Peng aspal an dilanjutkan …

Pembangunan peningkatan kualitas sarana jalan desa yang telah dinikmati Masyarakat ds Karangmojo A dan B dan penduduk dusun dusun sekitarnya selama kurang lebih setahun, pembangunan jalanan aspal dari pertigaan Bp Waryadi ke barat yang saat ini sepanjang sampai depan rumah Bp Jodo dalam waktu dekat dipastikan dilanjutkan. Menurut keterangan dari pejabat setempat, jalan beraspal akan diperpanjang untuk sementara sejarak 200 m sampai di depan kediaman Bp Adiwono untuk kemudian di masa pembangunan selanjutnya diteruskan melingkar melalui ds Senedi dan ds Tungu.

Tumpukan material berupa batuan keras, koral dan pasir saat ini telah memenuhi sisi kanan kiri jalan dan untuk sementara lalu lintas menuju ds Senedi di alihkan melalui jalur selatan.

Pembangunan yang menelan anggaran sebanyak Rp 47 juta, dengan rincian Rp 45 juta dana bantuan dan Rp 2 juta merupakan swadaya masyarakat yang didapat dengan iuran sejumlah Rp 25.ooo,-/KK angka kira kira.

Semoga pembangunan jalan ini mengantarkan semua masyarakat menuju masa depan yang lebih baik.

Listrik mati bikin gatal gatal dan pusing pusing

Bagaimana terasa kehidupan tanpa cukup pasokan listrik? Ya seperti baru saja terjadi power down sejak hari menjelang siang sampai jam sembilan malam ini. Tubuh terasa gatal gatal karena tanpa perlindungan alat pengusir nyamuk. Mood tidak mendapatkan cukup pemacu dari alunan suara musik. Makan takut kalau kalau keselek dan semua ruangan terasa pengap dengan lampu minyak yang tidak handal.

Sebenarnya seharian ini saya berniat untuk membaca buku, tapi karena buku dan dokumen dokumen tersebut dalam format e book, maka ya apa daya selain menunda. Kemudahan teknologi telah memanjakan. Dan karena kemanjaan kenalah batunya.

Kemajuan teknologi telah terbukti membawa perubahan kebiasaan. Dan kadang membuat efek sampingan berupa gatal gatal gigitan nyamuk dan pusing kepala karena pencapaian sasaran tidak menemukan saluran ketika listrik sedang down.

Karena ini musim aliran listrik tidak handal karena banyak gangguan karena musim penghujan dan keterbatasan teknisi PLN dalam penanganan gangguan teknis ya mesti secara pribadi melakukan pencegahan dan alternatif pengurangan dampak gangguan. Seperti charging batt setiap saat tidak boleh kelupaan dan menggunakan krim pengusir nyamuk semacam soffel dan autan. Juga jangan lupa bahwa minyak tanah itu susah didapat di warung Pak Tukir dan kadang berharga mahal.

strange white patterned cloud hanging on the sky

Gempa Bumi

Siang ini, ketika jam di Laptop saya menunjukan pukul 14:06 WIB, saya dan bapak dikagetkan oleh goncangan gempa bumi dengan intensitas cukup kuat. Bukan hanya kami saja yang sedikit kaget dan panik, orang orang tetangga juga. Bahkan ada beberapa orang yang menabuh kentongan sebagai peringatan untuk mewaspadai datangnya bencana alam.

Sampai  menulis posting ini, saya belum bisa mengetahui dimana sumber gempa terjadi tetapi ketika saya sempat menghubungi seorang teman di kota Jogja via YM, ternyata disana juga terjadi gempa dengan intensitas yang membuat orang orang berhamburan keluar bangunan rumah. Pun demikian belum terdengar oleh saya adanya korban jiwa atau harta benda. Dan saya memang tidak ingin mendengar kabar yang ini terjadi.

Sebagai orang yang tinggal di daerah yang pernah diluluh lantakan oleh gempa bumi pada beberapa tahun yang lalu, tentu saja langkah waspada dan was was lah yang menjadi tindakan antisipatif semua orang disini termasuk saaya dan keluarga.

