Apabila sedang sedang sakit, terutama sakit yang saya ketahui disebabkan oleh bakteri dan virus seperti flu, saya merasa risih/enggan bila harus bersalaman dengan teman – teman saya dan orang – orang disekitar saya. Saya meyakini bahwa kontak langsung adalah media penularan yang bagus. Saya tidak ingin jadi penebar petaka. Semua orang memang tahu kalau dengan rajin mencuci tangan setelah kontak dengan banyak orang akan mengurangi resiko penularan penyakit karena bakteri dan virus, tetapi siapa yang mau peduli untuk repot – repot mencuci tangan. Jarang ada orang serajin itu. Termasuk saya. Sayapun sering merasa agak ngeri untuk bersalaman dengan banyak – banyak orang terutama ketika sedang wabah flu dan wabah virus. Tempat mencuci tangan tidak selalu tersedia di banyak tempat.
Penulis: jarwadi
Jauhkan Anak – Anak dari Topeng Monyet!
Saya tidak suka dengan atraksi Topeng Monyet. Kenapa? Orang yang mengeksploitasi monyet untuk mengais recehan, menurut saya tidak berperi-kehewanan. Mereka merampas hak dan kemerdekaan monyet untuk hidup nyaman dan berkembang biak dengan bahagia di habitat aslinya. Monyet – monyet yang sudah ditopeng-monyetkan seperti ini tidak mudah/hampir mustahil untuk bisa dikembalikan untuk hidup normal di habitat asli mereka.
Lebih biadab lagi, atraksi topeng monyet ini lebih sering disajikan sebagai tontoanan anak – anak kecil. Artinya secara tidak langsung, tetapi efektif untuk mendidik anak – anak kita untuk memperlakukan binatang sebagai barang mainan semata. Bukan sebagai makhluk yang mempunyai hak untuk hidup damai dan berbiak dengan bahagia. Atraksi topeng monyet seperti ini beberapa waktu lalu membuat saya merasa berang dan mengumpat dalam hati, “Rasain kalau si Abang Topeng Monyet itu diculik Alien dan ditopeng-monyetkan di galaxy antah barantah” 😦
Gambar dipungut dari sini
Jaringan Data Telkomsel di Daerah Lebih Cepat
Jaringan Telkomsel Blackberry di perkotaan lebih lemot dari daerah pinggiran. Di daerah pinggiran jaringan terasa lebih lancar dari di kota walaupun di daerah pinggiran hanya mendapat sinyal 2G atau EDGE. Jaringan Telkomsel paling payah pada jam – jam antara 20:00 WIB – 22:00 WIB. Begitulah keluhan yang jadi perbincangan di mail list Telkomsel Blackberry pekan lalu.
Saya pun merasakanya. Kalau sedang di kota Jogja saya sering kali harus berpindah dari jaringan 3G ke 2G atau sebaliknya secara manual hanya agar email – email saya tidak “nyangkut” alias pending. Padahal kalau saya sedang di Wonosari dan sekitarnya tidak perlu serepot itu. Teman mail list saya yang bekerja untuk Telkomsel pun bilang kalau suka download ini itu via BB nya bila sedang tugas di Wonosari. Mengenai kecepatan berikut ini saya capture 2 speedtest pada jam 20:30 WIB dan 21:00 WIB. Yang lebih lambat memang terjadi pada jam 20:30.
Test Network pada jam 21:00 WIB
Iseng Pantau ” PKS ” di Twitter

PKS on Twitter
Bukan karena sentimen atau “perhatian” dengan Partai Keadilan Sejahtera , saat ini minum teh sambil iseng memantau kata “PKS” di twitter. Tak Pelak “PKS” di twitter muncul tak terpisahkan dengan tertangkap kameranya Arifinto sedang membuka video bokep dengan iPad -nya pada saat mengikuti sidang paripurna.
Sebenarnya apa yang menarik bagi saya bukanlah seorang anggota DPR dari Partai Keadilan Sejahtera yang sedang membuka situs bokep, Baca lebih lanjut
Siapa Saja Yang Boleh Mengritik?
Beberapa waktu yang lalu saya dan teman – teman saya berdebat, lebih tepatnya berdiskusi, tentang baik atau buruknya memberikan kritik terhadap suatu produk. Produk itu katakanlah sabun colek, minyak goreng, film yang tengah beredar di Cinema atau Undang – Undang yang baru saja disahkan oleh DPR.
Teman saya ada yang bilang, daripada mengritik akan lebih baik bila kita menunjukan karya kita yang lebih baik.
Ehmmm … . Sekarang analogi-nya begini. “Kamu programmer kan?” saya melanjutkan, “Kenapa kita tidak berterimakasih bila ada seseorang yang bisa menunjukan bug pada program buatan kita meskipun orang itu tidak bisa bugs fix sekalipun.
Atau kita masih mau menunggu masalah lebih besar biar datang …”
Lakalantas Pagi Bikin Hilang Mood
Saya sering menjadi hilang mood tiap kali melihat korban kecelakaan lalu lintas pada pagi hari. Seperti pada pagi tadi. Di perempatan Playen, perempatan arah Dengok, saya melihat seorang remaja berseragam Pramuka terkapar akibat kecelakaan lalu lintas. Saya hanya melihat sekilas dan tidak merasa tahan melihat wajah dan hidungnya yang berdarah. Hingga anak remaja berseragam Pramuka itu dievakuasi dengan mobil Katana untuk mendapatkan pertolongan medis.
