


Ini adalah sedikit screen shoot suasana TPS Grogol VI, Karangmojo B, Grogol, Paliyan, Gunungkidul Yogyakarta.



Ini adalah sedikit screen shoot suasana TPS Grogol VI, Karangmojo B, Grogol, Paliyan, Gunungkidul Yogyakarta.
Mulai hari ini saya menjaga agat ponsel saya tidak kehabisan baterai. Konon mulai hari ini KPU akan mengirimkan sms sms Cinta kepada semua nomor Warna Negara Indonesia. Mudah mudahan SMS cinta itu juga nongol di ponsel ini. Karena KTP di dompet ini masih berlaku, walaupun sudah kumel.
Menurut bacaan berita di detikinet, pemerintah dalam hal ini KPU, sekarang ini sudah tidak gaptek lagi dan berkenan mengoptimalkan teknologi untuk mensosialisasikan Pemilu yang akan dilangsungkan pada tanggal 9 April mendatang. Nah itukan artinya saya tahu dengan benar kapan Pemilu dilangsungkan.
Konon, biaya SMS ini telah di gratiskan oleh semua operator domestik. Dan KPU pun menyerahkan pentahapan pengiriman SMS broad cast ini kepada operator agar tidak membebani kapasitas jaringan.
Jadi bagi anda yang menunggu SMS cinta dari KPU tentang ajakan untuk mencontereng pada tanggal 9 April 2009, silahkan hape nya dijaga agar tidak nge drop baterainya dan tetap stand by serta bagi yang rusak ponsel atau belum punya agar segera membeli yang baru.

Ada senang ada susah. Itulah sebuah arti kelengkapan. Melengkapi suasana pesta berbahagia dalam acara tasyukuran pernikahan teman kami ‘Itox’ Harinto Bn adalah kehadiran dan keserakahan laskar laskar dari Jagat Tanponyono.
Piring – piring dan gelas – gelas berserakan yang merupakan jejak jejak yang ditinggalkan bala bala Kurawa itu hanya sebagian gambar yang dapat diambil setelah keberingasan mereka membersihkan semua makanan.
Kepada : Harinto Bn , Selamat Melalui Gerbang Pernikahan menuju Hidup yang Sakinah, Mawadhah, Warramah.

Terlepas dari gosip gosip miring facebook yang dipergunjingkan banyak orang, bagi saya facebook merupakan ruang tersendiri dengan banyak hal tak terduga dan menyenangkan.
Bila anda ingin menikmati suasana santai di malam malam di tempat terbuka bersama teman teman anda sambil menikmati minuman khas teh poci, anda dapat memilih kedai teh Lesbian yang terletak di sebelah selatan Bunderan Siyono.
Loh apa hubungan antara kedai teh poci dengan facebook?
Ya, itu berhubung pemilik kedai teh poci itu teman baru Facebook saya, dan terjadilah saya menikmati minum teh Poci Gratis. Teh poci rasa khas FaceBook ….
Btw, Mas Joko, pemilik kedai teh Lesbian itu Blogger juga, klik http://jokomu.blogspot.com untuk berkenalan.
Sudah sering saya bercerita tentang betapa payah sistem transportasi publik di Indonesia terutama di Gunungkidul. Suasana tadi pagi telah terjadi keprihatinan dengan banyaknya penumpang yang sebagian besar adalah pelajar tertelantarkan akibat perilaku pemogokan angkutan yang beroperasi dari arah Paliyan menuju kota Wonosari. Tidak persis diketahui apa motif dari pemogokan itu sendiri. Dan memang saya tidak tahu sebelumnya kalau pada pagi ini akan terjadi pemogokan angkutan pedesaan yang menjadi tulang punggung sistem transportasi menuju pusat kegiatan kota.
Beberapa waktu yang lalu, saya sempat berdiskusi dengan kang Toyo, terkait dengan pentingnya penataan sistem transportasi publik di Gunungkidul. Peristiwa yang terjadi pada pagi hari ini sebenarnya hanya salah satu dari sekian banyak kasus ketidak handalan sistem dan lemahnya peran pemerintah dalam hal ini DLLAJ dan PEMDA dalam me regulasi sistem tatanan angkutan. Masalah lain bisa jadi adalah kondisi armada yang tidak memenuhi persyaratan keselamatan, ketertiban jalur, jam pelayanan dan ketidak terjadwalan.
