Friendster Sudah Mati?

Friendster mati

Friendster mati

Pagi ini saya iseng membuka halaman friendster, situs jejaring sosial yang pertama kali saya ikuti. Hasilnya seperti pada screenshot di atas. Beneran friendster sudah tamat? Saya ketinggalan kabar duka itu. Saya tidak sempat membackup satu atau dua kenangan manis selama menggunakan jejaring pertemanan itu.

Sebenarnya saya bukanlah seorang pengguna diehard jejaring pertemanan friendster. Dalam kurun waktu beberapa tahun sampai saya benar-benar beralih menggunakan facebook, saya hanya berjejaring dengan puluhan orang. Mungkin kurang dari 50. Cukup berbeda dengan facebook yang dalam rentang waktu yang hampir sama sampai saat ini telah memperluas jejaring saya dengan 866 account. Dan sekitar 300-an account facebook yang mengulurkan jejaringan dengan saya.

Angka 866 account saya pertebal untuk menegaskan bahwa 866 account itu bisa jadi ada beberapa account anonim yang dioperasikan oleh orang yang sama dan account yang saat ini telah dilupakan oleh si pembuat, hehe …

Tahun 2011 muncul Google+. Kompetitor Facebook yang dari namanya langsung ketahuan sebagai besutan dewa Search Engine, Google. Hanya dalam beberapa bulan, di Google+, saya sudah men-circle 191 account dan di-circle oleh 870 account. Di sini saya juga menegaskan kata account, bukan orang dengan alasan sama. hehe …

Kalau dilihat angka circle, dalam waktu singkat ini seolah Google+ telah menandingi facebook. Tunggu dulu.

Jumlah orang yang men-circle ternyata tidak sebanding dengan konten yang mereka buat di Google+. Apa yang saya lihat di Google+ memang terlihat kerumunan. Kerumunan yang masih berdiam diri. πŸ™‚

Ini sangat berbeda dengan betapa cerewet orang-orang sedang berbondong-bondong dari friendster ke Facebook. Masih ingat 3 atau 4 tahun yang lalu dimana stream saya tidak pernah diam sepanjang 24/7. Termasuk Β cerewet saya sendiri tentu saja.

Menurut saya ada yang berbeda antara kedatangan Facebook dan kedatangan Google+.

Pada saat Facebook datang, social network existing adalah Friendster dan MySpace. Facebook menawarkan banyak hal baru yang tidak tersedia di Friendster dan MySpace. Seingat saya, saat itu Friendster dan MySpace hanya berdiam diri tanpa memberikan perlawanan yang cukup serius terhadap fitur yang diusung Facebook. Entah apa pada saat itu Friendster dan MySpace sebegitu percaya dirinya.

Kini Google+ menantang dominasi Facebook. Dan Facebook tidak tinggal diam. Setiap Google+ menawarkan fitur baru, maka Facebook segera membuat fitur tandingan. Fitur tandingan yang menurut saya bahkan tidak sedikit terkesan menyontek Google+. Begitu Google+ menambah fitur, Facebook langsung menyusul, demikian dan seterusnya dan seterusnya …

Usaha Facebook ini nampaknya bisa mempertahankan loyalitas user. Atau hanya membeli waktu sebelum akan akhirnya menyusul pendahulunya, Friendster? hehe

Bila akhirnya Facebook tetap bisa mempertahankan dominasinya, maka moral story yang bisa diambil adalah “jangan pernah lelah untuk melawan“. πŸ™‚

Iklan

23 thoughts on “Friendster Sudah Mati?

  1. Kalau sudah mati kasihan penipu internet yang bernama Rina Indria. Dulu, sampai beberapa kali pernah coba nipu saya di internet dengan profile pakai Friendster. πŸ˜€

    Begitulah hukum alam dan ini berlaku juga di dalam bisnis internet. Siapa yang kurang inovasi pasti akan kalah bersaing lalu mati.

  2. Kaya FS belum mati seperti yang kita bayangkan,mungkin saham FS di beli oleh perusahaan saingannya jadi secara terpaksa FS dilebur jadi satu dengan yang sudah ada,agar tidak terjadi persaingan yang tidak sehat

  3. Punya gak akun di frienster ya, πŸ˜• seingatku malah gak sama sekali mas. Gak tahu mungkin masuknya saya di dunia online bisa dikatakan ketinggalan jaman. Jadi gak sempat mengikuti hingar bingar nya.

    Mengenai google+ yang katanya sangat bisa melawan FB karena fiturnya sangat lengkap, namun sampai sekarang saya malah tidak melihat apa yang dilihat sebagai sesuatu keunggulan oleh sebagian pakar jejaring pertemanan. Malah saya melihat ambisi dari google untuk tidak mau dikalahkan oleh pesaing manapun. Saya sendiripun meskipun ikut membuat akun di google+ tapi tidak pernah bernarsis ria dengan memajang status2 baru πŸ˜†

    Dan pesan moralnya, “Kita lihat siapa yang bisa berjaya di perang online ini”. πŸ˜›

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  4. rasanya dulu pernh buat akun frenster, tpi juga cuma sekedar mbuat saja.

    dada bubai prenster, moga tenang di alam sana, melihat perkembangan jejaring sosial yang makin menggila

  5. saya lihat frenster sudah beralih bisnis dari jejaring sosial ke game site, mungkin yang mati bisnis mereka dlam bentuk jejaring sosial karena merugi dan salah saing dari jejaring sosial ternama lainnya yang sudah semakin ketat, akhirnya mereka pindah bisnis baru..:)

  6. wah,,,,friendster ilang y?baru nyoba buka lg g bs….
    hm…pdhl bnyk jg dh jd pacar khayalan q,( pacar maya) g sdikit jg dh ktmuan,,, hadeh……………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s