Even the sun never been easy to make the whole world brighter. Hanging cload often comes earlier. But the show must go on.
Let’s Rock!
Posted with WordPress for BlackBerry.
Pernah me-refill cartridge printer? Sering ya 😀 Harga cartridge printer memang kelewat mahal dibanding dengan beberapa kali mengisi ulang dengan tinta refill. Bahkan ada yang jualan tinta refill dalam kemasan botol. Untuk ukuran saya, me-refill cartridge printer itu sangat menghemat duit.
Lain cerita,  beberapa bulan yang lalu saya tertarik  membeli isi ulang sabun cair, Vas*l*nm*n. Sebenarnya harganya tidak banyak berbeda dengan yang non refill. Kira – kira selisih 25%. Tidak banyak memang. Kemasan sabun cair itu sampai saat ini sudah 3 kali saya refill. Alasan saya me-refill itu sebenarnya cukup mulia, kalau bukan karena ikut-ikutan trend termakan iklan lingkungan hidup, yaitu untuk mengurangi sampah botol plastik.
Tetapi setelah saya pikir – pikir kok apa yang saya lakukan itu tidak cukup ber-efek. Toh kemasan plastik sabun cair untuk refill itu  akan segera berakhir di tempat sampah … 😀
Sinyal Telkomsel di kampung tiba2 full. Begitu tadi pagi Nurdin memberi tahu saya melalui twitter. Dalam perjalanan pulang tadi saya telah melihat Antenna sudah terpasang di site BTS Telkomsel di sebelah barat Pasar Desa Grogol. Sesampainya di rumah, saya segera melakukan beberapa kali test dengan ponsel. Print Screen dari signal loc dan speedtest saya taruh di bagian bawah posting ini. Baca lebih lanjut
Today, we’re doing another first for web browsers by adding a classic word processing feature—pagination, the ability to see visual pages on your screen.
Seperti yang saya baca di sini. Satu lagi feature baru yang ditambahkan oleh Google untuk product Document Editornya, Google Doc, yaitu pagination. Agar kita bisa melihat di layar secara visual halaman demi halaman yang sedang kita kerjakan. Persis seperti yang biasa kita lihat pada Document Editor offline seperti Microsoft Word atau Open Office. Nampaknya keberhasilan Google Doc membuat saya jatuh cinta dan banyak orang lain di dunia membuat mereka bersemangat untuk menyempurnakan produk ini untuk berkompetisi dengan baik rival produk berbayar maupun free yang telah lebih dulu menjadi rival mereka.
Pertanyaanya. Maukah kita untuk melihat iklan sembari mengerjakan documents kita? Ya, iklan memang arah pasti yang sedang dituju google. Baca lebih lanjut
Film tanda tanya mengambil setting di kota tua Semarang. Saya pikir kota tua Semarang adalah kota yang bagus untuk mengambil potret sosial tentang kehidupan antar umat beragama.
Ada empat plot utama dalam film ini:
Keluarga Tan Kat Sun. Pemilik restoran Canton yang menjual menjual aneka makanan dari babi, tapi cukup toleran dengan agama lain. Misalnya dengan memisah alat untuk memasak babi dan memasak yang non babi.
Keluarga Riska, gambaran cercaan sosial bagi seorang janda baru yang baru pindah ke agama Katholik. Dalam plot ini Riska digambarkan sebagai ibu yang cukup besar hati dengan tetap mengajarkan “agama lama”nya kepada anaknya yang masih kecil. Karena anaknya tetap memilih Islam sebagai agamanya.
Di plot yang lain diceritakan Sholeh, seorang pemuda muslim yang taat. Sayangnya dia adalah pengangguran yang akhirnya bekerja sebagai anggota Banser Nahdatul Ulama. Istrinya, Menuk, menjadi tulang punggung ekonomi keluarga dengan bekerja di resto Canton milik Pak Tan.
Cerita ini dilengkapi dengan kisah Suryo. Seorang pemuda Muslim yang bercita – cita memainkan karakter tokoh utama dalam seni peran. Namun selama 10 tahun berkarir, ia selalu menjadi figuran atau paling ‘mentok’ jadi penjahat. Sampai akhirnya ia dipertemukan oleh Riska dengan tim drama gereja dalam pentas paskah untuk dijadikan karakter Yesus.
Interkoneksi antara keempat plot ini cukup bagus. Bisa saya bilang sebagai prestasi Titien Watimena (dan Hanung Bramantyo). Baca lebih lanjut
Saya baru saja melihat pemandangan bagus yang terjadi mulai di shelter TransJogja Terminal Giwangan. Seorang difabel, tuna netra diantar laki laki mengenakan seragam warna biru DLLAJ Dinas Perhubungan memasuki shelter dari pintu keluar. Bukan dari pintu masuk yang ada ticketing gate -nya. Petugas shelter trasJogja buru buru dengan ramah menanyakan kemana bapak bapak difable itu akan menuju dan menerima pembayaran ongkos bis transjogja. Pak Tuna Netra dipersilakan dan dibantu duduk di kursi yang kosong di dalam Halte. Kemudian penumpang lain mempersilakan Pak Difable dengan dibantu, menaiki bus dan duduk di kursi. Beberapa saat kemudian seorang ibu – ibu penumpang lain yang duduk di samping pak difable menyapa dan segera terjadi cakap – cakap akrab. Pemandangan ini ditutup dengan petugas trasJogja membantu pak Tuna Netra turun di shelter tujuan.
