Lakalantas Pagi Bikin Hilang Mood

Saya sering menjadi hilang mood tiap kali melihat korban kecelakaan lalu lintas pada pagi hari. Seperti pada pagi tadi.  Di perempatan Playen, perempatan arah Dengok, saya melihat seorang remaja berseragam Pramuka terkapar akibat kecelakaan lalu lintas. Saya hanya melihat sekilas dan tidak merasa tahan melihat wajah dan hidungnya yang berdarah. Hingga anak remaja berseragam Pramuka itu dievakuasi dengan mobil Katana untuk mendapatkan pertolongan medis.

Memang di perempatan ini termasuk tempat rawan kecelakaan lalu lintas (lakalantas). Kecelakaan serupa sudah terjadi sejak saya masih SMP yang mana pada saat itu populasi kendaraan (sepeda motor) belum sepadat sekarang. Biasanya kendaraan dari arah Dengok melaju kencang sesukanya mengira kalau jalan melintang utara – selatan sedang tidak ada kendaraan. Padahal itu karena tidak kelihatan saja karena view-nya yang kurang terbuka. Mungkin lampu lalu lintas sedikit – sedikit bisa mengurangi lakalantas. Tetapi ya kembali pada mental pengguna jalan itu sendiri untuk menjaga etika dan keselamatan di jalanan.

Ngomong – ngomong masalah kebiasaan berlalu lintas yang abai terhadap keselamatan sesama pelalu lintas seperti yang sudah sering saya ceritakan. Kontributor besar kecelakaan  lakalantas di jalanan di Wonosari, Playen, Paliyan dan sekitarnya adalah kebiasaan anak – anak sekolah dan beberapa oknum karyawan kantoran yang sering berangkat kerja pada menit – menit terakhir menjelang jam masuk sekolah dan kantor. Mereka pikir mereka bisa sampai dengan memacu kendaraan mereka. Dan jadilah jam 06:45 WIB – 07:30 sebagai jam rawan lakalanatas. Untuk penyebab lakalantas yang kedua ini memang hanya bisa dikurangi dengan “penyadaran”. Dan sangat sulit.

 

Ponsel Menyebar, Tengkulak Sulit “mainkan” Harga

WONOSARI: Sejumlah tengkulak kacang tanah di Gunungkidul mengaku kesulitan ‘memainkan’ harga. Peredaran ponsel ke pelosok desa mulai tiga tahun yang lalu malah memudahkan petani memantau harga kacang tanah. HARIAN JOGJA, 2 April 2011

Nah tuh kutipan berita koran lokal ini memberi bukti bahwa teknologi informasi memberi manfaat kepada semua orang. Bukan hanya kalangan tertentu saja. Petanipun sekarang tidak hanya bisa memakai ponsel untuk menelpon dan SMS -an. Mereka sekarang sudah dapat “memanfaatkan” teknologi.

Jadi jangan kaget bila tidak lama lagi kita akan melihat harga gabah, harga kacang tanah, kacang kedelai, jagung, sayur mayur, dll muncul di trending topic di jejaring informasi twitter.

Hal ini seyogyanya dapat dibaca dan ditindaklanjuti oleh otoritas pertanian dan pemerintah dengan misalnya membuat website, atau langkah mudah seperti membuat Facebook page Informasi Harga Hasil Pertanian.

Kepada para tengkulak yang saat ini masih bermain kotor dengan memanipulasi timbangan, memanipulasi harga dan bentuk ketidak jujuran lain, segera bertobatlah sebelum nama – nama anda di catat malaikat dan terpampang di jejaring sosial dan jejaring informasi.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Wedangan 2.0

Jaman dulu orang menikmati minum the, ya wedangan sambil ngobrol – ngobrol dengan orang – orang disekelilingnya. Dengan beberapa orang di tempat sama tentu saja. Sekarang beda lagi. Saya menyebutnya Wedangan 2.0. Orang wedangan sambil meng update status, nge twit, dan bercakap cakap dengan orang – orang yang barangkali sedang wedangan di tempat lain. Atau barangkali teman cakapnya sedang pengin wedangan tapi tidak ada the siap saji, hehehe

Apakah seperti ini malah tidak mengganggu keakraban wedangan? Bisa iya bisa tidak. Kalau semua teman wedangan suka melakukan hal yang sama ya tidak masalah. Bisa jadi kumpulan wedangan mereka adalah multi tasker hebat yang bisa melakukan semuanya.

