penasaran dengan tipe file ini setelah pada akhir pekan kemarin saya mengunduh arsip video untuk saya tonton. Jangan menghakimi cepat – cepat menghakimi saya karena kekerasan terhadap hak cipta ini. DVD video yang filenya saya download rusak karena penyimpanan yang tidak baik. Mau mengakui mental pembajak saja pakai mbulet – mbulet 😀 File film yang saya download ini berukuran lumayan besar, yaitu sekitar 700 Mb untuk film berdurasi 2 jam 40 menit. Video beresolusi m-HD alias 920 x 512pixel. Mata saya memang tidak munafik. Kualitas video download an ini berkualitas kinclong.

Rasa heran dengan ukuran file yang cukup “mungil” untuk video dengan resolusi 920x512pixel durasi 2 jam 40 menit mendorong rasa penasaran saya untuk nge googling untuk mengetahui lebih jauh apa itu file mkv. Rupanya itu merupakan file container pesaing avi. Hebatnya lagi mkv merupakan container yang open source. Silakan baca, disini, disini dan disini.

Satu kekurangannya mkv adalah, saya hanya bisa memutarnya dengan komputer. Belum banyak dijual player sebagaimana divx atau dvd atau blueray player. Ya, saya memang bisa menggunakan software encoder yang bertebaran untuk menyulapnya menjadi avi-divx atau HD-DVD 😀

Akhirnya saya nyadar, walau file film yang saya download disertakan audio bertata suara surround 7.1 bukan jaminan telinga saya bisa mendengarkan dengan baik semua percakapan sepanjang film. Orang yang mengunggah file tidak menyertakan file srt (sub title). My listening skill is d*mn poor. Ah … paragraf terakhir ini kok malah curhat saudara 😀

Ribut – Ribut Quora: Open Source SocMed

Masih ingat ribut – ribut tentang Quora beberapa hari yang lalu? (Quora.com) Saya pun ikut – ikutan heboh. Dan segera sign up ke situs jejaring sosial kode terbuka ini tanpa berpikir panjang. Tanpa tahu akan apa yang ingin saya perbuat dalam outlet baru ini.

Satu langkah tidak cukup untuk menempuh dunia dalam Quora. Dalam browser chrome yang terpasang pada Maverick Meerkat saya ditanya – tanya oleh satpam yang dipekerjakan oleh Quora. Kira – kira begini: “Maaf tuan, bisakah anda menunjukan undangan?” Tentu saja saya tidak punya. Pada waktu itu saya berpikir untuk meminta lembar undangan pada teman – teman saya yang sudah lebih dulu memasuki Quora. Tetapi pekerjaan saya di pabrik membuat saya menunda sign up dan mengurusi mesin – mesin pabrik dulu.

Sampai pada waktu saya pulang, di perjalanan saya iseng mendaftar menggunakan ponsel. Saya menggunakan Blackberry Browser. Viola! Proses sign up berhasil. Aneh! Belakangan saya baru tahu bahwa untuk registrasi dari Amerika sudah tidak memerlukan lagi invitasi. Baiklah – baiklah. Dunia memang panggung sandiwara penuh diskriminasi dan kepentingan 😀

Nah! Bagi yang pengin mencoba Quora, silakan menggunakan proxy gratis yang bertebaran yang berlokasi di Amrik. Bisa juga menggunakan Browser Blackberry atau mencoba dengan Operamini. Atau paling gampang, mintalah invitasi kepada saya.

Eh! Tapi saya belum tahu bagaimana caranya membagi – bagi tiket undangan 😀

Posted with WordPress for BlackBerry 1.4.5

Nestle Pure Life: Kekuatan Desain

Untuk mengenyahkan rasa haus selama mengantri pada kemarin siang, saya mampir ke warung kelontong pinggiran jalan untuk membeli air mineral. Saya menuju warung kedua setelah di warung pertama tidak mendapatkan merk air mineral dalam kemasan yang saya cari. Di warung pertama tadi saya ditawari Aquaria. Padahal saya penginnya Aqua. Maaf ya dalam postingan ini saya secara blak – blakan menyebut merek. Tidak sopan ya 😀

Nah, di toko kedua, saya langsung melihat deretan botol Aqua yang tertata apik. Dan di tidak jauh dari tatanan botol – botol Aqua itu saya melihat air minum dalam kemasan yang lain, yaitu Nestle Pure Life. Di kebanyakan toko – toko kelontong Pure life tidaklah selalu tersedia. Dan saya baru sadar rupanya di minimarket/supermarket saya terlalu cuek sehingga Pure Life luput dari perhatian saya.

