Penasaran dan intepretasi informasi …

Banyak orang suka menjadi penasaran. Dan banyak orang jengkel di buat penasaran. Sudah watak dasar saya, kalau suka dengan hal hal kepenasaran. Namun pada dasarnya saya  lebih suka membuat orang lain (jengkel) penasaran.

Penasaran menurut saya merupakan permainan informasi. Orang berusaha menangkap aliran data  yang sering kali tidak lengkap dan mentranslasikan menjadi suatu informasi yang bagi dia mudah di mengerti. Dalam usaha pengintepretasian ini, orang menggunakan teknik menduga duga atau menebak nebak untuk memperoleh informasi sebagai kompensasi atas ketidak sempurnaan aliran data terkirimkan.

Dalam hal ini, keakuratan pekerjaan interpreter ditentukan oleh kualitas/kelengkapan aliran data (1), keterampilan dan pengetahuan si interpreter (2) dan keberuntungan (3). Keberuntungan, karena dalam banyak kesempatan pengambilan keputusan teknik gambling tetap sering dipakai.

Bagi saya, menjadi menariknya adalah kerap tidak akuratnya permainan menduga duga. Terlalu mudah dalam menebak atau melakukan sesuatu bagi saya tidak ada menariknya. Kesalahan dan gagal  itu dinamis. Namun pernyataan ini bukan untuk men-justifikasi sering tidak sukses nya saya dalam melakukan sesuatu.

Saat ini saya sedang menikmati menebak nebak dalam menggunakan komputer yang language nya saya set ke bahasa yang tidak tahu, bahkan menbaca font -nya saja tidak bisa, yaitu bahasa Jepang.

Japan_View

Membaca itu menebak maksud Penulis

Saya sering bilang kepada teman saya yang belum lancar berbahasa inggris agar tidak dihantui dengan memaksakan diri untuk mengetahui arti semua kata dalam kalimat. Biasanya  ketika teman saya itu sedang kesulitan membaca jurnal atau manual berbahasa inggris. Saran saya agar membiarkan beberapa kata  tidak diketahui artinya. Jangan buru buru membuka kamus karena hanya akan memperboros waktu. Kemudian tebak saja maksud yang ingin disampaikan oleh penulis dalam sebuah kalimat atau lebih lanjut dalam suatu paragraf.

Tabrakan merupakan bagian dari operasi normal Ehternet. Karena CSMA/CD secara perkecualian merupakan metode kontrol akses yang efisien, kegiatan tabrakan normal tidak mempengaruhi kinerja jaringan secara serius. Pada beberapa titik , bagaimanapun jaringan yang dibebani dengan berat dapat mengalami tabrakan tingkat tinggi yang secara serius menurunkan kinerja jaringan, yang mungkin berakhir dengan kemacetan jaringan. Bencana ini jarang terlihat pada Ethernet yang dirancang dengan benar yang mempunyai jumlah node yang beralasan.

Paragraf yang saya kutip dari halaman 63 buku terjemahan dari Microsoft TCP/IP yang diterbitkan oleh Pearson Education diatas, kesemua kata kata yang digunakan dapat saya ketahui artinya dengan baik. Ternyata untuk menangkap maksud dari penulis , mengetahui arti per kata saja tidak cukup. Saya juga  harus banyak bermain menebak nebak maksud yang ingin disampaikan penulis dengan membaca keseluruhan kalimat dalam suatu paragraf selengkapnya.

Memang bagi saya buku ini –Microsoft TCP/IP tergolong bacaan yang berat. Terlebih untuk seukuran kemampuan postur tubuh saya yang ceking yang kurang cukup untuk menopang beban berat topik yang ingin disampaikan oleh Penulis dalam sebuah buku setebal hampir 500 halaman. Juga, selain ketebalanya, hasrat penulis untuk menyampaikan gambaranTCP/IP  selengkap lengkapnya dengan cara baku adalah tambahan beban berat lagi. Untuk kemudian gaya penerjemahan pengindonesian yang menurut saya merusak konsistensi dari maksud utama penulis itu semakin memperlebar ruang kemungkinan dalam saya menebak nebak.

Biasanya semakin luas ruang menebak nebak dalam membaca akan menurunkan kecepatan membaca saya secara signifikan. Seperti halnya dalam  menyelesaikan membaca “dengan baik” buku ini, saya perlu untuk membaca khusuk lebih dari memperhatikan mahraj dan qalqalah. Saya ingin akurat menebak maksud yang ingin disampaikan penulis dan ingin mendapat pemahaman gambaran lengkap tentang TCP/IP.

Kalau anda membaca posting saya ini maka artinya anda mencoba menebak maksud yang ingin saya sampaikan bukan?