Armada Angkutan Publik yang kepemilikanya dipegang oleh perseorangan memang menjadi fenomena tersendiri. Motif semua penguasaha tentu adalah uang …
Ahhh … lebih baik bekerja saja dari pada meneruskan posting ini. Dan asal tahu saja pagi tadi saya tidak terlambat bekerja karena berkah dari tebengan 😀
Pembangunan peningkatan kualitas sarana jalan desa yang telah dinikmati Masyarakat ds Karangmojo A dan B dan penduduk dusun dusun sekitarnya selama kurang lebih setahun, pembangunan jalanan aspal dari pertigaan Bp Waryadi ke barat yang saat ini sepanjang sampai depan rumah Bp Jodo dalam waktu dekat dipastikan dilanjutkan. Menurut keterangan dari pejabat setempat, jalan beraspal akan diperpanjang untuk sementara sejarak 200 m sampai di depan kediaman Bp Adiwono untuk kemudian di masa pembangunan selanjutnya diteruskan melingkar melalui ds Senedi dan ds Tungu.
![]() |
Tumpukan material berupa batuan keras, koral dan pasir saat ini telah memenuhi sisi kanan kiri jalan dan untuk sementara lalu lintas menuju ds Senedi di alihkan melalui jalur selatan.
Pembangunan yang menelan anggaran sebanyak Rp 47 juta, dengan rincian Rp 45 juta dana bantuan dan Rp 2 juta merupakan swadaya masyarakat yang didapat dengan iuran sejumlah Rp 25.ooo,-/KK angka kira kira.
Semoga pembangunan jalan ini mengantarkan semua masyarakat menuju masa depan yang lebih baik.
Bertepatan dengan hari ke 11 sejak harga BBM bersubsidi khususnya Bensin secara resmi diturunkan menjadi Rp 5.500,- per liter oleh Pemerintahan Presiden Susilo BAMBANG, pagi ini saya berangkat ke Tempat Kerja menggunakan Jasa Angkutan Umum seperti biasanya ketika Harga Bensin Bersubsidi berharga Rp 6.000,-. Saya membayarkan ongkos yang sama seperti ketika belum ada penurunan Harga BBM. Memang, saya tidak (mungkin belum) mendengar atau membaca perihal tentang Penurunan Tarif Angkutan khususnya Angkudes sebagai alat transportasi publik utama di Gunungkidul. Merupakan sebuah Fakta yang susah untuk dipahami seorang Jelata seperti saya, ketika dulu, menjelang kenaikan Harga BBM, harga harga sudah lebih dulu naik membumbung termasuk tarif Angkutan Umum tetapi setelah hari ke 11 penurunan Harga BBM tidak serta merta diikuti oleh Penurunan Tarif Angkutan Umum. Kalau Tarif Angkutan Umum saja yang komponen produksi utamanya adalah Bensin tidak terjadi penyesuaian ( –baca : penurunan) tarif maka tentu saja harga harga produk lain.
Menurut gambaran seorang awam, penurunan biaya pada komponen produksi akan mempunyai dampak ikutan terhadapa harga produk di tingkat komsumen. Sebelumnya banyak pihak berharap bahwa dengan penurunan harga bensin akan berefek karambol dengan keterjangkauan harga produk di tingkat masyarakat kebanyakan, inflasi yang terkendali, peningkatan daya pemenuhan kebutuhan masyarakat dan di tingkat paling hilir adalah kehidupan masyarakat Indonesia umumnya menjadi lebih sejahtera. Namun demikian ketika banyak dihadapkan dengan fakta di lapangan, terutama saya, belum mampu merasakan dampak kemudahan karena penurunan Harga Bensin Bersubsidi dan baru kemudian saya mengetahui bahwa hitung hitungan sederhana dan gambaran seorang awam seperti saya tidak bisa segera berlaku.
Penurunan Harga BBM yang baru terjadi pertama kali seumur hidup saya dan konon juga merupakan sebuah catatan baru yang dituliskan oleh Pemerintah dalam buku tek sejarah Negeri Indonesia. Pertama kali, karena mungkin akan ada penurunan ke dua karena menurut Presiden bukan tidak mungkin harga BBM Bersubsidi masih bisa diturunkan lagi dimasa yang akan datang. Mungkin tergantung kePERLUanya juga. Kalau memang Penurunan Harga BBM berkorelasi dan benar benar dapat dirasakan pada tingkat kesejahteraan masyarakat kebanyakan (baca : hamba jelata miskin, seperti saya), pasti sebagian banyak orang akan setuju.
Bila pemerintah mempunyai otak otak cerdas dari para ahli ekonomi (dan politik) yang bertugas membuat rekomendasi dan menggambarkan grafik pertumbuhan ekonomi nasional maka jelata seperti saya hanya bisa mengukur dampak penurunan harga BBM Bersubsidi dengan merasakan penurunan Tarif Angkutan, penurunan harga deterjen, penurunan harga daging dan telur, ketersediaan pupuk di masyarakat petani, dll. Apabila dari hal hal di sekitar tersebut tidak memperlihatkan dampak positif pernurunan BBM Bersubsidi, tentu akan tidak segan segan bertanya, sesungguhnya siapa yang paling diuntungkan dengan penurunan Harga BBM Bersubsidi.