Singkatnya, saya terpesona dengan desain kemasan apik dari Nestle Pure Life dan mengurungkan niatan yang sujak semula sudah berniat fanatik dengan Aqua. Apa yang membelokan iman saya adalah desain. Baru kemudian dijustifikasi oleh nama besar merek dagang Nestle. Saya tidak tahu apakah saya juga akan murtad ke lain hati bila melihat misalnya air minum dalam kemasan merk Sega yang notabene saya meresa pernah terkena radang tenggorokan gara – gara setengah hati meminumnya.

Nestle Pure Life

Nestle Pure Life

Gambar saya comot dari sini

 

Dipaksa Setumpuk Update (di Windows)

Sekali membuka Jendela di Komputer pabrik apa yang saya dapatkan adalah paksaan untuk melakukan banyak sekali upgrade. Dari yang tingkatannya paling wajib untuk di update/upgrade tentu saja adalah anti virus. Tahu sendiri ini adalah kewajiban bila instalasi windows tidak ingin segera terkapar sekarat. Urutan wajib kedua adalah setumpuk security updates dan patch. Sampai yang sunnah untuk di update adalah aplikasi third party seperti web browser dan beraneka warna add on.

Padahal niatan saya tadi hanya untuk men-split database report yang dikirimkan yang berekstensi mdb. Ternyata saya harus menerima kenyataan untuk menunaikan kewajiban ini dengan perasaan serba ribet tiada terkira. Secepat apa koneksi internet di pabrik, tetap saja saya harus menunggu sampai puluhan menit, mungkin sampai jam. Salah saya sendiri mengapa kemalasan me-maintenance “cangkul” ini sampai berbulan – bulan.

Sial! Browser tiba – tiba tertutup. Ternyata browser yang saya pakai untuk nge-blog ini juga ikutan diupgrade. Yah Bukannya buat posting ini juga karena sambil nungguin proses upgrade rampung 😀

Selamat Pagi dan Happy New Year!

Posting Foto Liburan di Social Media Sudah Tidak Gaya?

Tidak seperti tahun kemarin, home feed dari social media saya, terutama facebook dan twitter, pada malam setelah hari tahun baru ini belum dibanjiri foto – foto liburan. Padahal pada tahun kemarin aliran foto – foto terutama foto pesta kembang api, foto – foto obyek wisata utamanya pantai seolah tidak ada habisnya.

Apakah sekarang sudah ngga musim lagi ya mengunggah foto – foto liburan ke socmed? Atau mereka mengunggahnya di flickr, picasa atau instagram? Atau malah tidak berlibur sama sekali. Itu sih saya yang hanya menghabiskan hari pembuka tahun 2011 di rumah 🙂

Jangan – jangan karena internetnya lagi lemot? Hari gini kok internet masih lemot. Bukannya koneksi internet broadband itu bagian dari hak manusia yang asasi, hehe

***

Posting ini saya buat dengan ngasal untuk memenuhi janji diri untuk membuat tulisan pertama pada awal tahun. Bila jelek ya sorry sorry jek :d

Posted with WordPress for BlackBerry 1.4.5

Grogol Paliyan, Google Makin Tahu Saja

Grogol adalah desa dimana saya tinggal. Sedangkan Paliyan adalah Kecamatan dimana desa dimana saya tinggal berada. Tanpa banyak tanya pun pasti sudah pada tahu kalau desa ini sangatlah pelosok 😀

Saya pertama kali mengecek eksistensi desa dimana saya tinggal pada tanggal 6 Juli 2008 dan google tanpa malu – malu menunjukan angka 905 item yang berkaitan. Lumayan. Tidak amat teramat sangat katrok. Dulu pencarian saya itu saya posting di sini :  https://jarwadi.wordpress.com/2008/06/06/grogol-paliyan/

Dan pada hari ini, saya mengetikan kata kunci yang sama pada google dan mendapatkan sodoran :

Desa Grogol Menurut Google

Desa Grogol Menurut Google

Nah, kalau anda ingin mengecek sendiri silakan klik :

http://www.google.com/search?client=ubuntu&channel=fs&q=grogol+paliyan&ie=utf-8&oe=utf-8

Mau, spesifik dusun dimana saya tinggal :

Karangmojo b Menurut Google

Karangmojo b Menurut Google

Donat Sih Kuno #android

Emoh Donat

Donat! Emoh ah. Sekarang yang lagi mau nge-trend kan Roti Jahe. Sekarang Android-freak yang budiman sedang beramai – ramai menyambut Ginger bread.

Tapi foto ini saya ambil sekitar satu setengah tahun yang lalu 😛