Laptop Terbaik? Seperti Apa?

Permasalahan saya dalam mencari sebuah laptop terbaik sebenarnya hanya satu saja: budget yang terbatas. Mungkin ini ada benarnya. Bila mempunyai budget tanpa batas saya akan leluasa memilih sebuah laptop yang persis seperti yang saya inginkan, sesuai yang saya impikan.

Benar bila punya data yang banyak akan mudah memilih sebuah laptop yang akan dipakai dimana-mana setiap hari?

Sebenarnya laptop terbaik itu yang seperti apa sih? Bila pertanyaan seperti ini ditanyakan maka kebanyakan orang akan menjawab itu adalah laptop yang sesuai kebutuhan.

Laptop yang diperlukan oleh seorang pekerja kantoran yang kebanyakan pekerjaannya adalah menyiapkan dokumen, mengolah data, menyiapkan presentasi, berkorespondensi melalui email dan sedikit entertainment di sela-sela bekerja akan berbeda dengan kebutuhan laptop seorang fotografer dan videografer, berbeda dengan seorang desainer sekaligus web developer, berbeda dengan seorang blogger sekaligus pelaku jurnalisme warga.

Muncul pertanyaan. Apakah laptop yang cocok untuk seorang videografer tidak bisa digunakan oleh seorang pekerja kantoran dan seorang blogger. Jawabnya tentu saja bisa, meski tidak berlaku sebaliknya.

Fotografer dan Videografer membutuhkan sebuah laptop dengan performa tinggi, kapasitas media penyimpanan yang besar, dan layar premium berukuran besar, berdaya batere yang besar pula. Tak heran bila laptop ini akan berukuran besar, berat secara fisik dan berat di sisi budget. Seorang blogger tentu tidak perlu laptop setangguh milik seorang videografer. Laptop yang lebih tipis, lebih ringan dan daya tahan batere sehari penuh pasti akan lebih ia sukai.

Saya sendiri lebih suka mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang berat seperti menyunting foto dan video di rumah dengan menggunakan PC Desktop ketimbang laptop. Untuk sebuah laptop berikut ini yang akan membuat saya suka:

Bobot yang lebih ringan, desain yang tipis, simpel dan tentu saja modern

Bobot yang ringan ini penting mengingat laptop akan lebih banyak saya gunakan pada berbagai kesempatan dan tempat. Ketika bepergian tas saya akan berisi sebuah laptop, dua ponsel, mungkin sebuah tablet, power bank, charger dan lain-lain. Saya ingin sebuah laptop yang tidak membuat tas penuh dan tidak menambah beban tersendiri bagi punggung.

Layar

Dalam bekerja sehari-hari saya lebih banyak menghabiskan waktu menatap monitor, layar komputer. Saya menginginkan sebuah laptop dengan layar yang mampu menghadirkan detil, kecerahan yang cukup dan warna-warna yang segar. Dengan demikian semoga mata tidak lekas bosan dan lelah. Semenjak kehadiran teknologi high dpt/retina display pada layar ponsel, mata saya pun makin manja dengan meningkatkan standarnya. Mata saya makin kurang toleran dengan pixel-pixel yang nampak pada layar konvensional dan merasa cape dengan warna-warna pucat.

Keyboard dan Touchpad

Papan yang tiap hari saya andalkan untuk berinteraksi dengan laptop atau komputer. Keyboard dan touch pad mempunyai peran langsung bagi produktifitas saya dalam bekerja. Saya punya pengalaman menarik. Beberapa tahun yang lalu ketika bersama rekan mengerjakan sebuah proyek, saya dibelikan sebuah laptop dengan spefisikasi mumpuni pada masanya. Laptop yang berprosesor Intel core i5, RAM 4 GB, GPU nVidia GeForce dan HD 500 GB. Sayang laptop itu tidak berhasil meningkatkan produktifitas karena keyboard dan touchpad nya yang kurang bagus. Tidak nyaman untuk mengetik dan touch pad sering tersentuh secara tidak sengaja oleh telapak tangan yang mengakibatkan frustasi karena cursor loncat-loncat kemana-mana.