Memang di perempatan ini termasuk tempat rawan kecelakaan lalu lintas (lakalantas). Kecelakaan serupa sudah terjadi sejak saya masih SMP yang mana pada saat itu populasi kendaraan (sepeda motor) belum sepadat sekarang. Biasanya kendaraan dari arah Dengok melaju kencang sesukanya mengira kalau jalan melintang utara – selatan sedang tidak ada kendaraan. Padahal itu karena tidak kelihatan saja karena view-nya yang kurang terbuka. Mungkin lampu lalu lintas sedikit – sedikit bisa mengurangi lakalantas. Tetapi ya kembali pada mental pengguna jalan itu sendiri untuk menjaga etika dan keselamatan di jalanan.
Ngomong – ngomong masalah kebiasaan berlalu lintas yang abai terhadap keselamatan sesama pelalu lintas seperti yang sudah sering saya ceritakan. Kontributor besar kecelakaan lakalantas di jalanan di Wonosari, Playen, Paliyan dan sekitarnya adalah kebiasaan anak – anak sekolah dan beberapa oknum karyawan kantoran yang sering berangkat kerja pada menit – menit terakhir menjelang jam masuk sekolah dan kantor. Mereka pikir mereka bisa sampai dengan memacu kendaraan mereka. Dan jadilah jam 06:45 WIB – 07:30 sebagai jam rawan lakalanatas. Untuk penyebab lakalantas yang kedua ini memang hanya bisa dikurangi dengan “penyadaran”. Dan sangat sulit.
Gnome Shell 3.0 Masih Error di Ubuntu 10.10 64 bit
Penasaran dengan Gnome 3.0 atau yang disebut dengan Gnome Shell yang release hari ini, saya mencoba menginstallnya di Ubuntu 10.10 Maverick Meerkat 64 bit pada laptop. Karena di website gnome3 belum menyediakan versi untuk ubuntu, baru tersedia untuk Fedora dan OpenSUSE, saya menginstall versi beta-nya dari PPA.
Sayang ketika menjalankan gnome shell dari terminal melihatnya masih tertatih tatih dengan banyak sekali error. Kalau sudah begini saya jadi malas mencoba – coba. Rasanya lebih sreg menunggu versi yang “lebih official” Error itu seperti : Baca lebih lanjut
Terbiasa Mouse, Males Pakai Trackpad
Agar lebih praktis, sebuah laptop saat ini pasti sudah dilengkapi dengan trackpad. Tidak tanggung – tanggung trackpad pada saat ini membawa banyak kemudahan seperti multi touch, easy scrolling, dll. Penggunaan mouse, oleh desainer laptop dianggap merepotkan.
Untuk kebutuhan umum sehari hari seperti olah dokumen dan presentasi, keberadaan mouse sudah benar – benar tergantikan. Beberapa yang belum bisa digantikan, terutama saya rasakan sendiri adalah untuk image editing atau menjalankan aplikasi yang penggunaan interface GUI sangat intens.
Hal lain yang menurut saya membuat fungsi mouse sulit tergantikan sebenarnya adalah kebiasaan pengguna. Kebanyakan user yang enggan meninggalkan mouse malah kebanyakan bukan pemakai baru komputer. Mereka sudah menggunakan komputer setidaknya lebih dulu dari saya. Mereka lebih memilih lebih repot daripada sedikit demi sedikit merubah kebiasaan. Mungkin kejadian mouse yang tertukar pada presentasi penting dan tidak ada orang yang bisa dipinjami mouse bisa merubah sikap mereka terhadap teknologi yang sudah seharusnya tidak pada tempatnya 😀
Gambar dipungut dari sini.
Sekolah Mahal ya :(
Kemarin, ketika pagi – pagi saya naik angkudes (semacam angkot tapi di pedesaan) bareng anak – anak berangkat sekolah, seorang bapa – bapa bertanya,”Sekarang berapa uang sekolah bulanan?” Ada yang menjawab 70 ribu/bulan, kalau di SMK N 1 Rp 100 ribu/bulan. Penumpang lain menjawab kalau di SMA Negeri 250 ribu/bulan.
“Wah mahal ya ….” celetuk bapak – bapak itu. Kemudian bapa – bapa itu diam. Dan saya diam – diam mengambil foto ini. 🙂
Review Opera mini 6.0 untuk Blackberry OS 5
Telat. Biar saja. Lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali. Beberapa menit setelah mengintall Operamini 6.0 pada blackberry jadul, Blackberry saya masih menggunakan Operating System 5.0.0.822 , dan menggunakannya beberapa saat membuat saya gatal untuk berlama lama mobile browsing.
Terutama tampilan yang enak dimata dan font, yang saya rasa, lebih sesuai adalah nilai dari update dari versi 5.2 sebelumnya. Desain tampilan ini berhasil mendorong saya untuk menggunakan lagi Operamini setelah agak lama saya merasa kurang nyaman dan menggunakan browser default pada ponsel. Baca lebih lanjut


