Nestle Pure Life: Kekuatan Desain

Untuk mengenyahkan rasa haus selama mengantri pada kemarin siang, saya mampir ke warung kelontong pinggiran jalan untuk membeli air mineral. Saya menuju warung kedua setelah di warung pertama tidak mendapatkan merk air mineral dalam kemasan yang saya cari. Di warung pertama tadi saya ditawari Aquaria. Padahal saya penginnya Aqua. Maaf ya dalam postingan ini saya secara blak – blakan menyebut merek. Tidak sopan ya 😀

Nah, di toko kedua, saya langsung melihat deretan botol Aqua yang tertata apik. Dan di tidak jauh dari tatanan botol – botol Aqua itu saya melihat air minum dalam kemasan yang lain, yaitu Nestle Pure Life. Di kebanyakan toko – toko kelontong Pure life tidaklah selalu tersedia. Dan saya baru sadar rupanya di minimarket/supermarket saya terlalu cuek sehingga Pure Life luput dari perhatian saya.

Singkatnya, saya terpesona dengan desain kemasan apik dari Nestle Pure Life dan mengurungkan niatan yang sujak semula sudah berniat fanatik dengan Aqua. Apa yang membelokan iman saya adalah desain. Baru kemudian dijustifikasi oleh nama besar merek dagang Nestle. Saya tidak tahu apakah saya juga akan murtad ke lain hati bila melihat misalnya air minum dalam kemasan merk Sega yang notabene saya meresa pernah terkena radang tenggorokan gara – gara setengah hati meminumnya.

Nestle Pure Life

Nestle Pure Life

Gambar saya comot dari sini

 

Merk Cina identik dengan Kualitas Abal – Abal?

Kemarin, status facebook yang ditulis teman saya membuat diri ketawa tawa seorangan. Di status facebooknya dia menuliskan kata – kata penyesalan karena telah dua kali membeli ponsel  bermerk Cina. Dalam waktu tidak lama kedua ponselnya ngambek, rusak. Harapan sahabat itu pasti ingin membeli produk yang tidak mudah rusak, awet, tahan banting, tahan lama, canggih, modis, tetapi dengan harga yang murah terjangkau.

Seperti yang sudah diketahui khalayak, produk bermerk Cina, baik itu produk Otomotif, Elektronik, Perkakas dan lain lain termasuk mur-baut sudah dikenal murah, dan menyandang predikat kualitas murahan. Saya tidak bermaksud mengatakan bahwa jembatan Suramadu yang menjadi mega proyek kebanggaan banggsa itu produk berharga murah dengan kualitas murahan karena dikerjakan kontraktor asal Cina.

Mengatakan bahwa produk bermerek Cina berkualias abal abal tidaklah sama arti dengan mengatakan bahwa bangsa Cina tidak bisa membuat produk yang bermutu. Andai melihat dengan jeli, mungkin gadget kesayangan kita yang ada stempel Sony Ericsson atau Nokia pun ada embel emebel “Made in China” –nya. Saya tidak tahu apakah produk BlackBerry atau Apple iphone ada keterlibatan bangsa Cina atau tidak dalam lini produksi mereka. Tetapi  percayalah bahwa ada banyak produk bermerek papan atas di dunia yang di lini produksinya terlibat campur tangan bangsa bermata sipit negeri Jacky Chan itu. Baca lebih lanjut