Daya Tahan Batere

Apa yang membedakan PC dan laptop adalah kemampuannya untuk bekerja jauh dari colokan listrik. Makin lama sebuah laptop mampu bekerja tanpa colokan listrik makin bagus. Bagi saya laptop yang mampu bertahan 6 sampai 12 jam tanpa dicolokan ke sumber listrik akan menjadi pilihan terbaik.

Performa Pemrosesan (Processing Power)

Ini ditentukan utamanya oleh chip processor, RAM, GPU, internal storage dan komponen-komponen lainnya yang terpasang pada logic board. Saat ini teknologi sudah memungkinkan akan hadirnya sebuah processor yang berkinerja canggih. Tinggal bagaimana pabrikan laptop pintar-pintar memilihnya ketika satu sisi menginginkan performa maksimal sementara di sisi lainnya daya tahan batere beserta desain yang tipis dan ringan menjadi premium.

Konektifitas

Laptop untuk bekerja tidak boleh individualis. Ia akan terkoneksi dengan perangkat lain seperti printer, scanner, headset, komputer lain dalam jaringan lokal dan internet. Rasanya saat ini hampir semua laptop mempunyai sebuah wireless ethernet interface, bahkan dengan teknologi wifi terkini: 802:11 AC Wireless Networking. Keberadaan konektifitas bluethooth 4.0 bagi saya tidak bisa ditawar-tawar.

Storage/Media Penyimpanan

Harddisk sebagai media penyimpanan dalam sebuah laptop saat ini sudah tidak jaman. Harddisk berkecepatan terbatas, haus daya batere, dan akan mengalami bad sector dengan sedikit saja benturan. Solid State Drive atau SSD telah menjadi standar bagi perangkat mobile ini. Kapasitas sebesar 256 GB barangkali mencukupi. Saya sendiri lebih akan memilih yang 512 GB. SSD berkapasitas 1 TB saat ini masih cukup mahal.

Sudah tahu apa Laptop baru yang saya impikan? 🙂

Apa yang Menarik dari LG G4?

lg-g4-preview-main

Smartphone Android LG yang pertama kali saya miliki adalah LG L9. Merupakan pengganti dari smartphone Android saya sebelumnya yang hilang tercecer. Smartphone sebelumnya adalah pabrikan S*ms*ng, senegara asal dengan LG L9.

Kesan pertama saya menggunakan LG L9 yang berukuran layar 4.7″ saat itu adalah keyboard yang terasa lebih nyaman digunakan untuk mengetik bahkan ketika saya baru beberapa jam menggunakan ponsel itu. Layar yang cukup bagus dan desain body yang menurut saya juga bagus merupakan kesan tersendiri buat saya.

Satu setengah tahun yang lalu saya juga merasakan performa ponsel yang cukup baik untuk kategori smartphone mid range. Sampai seiring banyaknya update fitur dari beberapa kali aplikasi yang saya gunakan membuat beban kerja sistem pemrosesan LG L9 ini bertambah. Dan tentu saja mau tidak mau untuk mendapatkan performa optimal saya perlu menggunakan hardware yang lebih sesuai dengan jamannya, yang lebih kekinian.

Bila merasa cocok dengan desain-desain dan penyesuaian-penyesuaian terhadap sistem operasi android yang dilakukan LG, sebenarnya saat ini sudah ada pilihan handset seperti LG G3 dan lain-lain. Namun bila cukup bersabar, sebentar lagi LG akan mengeluarkan flagship terbarunya yaitu LG G4.

Belum ada informasi resmi tentang spesifikasi pasti dari LG G4. Yang ada saat ini adalah bocoran-bocoran di internet dan harapan-harapan pengguna akan seperti apa fitur dan spec yang dibawa oleh G4. Beberapa hal berikut adalah yang kelak akan menarik dibahas (dan diblog-kan tentu saja) dari seri LG G4:

  • Performa ketika menggunakan chipset Qualcomm Snapdragon 808 atau yang lebih baru yaitu Snapdragon 810, beserta Processor hexa core 1.8 Ghz Cortex A57.
  • Kinerja Grafis dengan digunakan GPU Adreno 418.
  • Kamera utama 16 MP. Ini bukan tertinggi yang ada saat ini. Yang menarik adalah penggunaan F 1.8, Phase Detection Autofocus dan Laser focus, serta yang paling diharapkan adalah OIS (Optical Image Stabilization)
  • Kamera depan 8 MP. Jelas merupakan jawaban bagi semua kebutuhan selfie. Kemampuan merekam video HD di kamera depan adalah perlengkapan tersendiri untuk membuat video selfie juga.
  • Layar QHD 5.5″ True HD IPS + Capacitive Touch screen yang dilengkapi dengan pelindung Gorilla Glass 4
  • Kapasitas Batere 3.000 mA yang diharapkan mampu membuat ponsel ini terjaga dalam waktu lebih lama.
  • Quick Charge 2.0 yang memungkinkan pengisian batere mencapai 60% hanya dalam waktu 30 menit.
  • Wireless Charging (Qi Enabled). Pengisian tanpa kabel bagi saya merupakan hal baru yang saya sendiri belum pernah mencobanya.
  • Dukungan 4G LTE Cat 6 300/50 Mbps. Memudahkan G4 untuk terhubung ke jaringan data tercanggih yang sedang gencar digelar beberapa operator besar di Indonesia.

Seperti apa selengkapnya flagship dari pabrikan dari negeri ginseng ini. Tunggu saja beberapa waktu yang akan datang. 🙂

Hati-Hati Ketika Update iOS 8.3 di iPhone

Alasan saya untuk segera memperbarui firmware di iPhone 5s saya ke iOS 8.3 (dari sebelumnya adalah 8.2) adalah karena iOS 8.3 ini menjanjikan perbaikan performa pada App Launch dan App Responsiveness. Ada satu aplikasi yang saya pasang di iPhone yang saya rasa sangat tidak responsif. Aplikasi itu adalah Nike Running+ yang saya pergunakan sehari-hari sebagai teman berlatih lari.

Terkait apa saja yang dijanjikan Apple diperbaiki di iOS 8.3 ini bisa dibaca di: sini.

Karena keterbatasan ruang kosong di memory internal iPhone, saya pun memilih untuk melakukan update kali ini dengan menggunakan iTune di Laptop Windows 7. Dengan menghubungkan iPhone ke laptop dengan kabel lightning maka iTune akan segera mendeteksi keberadaan iPhone, versi firmware yang terinstall dan update terbaru yang bisa di-download. Perlu waktu sekitar 30 menit untuk mendownload iOS 8.3 yang berukuran sekitar 1.7 GB melalui jaringan speedy gold saya.

Selesai iOS 8.3 terdownload saya pun segera mengikuti update software di wizard di iTunes. Nah, sambil menunggu proses update ini di Apple Software Update memberikan pop up tentang beberapa update yang diberlakukan untuk iTunes. Saya pun menekan tombol update tanpa berpikir panjang.

Proses update software iTune ini lah yang menjadi masalah bagi saya. Proses update software ini memaksa iTune untuk restart dan restart Laptop sehingga proses update iOS 8.3 untuk iPhone 5s saya pun terhenti. Proses update iOS yang terhenti ini rupanya tidak sukses berlanjut ketika iTunes saya nyalakan lagi setelah komputer restart. Notifikasi gagal menghubungi update software server.

Saya pun kemudian menghentikan proses update iOS yang terhenti ini. Kemudian melepas dan menancapkan ulang iPhone. Di iTunes muncul beberapa pilihan. Karena update saya coba sekali lagi gagal, saya pun memilih restore and update.

Proses ini berjalan lancar. Pada set up yang ditawarkan di layar demi layar iPhone, kemudian saya ditanya apakah akan di set up sebagai iPhone baru atau mengembalikan data iPhone dari backup yang telah pernah dibuat dengan iTunes di komputer. Saya memilih yang terakhir. Proses ini juga lancar meski saya duga akan ada beberapa hal yang kurang selengkap yang saya inginkan.

Oh, iya, iPhone juga meminta saya agar memindai ulang sidik jari saya untuk keperluan keamanan. Proses ini saya lewati dengan lancar dengan memasukan pemindaian beberapa jari saya baik jari tangan kanan maupun jari tangan kiri.

iPhone telah selesai direstore dan disetting-setting. Melalui memory usage saya lihat ada ruang kosong yang bertambah banyak. Saya mulai mengecek kontak di iPhone. Jangan-jangan hilang. Yang alhamdulillah -nya semua nya masih lengkap. Begitu pula dengan iMessage, SMS dan email yang tetap baik-baik saja.

