Grogol Paliyan, Google Makin Tahu Saja

Grogol adalah desa dimana saya tinggal. Sedangkan Paliyan adalah Kecamatan dimana desa dimana saya tinggal berada. Tanpa banyak tanya pun pasti sudah pada tahu kalau desa ini sangatlah pelosok ๐Ÿ˜€

Saya pertama kali mengecek eksistensi desa dimana saya tinggal pada tanggal 6 Juli 2008 dan google tanpa malu – malu menunjukan angka 905 item yang berkaitan. Lumayan. Tidak amat teramat sangat katrok. Dulu pencarian saya itu saya posting di sini :ย  https://jarwadi.wordpress.com/2008/06/06/grogol-paliyan/

Dan pada hari ini, saya mengetikan kata kunci yang sama pada google dan mendapatkan sodoran :

Desa Grogol Menurut Google

Desa Grogol Menurut Google

Nah, kalau anda ingin mengecek sendiri silakan klik :

http://www.google.com/search?client=ubuntu&channel=fs&q=grogol+paliyan&ie=utf-8&oe=utf-8

Mau, spesifik dusun dimana saya tinggal :

Karangmojo b Menurut Google

Karangmojo b Menurut Google

Melayukan Rumput Rumput Jalanan

Rumput jalanan pada foto itu memang sengaja dibuat layu. Potret ini saya ambil pagi ini di jalan di dekat rumah. Merupakan potret perubahan pada masyarakat dimana saya tinggal juga. Dulu, masyarakat bekerja bakti membersihkan rerumputan di jalanan secara berkala. Meski sekarangpun masih dilakukan. Tetapi masyarakat di daerah dimana saya tinggal sudah semakin sibuk.

Rumput itu dibuat layu agar kemudian mati dengan menggunakan herbisida. Memang sih cara ini jauh lebih murah dan mudah. Meski pasti ada dampak ikutan terhadap lingkungan dan lingkungan sosial yang kelak harus ditanggung secara bergotong royong juga ๐Ÿ˜€

Hujan Lebat dan Mati Listrik Adalah Takdir

Boleh dikata sebagai suatu suratan takdir. Begitulah keadaanya di desa dimana saya tinggal bila sudah tiba masanya hujan lebat yang pasti dibarengi dengan seringnya mati listrik berjam – jam. Seperti yang terjadi beberapa hari yang lalu. Yang mana listrik di rumah saya dan rumah tetangga padam alias meninggal dunia dari sekitar jam 3 an sore dan baru nyala lagi pada sore hari berikutnya. Tragisnya mati listrik sampai hampir 24 jam. Kalau listrik mati hanya beberapa jam sih kira semua sudah maklum. Maklum di desa dimana saya tinggal sampai saat ini masih termasuk wilayah Indonesya. Yogya belum merdeka. Dan urusan perlistrikan masih diurus oleh PLN.

Kematian panjang PLN pada beberapa hari yang lalu, sekali lagi, bukanlah yang pertama kali. Dan masyarakat pun telah melaporkannya kepada pihak yang berwajib, yaitu Perusahaan yang didirekturi oleh Pak Dahlan Iskhan. Anak buah Pak Dahlan juga sudah melakukan sesuatu. Jam 10 an malam waktu itu listrik menyala byar pet beberapa kali. Kemudian disusul suara ledakan. Kalau sudah begitu ya sudahlah. Artinya jaringan listrik di desa saya ada yang konslet karena tertimpa pohon – pohon atau dahan ranting yang patah karena terpaan angin penyerta hujan. Putusnya sekring saluran utama listrik ke kampung saya memperingatkan punggawa – punggawa nya Pak Dahlan Iskhan itu untuk melakukan penyisiran jaringan listrik seluas perkampungan pada keesokan harinya dan bila sudah selesai baru mencoba lagi “ngganthol” sekring listrik yang terpasang di sebelah barat rumah mbah Atemo Tolu.

Entah apa benar apa yang saya kata hal ย ini sebagai suratan takdir. Tetapi nyatanya hal ini sudah berlangsung puluhan tahun dan terus berlangsung tanpa ditemukan solusi yang cespleng demi kemaslahatan di masa depan.

Tidak mudah juga bila mengandaikan mengganti jaringan listrik bertiang, saluran udara” dengan jaringan listrik bawah tanah. Saya kira selain secara biaya mahal juga ada banyak pertimbangan lain. Tetapi bila dari muka bumi desa dimana saya tinggal keberadaan tiang listrik dan kabel ditiadakan akan menjadikan desa tampak lebih asri dan tidak ada lagi alasan penebangan pohon – pohon oksigen karena didakwa mengganggu jaringan listrik ๐Ÿ˜€

Saya tidak tahu, sudah berapa posting di blog saya ini yang nggedumel karena listrik mati. Tahu sendirikan betapa tidak nyaman malam – malam tidur dikerumuni nyamuk penghisap darah. Yah salah sendiri kenapa saya mengandalkan Hit Electrik sebagai satpam pengusir nyamuk ๐Ÿ˜€

Wedang Teh Nasgitel & Pak Beder

Saya sudah berulangkali memposting foto – foto ini dan foto – foto yang mirip baik di blog ini, di blog saya yang ada di sebelah maupun di beberapa social media. Ya, karena saya memang menikmati wedang teh “nasgitel”.

