Pengetahuan di kepala; Keterampilan di ujung jari

Teman – teman saya mungkin menganggap saya aneh. Atau bahkan sombong, ketika mereka menanyai saya tentang fungsi atau pemanfaatan fitur – fitur tertentu dari Aplikasi komputer yang sering sama – sama kami pakai. Memang, saya sering kali tidak dapat menjawab pertanyaan pertanyaan mereka secara lisan langsung ketika mereka bertanya disaat saya tidak sedang didepan Komputer. Permasalahanya bukan berarti saya enggan atau sombong tidak mau berbagi keterampilan.

Dalam banyak hal saya memang benar benar tidak bisa. Atau lebih tepatnya saya tidak berusaha mengingat keterampilan keterampilan penggunaan aplikasi di dalam kepala saya. Dan demi teman – teman yang perlu bantuan tersebut biasanya saya mencari komputer terdekat dan mengajak sang sahabat untuk duduk bersama menyelesaikan permasalahan. Saya berusaha mengenalkan diri saya, lebih tepatnya pendekatan yang saya gunakan untuk memecahkan suatu permasalahan.

Biasanya, di dalam kepala saya, saya hanya menyimpan ide dasar dari setiap permasalahan dan untuk kemudian baru mencari dan mengembangkan solusi praktisnya. Untuk permasalahan yang  perlu diselesaikan berulang ulang, biasanya juga solusi praktis itu ber evolusi menjadi keterampilan. Berbeda dengan pengetahuan, keterampilan itu tersimpan secara tidak sengaja di jari jari atau di organ tubuh lain yang terlibat selama proses pengerjaan sehingga dalam hal ini malah saya kurang bisa dengan baik men visualisasi dan mengkomunikasikan kepada orang lain ketika dibutuhkan. Untuk hal ini saya meminta pengertian teman – teman untuk bisa memahami dan sama sama mengembangkan prosedurnya.

Untuk menyelesaikan permasalahan yang semakin komplek dan berubah ubah dengan media memori yang terbatas. Bagi saya lebih masuk akal untuk mengingat di otak untuk hal hal mendasarnya, serta melatih ide ide kreatif. Sedangkan di lapisan praktisnya semua saya serahkan kepada konteksnya.

Saya cukup tahu diri tentang diri ini yang pelupa dan mudah melupakan keterampilan keterampilan yang pernah dipelajari.

Tanpa Kantong Plastik

Saya tadi berbelanja sedikit barang di Mini Market Nusa Indah. Setelah barang barang terbayarkan si kasir cantik menyerahkan item belanjaan tersebut tanpa dikemas dengan kantong plastik seperti dia memperlakukan kepada pembeli  terdahulu.

Syukurlah kalau si mbak mbak kasir itu ingat dengan kebiasaan saya memasukan semua barang belanjaan saya kedalam tas atau saku celana untuk sedikit belanjaan bervolume kecil.

Khotbah Jum’at : JanJi

Ingkar Janji meruntuhkan kepercayaan diri dan orang lain

Satu kalimat  ringkasan Khotbah Jum’at oleh Pak Dal di Masjid Nurul Hadi siang ini.

Perimbangan Pemberitaan Media? Bagaimana kita …

Sepengetahuan saya jurnalisme adalah penyampaian kabar secara obyektif, jujur dan apa adanya tanpa adanya tendensi untuk penggiringan opini audien. Secara sederhana Jurnalisme tidak menjadi juru bicara atau purel dari suatu pihak tertentu. Namun demikian gambaran  jurnalisme ideal itu masih ngendon di ujung angan angan para idealis. Susah untuk mendapatkan media yang benar benar bebas dari kepentingan dan tendensi suatu golongan.