Apa yang saya ketahui hilang adalah beberapa aplikasi yang baru saya install beberapa hari belakang. Ini tidak aneh karena saya termasuk jarang melakukan backup bagi iPhone 5s ini. Apa yang saya ketahui hilang dari iPhone saya lagi adalah beberapa lagu dan eBook dan file-file PDF. Untuk lagu-lagu yang hilang sebenarnya mudah saja. Tinggal disinkronisasi lagi dengan iTunes. Yang menjadi masalah adalah beberapa buku, manual dan panduan yang berformat pdf yang jumlahnya tidak sedikit. Karena saya sudah lupa darimana mendapatkan file-file itu.

Mengenai review dari iOS 8.3 sendiri mungkin akan saya tuliskan suatu saat. Yang jelas Nike Running Plus tidak mengalami perbaikan performa dengan update kali ini.

Wish You Were Here

IMG_2684.resized

Akhir pekan habis hujan. Sore masih penat. Deraan kesibukan sepekan tidak mau beranjak begitu saja. Penat meski tidak sepanas cuaca Jogja seperti yang terjadi beberapa hari ini.

Saya merasa beruntung ketika beberapa waktu yang lalu menyanggupi ajakan teman-teman Komunitas Blogger Jogja untuk kopdar di Nanamia Pizzeria. Acaranya apalagi kalau bukan kopdar seru berbingkai kopdar seru.

Satu jam saya lewatkan di jalan sampai menginjakkan kaki di sebuah kedai Pizza di Jalan Tirtodipuran No. 1 Yogyakarta.  Suasana Pizzera teduh, santai dan pelan-pelan menyapa saya dengan keramahan suatu garden resto. Dengan meja dan kursi-kursi kayu sederhana berjajar di atas rumput hijau yang ditata rapi.

Memang betul kalau ada yang menuduh saya sebagai “orang aneh”, kalau mencicipi makanan baru bukan dengan lidah, tetapi dengan mata kamera. Iya deh, saya sering tidak tahan untuk tidak memotret jenis makanan apa saja, baik itu yang baru maupun yang sudah berulang kali saya potret.

2 gelas Litchi Al Aranci. Saya letakkan sendiri di meja kayu ini. Saya kebetulan bernafsu menggunakan garis-garis meja kayu ini sebagai tekstur, sebagai background dari sebutlah baverage ini. Agar kesan segarnya terlihat kontras.

Belum jadi menekan tombol shutter, khayal saya memberontak. Ingin meneriakan sesuatu, walau akhirnya saya bisikan dalam hati saja, “wish you were here”

IMG_2685.resized.rotated

Ini adalah Insalata Mediteranea, yang saya nikmati sambil mengetikan tulisan ini. Sambil tentu saja menyesap seduhan yang konon berbahan jeruk, mint dan leci. Entah sore ini saya keranjingan apa yang jelas saya menikmatinya sembari menunggu sajian Pizza ala Nanamia Pizzeria.

Internet Sehat Adalah …

… adalah internet yang di dalamnya tidak terdapat kandungan bermuatan sara, perjudian, materi pornografi, terorisme, akses terhadap peredaran narkotika dan hal-hal lain yang bertentangan dengan norma, etika dan hukum positif yang berlaku di suatu masyarakat? Setuju?

Defini yang saya coba buat dan tulis pada paragraf di atas menurut saya sendiri terasa mengawang-awang, tidak jelas batas-batasnya bahkan seperti apa internet sehat dengan “internet sakit” bisa menjadi sangat subyektif. Akan selalu menimbulkan kontroversi seperti yang terjadi beberapa minggu belakangan ini pada isu pemblokiran beberapa situs web yang dianggap radikal oleh pemerintah.

Sebenarnya, saya sendiri tidak terlalu memusingkan isu internet sehat, internet tidak sehat dan internet sakit. Karena seperti pada defini yang saya coba buat saja hasilnya sudah pusing-pusing. Sampai kemarin di Twitter saya menemukan twit berikut:

Menurut saya defini yang saya kutip dari twitter @ifahmi ini menarik. Suatu pemahaman dalam perspektif yang lebih luas, dari sisi yang berbeda.