Nasgitel berarti panas, legi (manis), kentel (kental). Sebuah akronim yang dipopulerkan oleh iklan sebuah merek teh yang entah sejak kapan mengudara melalui radio lokal yang pada jamannya akrab bagi keluarga di pedesaan.

Di desa dimana saya tinggal, teh merupakan minuman bagi semua. Bisa dipastikan anda akan mendapati suguhan wedang teh bila bertamu. Teh menjadi minuman default pada pesta tradisional atau rapat rembug desa di balai padukuhan/kelurahan. Bila ย tidak minum teh maka anda boleh memesan sesuai selera. Ingin air putih, kopi atau yang lain. Silakan. Asal jangan minta coca cola, fanta atau terlebih vodca martini. Kecuali anda siap dipisuh pisuhi dan diumpat tidak tahu adat unggah ungguh tata krama tata trapsilo. hehe

Baca lebih lanjut

I am Voting without Thinking, Hasil Pilkada Gunungkidul di Desa Grogol

Meski sampai waktu pencoblosan saya tetap tidak mempunyai cukup preferensi untuk mencoblos gambar pada kartu suara sebagai bentuk pilihan dan dukungan terhadap salah satu calon Kadal (Kepala Daerah gunungkiduL), saya tetap berangkat ke TPS di Kampung yang tidak jauh dari rumah.

Pertimbangan utama bagi kedatangan saya ke TPS adalah rasa tidak enak/pakewuh kepada para Panitia Pemilih yang semuanya merupakan tetangga dekat. Beginilah rasa harus ditempatkan di lingkungan dimana antar penghuni satu dengan yang lainnya akrab saling kenal. Keakraban dan perkenalan baik itu akan mendorong mereka untuk tahu siapa saja yang belum hadir ke tempat pemungutan menggunakan hak pilihnya. Dan bila waktu pemilihan mendekati akhir tidak jarang mereka akan mengontak dan mengingatkan untuk segera ke TPS.

Menjaga perasaan dan saling pengertian ketetanggaan seperti ini jauh lebih penting melebihi siapapun yang akan tercoblos pada bilik suara oleh tangan saya.

Apa yang terlihat, gambar – gambar calon Kepala Daerah pada kartu suara, sepintas saya ketahui bahwa mereka itu jompowan jompowati. Belum ada tokoh muda Gunungkidul yang tampil sebagai kader daerah. Akhirnya saya mencoblos dengan enteng tanpa banyak pertimbangan. I was voting without thinking this morning.

Sedikit saya informasikan, hasil penghitungan suara di TPS dusun Karangmojo B, desa Grogol, kecamatan Paliyan, kabupaten Gunungkidul sebagai berikut

1. Suharto : perolehan suara : 35
2. Sutrisno : perolehan suara : 47
3. Sumpeno : perolehan suara : 64
4. Yanto : perolehan suara : 9
5. Suara gugur : 2

Sedangkan hasil hitung satu desa Grogol sebagai berikut

1. Suharto : perolehan suara : 550
2. Sutrisno : perolehan suara : 303
3. Sumpeno : perolehan suara : 414
4. Yanto : perolehan suara : 55

Angka – angka yang saya cantumkan merupakan hasil penghitungan suara dan mungkin masih terjadi koreksi.

Mungkin pembaca ada yang tahu hasil di daerah lain atau hasil hitung sementara di tingkat Kecamatan dan KPU D? Silahkan berbagi

Update :

Sumber Kedaulatan Rakyat, Edisi 24 Mei 2010

Hasil Perolehan sampai jam 23:30 WIB

Pasangan No Urut 1 : 129.837 suara
Pasangan No Urut 2 : 119.765 suara
Pasangan No Urut 3 : 146.836 suara
Pasangan No Urut 4 : 11.120 suara

Di Data Petugas Sensus Penduduk 2010

Sabtu kemarin seorang teman saya datang. Dia adalah Wakiyat alias Winarno. Saya kira dia datang untuk nanya – nanya tentang ayam atau mengajak menyabung ayam seperti biasanya. Rupanya saya salah. Tumben. Dia datang sebagai petugas Sensus Penduduk 2010. Setahu saya Sensus Penduduk baru di mulai awal bulan depan. Semoga Sensus pada tahun ini dapat mencacah dengan lebih akurat sehingga data bisa lebih baik dipergunakan untuk parameter pertimbangan pembangunan Indonesia yang lebih baik.

Dari Posterous Photos

Stiker yang ditempel merupakan tanda bahwa suatu bangunan telah di sensus. Termasuk gubug dimana dari situ saya online dan menulis posting ini.

Mbok Yatini : Solusi keseleo

Pekerjaan saya yang keseharianya sering harus mengetikan ribuan karakter dalam waktu amat singkat ke sistem, sedikit demi sedikit telah manabung untuk saya jari dan tangan pegel linu, encok rematik, eh tidak ding, tidak sampai separah itu. Punggung, lengan, tangan dan jari saya saja yang menderita nyeri otot.