Dan bila semua orang enggan untuk memberi jawaban maka saya akan menunggu sampai waktu yang memberi jawab.
![]() |
| Dari Campuran |
Untuk mamastikan bahwa kita benar benar manusia, kebanyakan interaksi kita dengan web 2.0 atau wikinomic perlu mempertanyakan kemanusiaan kita dengan menyuruh untuk memasukan kode kode yang di ilustrasi kan dalam citra bitmap atau suara yang hanya bisa di identifikasi oleh mata manusia atau secara auditoral dengan telinga manusia. Memang proses berliku dan njlimet ini juga gara gara ulah manusia (lainya) juga yang berusaha mengganggu manusia lain dengan mengirimkan spam atau boot.
Sama seperti ketika berusaha menambahkan teman dan kontak dalam jejaring sosial saya di FaceBook, melelahkan sekali setiap kali saya di prompt untuk memasukan kode keamanan, beruntung kalau mata ini cukup jeli melihat huruf, angka angka atau simbol simbol dalam citra yang memang dirancang oleh captcha agar tidak mudah di identifikasi oleh mesin, tetapi bila keberuntungan sedang berpihak kepada yang bukan saya.
Syukurlah ada cara lain untuk menyatakan kemanuasian para member FaceBook, yaitu dengan menverifikasi keberadaan dengan bantuan ponsel. Sebuah kode akan dikirim ke kita melalui sms ke nomor ponsel yang kita sodorkan. Saya berusaha sebaik baiknya memanfaatkan fasilitas ini. Walaupun dengan sedikit hambatan. Lebih dari sehari saya menunggu sms untuk bertandang ke nomor Telkomsel saya, 08112932**, walaupun akhirnya saya mengakhiri penantian diri setelah lama bersabar dan tidak berhasil. Dan meminjam nomor teman 0817 XXX XXX. Syukurlah ternyata nomor ini bisa terhubung dengan baik ke FaceBook dan saya bisa mengendalikan tekanan darah dengan tanpa ditanyakan kemanusiaan saya oleh FaceBook saat ingin menambah daftar teman.
Sudah biasa sekali apabila di musim penghujan seperti sekarang, jalan dari gubug kediaman saya ke jalan aspal –jalan raya– becek dan tergenang air berlumpur. Sepatu yang saya pakai pasti merasa terkorbankan demi kenyamanan telapak kaki. Korban kedua tentu adalah penampilan saya. Orang – orang dan teman teman pasti bisa memaafkan apabila terpaksa saya temui dengan style yang natural (baca : serba basah, becek dan sedikit lumpur tersisa) Tapi percayalah semua yang menempel disepatu atau mungkin sedikit dicelana bukanlah limbah non organik berbahaya.
Spesial untuk Musim ini, ceritanya sudah berbeda. Sepanjang jalan dari Gubug *Bahagia* saya, ke jalan raya sudah bercor blok rapi. Pemerintah desa telah membangun khusus untuk saya , mungkin dengan proyek yang dibiayai oleh PPK -Program Pengembangan Kecamatan- atau PNPM Mandiri -Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat- Mandiri seperti yang diiklankan di TV. Sekarang saatnya saya sey gut bai untuk becek dan lumpur yang pernah menjadi sahabat setia sehidup semati sepatu saya.
Sekarang saatnya kaki dan diri ini melangkah menapaki jalan menuju masa depan yang lebih baik. SEMANGAT PAGI. duuuuniaaaaaa
Siang tadi saya datang pada acara Penutupan Pekan Olah Raga Kabupaten Gunungkidul –Porkab, tentu saja bersama boncel boncel dan pajrin pajrin paliyan. Maaf saya senang menggunakan istilah ini untuk menyebut teman teman. Nampak dalam Foto diatas atlit atlit dari Paliyan terlihat menonjol, bukan karena banyaknya Medali yang diperoleh, –karena tentu saja kecamatan Paliyan harus berlatih lebih keras lagi untuk mendapatkan lebih banyak Medali– melainkan sosok Erwin yang paling bongsor dalam barisan penerima Medali. Baiklah Erwin adalah penyabet Medali Emas dari cabor Tolak Peluru.
Menarik sekali ya Foto Jepretan saya. Bangsal Sewoko Projo nampak megah dan indah dengan cahaya cahaya putih terkesan glamor. Sampai sampai kita kesulitan menangkap dan mengenali secara jelas wajah wajah Atlit pemegang Medali Emas. Mungkin juga cahaya mewah tersebut terpancar dari aura kemenangan dan Medali Emas. –halaaaaaaaaaaaaaaah, siapa seh yang mau memuji karya foto saya kecuali saya sendiri. Padahal karena kelemahan kamera pada Soner K810i saya yang tidak mempunyai cukup kuat Fill Flash untuk menangani BackLight yang kuat pada scene tersebut.