Internet sehat dilihat sebagai bagaimana internet bisa meningkatkan kesehatan pribadi, meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan taraf hidup manusia pada umumnya. 😉 Bisa kah?

Mungkin diperlukan sebuah riset apakah pengguna aktif internet (yang sudah aktif menggunakan internet lebih dari 5 tahun) lebih tercerahkan untuk tidak terlalu banyak mengkonsumsi junk food, tercerahkan untuk tidak mengkonsumsi apalagi memproduksi makanan yang mengandung formalin, borak dan zat kimia berbahaya lainnya.

@ifahmi menyebut ” … rajin ngegym, sepedaan dan lari. Beberapa tahun terakhir di kota-kota besar di Indonesia bermunculan komunitas-komunitas lari. Olah raga lari di Indonesia dipopulerkan oleh Indorunners. Saya kira popularitas olah raga lari di masyarakat perkotaan saat ini berkait erat dengan internet.

Contoh lain aplikasi Internet dibidang kesehatan adalah Google Dengue Trend, dimana Google menggunakan data dari search engine miliknya untuk memprediksi wabah demam berdarah di Indonesia. Inisiatif yang dilakukan Google ini tak ayal menginpirasi banyak pihak untuk menggunakan big data dalam mengembangkan aplikasi-aplikasi kesehatan masyarakat. Dalam bentuk yang lebih praktis mungkin kita telah mendengar/mengenal aplikasi Google Fit, Apple Health, Apple Research Kit dan sejenisnya.

***

Jadi apa definisi Anda mengenai Internet Sehat?

Masalah-Masalah di Software Ujian Nasional CBT 2015

IMG_2578.siswaMeski bukan sebagai penentu utama kelulusan siswa, Ujian Nasional atau UN di sekolah-sekolah di Indonesia pada tahun 2015 ini tetap dilaksanakan seperti biasa. Perbedaannya dengan tahun-tahun sebelumnya adalah pada tahun ini Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Pusat Penilaian Pendidikan (Litbang Puspendik) menunjuk beberapa sekolah di Indonesia untuk menjadi sekolah rintisan penyelenggara Ujian Nasional Computer Based Test) atau UN CBT.

Catatan Harian Proses dan Masalah Ujian Nasional Berbasis Komputer 2016 saya update di:

Masalah-Masalah Harian UNBK 2016 di Sekolah

Dalam tulisan blog kali ini saya tidak akan membahas mengenai pro kontra Ujian Nasional dan pro kontra antara Ujian Nasional Computer Based Test/UN CBT yang diuji cobakan dan Ujian Nasional Paper Based Test/UN Konvensional sebagaimana yang pernah kita alami selama ini.

Update :

Catatan saya tentang Permasalahan Sistem Ujian Nasiol Berbasis Komputer 2016 bisa di baca di:

Masalah-Masalah Sistem UNBK /UNCBT 2016

Saya hanya akan sedikit berbagi pengalaman tentang masalah-masalah teknis yang terjadi di lapangan yang saya alami ketika membantu penyelenggaraan try out atau gladi bersih UN CBT di SMK di Gunungkidul.

UN CBT dilaksanakan di dalam lab komputer atau ruang kelas yang dimodifikasi dengan dilengkapi sejumlah komputer. Satu komputer di dalam satu ruang dikonfigurasi sebagai server lokal yang mana server lokal itu terhubung ke server UN CBT di Puspendik di Jakarta. Komputer-komputer yang lain dikonfigurasikan sebagai komputer klien yang terhubung dengan server lokal dalam satu jaringan lokal dengan media kabel. Di komputer-komputer klien ini para siswa peserta UN mengerjakan soal-soal ujian. Sementara di server lokal dilakukan pekerjaan bersifat administratif seperti mengunduh soal dari server pusat, menguduh daftar peserta ujian, autentikasi dan administrasi peserta ujian dan beberapa hal lainnya.

Software server lokal yang bernama CBT Sync berjalan di dalam OS Windows Server 2012. Nah OS Windows 2012 berjalan di dalam Virtual Box yang berjalan di atas Windows 7 sebagai OS host -nya. Tak heran konfigurasi seperti ini memerlukan resourse komputasi yang besar. Di sekolah yang saya bantu menggunakan komputer server ber-processor intel core i7 dengan Ram sebesar 8 GB. Saya tidak tahu apa alasan administrator pusat di Puspendik menggunakan konfigurasi ini. Mungkin cara ini dianggap memudahkan administrator di sekolah karena tinggal mengunduh file image server lokal kemudian menyalinnya ke dalam komputer windows 7 yang telah dipasangi Virtual Box.

