Selamat (di sambut) Kabut Pagi

Bagi yang berkendara pribadi selain  jarak pandang yang pendek, pasti menggigil karena dingin hawa. Jadi selamat berhati – hati. Dan bagi yang mengandalkan transportasi publik selamat menikmati.

Yah Musim Kemarau di mulai …

Blogged with the Flock Browser

Tiket Menuju TPS

Berbekal Kartu Undangan ini saya tadi dipersilahkan untuk menggunakan hak pilih sebagai warga negara. Terserah bagaimana saya menggunakannya sepanjang tidak mengganggu hak hak orang lain. Asas Pemilu luber dan jurdil ya?

Blogged with the Flock Browser

Temu Kangen Warga Dusun Gerjo

Silahkan mengklik link dibawah ini untuk foto foto lebih banyak. Dan foto foto untuk rangkaian acara berikutnya mungkin baru akan saya upload beberapa hari lagi. Jadi silahkan sering sering mengecek album Picasa saya. Dan silahkan untuk membagikan dengan rekan rekan yang mungkin tertarik dengan acara dan kegiatan kangen kangenan.

Foto Foto selengkapnya

** Senin ini saya meng upload foto foto untuk acara malam hari nya**

Foto Foto Acara Malam hari

Blogged with the Flock Browser

Latihan itu (masih) PENTING

Saat ini orang bisa melakukan apa saja secara instant dan mudah karena adanya campur tangan teknologi. Orang tidak perlu sangat teliti untuk membuat hitungan dalam laporan keuangan dengan bantuan mesin hitung atau yang populer aplikasi spread sheet. Semua orang tidak perlu menghafal banyak perintah baris setelah teknologi GUI berkembang biak. Mengambil gambar gambar photo menjadi mudah dengan adanya teknologi digital, otomasi, dan user interface yang friendly.

Berbekal keyakinan itu tadi, saya pikir melakukan foto foto juga akan mudah mudah saja mengingat apa yang saya kerjakan juga bukan untuk kepentingan yang serius. Saya menggunakan Digicam yang saya pinjam dari seorang teman. Bukan apa yang saya pegang sehari hari.

Apa yang terjadi di tengah acara foto foto ternyata tidaklah semudah yang saya yakini. Teknologi yang lumayan canggih ternyata tidak cukup memenuhi harapan saya untuk mendapatkan hasil optimal tanpa latihan dan persiapan. Disini saya menuai banyak kecanggungan dan tidak sama sekali dapat melakukan pengambilan gambar secara mengalir.

Terlebih setelah saya menyalin gambar gambar dari kartu memory ke laptop dan melihat apa hasil dari yang telah saya lakukan dengan berkeringat. Photo photo yang tertambil dengan Canon S15 S bahkan banyak yang lebih buruk dari camera ponsel.

Disini saya tidak mengatakan kalau Canon memproduksi camera digital dengan kualitas lebih buruk dari K810i. Masalah disini adalah saya sendiri.

Pengetahuan dan Teknologi saja ternyata belum cukup. Perlu berlatih untuk menjadi terampil dan perlu jam terbang untuk mendapatkan feels dari suatu tools. Kesimpulan saya ini memang kuno, tetapi apa yang terjadi merupakan pengalaman untuk saya. Selengkapnya mungkin seorang Pelari akan bilang bahwa mempelajari teori berlari yang baik dan mengenakan sepatu lari merek Nike model terbaru akan sama sekali tidak berarti tanpa berlatih berlari.

Blogged with the Flock Browser

Mencicipi Daging Rubah Api 3.5

Meskipun sejak beberapa hari yang lalu terdengar hingar bingar Firefox 3.5 dengan banyak tawaran fitur barunya, saat ini saya sedang menjajal browser yang menurut pabrikannya merupakan tercanggih yang pernah mereka buat.

Saya tidak menjajal sejak kemarin kemarin bukan berarti tidak terlalu tertarik dengan kehadiran Firefox. Meskipun di workstation terinstall banyak browser, Firefox lah yang utama menunjang kesibukan berinternet ria  saya.

Hanya, satu hal yang paling membuat saya menunda setiap ada update atau versi baru yang digelontorkan Mozilla, yaitu kebanyakan add on dan plug in yang membuat segudang fungsionalitas browser rubah api ini tidak berjalan. Jadi ya saya perlu menunggu beberapa waktu sampai penyedia add on kesukaan mengeluarkan update untuk kompatibilitas FF terbaru.

Posting ini saya buat dengan Rubah Api 3.5 tanpa add on apapun yang terpasang pada Windows XP, ya karena memang saya tidak mempertimbangkan untuk banyak internet secara serius dengan Windows karena alasan kebiasaan saja.

Apa terlalu sibuk itu bisa mematikan kreatifitas

Saya seringkali heran dengan diri saya sendiri. Kadang kadang saya bisa melakukan sesuatu dengan mengalir, tetapi di saat saat yang berbeda serasa mentok/mandek, dan kehilangan arah. Hal ini terutama terjadi bila saya sedang menikmati/mengerjakan hal hal yang teknis.

Biasanya untuk memulihkan diri saya perlu berhenti dan melepaskan apa yang sedang saya pegang dan kemudian ke luar pergi keluar kamar.

