E-Money Bisa Tumbuh di Indonesia

Bank Indonesia juga mencatat pengguna uang digital meningkat dari 7.9 juta menjadi 9.4 juta atau sebesar 18% dibandingkan tahun lalu. BI juga mencatat jumlah transaksi digital yang mencapai 8.3 juta transaksi dengan nominal Rp. 176.56 miliar

Demikian yang ditulis Dailysocial.net. Masih menurut yang ditulis oleh Dailysocial di sini, diprediksikan pada tahun 2012, di Indonesia pengguna e-money akan tumbuh menjadi 12 juta-an. Artinya apa yang diharapkan Bank Indonesia untuk mendorong transaksi secara elektronik untuk mengurangi uang fisik yang beredar seperti yang diberitakan di Detikinet di sini tidak hanya angan-angan.

Namun yang menjadi angan-angan saya adalah bagaimana bila pertumbuhan penggunaan uang digital di Indonesia terlalu cepat. Tidak mungkin ya? πŸ˜€

Angan-angan buruk saya itu seperti ini: Uang digital (e-money) yang berlebih akan mematikan pasar tradisional dan pedagang-pedangan kecil. Uang digital sependek penerawangan saya akan sangat berpihak pada pedagang-pedagang dan retailer besar. Masih sulit bagi saya membayangkan simbok-simbok pedagang sayur di pasar bisa menerima pembayaran dengan Kartu Debet, Kartu Kredit, Telkomsel Cash, XL Tunai, BCA Flazz, BNI Kartuku, Tap Izy, dan sejenisnya.

Sampai saya bertemu ngobrol-ngobrol berdua di kereta Pramex dengan Mr Recaredo Babasa. Dia adalahΒ Β VPΒ Digital Money Management di Telkomsel. Saat itu ketika saya menyinggung dampak buruk e-money bagi pedagang mikro, karena saat itu memang di acara launching Tap Izy (produk e-payment baru -nya Telkomsel) ia menceritakan ide pengembangan masa depan Tap Izy. Tap Izy sendiri dapat di baca di sini atau di sini.

Menurut Babasa, saat ini Tap Izy (RFid) memang baru bisa diisi deposit uang tertentu dan digunakan berbelanja di merchant-merchat khusus yang telah berafiliasi. Namun kelak akan dikembangkan Tap Izy bisa saling mengirim uang dengan perangkat ber-Tap Izy yang lain. Misalnya A ingin memberikan sejumlah “uang” ke B, tinggal si A mengetikan nominal uang yang akan diberikan, memasukan PIN dan mendekat pada perangkat RFid (Tap Izy) milik si B.

Keren membayangkan simbok menjual seekor ayam jago ke pasar, menerima pembayaran jual ayam di handphone ber-RFid, kemudian berbelanja bumbu dapur di lapak jualan mbok Supiah di pasar Playen dengan deposit uang di perangkat RFid, saya meminta tolong simbok untuk dibelikan gudeg kuali namun deposit simbok hasil jualan ayam ternyata sudah tidak cukup dan saya bisa mengirim sejumlah “uang digital” dari rumah. Kalau angan-angan yang ini barangkali keren yang kebablasen. πŸ˜€ Tidak ya?

Iklan

25 thoughts on “E-Money Bisa Tumbuh di Indonesia

  1. Sejak membanjirnya mini market, pendapatan pedagang kaki lima juga sudah berkurang (asumsi kasar). Ditambah lagi tiap mini market menyediakan jasa bayar dengan debit, kartu kredit, dan flash kan? Tapi jika ada asumsi bahwa uang fisik akan hilang, ya gak mungkin juga..kalau pun terjadi, mungkin gak dalam 5 tahun ini πŸ™‚

    • saat ini di negara-negara maju sudah sangat mengurangi peredaran uang fisik. di as membawa uang tunai melebihi jumlah sekian sekian saja bisa dipidanakan.

      negara yang sudah tidak akan mencetak lembar uang lagi adalah Turki

  2. Kelihatannya masa itu ngga lama lagi mas. Lha sekarang rata2 penjual di pasar tradisional dah pada pegang handphone jeh πŸ˜€ Berarti tinggal upgrade dikit kan dah bisa tuh ber e-money ria πŸ˜€

  3. ini sesuai yang dibicarakan sama Pak Max waktu itu…
    lama-lama uang aslinya engga ada…
    tapi kalau engga ada bayar pengamen pakai apa? pengamennya harus lebih canggih lagi..

  4. lama lama semuanya digital dan online kayaknya
    cari jodoh di pesbuk pacaran cukup ceting
    nikah liwat teleconfrence mas kawin pake internet banking

    #asal jangan ml liwat email trus diprint jadi anak saja
    hahaha katrok..

  5. Bukan nggak mungkin suatu saat e-money akan beredar di pasar2 tradisional.. Insya Allah e-money gak akan mematikan usaha mikro ya.. Yg aku khawatir adalah keberadaan mall yg menjamur.. Ini udah pasti akan mematikan usaha mikro..

    • tantangannya memang begitu, teman saya saja sekaran sudah mengeluhkan dompetnya yang terlalu banyak bawa kartu e payment dan kartu discount. lama lama juga akan tidak praktis bila tidak dipikirkan solusinya.

      tujuan utama e money dan epayment kan kepraktisan dan keamanan πŸ™‚

  6. E Money, ato money digital itu sudah bukan barang aneh lagi. Termasuk didalamnya yaitu pulsa [listrik atau HP]. Banyak temen temen saya yang sudah menggunakan entah itu namanya E money atau Money digital atau pulsa atau poin, atau uang virtual. Mereka bisa bertransaksi antar HP yang sudah tergabung dengan system [produk yang disebut diatas seperti T cash Telkomsel misalnya]. Akhir akhir ini saya dengar AOC mempopulerkan system transaksi melalui HP, transfer uang secepat sms dan murah, system bagi hasil seperti syariah dan menawarkan banyak keuntungan dan penghasilan. Sudah banyak kalangan menengah kebawah yang menggunakan. Saya sendiri merasa terlambat tahu tentang AOC tersebut, makanya saya ingin segera bergabung.

  7. Bener tu Angga. barusan gue buka web aura 5758.com ada tu yang dibilang Angga. Bisa bayar listrik dari rumah, transfer uang dari rumah. Gue juga mau ikutan, biar gak kayak tarzan masuk kota. Bagi hasil lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s