Komputer klien untuk peserta UN tidak menuntut spek hardware yang tinggi. Pentium 4 dengan RAM minimal 512 MB cukup. Karena pada dasarnya klien hanya menjalankan sebuah web browser yang dimodifikasi. Software di sisi klien disebut Exam Browser. Pada dasarnya menjalankan web browser Google Chrome dan digunakan untuk memaksa komputer men-disable user agar tidak bisa menggunakan software dan fungsi selain web browser untuk mengakses soal ujian.

Permasalahan-Permasalahan Instalasi Server Lokal UN CBT 2015

Download File image/vdi. Oleh Admin Puspendik file server lokal UN CBT harus diunduh terlebih dahulu. File yang terbagi menjadi 7 part yang masing-masing berukuran 700 MB ini cukup susah diunduh. Kecepatan download di beberapa sekolah hanya mencapai 10 kbps. Barangkali ini masalah file server yang ada di Puspendik yang membuat administrator di tingkat sekolah bercucuran keringat. Dan benar, hanya beberapa sekolah yang berhasil mengunduh file tersebut. Akhirnya admin sekolah mengambil inisiatif untuk menyalin file image dari sekolah yang berhasil mengunduhnya.

Sinkronisasi. Setelah server lokal bejalan, Admin sekolah ditugaskan untuk mengunduh beberapa file lagi agar server lokal bisa menjalankan tugasnya. Berdasarkan pengalaman saya, proses sinkronisasi ini berjalan tidak begitu lancar dan menyebabkan server hang/freeze. Tidak ada pilihan bagi saya kecuali mencoba me-restart server. Sampai akhirnya proses sinkronisasi berhasil.

IMG_2542.uncbt

Permasalahan-Permasalahan Saat UN CBT berlangsung

Komputer Klien terputus dari server lokal. Ini adalah permasalahan pertama yang saya temukan. Setelah berhasil login, memasukan token dan mengerjakan beberapa soal, peserta UN CBT tidak bisa melanjutkan ke soal berikutnya. Setelah saya investigasi, Baca lebih lanjut

Musim Panen, dan Itu …

IMG_2421Musim panen di desa dimana saya tinggal belum benar-benar selesai. Musim panen yang sudah dimulai sekitar dua pekan yang lalu mungkin baru akan benar-benar selesai satu sampai dua minggu lagi. Saat ini keluarga saya sendiri baru menyelesaikan memanen padi di sawah. Selanjutnya proses pemanenan masih dilanjutkan dengan mengeringkan gabah, menggiling menjadi padi dan pekerjaan pasca panen lainnya. Kesemuanya itu harus disegerakan agar bisa segera menanam lagi. Menanam lagi ini segera, bila berlambat-lambat tidak segera maka hukum alam yang akan menjawab. Kedatangan musim kemarau tidak bisa ditawar agar ditunda.

Bila dilihat dari hasil panen padi di lingkungan dimana saya tinggal, maka bisa dipastikan untuk desa saya swasembada beras sudah tercapai. Betapa tidak, hampir semua keluarga bertani padi, hasil panen padi pun bagus-bagus, lahan yang ditanami padi pun juga lebih banyak karena lahan yang dulunya ditanami jagung dan kedelai kini dialih fungsi sebagai lahan padi.

Saya dan Adik saya suatu kali berkelakar. Bila beras hasil panen ini dikonsumsi untuk keluarga sendiri, maka panen pada musim ini cukup untuk kebutuhan makan nasi selama 2 sampai 3 tahun. Ini tidak berlebihan. Bila keluarga saya yang terdiri 4 orang dalam satu hari menghabiskan beras 1.5 kg, dalam satu tahun hanya akan habis 540 kg saja. Panenan beras 2 ton akan cukup sampai 3 tahun. Hasil panen para tetangga tidak jauh berbeda. Bahkan yang panen lebih banyak ada banyak.