Berbicara masalah kepentingan. Karena baik Media dan Kita sama sama bekerja dan mempunyai kepentingan masing masing. Maka sesuai dengan kepentingan kita untuk mendapatkan berita secara berimbang atau dengan kata kata yang lebih tepat untuk memenuhi harapan subyektif kita terkait sebagaimana suatu kejadian seharusnya dikabarkan. Hal itu bisa kita dapatkan dari beberapa sudut pemberitaan media media yang berbeda beda yang kebanyakan dengan mudah kita temukan di internet. Menurut saya, kita tidak bisa memenuhi keberimbangan berita dengan mengandalkan satu media saja atau dua tetapi beberapa. Pengalaman saya mengajarkan bahwa kadang kadang dalam suatu masalah suatu media mempunyai opini yang sejalan dengan harapan kita, tetapi untuk kasus yang berbeda. Dan untuk topik tema lain pula.

Dan ada satu hal lagi pertimbangan saya dalam menyeleksi media online, selain yang berkredibilitas tinggi dalam pemuatan konten/berita/informasi adalah tampilan yang sleek, simple dan tidak dibebani oleh tampilan advertisement yang memperberat bandwidth internet ala Indonesia saya …. 🙂

Khotib yang tau Waktu

Seorang presenter yang baik menurut saya adalah seorang yang dengan baik menyampaikan suatu pesan sejelas jelasnya kepada audien dalam waktu sesingkat singkatnya. Gambaran Presenter yang *baik itu tampil ketika saya menunaikan shalat Jum’at. Khotib menyadari bahwa inhabitant bumi ini lebih menikmati mengunyah ngunyah Informasi dalam waktu singkat. Bagusnya hal ini disikapi dengan baik dan secara efisien menyampaikan  khotbah Jum’at.

Khotbah berlangsung sekitar 10 menit. Selesai sebelum jama’ah jum’at mulai bosan dengan ceramah dan tertidur. Saya mulai percaya bahwa penyederhanaan penyampaian informasi sesungguhnya esensi dari Presentasi itu sendiri. Apa untungnya menyampaikan khotbah yang panjang lebar tetapi merangsang rasa kantuk jama’ah. Sungguh Khoti yang tau waktu.

Bagaimana dengan beberapa poin informasi yang dimasukan kedalam sistem pengingat tetapi tidak memperlelah kerja otak dan tidak terlepas dari ingatan Jangka Pendek, syukur syukur terikat dalam Memory Jangka Panjang?

[Saya menulis posting ini sebagai bukti kalau saya tidak tidur sepanjang Khotbah Jum’at …}

[tanpa] Kalendar 2009

Perhitungan waktu itu penting bagi peradaban di jaman modern. Itulah mengapa kehidupan manusia sekarang ini tidak bisa lepas dari keberadaan instrumen instrumen penunjuk waktu. Pernahkan kita mencoba untuk tidak menengok jam dalam sehari semalam saja? Atau ada yang sedang tidak tahu kalau sekarang tanggal berapa?

Kalau anda termasuk orang yang tidak betah untuk tidak menengok jam dalam waktu lama atau sering lupa akan tanggal berapakah sekarang, pasti anda akan kecewa untuk berada lebih lama di kediaman saya.

Tidak ADA satupun kalender yang tergantung di dinding dinding rumah saya. Tidak ADA jam dinding yang terpampang dan mudah ditengok.

Primitif sekali.

Buat saya ada beberapa keuntungan penting tanpa keberadaan kalendar, jam dan instrumen instrumen penunjuk masa tersebut.

Tanpa Jam yang terpampang akan membuat tidur saya lebih nyenyak tanpa bantuan pil penidur. Jam yang terpampang jelas di kamar tidur hanya akan membuat rasa kantuk saya sirna bahkan ketika sudah merebahkan diri di alas tempat tidur. Detak detak perputaran jarum jam yang konstan itu seolah meneriakan banyak pekerjaan yang harus kelar minggu ini.

Kalender. Angka angka yang setiap hari terus berganti selalu membisikan kalau diri ini semakin renta saja tetapi belum banyak hal yang telah dengan baik diperbuat.