Kami semua berdoa semoga Gempa Bumi atau Bencana apapun bukanlah merupakan tabuhan gong penutup tahunan 2008. Amiiim

PS :

Posting ini akan saya update sewaktu waktu …

Sedia Payung biar tidak keHujanan

Sepanjang Pagi sampai menjelang siang ini merupakan hari tercerah setelah 7 Desember. Selama satu setengah Minggu diri ini harus bertarung melawan hujan dan (masuk) angin. Lekat dengan tubuh ini pasti adalah kedinginan, persendian dan dengkul ngilu, kepala pusing tujuh keliling –tetapi kalau yang ini karena masalah kurang duit. Melengkapi derita biologis tersebut adalah penampilan yang semakin menjadi korban. Celana dan  Baju berbekas air hujan kerap kali menjadi make up ditempat kerja. Bahkan, juga karena kehujanan, parfum AXES yang saya pakai menjadi luntur sehingga kita kita disini bisa berbagi aroma aseli warisan nenek moyang (baca : bau keringat)

Selain menjadi derita bagi sistem biologis dan sistem *narsisme, air hujan yang ganas juga merupakan acaman serius untuk Gadget Gadget yang membantu memperpanjang usia saya, sehingga walaupun sebenarnya tidak suka menjadi cowok perpayung, tetapi demi keselamatan dan usia Gadget Gadget yang saya tenteng, biasanya adalah Laptop dan Ponsel, saya mengalah dengan melakukan sesuatu yang sangat tidak saya suka. Demi Gadget tercinta, dan tentunya dengan pertimbangan yang lebih panjang dari jalanan jalanan menuju tempat kerja, sebuah Payung berwarna Ungu keabu abuan (baca : abu keungu unguan; susah memilih istilah yang tepat) menjadi pilihan dari keputuan saya. Dibeli di toko kedua dari sisi timur kompleks perkiosan Ps Siyono.

Selasa, 16 Desember 2008, tangan si Jarwadi dengan kostum keki warna krem sedang menenteng Payung untuk pertama kalinya sepanjang musim Hujan tahun ini. Si Jarwadi, si Cowo BerPayung.

Sim Salabim …

Sepanjang perjalanan pulang dengan payung ditangan si Jarwadi. Berangur angsur hujan mereda. Demikian juga derita masuk angin yang menghinggapi tubuh kerempengnya. Kemudian dipagi hari kemudian Matahari juga terbit cerah.

Kalau saja saya tahu kalau dengan sekali membeli payung hujan akan mereda dan matahari bersinar cerah, tidak  sedikitpun saya akan ragu untuk membeli payung ungu keabuan sejak awal awal. Begitu pikir Jarwadi walaupun dia juga ragu ragu akan benar dan tidaknya. Karena menjelang tombol terbitkan di jendela teks editor blog nya ditekan, mendung semakin mengkelam.

1/12 : 5.500; 15/12 : 5.000 =>010109 : … ?

Harga BBM bersubsidi turun lagi. Saya baru mengetahui kabar ini dari kompas online beberapa saat sebelum saya menulis posting ini. Sebelumnya saya tidak pernah mengira kalau penurunan Harga Bensin bisa terjadi bahkan dua kali dalam sebulan.  Dan tepat pada pukul 00:00 WIB tanggal 15 Desember 2008 harga bensin telah diturunkan oleh Pemerintahan SBY menjadi Rp 5.000/liter setelah sebelumnya dari Rp 6.000,- mengalami penurunan ke titik Rp 5.500,- per 1 Desember 2008.

Sebagai jelata, berita penurunan harga bensin merupakan kabar gembira untuk saya. Tidak heran bila saya pun membuat tulisan ini sambil senyum – senyum dan tertawa ringan terbersit harapan penurunan ini segera berdampak pada penurunan harga harga kebutuhan lain. Konon katanya BBM merupakan komponen utama penentu harga setiap jenis barang di tangan konsumen di warung warung pengecer.

Kemudian sebagai Orang Jawa, seharusnya saya juga tidak boleh heran dan terbengong bengong dengan sesuatu yang tidak kelihatan secara kasat mata dan tidak nampak ketemu nalar tetapi terjadi. Sebagai Orang Indonesia tentu saja saya harus menerima dengan ikhlas bahwa Bandung Bondowoso pun bisa mendirikan Seribu Candi dalam semalam. Tidak  beda dengan bahwa pada pagi ini terjadi suatu fakta bahwa harga Bensin turun untuk kali yang kedua. Kemudian saya pun harus bersiap untuk bergembira ria bila di kemudian hari harga Bensin diturunkan lagi.