Baca lebih lanjut

Mau Kulineran di Bandung, Ini Rekomendasi Hotel Dariku

traveloka01Jalan R.E.Martadinata atau Jalan Riau adalah kawasan yang wajib Anda kunjungi jika berakhir pekan di Bandung. Di sepanjang jalan ini, Anda akan menemukan beragam café, restoran Belanda, fast food, hingga aneka jajanan kaki lima seperti siomay, bakso, otak-otak, dan es durian.

Selain wisata kuliner, Jalan Riau juga terkenal sebagai surga belanja. Puluhan factory outlet yang menjual barang branded dengan harga miring berjajar di kedua sisi jalan. Toko perabotan antik dan gerai isi ulang parfum juga turut memadati kawasan ini.

Sayangnya, Jalan Riau cukup padat saat akhir pekan. Daripada harus membuang waktu terjebak kemacetan, sebaiknya Anda menginap di hotel dekat Jalan Riau. Tidak perlu khawatir soal harga karena terdapat hotel-hotel murah, apalagi sekarang banyak OTA, misalnya Wego dan Traveloka, yang gencar menawarkan hotel di Bandung dengan harga promo atau pun diskon.

Berikut ini adalah lima hotel murah yang dapat Anda temui di sekitar jalan Riau Bandung:

1. Hotel Anggrek Gandasari

traveloka02

Hanya dengan berjalan kaki sekitar 5 menit dari Hotel Anggrek Gandasari, Anda sudah sampai di jalan Riau. Jika ingin sekalian ke Dago, jaraknya hanya 10 menit berjalan kaki. Gedung Sate juga dapat Anda capai dengan berjalan kaki sekitar 15 menit.

Hotel Anggrek Gandasari menyediakan layanan antar jemput ke bandara. WiFi tersedia di area umum hotel dan layanan kamar Anda sudah termasuk laundry.

2. Amaris Hotel Cimanuk

traveloka03

Meski hanya perlu 3 menit berjalan kaki menuju jalan Riau, sebaiknya Anda mengambil langkah santai sambil menikmati kerindangan pohon di sekitar sini. Lokasi Amaris Hotel Cimanuk juga sangat dengan Toko Coklat yang memiliki lebih dari 30 varian praline (coklat kecil dengan isi di dalamnya). Baca lebih lanjut

Seragam (Karena Bosan Beragam?)

Seorang ibu-ibu di desa dimana saya tinggal malam itu menemui saya yang sedang khusuk menonton pentas kethoprak. Ibu-ibu itu menyampaikan maksud agar saya bantu mengajukan permintaan sumbangan dana untuk membuat baju seragam organisasi dimana ia aktif. Mungkin organisasi PKK kalau bukan Dasa Wisma, saya tidak persis ingat. Ketika saya tanya kenapa untuk hal itu ia datang kepada saya, jawabnya karena biasanya di desa ini saya biasanya menyalurkan bantuan-bantuan.

Saya pun berusaha mengerti maksud ibu-ibu ini. Kemudian saya jawab kali ini saya belum bisa membantu.

Pada kesempatan-kesempatan yang lain, saya sering diajak oleh kawan-kawan saya untuk membuat seragam. Seragam untuk komunitas ini dan itu. Seragam untuk organisasi ini dan itu. Seragam untuk profesi ini dan itu. Ada banyak sekali ajakan membuat baju seragam di negeri dimana komunitas mudah tumbuh (dan mati) bak cendawan di musim hujan. Tak heran di negeri dimana saya menyebutnya sebagai negeri 1001 komunitas ini telah memberi saya banyak sekali baju seragam. Terlalu banyaknya sampai baju-baju seragam itu hanya dipakai beberapa kali saja. Kemudian disimpan di dalam almari pakaian.

Belum lama ini seorang teman mengajak saya untuk kedua kalinya untuk membuat baju seragam. Pikir saya apa pentingnya membuat baju seragam. Mungkin berbaju seragam akan membuat kelihatan lebih kompak. Pikir saya lagi, untuk apa “kelihatan kompak”, toh kita bukan sedang mencari eksistensi. Yang terpenting adalah bagaimana memberi dedikasi dengan bekerja secara profesional. Saya pun mencoba untuk tidak ikut membuat seragam dan mencoba mencari cara menolak ajakan dengan sopan.