Namun demikian, dalam banyak hal itu tidak mudah. Seberapa deras pusing mendera, tidaklah serta merta saya dapat menekan tombol pause. Semua seringkali perlu dilebih dahulu selesaikan sebelum bisa melangkah keluar kamar. Entah seberapa pusing dan seberapa sakitnya menabrakan diri ke dinding tebal ke –mentok–an.

Kamu yang menjadi Imam. Tidak Kamu saja

Di suatu shalat Isya di suatu masjid, hanya ada beberapa pemuda yang bertampang tidak alim. Tidak seperti biasa, jamaah yang lain sepertinya sedang tidak akan  bershalat Isya’ di masjid itu.

Beberapa pemuda itu entah kenapa terus saja ngobrol entah apa yang dibicarakan. Mereka cuek atau memang tidak mendengar kalau di masjid tetangga, Iqamah sudah dikumandangkan. Atau mungkin ada yang mereka tunggu. Mungkin menunggu biar jamaah lain terkumpul agar jamaah lebih banyak. Atau apa?

“Kamu yang jadi imam ya” dari ngobrol tidak karuan mereka, kalimat itu yang agak terdengar.
“Ngga bisa, kamu saja”
“Kamu …”
“Kamu …”

Salah satu pemuda tidak alim itu kemudian menyudahi pertengkaran dan legawa menerima musibah untuk mengimami jamaah isya yang tidak banyak itu.

Shalat Isya berlangsung cepat. Bacaan shalat di baca cepat. Tajwid dan Qalqalah sepertinya bukan isu yang perlu diseriusi malam itu.

Beberapa pemuda itu tanpa banyak apa segera menuju tempat nongkrong di perempatan yang biasanya. Memang itulah rutinitas mereka sehari hari.

Tidak terlalu lama  waktu berselang. Di jalan itu lewat serombongan orang yang sepertinya mirip dengan mereka mereka yang menjadi pemuka dan berjamaah di masjid. Kalau tidak salah loh … Mereka itu dari menunaikan acara kenduri, ‘genduren‘ untuk selamatan bagi orang yang telah meninggal di kampung mereka.

Oh jadi itu sebabnya jamaah pada malam itu tidak biasa!

Ingat ini : Ging Gang Golly

Di Radio, kemarin malam, lagu ini memperdengarkan untuk saya suasana puluhan tahun silam ketika bersama teman teman sekolah menengah pertama menuju ke Bandung untuk studi wisata.

Lagu itu memang istimewa untuk saya. Istimewa karena memang saat itu terdengar pas ber beat dan bernuansa riang, meskipun tidak mengerti kata kata apa yang dipakai, apalagi maksud lagu itu. Bahkan  berjudul apa dan siapa yang menyanyi juga tidak tahu. Yang penting senang begitu saja. Buktinya saya masih mengingatnya sampai sekarang.

Sekarang judul lagu ini dapat saya pinjam sebagai judul posting ini karena jasa baik paman google yang telah menunjukan. Beberapa kata yang dapat di tangkap oleh telinga yang saya konsultasikan ke paman google ini mereferensikan ke Ging Gang Gooly. Kemudian versi yang saya unduh dibawakan oleh Inner Kneipe.

Kalau Mas Eko membaca posting ini, mudah mudahan juga mengingatkan ke kita semua warga III B SMP Playen kita.

Tes Posting via Flock installed on uBuntu JJ

Screen shot ini di upload ke Picasaweb juga dengan campur tangan Flock. Memang, saya belum banyak mengeksplorasi fitur fitur utama Flock, tetapi kesan pertama menggunakan setelah tadi menginstalasi di uBuntu.

Ini merupakan tool all arround yang cool, eh all in one service

Blogged with the Flock Browser

Penasaran dan intepretasi informasi …

Banyak orang suka menjadi penasaran. Dan banyak orang jengkel di buat penasaran. Sudah watak dasar saya, kalau suka dengan hal hal kepenasaran. Namun pada dasarnya saya  lebih suka membuat orang lain (jengkel) penasaran.

Penasaran menurut saya merupakan permainan informasi. Orang berusaha menangkap aliran data  yang sering kali tidak lengkap dan mentranslasikan menjadi suatu informasi yang bagi dia mudah di mengerti. Dalam usaha pengintepretasian ini, orang menggunakan teknik menduga duga atau menebak nebak untuk memperoleh informasi sebagai kompensasi atas ketidak sempurnaan aliran data terkirimkan.

Dalam hal ini, keakuratan pekerjaan interpreter ditentukan oleh kualitas/kelengkapan aliran data (1), keterampilan dan pengetahuan si interpreter (2) dan keberuntungan (3). Keberuntungan, karena dalam banyak kesempatan pengambilan keputusan teknik gambling tetap sering dipakai.

Bagi saya, menjadi menariknya adalah kerap tidak akuratnya permainan menduga duga. Terlalu mudah dalam menebak atau melakukan sesuatu bagi saya tidak ada menariknya. Kesalahan dan gagal  itu dinamis. Namun pernyataan ini bukan untuk men-justifikasi sering tidak sukses nya saya dalam melakukan sesuatu.

Saat ini saya sedang menikmati menebak nebak dalam menggunakan komputer yang language nya saya set ke bahasa yang tidak tahu, bahkan menbaca font -nya saja tidak bisa, yaitu bahasa Jepang.

Japan_View