Tujuan wedangan kan memang have fun saja. Kalau dengan seperti ini bisa menikmati, kenapa TIDaK. 🙂 Ini saya malah nge-blog Wedangan, meski tidak menyisipkan foto teh poci. Foto Teh Poci-nya silakan cari di posting lain di blog ini atau di blog saya sebelah. 😀

Posted with WordPress for BlackBerry.

Trotoar Bermetamorfose (jadi Pasar)

Gerobak Nasi Uduk

Saya tidak sedang ingin membeli Nasi Uduk. Melainkan saya terpaksa berjalanan di aspalan karena jatah  trotoar buat pejalan kaki diserobot oleh ulah pedagang nasi uduk. Jadinya saya juga tanpa permisi mengurangi jatah bagi pengendara mobil dan motor.

Penjual Nasi Uduk dengan gerobak biru itu bukanlah satu satunya yang nekad semena – mena terhadap fasititas umum. Foto – foto berikut ini adalah bentuk kekerasan terhadap trotoar yang saya temua sepanjang perjalanan  kaki saya dari makan siang. 😀 Baca lebih lanjut

Wedang Teh Nasgitel & Pak Beder

Saya sudah berulangkali memposting foto – foto ini dan foto – foto yang mirip baik di blog ini, di blog saya yang ada di sebelah maupun di beberapa social media. Ya, karena saya memang menikmati wedang teh “nasgitel”.

Nasgitel berarti panas, legi (manis), kentel (kental). Sebuah akronim yang dipopulerkan oleh iklan sebuah merek teh yang entah sejak kapan mengudara melalui radio lokal yang pada jamannya akrab bagi keluarga di pedesaan.

Di desa dimana saya tinggal, teh merupakan minuman bagi semua. Bisa dipastikan anda akan mendapati suguhan wedang teh bila bertamu. Teh menjadi minuman default pada pesta tradisional atau rapat rembug desa di balai padukuhan/kelurahan. Bila  tidak minum teh maka anda boleh memesan sesuai selera. Ingin air putih, kopi atau yang lain. Silakan. Asal jangan minta coca cola, fanta atau terlebih vodca martini. Kecuali anda siap dipisuh pisuhi dan diumpat tidak tahu adat unggah ungguh tata krama tata trapsilo. hehe

Baca lebih lanjut

Bunderan Siyono

Bunderan Siyono

Foto ini, saya ambil di suatu pagi pada bulan Ramadhan yang lalu. Meski lengang di waktu pagi, jalan ini sangat ramai di siang hari. Jalan ini merupakan penghubung utama kota Wonosari ke ibukota propinsi.

Bundaran ini, sepengetahuan saya, sudah dua kali di pugar/dibangun. Bundaran yang pertama di bangun, kelihatannya di danai oleh APBD. Mungkin karena keterbatasan dana waktu itu sehingga bangunan kurang sreg di pandang, juga tidak ada air mancur nya. Maka banguna kedua ini kelihatan lebih adem di mata, ada air mancur dan dengan arsitektur yang lebih ciamikk. Itu ada tulisan BPD karena sepertinya bangunan bundaran itu memang merupakan sumbangan dari Bank BPD.

 

Letto Concert : Cellphone view

DSC02969.resized

DSC03024.resized

Penampilan Letto semalam pada Konser Ramadhan yang bertempat di Alun Alun Pemda Gunungkidul benar benar luar biasa. Saya merasa pengorbanan saya dengan menghirup udara polusi dan berkelahi melawan kemacetan jalanan terbayarkan sudah.

Andaikan malam tadi saya membawa Camera Digital? Pasti apa yang dapat saya posting disini dan di facebook akan menjadi lebih seru. Syukurlah apa yang sedikit dapat dilakukan Si K810i cukup bisa membuat saya berbagi.

Gambar Gambar buram yang lain dapat di jenguk di sini

http://picasaweb.google.com/jarwadiku/LettoConcertCellphoneView#