Kaitannya dengan seragam, ini bagi saya menarik untuk menjadi sebuah pertanyaan. Kenapa teman-teman di lingkungan dimana saya bergaul (mungkin juga berlaku di Indonesia) suka berseragam, misalnya dengan mengenakan baju seragam, topi seragam, celana seragam atau asesoris tertentu sebagai seragam. Apakah ini bagian dari produk pendidikan di negeri ini? Ingat kita sudah sejak kecil, sejak masih TK sampai SMA, sampai bekerja dididik untuk mengenakan seragam?

Pertanyaan saya yang lebih ngaco adalah: Apakah kita sudah bosan menjadi bangsa yang ber-bhineka, bangsa yang kaya akan keberagaman? Entahlah 😀

Memperbaruhi Perlengkapan Jaringan dengan Mikrotik Routerboard

Merasa kebutuhan jaringan komputer dan internet di pabrik makin berkembang, saya pun mulai memikirkan bagaimana caranya agar managemen jaringan bisa dilakukan dengan mudah dan efisien, syukur-syukur keandalannya juga meningkat. Untuk itu beberapa hal yang bisa segera saya lakukan adalah:

Meningkatkan bandwidth koneksi internet. Ini saya lakukan dengan mengganti koneksi internet yang dulunya menggunakan koneksi kabel tembaga dengan fiber optik. Sebenarnya tidak mengganti, saya menambahkan koneksi internet dengan FO sementara koneksi internet yang lama masih dipertahankan.

Mulai menggunakan router baru. Mikrotik RB 1100 AHx2 menjadi pilihan. Pilihan routerboard jenis ini adalah berdasarkan pertimbangan akan kebutuhan jaringan di pabrik dalam beberapa waktu (mungkin tahun) ke depan. Saat ini RB 1100 AHx2 sudah saya konfigurasikan untuk routing, bandwidh manager, user manager dan firewall.

mikrotik

Belum banyak fungsi, fitur dan setting yang saya oprek di RB 1100 AHx2 ini. Karena saya sendiri sudah cukup lama tidak mengoprek router/server/mikrotik. Rupanya sudah banyak hal yang tercecer dari ingatan dan jari-jari saya terkait hal pengoprekan ini.

Tidak apa-apa. Yang penting kali ini saya tahu apa yang saya maui bisa dilakukan oleh jaringan internet dan komputer di pabrik. Dengan sedikit pengetahuan dasar jaringan dan googling sana-sini, akhirnya semua fungsi yang saya inginkan bisa juga berjalan secara semestinya. Mission Completed. Ngoprek-ngoprek-nya pasti segera menyusul. Bila sudah sempat. 🙂

Memasang beberapa Access Point tambahan. Saya tidak punya preferensi tertentu dalam memilih perangkat AP. Saya hanya mengandalkan review yang ditulis orang-orang diinternet. Sepanjang review AP itu baik dan harganya sesuai budget, itu yang saya beli. Sampai saya membeli beberapa jenis router dari pabrikan/merk yang berbeda.

Perangkat AP yang berbeda-beda ini saya tahu akan agak merepotkan pada awal saya men-setting-nya. Bekal saya hanya percaya ini tidak akan terlalu susah. Kelebihannya adalah …., adalah saya akan bisa mereview beberapa jenis perangkat AP itu, dan siapa tahu kelak sempat menuliskannya di blog ini.

Dari beberapa hal itu ada satu yang baru saya coba pertama kali. Itu adalah menghubungkan perangkat jaringan dengan kabel UTP yang lebih panjang dari 130 m. Mulanya saya sempat ragu, mengingat berdasar apa yang saya baca, jenis kabel UTP yang bagus hanya cukup efektif bila digunakan sampai panjang 100 m saja. Kenyataannya, salah satu perangkat AP yang terhubung ke routerboard dengan kabel sejauh lebih dari 130 m bisa berjalan dengan baik. Ini membuat saya senang. Perjuangan saya memanjat dinding, mengulur kabel dan memasangnya dengan klem terbayarkan.

Review saya akan Mikrotik RB 1100AHx2, perangkat AP, dan oprekan-oprekan saya mungkin akan saya tuliskan sebagai posting di blog ini pada waktunya kelak. 🙂