Halaaaah …

Ini mah karena ga ada yang mau kasih kalendar gratis aja

BTW Semangat Tahun Baru 2009

jejak jejak sepanjang 2008

Di banding tahun tahun sebelumnya, di sepanjang 2008 ini saya meninggalkan lebih banyak jejak, terutama di alam maya ini. Kalau anda mau iseng mengecek seberapa banyak sepak terjang dan jejak jejak jari jari saya, maka silahkan ketik kata “jarwadi” di google search atau yahoo. Batang hidung saya akan segera kelihatan tertampang di monitor.

Dari sekian banyak jejak saya, sepertinya yang paling mudah tercium adalah blog blog saya dan beberapa situs jejaring sosial. Dan sesuatu yang menarik menurut saya adalah dengan memperhatikan hasil penciuman google dan yahoo yang mengenali kata *jarwadi* dengan cara yang sangat berbeda. Google lebih melirik situs situs jejaring sosial saya yaitu di urutan teratas adalah keberadaan saya di FaceBook, Multiply di urutan kedua, dan Friendster yang sudah hampir saya tinggalkan masih di papan ketiga untuk kemudian blog blog saya di wordpress dan blogspot.

Dengan cara yang berbeda Yahoo Search lebih menghargai ide ide yang saya tuangkan di wordpress dan blogspot baru kemudian beberapa beberapa jejaring pertemanan saya.

Terlepas dari berbagai blog dan jaringan pertemanan online dimana saya mendaftarkan diri, saya pertama kali diperkenalkan dengan blogspot oleh seorang teman dan mendaftar di friendster sebagai pilihan jaringan pertemanan. Namun seiring dengan bertambahnya jam terbang di dunia maya, saya perlahan menjadi bosan dengan kedua pasangan lama tersebut dan banyak sekali mencoba coba. Dan sampai saat saya menulis posting ini saya sedang merasa mesra dengan wordpress untuk menumpahkan unek unek saya dan merasa pas dengan menulis banyak hal lain di Multiply. Saya senang dengan wordpress karena tampilan yang sederhana dan relative bersaahabat dengan bandwidth yang sempit serta Multiply yang menurut saya mudah sekali untuk saling merespon banyak ide dan posting dari teman teman.

Alasan saya untuk menduakan Friendster adalah karena yang pertama adalah popularitas FaceBook dan kondisi saat ini yang telah beberapa kali dikecewakan oleh performa Friendster yang sedang jeblok. Mungkin teman teman akan mengira kalau saya bukan tipe cowo yang setia karena meninggalkan Friendster ketika sedang tertimpa tangga. Saya katakan bahwa saya tidak seperti itu. Saya memilih sesuatu yang lebih relieable karena lebih memahami arti penting berkomunikasi dengan teman teman dalam jaaringan dan meningatkan sesuatu yang lebih hangat. Menurut saya baik Friendster maupun FaceBook adalah alat saja. Jadi saya sah sah saja untuk memilih tali dan jaringan yang membuat persahabatan dan pertemanan lebih terkait terjalin erat.

Seperti saya tuliskan di awal, bahwa di tahun ini lebih banyak meninggalkan jejak jari dan beberapa site yang saya sebutkan merupakan beberaapa saya yang lebih populer bagi saya. Dari banyak tanah kapling selain WordPress, Multiply, Blogspot, FaceBook dan Friendster, “jarwadi” mungkin akan anda ketemukan di Plurk, Picasaweb, Flickr, dll. Tetapi jangan pernah sekalipun anda akan menemukan di situs situs jahat dan tidak sopan. Saya tidak pernah meninggalkan jejak “jarwadi” di jagat pornografi, site anti ras dan suku tertentu atau situs situs jahat lainya. Apabila ditemukan kata “jarwadi” ditempat itu maka yakinlah bahwa itu adalah orang lain.

