Boy with the GUN

Pagi ini saya sedang santai teras depan rumah orang tua. Seperti biasa menikmati indahnya pagi. Menyambut Matahari pagi. Menghirup udara pagi sepuasnya. Mumpung udara belum menjadi panas dan berdebu. Semuanya sangat saya nikmati.

Sayangnya ditengah saya menikmati pagi hari saya. Ada beberapa hal yang mengganggu. Beberapa hal yang menjadi keprihatinan saya. Dalam waktu kurang dari satu jam saya melihat didepan rumah saya ada orang orang yang berlalu lalang dengan menyandang senapan angin. Senjata perusak alam. Paling tidak ada 3 atau 4 orang kelompok orang yang menenteng senapan angin mencari mangsa tanpa perasaan apapun. Mengapa merusak alam, memunahkan burung burung liar begitu mereka nikmati.

Tidak pernahkah mereka berpikir kalau burung burung tersebut. Anugeah Allah tersebut akan segera menjadi dongeng dalam waktu singkat untuk adik adik kita kelak.Kalau saya sekarang masih bisa mendengar burung yang berkicau dipagi hari. Mungkin beberapa tahun kedepan adik adik kita akan mendengar dongeng nya saja. Kalau disini pernah ada burung burung liar berkicau.

Tidak seharusnyakah pihak terkait mentertibkan dan mengedukasi teman teman kita tersebut. Tugas siapakah menjaga kebebasan, hak hak hidup burung burung tanpa dosa.

Satu komentar di “Boy with the GUN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s