Tujuan Wisata Napak Tilas Di Jogjakarta

kotagedeJika Anda ingin berlibur untuk menghilangkan kejenuhan dari hiruk pikuk ibukota, maka tidak ada salahnya bagi Anda untuk mengunjungi kota gudeg Jogjakarta. Perjalanan dari Jakarta menuju Jogja dapat ditempuh dengan menggunakan alat transportasi umum seperti bus. Walaupun boleh dibilang menghabiskan waktu yang cukup lama untuk menempuhnya, tapi harga tiket bus dari Jakarta ke Jogja yang dikeluarkan cukup terjangkau.

Salah satu jenis wisata yang dapat Anda nikmati setelah tiba di Jogja ialah wisata napak tilas. Setelah mengeluarkan biaya tiket bus dari Jakarta ke Jogjakarta Anda dapat melanjutkan untuk berwisata napak tilas ke berbagai tempat seperti:

         Kotagede. Kotagede menjadi saksi biru dari penyebaran Islam dengan berdirinya Kerajaan Mataram pada abad ke-16. Kerajaan Mataram ini dulunya hampir menguasai seluruh wilayah di Pulau Jawa. Di wilayah ini kita dapat menemukan berbagai situs peninggalan sejarah seperti makam para pendiri dari Kerajaan Mataram, sisa-sisa reruntuhan benteng dan masih banyak lagi yang lainnya.

         Sasana Wiratama. Sasana Wiratama terletak 4 kilometer dari pusat kota Jogja di atas tanah seluas 2,5 hektar. Tempat ini dibangun dengan tujuan untuk mengenang perjuangan dari Pangeran Diponegoro. Pangeran Diponegoro sendiri merupakan keturunan langsung dari Raja Jogjakarta yang menjadi satu dari sekian banyak pejuang Indonesia yang ditakuti oleh penjajah Belanda. Sasana Wiratama ini dapat Anda kunjungi pada hari senin hingga sabtu dari pukul 08.00-13.00 WIB.

         Museum Sasmitaloka. Museum Sasmitaloka merupakan suatu bangunan yang dahulunya merupakan kediaman dari Panglima Besar Jenderal Sudirman, tepatnya terletak di Jalan Bintaran Wetan No. 3, Yogyakarta. Museum Sasmitaloka ini dijadikan sebagai tempat untuk mengenang pengabdian dan perjuangan dari Panglima Besar Jenderal Sudirman, orang yang memiliki jiwa kebapakan dengan berpegang teguh pada prinsip dan keyakinan serta selalu mengutamakan kepentingan bangsa dan masyarakat. Musem Sasmitaloka dapat Anda kunjungi pada hari senin hingga jumat dari pukul 08.00-14.00 WIB.

Murahnya biaya untuk mendapatkan tiket bus Jakarta Jogja serta sajian wisata napak tilas yang dapat dinikmati saat berkunjung ke Jogjakarta, dijamin menjadi obat ampuh untuk menghilangkan kejenuhan.

Nexus 6, Apa Masih Menarik?

Google Nexus 6 secara resmi telah hadir di Indonesia. Diluncurkan pada tanggal 31 Juli 2015 di Grand Indonesia Mall.

Sebenarnya saya ingin mengomentari kehadiran Nexus 6 di Indonesia ini sejak beberapa hari yang lalu. Bahkan sejak rencana acara peluncuran Nexus 6 mulai muncul di timeline Twitter. Karena ada-ada saja yang harus saya lakukan sampai pada pagi ini saya baru mulai mengetikan komentar saya ini.

Membaca-baca rencana peluncuran Nexus 6 di Jakarta pada pekan lalu membuat saya lupa-lupa ingat kapan sebenarnya Google telah meluncurkan flagship andalannya ini. Seingat saya, kalau tidak salah, Nexus 6 telah saya baca diluncurkan pada tahun lalu. Benar saja, dari penelusuran di internet, smartphone ini telah diumumkan pada bulan Oktober 2014 dan available release pada bulan November 2014. Berarti sampai saat ini orang-orang sudah bisa mendapatkan Nexus selama 9 bulan.

Pertanyaannya kenapa Nexus 6 baru sekarang secara resmi tersedia di Indonesia? Siapa yang disasar Google untuk membeli Nexus 6? Baca lebih lanjut

Apa yang Menarik dari LG G4?

lg-g4-preview-main

Smartphone Android LG yang pertama kali saya miliki adalah LG L9. Merupakan pengganti dari smartphone Android saya sebelumnya yang hilang tercecer. Smartphone sebelumnya adalah pabrikan S*ms*ng, senegara asal dengan LG L9.

Kesan pertama saya menggunakan LG L9 yang berukuran layar 4.7″ saat itu adalah keyboard yang terasa lebih nyaman digunakan untuk mengetik bahkan ketika saya baru beberapa jam menggunakan ponsel itu. Layar yang cukup bagus dan desain body yang menurut saya juga bagus merupakan kesan tersendiri buat saya.