Estafet empati ini akan diteruskan oleh petugas shelter dan orang – orang Jogja berikutnya yang akan ditemui pak Difable. Ya begitulah orang – orang jogja berperilaku terhadap sesama. Aweh tetulung marang sapodo – podo. Perlindungan hak dan kesetaraan bagi difable. Meskipun sering kali kursi – kursi di Bus transJogja penuh sampai penumpang berdiri bergelantungan, masih ada cukup luas ruang bagi Difable di hati orang – orang Jogja.
Apabila sedang sedang sakit, terutama sakit yang saya ketahui disebabkan oleh bakteri dan virus seperti flu, saya merasa risih/enggan bila harus bersalaman dengan teman – teman saya dan orang – orang disekitar saya. Saya meyakini bahwa kontak langsung adalah media penularan yang bagus. Saya tidak ingin jadi penebar petaka. Semua orang memang tahu kalau dengan rajin mencuci tangan setelah kontak dengan banyak orang akan mengurangi resiko penularan penyakit karena bakteri dan virus, tetapi siapa yang mau peduli untuk repot – repot mencuci tangan. Jarang ada orang serajin itu. Termasuk saya. Sayapun sering merasa  agak ngeri untuk bersalaman dengan banyak – banyak orang terutama ketika sedang wabah flu dan wabah virus. Tempat mencuci tangan tidak selalu tersedia di banyak tempat.
Saya tidak suka dengan atraksi Topeng Monyet. Â Kenapa? Orang yang mengeksploitasi monyet untuk mengais recehan, menurut saya tidak berperi-kehewanan. Mereka merampas hak dan kemerdekaan monyet untuk hidup nyaman dan berkembang biak dengan bahagia di habitat aslinya. Monyet – monyet yang sudah ditopeng-monyetkan seperti ini tidak mudah/hampir mustahil untuk bisa dikembalikan untuk hidup normal di habitat asli mereka.
Lebih biadab lagi, atraksi topeng monyet ini lebih sering disajikan sebagai tontoanan anak – anak kecil. Artinya secara tidak langsung, tetapi efektif untuk mendidik anak – anak kita untuk memperlakukan binatang sebagai barang mainan semata. Bukan sebagai makhluk yang mempunyai hak untuk hidup damai dan berbiak dengan bahagia. Atraksi topeng monyet seperti ini beberapa waktu lalu membuat saya merasa berang dan mengumpat dalam hati, “Rasain kalau si Abang Topeng Monyet itu diculik Alien dan ditopeng-monyetkan di galaxy antah barantah” 😦
Gambar dipungut dari sini
Jaringan Telkomsel Blackberry di perkotaan lebih lemot dari daerah pinggiran. Di daerah pinggiran jaringan terasa lebih lancar dari di kota walaupun di daerah pinggiran hanya mendapat sinyal 2G atau EDGE. Jaringan Telkomsel paling payah pada jam – jam antara 20:00 WIB – 22:00 WIB. Begitulah keluhan yang jadi perbincangan di mail list Telkomsel Blackberry pekan lalu.
Saya pun merasakanya. Kalau sedang di kota Jogja saya sering kali harus berpindah dari jaringan 3G ke 2G atau sebaliknya secara manual hanya agar email – email saya tidak “nyangkut” alias pending. Padahal kalau saya sedang di Wonosari dan sekitarnya tidak perlu serepot itu. Teman mail list saya yang bekerja untuk Telkomsel pun bilang kalau suka download ini itu via BB nya bila sedang tugas di Wonosari. Mengenai kecepatan berikut ini saya capture 2 speedtest pada jam 20:30 WIB dan 21:00 WIB. Yang lebih lambat memang terjadi pada jam 20:30.
Test Network pada jam 21:00 WIB

PKS on Twitter
Bukan karena sentimen atau “perhatian” dengan Partai Keadilan Sejahtera , saat ini  minum teh sambil iseng memantau kata “PKS” di twitter. Tak Pelak “PKS” di twitter muncul tak terpisahkan dengan tertangkap kameranya Arifinto sedang membuka video bokep dengan iPad -nya pada saat mengikuti sidang paripurna.
Sebenarnya apa yang menarik bagi saya bukanlah seorang anggota DPR dari Partai Keadilan Sejahtera yang sedang membuka situs bokep, Baca lebih lanjut