Tahun baru dengan Kesegaran BARU

Aghhhr Mandi sudah, shalat Maghrib sudah …

Petang ini, tubuh saya terasa lebih segar dari biasanya. Kepala lebih ringan dan tidak sumpek. Saya baru saja mandi keramas setelah sekian hari kepala di rundung derita gagal gatal, rambut kumel tidak karuan seperti keset.  Dan pasti pusing tidak kepalang tujuh keliling.

Di hari yang istimewa ini, konon katanya para tukang menghitung hari dan penanggalan, petang ini adalah awal tahun Hijriah. Tanggal 1 Muharam 1430 H, kalau orang Jawa bilang tanggal satu Suro. Selain menyebutnya dengan bulan SURO, orang orang Jawa juga sangat mewingitkan bulan ini, saking istimewanya mereka banyak melakukan aktifitas ritual termasuk memandikan benda Pusaka mereka yang mumpuni dan berharga.

Maka anggap saja mandi keramas sore ini sebagai memandikan satu satunya milik saya yang sangat berharga sehingga siap untuk berbuat lebih baik dan bijak di tahun 1430 H sedemikian seterusnya sampai tahun tahun berikutnya.

pusing menjelaskan Digital Storage kepada SIMBOK

Suatu sore ketika saya sedang duduk duduk santai di teras depan dengan Simbok, beliau meminta saya untuk menambahkan lagu dalam ponsel -nya. Seperti saya, simbok juga seneng banget dengan Musik. Tetapi sayangnya, saya harus memberitahukan bahwa memory di ponsel milik  simbok tidak cukup ruang untuk ditambah lagu baru. Saya melanjutkan bahwa untuk menambahkan lagu baru hanya bisa dilakukan dengan menghapus beberapa lagu yang telah ada sebelumnya. Simbok pun setuju dengan menunjuk beberapa lagu yang dia sudah bosan.

Masalah menghapus dan menambahkan lagu itu mudah. Memusingkanya adalah simbok yang mulai bertanya ini itu.

“Bukankah panjang lagu yang dihapus lebih pendek dari lagu yang ditambahkan?”

“Lagu yang dihapuskan ada di urutan tengah —maksudnya, lagu tersebut ada diurutan tengah dalam suatu play list–, entar apakah setelah dihapus, setelah katakanlah lagu no 4 kemudian musik akan terdiam lama sebelum memainkan lagu no 6?”

Sebelumnya saya enggan menjawab pertanyaan pertanyaan “bodoh” simbok, apa juga untungnya tanya tanya seperti itu. Bukankah dia cukup mendengarkan dan menikmati saja lagu lagu yang saya salin ke ponsel.

Tetapi setelah beberapa saat menggerak gerakan dengkul kanan dan kiri,  saya kemudian berubah pikiran. Bukankah hak semua orang juga untuk mengetahui apa yang menurut dia menarik? Bukankah itu merupakan contoh semangat belajar yang bagus?

Dari pertanyaan kedua simbok saya menangkap bahwa dia menggunakan asumsi kaset tape pita untuk memahami media penyimpan lagu dalam ponsel. Untuk sementara saya mengajak simbok untuk menyisihkan terlebih dulu asumsi ini.

Untuk simbok, saya menganalogikan Memory Ponsel sebagai sebuah ember. Memory yang besar persis seperti Ember berukuran besar demikian pula sebaliknya. Sampai disini  dia paham bahwa Ember yang lebih besar akan lega untuk menyimpan lebih banyak barang.

Bila ada beberapa batu kapur yang berbentuk balok dengan ukuran berbeda beda kemudian di taruh dalam ember, maka akan ada banyak ruang kosong tersisa berbentuk rongga rongga yang tidak bisa digunakan untuk menyimpan sesuatu pun. Kemudian, apabila batu batu kapur tersebut di potong menjadi bagian bagian kecil yang berjumlah sangat banyak kemudian dimasukan ke dalam ember yang sama maka rongga rongga yang sebelumnya tidak bisa dimanfaatkan akan bisa ditempati.