Satu setengah tahun yang lalu saya juga merasakan performa ponsel yang cukup baik untuk kategori smartphone mid range. Sampai seiring banyaknya update fitur dari beberapa kali aplikasi yang saya gunakan membuat beban kerja sistem pemrosesan LG L9 ini bertambah. Dan tentu saja mau tidak mau untuk mendapatkan performa optimal saya perlu menggunakan hardware yang lebih sesuai dengan jamannya, yang lebih kekinian.

Bila merasa cocok dengan desain-desain dan penyesuaian-penyesuaian terhadap sistem operasi android yang dilakukan LG, sebenarnya saat ini sudah ada pilihan handset seperti LG G3 dan lain-lain. Namun bila cukup bersabar, sebentar lagi LG akan mengeluarkan flagship terbarunya yaitu LG G4.

Belum ada informasi resmi tentang spesifikasi pasti dari LG G4. Yang ada saat ini adalah bocoran-bocoran di internet dan harapan-harapan pengguna akan seperti apa fitur dan spec yang dibawa oleh G4. Beberapa hal berikut adalah yang kelak akan menarik dibahas (dan diblog-kan tentu saja) dari seri LG G4:

  • Performa ketika menggunakan chipset Qualcomm Snapdragon 808 atau yang lebih baru yaitu Snapdragon 810, beserta Processor hexa core 1.8 Ghz Cortex A57.
  • Kinerja Grafis dengan digunakan GPU Adreno 418.
  • Kamera utama 16 MP. Ini bukan tertinggi yang ada saat ini. Yang menarik adalah penggunaan F 1.8, Phase Detection Autofocus dan Laser focus, serta yang paling diharapkan adalah OIS (Optical Image Stabilization)
  • Kamera depan 8 MP. Jelas merupakan jawaban bagi semua kebutuhan selfie. Kemampuan merekam video HD di kamera depan adalah perlengkapan tersendiri untuk membuat video selfie juga.
  • Layar QHD 5.5″ True HD IPS + Capacitive Touch screen yang dilengkapi dengan pelindung Gorilla Glass 4
  • Kapasitas Batere 3.000 mA yang diharapkan mampu membuat ponsel ini terjaga dalam waktu lebih lama.
  • Quick Charge 2.0 yang memungkinkan pengisian batere mencapai 60% hanya dalam waktu 30 menit.
  • Wireless Charging (Qi Enabled). Pengisian tanpa kabel bagi saya merupakan hal baru yang saya sendiri belum pernah mencobanya.
  • Dukungan 4G LTE Cat 6 300/50 Mbps. Memudahkan G4 untuk terhubung ke jaringan data tercanggih yang sedang gencar digelar beberapa operator besar di Indonesia.

Seperti apa selengkapnya flagship dari pabrikan dari negeri ginseng ini. Tunggu saja beberapa waktu yang akan datang. 🙂

Bingung dengan Setting Aplikasi di Android

Bermaksud membantu kawan saya menyesuaikan beberapa pengaturan di aplikasi Nike Running+ di ponsel Android, saya sempat beberapa waktu kebingungan. Saya mencari dimana letak menu setting, namun tak tertemukan setelah saya mencoba menu demi menu yang ada. Saya ingin mengubah diantaranya adalah satuan dari mile dan lbs ke satuan metric (km dan kg) dan beberapa setting lainnya. Saya yakin bahwa setting-setting untuk itu pasti ada, hanya belum saya temukan saja. Saya begitu yakin ada karena dulu pernah melakukannya di ponsel Android milik saya.

Sekarang memang saya sudah agak jarang menggunakan ponsel Android. Kalau pun memakai sudah tidak lagi mengutak-atik pengaturannya.

Sampai beberapa hari kemudian ketika sedang menggunakan ponsel Android, bermaksud menekan tombol back, namun yang tertekan rupanya adalah tombol di sebelah kanan tombol home ponsel LG. Ahaaa, saya jadi ingat bahwa di Android setting menggunakan tombol fisik.

Screenshot_2015-01-15-08-57-44 (1)

Baca lebih lanjut

Transfer Data Dari iPhone ke Android

Teknologi tertutup yang digunakan oleh Apple dalam tiap produknya seringkali menimbulkan masalah kompatibilitas dengan perangkat-perangkat kita yang lain. Contoh kecil, bertukar file atau kontak sulit dilakukan oleh iPhone dengan perangkat lain. Memasukan mp3 dari komputer Ubuntu ke iPhone pun sampai sekarang belum saya ketahui caranya.

Isu kompatibilitas ini menjadi masalah ketika saya menggunakan iPhone dan Android sekaligus atau bagi orang yang ingin berpindah dari iPhone ke Android. Atau ini memang cara Apple menjaga “gembalaannya” agar tidak keluar pagar? hehe!

Bukan cara yang praktis, tapi video tutorial di atas menurut saya akan cukup membantu bagi siapa saja yang ingin menyalin data-data seperti musik, foto, video, calendar, contact, dan data-data lain ke perangkat Android. Silakan menonton bila Anda adalah pengguna iPhone yang ingin ganti smartphone Android atau seperti saya menggunakan iPhone dan Android sekaligus. 🙂