Ketidak heranan dan Ketidak kagetan dan Ketidak bengongan saya kemudian adalah juga harus bersiap siap  kalau memang penurunan harga Bensin dan Solar tidak kunjung diikuti oleh misalnya penurunan tarif angkutan, atau penurunan harga minyak goreng, sabun mandi, tahu tempe dan ikan asin.  Lebih lanjut karena saya sadar bahwa ini adalah Indonesia maka kedepan juga harus mampu untuk Lilo Legowo bila sampai pada masa dimana dalam satu bulan harga bensin dan solar naik satu kali, kedua atau untuk ketiga kalinya.

Kira kira berapakah harga Bensin dan Solar pada pertengahan bulan Juni 2009?

Silahkan membaca berita pada link ini untuk menambah wacana

Pergantian Waktu, Nikmat dan Kegelisahan diri

Desember. Adalah bulan yang paling tidak saya sukai, karena merupakan salah satu dari sekian banyak tanda tanda bergantinya waktu.  Desember adalah barisan terakhir dalam antrian panjang di pintu keluar dari suatu perjalanan jaman dimana di pundak sang Desember terpikul semua keresahan dan kegelisahan saya yang tak terkira. Terlepas dari semua jatah waktu tersebut rasanya tidak pernah merasakan bahwa itu cukup untuk memutar mimpi mimpi saya disuatu kenyataan. Masih banyak hal yang *seharusnya terselesaikan ternyata harus mengalah dengan kekuatan perhitungan jaman.

Ketika pergantian waktu semakin terasa dan semakin terasa menggelisahkan karena seolah terjadi penambahan percepatan, rasanya ada hal yang saya rasakan menarik dan menyiramkan semurni kedamaian. Ketika dalam banyak waktu saya benci sekali dengan pergantian waktu, ada juga hal hal dimana saya tidak sabar untuk menunggu waktu segera beranjak (petang). Perasaan istimewa yang lain adalah ketika saya merasakan penyesalan ketika tertidur lebih lama namun demikian di waktu waktu istimewa ini saya melakukan dengan tanpa perasaan (berdosa) sedikitpun.

Memang, bulan puasa adalah senama satu bulan yang benar benar paling nikmat termasuk dalam urusan waktu. Hampir sama ketika seharian tadi saya menunaikan ibadah puasa sunah menjelang hari raya Iedhul Adha. Dengan segala kebesaran Nya, Allah SWT telah dengan berlipat lipat mengganti nikmat makan dan minum saya dengan nikmat waktu, dengan perasaan berdamai mengamati dengan sabar dan seksama proses pergantian waktu. Setiap detik dari Fajar sampai berkumandang Adzan Maghrib adalah milik Allah semata.

Takbir yang bergema di masjid masjid saya rasakan damai dan anggun seolah saya tidak pernah digelisahkan oleh setiap pergantian waktu dan makhluk yang bernama Desember yang menakutkan …

Survive di Pergantian Musim

Ngomong ngomong tentang pergantian musim dan pergantian cuaca pasti identik dengan terpengaruhnya kesehatan kita atau menurunya kualiatas kesehatan kita atau teman teman dan rekan rekan sekitar kita. Jujur saja kita semua disini sudah bosan dengan musim kemarau yang panjang tahun ini. Semua orang berharap segera datang musim hujan. Kalau selama ini sebagian orang disini yang punya cukup rejeki mengeluarkan kocek sekitar Rp 70.000 untuk setangki air untuk memenuhi kebutuhan minum, air bersih dan sanitasi dengan datangnya musim hujan berharap karunia yang di Atas berupa air bersih yang gratis dan melimpah. Maklum saja disini sarana water fasilities yang belum merata menjangkau semua penduduk. Mudah mudahan saja dalam waktu yang tidak terlalu lama ekploitasi dan perberdayaan sumber air dari pantai Baron dan Ngobaran dapat dengan baik terealisasi. Namun demikian dengan hadirnya pertanda pergantian musim pada saat ini yang merupakan kabar baik untuk kita semua disini karena artinya Musim Penghujan sudah lebih dekat. Ada satu tahapan dimana kita kita harus melewati dengan tanpa luka atau kalaupun sampai luka luka tidak sampai mati *dimakan cacing.