Penyimpanan dengan terlebih dahulu dipotong potong seperti ini mempunyai beberapa keuntungan. Diantaranya semakin berkurangnya ruang dalam ember yang mubadzir alias tidak bisa digunakan untuk menyimpan. Apabila kita mengambil beberapa batu ditempat yang berbeda dalam ember, ruang yang ditinggalkan bisa digunakan untuk menyimpan satu batu kapur yang berukuran lebih besar. Satu batu besar dapat diletakan pada beberapa tempat yang berbeda karena sebelumnya telah di potong potong membentuk bagian bagian kecil yang sangat banyak.

Kemudian bagaimana menyusun banyak sekali potongan kecil tersebut menjadi sebuah batu kapur yang utuh persis seperti batu tersebut sebelum dimasukan kedalam ember?

Pada posisi yang paling mudah di jangkau terdapat catatan kecil yang berisi letak penyimpanan  setiap potongan batu kapur dalam ember. Hal yang sama, pada sisi batu kapur terdapat tanda nomor potongan dari suatu batu kapur. Untuk mendapatkan batu kapur utuh sebelumnya harus melalui proses pembacaan catatan kecil ini dan dengan pelacakan nomor dan tempat dari banyak sekali potongan potongan kecil yang menghuni suatu tempat dalam ember.

Mbok; Proses seperti ini mirip dengan bagaimana sebuah lagu tersimpan dalam memory ponsel kamu.

“Kemarin kamu pernah bilang bahwa ukuran file suatu lagu dapat diperkecil tanpa memotong panjang lagu. Maksudnya? “

Pertanyaan – Pertanyaanmu kok bikin dengkul senut senut to mBOK, kapan kapan saja ya jawabnya. Ada ngga yang mau membantu menjelaskan kepada simbok saya?

10 ekor kambing 2 lembu

Saya menebak [walau tidak berani bertaruh] bahwa pada hari ini ada deretan panjang antrian sapi dan kambing di pintu kemulyaan milik Allah dimana binatang binatang tersebut adalah berarak arakan hewan hewan kurban yang muncul dari keikhasan yang bersemi di hati muslimin dan muslimah semaya pada. Termasuk dalam antrian,  Insya Allah adalah juga 10 ekor kambing dan 2 ekor lembu yang tadi pagi sisa hidupnya berakhir di tangan Bapak Suradi [dalam foto berikut adalah beliau yang perpose dengan pedang jagal nya]sang  algojo –the butcher– dalam rangkaian penyembelihan hewan korban di Masjid At Taqwa dusun Karangmojo B desa Grogol kecamatan Paliyan. Gema Takbir yang berkumandang mengiringi semangat berkorban niscaya merupakan indikasi keikhlasan itu.

Dari Qurban @ At Taqwa
Dari Qurban @ At Taqwa
Dari Qurban @ At Taqwa

Klik disini untuk Foto Lebih Banyak Qurban @ Karangmojo B

10 ekor kambing dan 2 lembu adalah angka yang besar menurut saya –kami– bagi dusun/ jamaah masjid yang berpenghuni kurang dari 90 KK. Betapa ketika 15 tahun yang lalu saya menyaksikan dengan kecemburuan karena ada dusun lain yang sudah mampu mengorbankan lebih dari 20 ekor kambing sedangkan di Masjid At Taqwa masih dengan cermat membagi daging dari 3 atau 4 ekor kambing. Walaupun terlepas dari sedikit dan banyak daging pembagian tetap harus disyukuri dengan perjuangan dan azham sehingga sampailah pada jaman dimana kitapun bisa berkorban. Semoga di tahun tahun mendatang juga demikian bahkan lebih baik lagi.

Ada kata kata sontoloyo yang saya suka “Budayakan Berkorban tetapi JANGAN menjadikan Mengorbankan Orang Lain sebagai BUDAYA”. Siapa yang tidak setuju kalau daging kambing [gratis] itu NikMaT?

PS :

Yang tidak setuju pasti mereka mereka yang menderita tekanan darah tinggi dan sebangsanya