Itupun bukan sepenuhnya karena pekerjaan yang ekstra sibuk, melainkan kegemaran dan kecanduan kronis akan internet. Apalagi setelah saat ini era jayanya facebook, twitter dan social media. Maka menjadi – jadilah saya.

Hingga tadi pagi saya merasakan paracetamol tidak lagi bisa membantu mendustai otak akan rasa sakit nyeri sekali ini. Saya menggunakan alternatif terakhir untuk menggunakan jasa mbok Yatini. Beliau adalah profesional pijat otot dan urut paling masyur sekampung halaman. Untunglah rumah beliau berdekatan dengan rumah orang tua. Jadi saya tidak terlalu memeras banyak usaha untuk pagi – pagi bertandang ke tempat praktek.

Sekitar 1 jam saya merasakan sensasi rasa sakit diurut yang luar biasa. Menurut beliau, gangguan otot ini sudah lama. Memang iya. Saya saja yang lebih suka memeliharaย  sakit.

Nah, sore ini saya malah sudah mengetik untuk blog tercinta.

Momentum untuk Pola Tani Organik

Beberapa hari ini, kenaikan harga pupuk untuk petani di desa saya telah naik. Kenaikan itu berkisar kira – kira 30% untuk jenis pupuk Ponska, TSP dan Urea. Rerasanan yang berkembang diantara para petani gurem mencerminkan betapa berat arti kenaikan harga pupuk. Dirasakan sebuah pukulan telak akan arti Keadilan Sosial yang setiap hari Senin dulu kami bacakan bersama di tengah lapangan Upacara Bendera. Memang kontras apabila yang digunakan pembanding adalah angka – angka potensi kerugian 100+ T yang ditimbulkan oleh mengguritanya korupsi yang baru – baru ini terungkap di Perpajakan, kantor si Gayus Tambunan dan teman – teman itu.

Loh, kok saya malah ikut terjebak rerasanan. Alih – alih betapa rasa nyeri dari kenaikan harga pupuk kimia itu. Bukan berarti para petani menyerah dengan keadaan. Menariknya, petani tidak hanya tidak jemu mencangkul sawah ladang mereka. Mereka dengan gigih mencari jalan ketiga.

Bapak saya sendiri tadi rasan – rasan akan membeli lagi pupuk organik. Pupuk organik ini sebelumnya memang telah digunakan oleh beberapa orang petani. Dan sudah terbukti dampak produktifnya. Nah, benarkan. Kenaikan harga pupuk kimia semoga menjadi momentum untuk mengoptimalkan dan memasyarakatkan pola tani Organik. Proses memang tidak bisa dilompati tahap – tahapnya. Termasuk tahap terbesar adalah merubah mindset petani itu sendiri. Bukti akan manjurnya pupuk organik tidaklah akan serta merta mengubah kebiasaan pak tani seperti halnya menghapus beberapa line dalam sebuah source code dan menggantikan dengan code code yang terbaru.

Rencananya sore ini, penjual pupuk organik akan mengirim ke tempat kami. Menariknya, penjual itu adalah teman sepermainan saya. Berbeda halnya dengan pupuk kimia yang distribusinya diatur oleh pemerintah dengan menunjuk distributor untuk suatu daerah, penjualan pupuk organik berada di tangan banyak start up dan umumnya wira usahawan baru dan muda.

Mohon doa restu untuk pola tani yang lebih organik untuk Indonesia yang lebih seha

Kawanan Lebah Madu

Kawanan Lebah madu ini, kemarin sore mulai bertamu ke rumah saya. Kerepotan juga untuk dengan tanpa persiapan menerima tamu sebanyak ini. Tetapi tidak kenapa. Saya bisa mencari pinjaman (untuk selamanya) tempat tidur untuk masyarakat lebah ini. Sebuah Glogodan kayu semoga nyaman di diami kawanan lebah ini.

Migrating Honey Bee Kingdom

Migrating Honey Bee Kingdom

Lebah lebah ini tidaklah seberbahaya bila kita melihat serangan lebah seperti yang kita tonton di Animal Planet atau National Geographic. Tentu saja dengan Term and Condition. Sepanjang kita tidak mengganggunya. Buktinya lebah – lebah ini cukup bersahabat ketika saya pindahkan. Dan berkenan berpose untuk saya sharing disini.

Foto lebih banyak ada di :

http://jarwadi.posterous.com/honey-bee-kingdom-365shots

Kabar Duka, MbahAtemo Meninggal

Hari ini jumlah penduduk dusun Karangmojo B telah berkurang satu. Siang nanti jenazah Mbah Atemo Bodil akan dikebumikan di pemakaman umum Tungu. Beliau meninggal dunia di rumah duka, meninggalkan istri tercinta, anak โ€“ anak dan cucu terkasih pada kira โ€“ kira pukul 16:00 WIB kemarin sore.

Semoga beliau diterima disisi Allah SWT serta semua kebajikannya diperhitungkan sebagai amal shaleh serta mendapatkan pengampunan dan pembebasan dari khilaf yang mungkin pernah diperbuat. Amiin.