Bahwa tahapan tersebut adalah untuk tetap survive dan bisa beradaptasi dengan baik untuk melewati dengan selamat jembatan ^pancaroba^. Flu yang mewabah, diare, muntah muntah dan penyakit penyakit umum yang menjadi derita dan saat ini telah menjangkit teman teman bahkan keluarga.Walaupun seharusnya yang seperti ini tidak perlu terjadi apabila sebelumnya kita telah melakukan tindakan atisipasi dengan baik. Dan tentunya kesedaran kita semua untuk melakukan tindakan preventif secara integral –terpadu dan kolektif –bersama sama. Karena apa artinya kalau satu atau dua orang menjaga kesehatan diri dan lingkungan sementara yang lain cuek bebek. Virus Influensa diketahui mudah menyebar dengan cepat dan menulari siapa saya yang sedang dalam keadaan kekebalan tubuh sedang tidak fit. Buktinya apabila ada satu saja dari orang sekantor atau satu anggota keluarga yang kena jatah maka mudah mudah saja orang orang dekatnya tertular.

Apapun adanya Pergantian Musim yang bertandang merupakan TAMU yang banyak dinanti nanti sebagai kabar baik, yang perlu kita lakukan untuk tetap dapat menikmatinya adalah dengan mensyukuri dan membuat pilihan terbaik. Kita bisa melakukan hal hal didalam lingkaran pengaruh kita untuk tidak memperkeruh keadaan. Apa yang bisa kita lakukan adalah seperti menjaga higienitas kehidupan pribadi kita, menjaga kualitas ketahanan tubuh dan kebugaran kita, menjada diri dari potensi tertular wabah. Apabila diri terpaksanya terkena wabah dengan sadar menjaga lingkungan dan orang orang tersayang dengan membatasi interaksi dan kontak fisik dan segera men^treatment diri dengan tindakan medis yang tepat.

Hal yang tidak kalah pentingnya adalah secara sosial menyampaikan informasi dan menggugah kesadaran orang orang terdekat kita untuk sadar diri akan kesehatanya dan mengajak mereka untuk hidup sehat dan higienis dan mempunyai sense of awarenes yang cukup sehinggu tercipta suatu budaya dan sistem sosial yang sehat dan berbudaya. Dengan demikian kita bisa menikmati tanpa kendala anugerah Allah.

Hujan itu turun dari atas karena memang pemberian yang di Atas

Boy with the GUN

Pagi ini saya sedang santai teras depan rumah orang tua. Seperti biasa menikmati indahnya pagi. Menyambut Matahari pagi. Menghirup udara pagi sepuasnya. Mumpung udara belum menjadi panas dan berdebu. Semuanya sangat saya nikmati.

Sayangnya ditengah saya menikmati pagi hari saya. Ada beberapa hal yang mengganggu. Beberapa hal yang menjadi keprihatinan saya. Dalam waktu kurang dari satu jam saya melihat didepan rumah saya ada orang orang yang berlalu lalang dengan menyandang senapan angin. Senjata perusak alam. Paling tidak ada 3 atau 4 orang kelompok orang yang menenteng senapan angin mencari mangsa tanpa perasaan apapun. Mengapa merusak alam, memunahkan burung burung liar begitu mereka nikmati.

Tidak pernahkah mereka berpikir kalau burung burung tersebut. Anugeah Allah tersebut akan segera menjadi dongeng dalam waktu singkat untuk adik adik kita kelak.Kalau saya sekarang masih bisa mendengar burung yang berkicau dipagi hari. Mungkin beberapa tahun kedepan adik adik kita akan mendengar dongeng nya saja. Kalau disini pernah ada burung burung liar berkicau.

Tidak seharusnyakah pihak terkait mentertibkan dan mengedukasi teman teman kita tersebut. Tugas siapakah menjaga kebebasan, hak hak hidup burung burung tanpa dosa.